Kendala Teknis Bekerja dari Rumah

Walaupun menjadi keinginan banyak orang, namun bekerja dari rumah tak lepas dari kendala. Baik itu kendala yang bisa diantisipasi karena kita memiliki kontrol, tapi ada juga kendala yang muncul karena faktor di luar kita. Puji Tuhan, saya saat ini dapat bekerja dari rumah, sebuah berkat tersendiri, apalagi ditambah dalam kondisi sulit COVID-19 ini.

Ada yang sifatnya teknis, tapi ada pula yang non-teknis, terutama gangguan yang muncul karena… kita ada di rumah. Teorinya, ini tentang bagaimana kita mengelola distractions. Atau, ini tentang bagaimana kita fokus bekerja. Nyatanya, memang tidak selalu semudah teori yang ada.

Kendala atau gangguan non-teknis, tentu ada, bahkan banyak. Tapi setelah tujuh bulan lebih benar-benar ada di rumah, ada beberapa kendala utama: mati listrik dan koneksi internet.

Mati Listrik

Saya tidak tahu berapa frekuensi mati listrik dalam satu bulan untuk dikatakan “sering” atau “jarang”. Tapi, dalam satu bulan, mungkin ada beberapa kali waktu. Saya tidak hitung persisnya, tapi mungkin sekitar 2-3 kali dalam satu bulan.

Kebanyakan memang karena kegiatan perawatan, instalasi, atau kegiatan lain yang sudah terjadwal. Bukan karena misalnya daya di rumah tidak mencukupi. Biasanya, kalau lagi kena giliran mati listrik, mati listrik berlangsung sekitar 2 (dua) jam. Dan, biasanya juga berlangsung di jam kerja. Selama ini di area saya antara jam 10.00-13.00 WIB.

Agak sedikit berbeda jika mati listrik di luar jadwal. Karena sepertinya sudah masuk musim penghujan, kadang tiba-tiba saja mati listrik. Pernah terakhir kali kalau tidak salah hampir 4 (empat) jam. Duh!

Saya sih yakinnya cuma kalau ada masalah pasti akan disegerakan untuk diperbaiki oleh PLN. Beruntung juga di kompleks perumahan saya, cukup sering warga langsung kontak PLN dan mengabarkan ke grup perumahan kalau sudah dilaporkan.

Baca juga: Pengalaman Merasakan Layanan yang Baik dari Aduan Pelanggan PLN

Koneksi Internet

Kendala yang berikutnya adalah gangguan koneksi internet. Walaupun bisa dikatakan gangguan ini sangat jarang terjadi untuk koneksi internet di rumah yang saya pakai, tapi karena lagi-lagi tetap butuh listrik, kalau listrik mati, otomatis koneksi internet juga terganggu.

Ada opsi untuk tethering menggunakan koneksi dari ponsel. Masalahnya, ketika listrik mati, koneksi internet dari ponsel juga terganggu, susah sekali — koneksi sangat tidak stabil — untuk mendapatkan koneksi dari provider XL maupun Telkomsel yang saya gunakan.


Berbeda dalam kondisi biasanya yang saya dengan mudah mencari tempat untuk bekerja misal di warung kopi, kali ini saya memilih mengandalkan koneksi yang ada. Kalau sampai listrik mati cukup lama, dan laptop yang saya gunakan juga sudah saatnya harus istirahat dulu, ya apa boleh buat, harus mengandalan ponsel atau piranti lainnya.

Pengalaman Merasakan Layanan yang Baik dari Aduan Pelanggan PLN

Sejak menempati rumah baru, hampir tidak pernah mendapatkan masalah terkait dengan kelistrikan. Masalah yang dulu mati karena daya yang tidak cukup, namun setelah proses tambah daya, semua beres.

Namun, ada yang sedikit berbeda kemarin. Listrik di rumah mati. Saya kira awalnya karena pemadaman bergilir karena memang sedang musim hujan. Ternyata tidak. Meteran listrik mati, dan MCB (Miniature Circuit Breaker) di lantai satu ternyata juga mati. Duh, sepertinya ada konsleting listrik.

Untuk mengetahui aliran mana yang konslet, sebaiknya seluruh barang elektronik dimatikan, lalu nyalakan listriknya, dan terakhir nyalakan barang elektronik satu per satu.

Namun, ketika ada saat dimana listrik mati (lagi), meteran listrik PLN tidak bisa dinyalakan sama sekali, alias mati total. Lampu indikator pulsa sama sekali tidak menyala. Dan listrik padam total, di sekitar pukul 22.40 WIB. Duh!

Menunggu sampai pagi, dalam suasana gelap total sepertinya bukan pilihan. Akhirnya, saya putuskan untuk menghubungi layanan gangguan PLN di nomor 123. Saya hubungi 0274123 (karena saya di Jogjakarta, jadi saya sertakan kode area). Dan, langsung diangkat oleh operator.

Saya jelaskan kondisinya, dan laporan saya dicatat dengan diinfokan akan ditindaklanjuti. Saya juga diberi nomor tiket untuk pelacakan. Petugas juga berpesan untuk tidak memberikan tips atau imbalan kepada petugas. Saya mengira petugas/teknisi PLN akan datang keesokan harinya. Ternyata saya salah.

Sekitar pukul 23.20 WIB, ada dua orang teknisi datang ke rumah dengan menggunakan mobil dari PLN. Tak terlalu berbasa-basi, langsung melihat meteran dan sepertinya sudah tahu yang haru dilakukan. Kemudian mereka berjalan menuju semacam kotak instalasi milik PLN yang berada sekitar 10 meter dari rumah. Setelah diperiksa, ternyata jaringan/alat yang terhubung ke rumah tidak berada di sana. Akhirnya, dicoba di lokasi lain yang sedikit lebih jauh — mungkin sekitar 20 meter dari tempat saya. Ternyata benar ada di sana. Saya tidak tahu apa yang dikerjakan petugas tersebut, tapi lampu indikator di meteran saya sudah menyala.

Kemudian petugas meminta saya menyalakan MCB yang sebelumnya dalam posisi mati. Listrik nyala! Petugas melayani dengan ramah. Akhirnya petugas pamit dan menyampaikan untuk segera saja diperiksa mana yang konslet.

Tebakan saya yang konslet adalah di jaringan bawah yang terhubung ke MCB yang mati saja. Cuma karena keterbatasan pengetahuan, jadi saya tetap nyalakan dulu. Lalu saya tinggal tidur. Pagi harinya ternyata aliran listrik mati lagi. Sore harinya, saya coba nyalakan lagi meteran listrik, tapi MCB yang mati tidak saya hidupkan. Lalu, saya coba aliran listrik di lantai dua, dan ternyata menyala!

Setelah saya memanggil jasa tukang langganan saya, ternyata benar ada salah satu colokan yang konslet. Hal ini disebabkan karena ada dinding yang lembab, dan juga banyak semut disana. Untuk saat ini saya minta cololan yang bermasalah dimatikan saja, karena sudah hampir tidak dipakai sama sekali.

Kembali ke soal layanan PLN… terima kasih!

Published
Tagged

Mengubah Daya Listrik PLN itu Tak Sulit (Maret 2019)

Akhirnya, saya melaksanakan perubahan daya listrik di rumah dari 2.200 VA ke 3.500 VA. Dan saya melakukannya secara daring, langsung melalui situs PLN.

Pertama, saya mengisi formulir Perubahan Daya/Migrasi di situs PLN. Data-data yang perlu disediakan tidak terlalu banyak. Rumah yang saya tempati masih menggunakan nama pemilik/pelanggan sebelumnya, jadi saya hanya perlu mengisi untuk Data Pemohon. Setelah mengisi semuanya, akan langsung terlihat berapa total biayanya.

Kali ini saya memanfaatkan diskon dari PLN yang sedang memberikan diskon 50% untuk biaya penambahan daya listrik. Tentu saja, diskon ini sangat lumayan! Sebenarnya, PLN juga ada program lain dimana ada diskon penambahan daya apabila memiliki/membeli kompor/motor listrik (diskon 75%) dan bahkan diskon 100% apabila membeli mobil listrik. Karena saya tidak masuk dalam dua kriteria diatas, diskon 50%-pun tak selayaknya ditolak.

Published
Tagged ,

Menambah Daya Listrik PLN?

Setelah menambah daya listrik beberapa tahun lalu, secara umum sudah bisa dikatakan mencukupi walaupun saya tidak menempati rumah tersebut selama satu tahun terakhir.

Setelah pindah ke tempat tinggal baru beberapa bulan terakhir dan mulai menata, sepertinya daya listrik yang ada kurang mencukupi. Walaupun memang sudah diusahakan untuk dihemat, tapi karena ada beberapa barang elektronik yang masuk sepertinya menambahkan daya listrik menjadi pilihan.

Saat ini, listrik prabayar memiliki daya 2.200 VA. Setelah mencoba melakukan penghitungan perkiraan biaya penambahan daya, termasuk dengan adanya diskon dari PLN sebesar 50%, penambahan daya menjadi 3.500 VA total sekitar Rp653.000,-. Ini ternyata lebih murah jika dibandingkan dengan penambahan daya dari 450 VA ke 1.300 VA.

Daripada nanti mati listrik tiba-tiba karena daya listrik yang tidak cukup dan mungkin malah membuat barang elektronik bisa cepat rusak, sepertinya menambah daya menjadi pilihan yang baik saat ini.

Published
Tagged

Jangan Hemat Listrik, Nanti PLN Rugi!

Berita mengenai pernyataan dari Syofvi Felienty Roekman, Direktur Direktur Perencanaan Korporat PLN membuat saya heran. Entah sedang bercanda atau serius. Tapi, semoga sedang bercanda dan ada revisi yang benar seharusnya bagaimana. Tapi, misalpun serius, ya mungkin tinggal dinilai sendiri bagaimana pernyataan tersebut.

Mengutip dari berita di Kumparan dengan judul ‘PLN Minta Rumah Tangga Perbanyak Gunakan AC di Rumah‘:

“Makanya saya berharap ini cuaca panas terus, supaya banyak rumah tangga yang pakai AC. Jadi jangan main-main ke mal terus, supaya konsumsi listrik di rumah bisa meningkat”

Syofvi Felienty Roekman, Direktur Direktur Perencanaan Korporat PLN.

Pernyataan tersebut terkait dengan bahwa konsumsi listrik hinggal Mei 2018 hanya naik 5,1 persen dibanding tahun sebelumnya. Angka tersebut masih di bawah rata-rata Rencana Usaha Pembangkit Tenaga Listrik (RUPTL) tahun ini yang ditetapkan pemerintah sebesar 6,8 persen. Padahal, dalam berita lain target konsumsi listrik sebenarnya diharapkan terpenuhi dari sektor industri.

Saya sendiri saat ini menggunakan listrik (prabayar) justru berusaha untuk menghemat. Di tempat tinggal sebelumnya, saya berpindah menjadi listrik prabayar sehingga dapat lebih mudah mengontrol penggunaan listrik.

AC di rumah saya ada dua buah, namun hampir tidak pernah saya nyalakan karena cuaca yang panasnya masih bisa ditolerir. Pun panas, tinggal buka jendela. Semua lampu di rumah saya juga sudah ganti dengan lampu LED yang lebih hemat. Walapun secara jumlah lampu cukup banyak, namun saya hanya berusaha menyalakan kalau memang butuh.

Jadi, jika himbuan tersebut disampaikan, himbauan yang aneh. Atau memang slogan ‘hemat energi, hemat biaya’ sudah diperbarui dan tidak valid lagi?

Published
Tagged

(Berusaha) Berhenti Merokok

Sudah tiga minggu ini saya tidak menghisap sebatang rokok.

Ya, saya mencoba untuk menantang — lebih tepatnya menerima tantangan — dari istri saya untuk tidak merokok selama 21 hari non-stop. Tidak mudah, tapi bisa. Dan, sepertinya akan dicoba untuk dilanjutkan, entah sampai berapa lama.

Mungkin tiga minggu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan mereka — atau mungkin Anda — yang sudah berhenti merokok berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Tapi, selama apapun itu, paling tidak kita punya kesamaan: pernah melewati satu minggu pertama tanpa rokok.

Dengan atau tanpa teori?

“Mengubah kebiasaan itu tidak mudah.” Demikian teori umumnya. Dan, tidak mudah bukan berarti tidak mungkin.

Saya tidak terlalu banyak mencari referensi bacaan atau lainnya tentang bagaimana cara mengubah kebiasaan. Istri saya bilang kalau dia pernah baca bahwa kalau seseorang bisa melakukan/meninggalkan kebiasaan lama untuk memilik kebiasaan baru, maka kebiasaan baru itu dilakukan secara terus menerus selama 21 hari tanpa berhenti.

Saya lupa kapan tepatnya situs PLN menggunakan disain baru. Namun, paling tidak menurut saya, fitur pengecekan tagihan secara daring tidak tersedia lagi, termasuk melihat informasi riwayat tagihan beberapa bulan. Dulu ada, tapi sekarang entah kemana.

Perubahan/Penambahan Daya Listrik PLN Secara Online

Rumah milik orang tua yang dulu pertama kali dibangun, lalu dikontrakkan, dan masih dalam tahap akhir renovasi membutuhkan penambahan daya listrik. Selama ini, listrik yang terpasang hanya memiliki daya sebesar 450 VA. Karena keperluan penggunaan listrik yang bertambah, saya putuskan untuk melakukan penambahan daya.

Selama ini, terkait dengan PLN saya hampir hanya melakukan transaksi untuk pembayaran listrik. Proses inipun saya lakukan dengan memanfaatkan layanan pembayaran melalui internet banking. Dari beberapa informasi melalui media, PLN sepertinya terus berbenah. Misalnya, banyak hal yang dapat dilakukan secara online, daripada harus datang secara fisik ke kantor PLN.

Akhirnya, pada Selasa, 3 November 2015, saya coba lakukan permohonan penambahan daya melalui situs PLN. Memang saat ini prosesnya belum selesai, namun untuk tahap awal, paling tidak prosesnya berjalan dengan cukup lancar.

Pengajuan Permohonan

Di situs PLN, ada beberapa fitur layanan online seperti pengecekan tagihan listri, pemasangan baru, perubahan daya, dan penyambungan sementara.

  • Saya pilih menu layanan Perubahan Daya/Migrasi
  • Kemudian, saya lakukan pencarian data terlebih dahulu dengan memasukkan informasi ID Pelanggan dan dilanjutkan dengan mengisi identitas.
Halaman formulir perubahan daya
  • Pada bagian “Tarif/Daya Baru” saya memasukkan informasi penambahan menjadi 1.300 VA. Sebagai informasi, untuk daya sebesar 450 VA dan 900 VA hanya dapat diproses langsung melalui loket dengan persyaratan tambahan. Dalam situs, muncul notifikasi peringatan ketika memilih salah satu pilihan daya tersebut yaitu “Mohon maaf, Sambungan 450 VA dan 900 VA hanya dilayani di kantor (loket) PLN dengan membawa surat keterangan tidak mampu dari kepala Desa/Lurah”
  • Proses yang saya ajukan sekaligus untuk melakukan migrasi dari metode listrik pasca bayar menjadi prabayar. Dalam formulir tersebut, saya sekaligus mengisikan untuk Token Perdana sebesar 20.000.