/thomasarie

Menulis apa saja yang disuka.

Nonton Disney+ Hotstar Langsung di TV Pakai Chromecast (Android dan iPadOS)

Karena Disney+ Hostar tidak dapat dinikmati langsung melalui Chromecast di ponsel atau tablet di awal September lalu, saya jadi cukup jarang menontonnya. Ya, tidak praktis saja, masa hanya untuk menonton di TV saya harus membuka Disney+ Hostar di laptop, lalu meng-Cast.

Sekarang, sudah bisa!

Saya tidak tahu kapan persisnya fitur ini tersedia baik di Android ataupun di iPadOS. Pengaturan aplikasi di ponsel dan iPad saya memang saya atur supaya auto-update.

Disney+ Hotstar, Android, iPadOS dan Chromecast

Ikon Chromecast sudah terlihat, jadi tinggal ketuk saja dan pilih piranti mana yang akan memutar. Dalam gambar dibawah, ada tulisan “TV YouTube”, ini karena piranti TV saya saya beri nama… TV, dan saat saya buat tangkapan layar sedang memutar YouTube.

Kalau saya “Cast”, otomatis YouTube di TV akan terhenti dan digantikan dengan apa yang sedang saya putar di aplikasi Disney+ Hotstar.

Untuk di iPad, juga sudah terlihat bahwa bisa diputar di TV melalui Chromecast. Untuk iOS, saya rasa juga akan sama.

WP-CLI Error: PHP Deprecated: implode(): Passing glue string after array is deprecated.

I use WP-CLI to maintain my WordPress sites. It’s simple, it handy, and it works without any issues.

For example, I can updates all my plugins and themes (if updates are available) by executing wp theme update --all and wp plugin update --all. If WordPress core engine is available, I only need to run wp core update.

But there is a problem when I update WordPress plugins recently. Running wp plugin update --all to update all available plugin updates give me an error:

PHP Notice:  Trying to access array offset on value of type null in phar:///usr/local/bin/wp/vendor/wp-cli/extension-command/src/Plugin_Command.php on line 663
Notice: Trying to access array offset on value of type null in phar:///usr/local/bin/wp/vendor/wp-cli/extension-command/src/Plugin_Command.php on line 663

But, all updatable plugins were updated successfully. I tried to find the solutions, but I found nothing. I also try to use the nightly version via wp update --nightly, but still no luck.

Here are my wp --info

OS: Linux 5.4.0-42-generic #46-Ubuntu SMP Fri Jul 10 00:24:02 UTC 2020 x86_64
Shell: /bin/bash
PHP binary: /usr/bin/php7.4
PHP version: 7.4.3
php.ini used: /etc/php/7.4/cli/php.ini
MySQL binary: /usr/bin/mysql
MySQL version: mysql Ver 8.0.21-0ubuntu0.20.04.4 for Linux on x86_64 ((Ubuntu))
SQL modes:
WP-CLI root dir: phar://wp-cli.phar/vendor/wp-cli/wp-cli
WP-CLI vendor dir: phar://wp-cli.phar/vendor
WP_CLI phar path: /home/path/to/my/directory/
WP-CLI packages dir:
WP-CLI global config:
WP-CLI project config:
WP-CLI version: 2.5.0-alpha-068c252

Simpan atau Ambil Barang di Safe Deposit Box dalam Masa Pandemi?

Kali terakhir saya mengunjungi Safe Deposit Box (SDB) saya ternyata sudah hampir satu tahun yang lalu. Memang sangat lama, tapi kebetulan karena memang belum ada keperluan harus mengambil barang yang saya simpan disana.

Nomor antrian konter Safe Deposit Box

Sambil menunggu, saya lihat selebaran info tentang Safe Deposit Box di Bank BPD DIY yang saya gunakan ini. Ternyata, harga langganan masih sama seperti tahun 2019 lalu. Dan, ternyata saya sudah delapan tahun menjadi penyewa.

Dan untuk jam operasional, beruntung bahwa untuk Bank BPD DIY, hari Sabtu masih beroperasi sampai dengan pukul 12.00 WIB.

Saat itu saya datang di jam istirahat, ada dua antrian sebelum saya yang masih dilayani. Semoga saja tidak perlu menunggu sampai jam istirahat selesai baru tiba giliran saya. Sekitar lima belas menit, akhirnya giliran saya dan saya tidak perlu menunggu, langsung bisa dilayani.

Setelah menandatangani formulir kehadiran, saya langsung menuju ke ruangan tempat SDB saya berada.

Area layanan khusus penyewa Safe Deposit Box Bank BPD DIY (September, 2020)

Simpan atau Ambil Semua?

Dari beberapa barang yang ada di SDB, saya memutuskan untuk mengambil hampir semua untuk saya pindahkan ke brankas di rumah. Ada beberapa alasan:

  1. Meminimalkan untuk mobillitas dari rumah ke bank, apalagi dalam masa pandemi saat ini.
  2. Jika dokumen tersebut dibutuhkan — terutama dokumen yang cukup mendesak — maka sudah ada di rumah.
  3. Antisipasi perubahan jam operasional bank. Di hari saya datang ke BPD DIY, saya mendapati informasi ada beberapa kantor cabang bank yang tutup sementara karena ada kondisi khusus.

Kenaikan PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) 2020 di Yogyakarta

Kenaikan sampai 400%, walaupun tidak sampai 100 wajib pajak.


Membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) merupakan salah satu agenda rutin yang (sebaiknya) jangan dilewatkan. Tahun ini, seperti tahun sebelumnya, saya dan keluarga juga harus bayar pajak.

PBB tahun 2020 yang menjadi kewajiban kebetulan ada di kota yang berbeda: Sleman dan Yogyakarta. Untuk Sleman, pajak dikenakan atas lahan kosong tanpa bangunan.

Yang kedua, adalah PBB untuk sebidang tanah dengan ada bangunan di atasnya yang lokasinya ada di Yogyakarta. Adik saya yang awalnya kaget karena nominalnya terasa sangat tinggi. Usut punya usut, ternyata untuk tahun 2020 ini,

400% untuk 51 Wajib Pajak

Harian Jogja melalui artikel “Disebut seperti VOC, Pemkot Jogja Jelaskan soal Kenaikan PBB hingga 400%” menyebutkan beberapa detil perubahan:

  • Tidak mengalami perubahan: 30,4% atau 28.985 wajib pajak
  • Kenaikan kurang dari 100%: 54,8% atau 52.229 wajib pajak
  • Kenaikan sampai 200%: 11,93% atau 11.369 wajib pajak
  • Kenaikan sampai 300%: 1,7% atau 1.619 wajib pajak
  • Kenaikan sampai 400%: 0,16% atau 150 wajib pajak
  • Kenaikan lebih dari 400%: 0,05% atau 51 wajib pajak

Tentu kenaikan ini sangat terasa, apalagi di masa pandemi sekarang ini. Adik saya menghubungi saya perihal ini, dan setelah saya hitung, ternyata kenaikan sekitar 100% lebih sedikit dibanding tahun lalu.

Duh.

Program Permohonan Keringanan

Walaupun pemerintah kota Yogyakarta punya program permohonan keringanan, tapi kami melewatkan kesempatan ini. Ya, karena melewatkan informasi ini. Padahal ini sudah berlangsung cukup lama, dan baru berakhir pada Agustus 2020. Saya sendiri sekarang tinggal di Sleman, jadi berita semacam ini agak luput dari perhatian.

Dengan berbagai pertimbangan, karena juga mobilitas juga penuh risiko, dan memang kewajiban harus dilaksanakan, jadilah kami putuskan untuk membayarnya saja.

Membayar Pajak

Sedikit beruntung karena pembayaran PBB untuk kota Yogyakarta (dan propinsi DIY) dapat dilakukan dengan lebih mudah. Membayar ke Bank BPD DIY sepertinya bukan opsi yang menarik saat ini. Pilihan antara Tokopedia atau Gojek.

Dan, saya putuskan untuk melakukan pembayaran melalui Tokopedia. Kenapa tidak melalui Gojek? Karena — setahu saya — riwayat pembayaran di Tokopedia lebih baik dariipada di Gojek. Bukti transaksi di Tokopedia terkirim ke surel secara langsung, jadi lebih mudah diarsipkan. Ini salah satu pertimbangan saya.

Kalau kenaikan PBB di Yogyakarta seperti itu? Bagaimana dengan kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) di Yogyakarta atau Upah Minum Propinsi (UMP) Daerah Istimewa Yogyakarta di tahun 2020?

Nggg….

Jokowi tentang ekonomi dan kesehatan (7 September 2020)

Disampaikan pada bulan September 2020, sejak kasus COVID-19 mulai santer pada Maret 2020, saat sudah terjadi banyak kelonggaran dalam penegakan aturan dan protokol yang memungkinkan penyebaran COVID-19 semakin banyak. Dan, ketika 6 September 2020 angka total kasus di Indonesia menunjukkan 198.049 (+3.113), dengan kasus aktif 44 44.795 (+573), sembuh 144.440 (+2.431) dan meninggal dunia: 8.806 (+122) (Sumber: @kawalcovid19)

Kali Pertama Panen Pokcoy

Setelah kangkung yang pertama kali saya panen beberapa hari lalu, kali ini giliran pokcoy yang saya tanam hampir bersamaan. Selisih beberapa hari memang, tapi daripada saya panen lalu masuk kulkas, saya lebih memilih untuk membiarkannya dalam netpot.

Tidak ada masalah yang berarti mulai dari proses penyemaian sampai dengan pembesaran. Apalagi, pokcoy ini juga membutuhkan kandungan nutrisi yang mirip dengan kangkung sehingga penyiapan nutrisi AB Mix untuk hidroponik tidak terlalu ribet.

Karena panen agak banyak, jadi beberapa sempat dibagikan kepada tetangga rumah. Dan, sisanya juga masih sangat banyak. Beberapa netpot dengan umur sekitar 1,5-2 minggu juga telah siap di netpot.

Menonton Film Disney+ Hotstar di TV Melalui Chromecast

Ketika di bulan Agustus 2020 lalu, Telkomsel menawarkan promosi tarif spesial untuk layanan Disney+ Hotstar, saya memutuskan untuk menggunakan promosi tersebut. Walaupun, saya tidak terlalu memiliki ekspektasi terlalu tinggi akan bagaimana nantinya.

Rp30.000 untuk menikmati layanan ini selama 3 (tiga) bulan sampai Desember 2020 sepertinya tak ada salahnya dicoba. Apalagi, karena sudah tidak berlangganan Netflix, saya mengandalkan YouTube untuk sekadar menonton hiburan.

Dan, 5 September 2020 yang lalu kali pertama saya mengeksplorasi layanan ini melalui aplikasi Android. Saya coba juga instal aplikasi ini di iPad.

Nonton di Chromecast

Walaupun sudah sekitar 4 tahun lalu Chromecast ini saya beli, tapi sampai sekarang bisa dikatakan tidak ada masalah. YouTube dan (dulunya) Netflix juga bisa dinikmati dengan mudah di TV melalui Chromecast.

Tapi, tidak untuk Disney+ Hotstar ini. Saya tidak menemukan tombol secara langsung untuk meng-cast seperti YouTube atau Netflix. Agak kurang maksimal saja mungkin pengalaman menonton kalau hanya dapat dinikmati di perangkat bergerak seperti ponsel atau tablet.

Padahal, ketika awalnya saya login di iPad saya, dan saya “terdeteksi” di India, saya sempat melihat gambar ikon untuk “cast” ke Chromecast seperti yang biasa saya lihat di YouTube atau Netflix, seperti terlihat dalam gambar di bawah (pojok kanan atas).

Karena melalui ponsel dan tablet juga gagal, saya coba mengggunakan Google Chrome melalui alamat https://www.hotstar.com/id. Google Chrome sendiri sudah memiliki fungsi untuk “cast” melalui Chromecast. Tapi, ini sedikit berbeda karena dengan cara ini, sebenarnya kita me-mirror sebuah tab di peramban Google Chrome.

Tapi, cara ini cukup berhasil, walaupun bukan yang paling nyaman. Caranya cukup mudah:

  1. Buka situs Disney+ Hotstar melalui peramban Google Chome
  2. Dari menu opsi di Google Chrome, pilih Cast
  3. Pilih ke piranti mana yang ingin dituju untuk menampilkan konten dalam tab peramban.

Panen Pertama Sayuran Hidroponik dengan Sistem Wick

Ternyata, keinginan untuk bertanam kembali bulan Juli lalu malah berbelok kepada kegiatan mencoba untuk menanam sayuran secara hidroponik. Sebenarnya, keinginan ini sudah lama, bahkan di linimasa media sosial saya (termata Instagram), banyak teman-teman yang saya kenal juga mulai bertanam secara hidroponik.

Apakah tertarik? Tentu saja, tapi memulainya masih belum ada niatan. Niat makin besar justru ketika saya main ke tempat adik ipar, dan menjumpai langsung bagaiman instalasi hidroponik yang ada di halaman rumah. Jadi, untuk skala rumahan/konsumsi pribadi, hal tersebut sangat menarik.

Kalau adik ipar saya menggunakan sistem DFT, dan karena saya masih sangat pemula — baru tahap mencoba — saya akhirnya mencoba dengan menggunakan sistem Wick. Ini memenuhi kondisi bahwa sistem ini sederhana, dan mungkin bisa dikatakan anti gagal.

Singkatnya, setelah membaca dan melihat tutorial, saya beli seluruh peralatan/kebutuhan pemula (starter kit) hidroponik untuk sistem Wick melalui marketplace daring.

Dan, tibalah saat pertama panen sekitar minggu lalu. Karena masih pemula, sayuran yang saya tanam juga masih dari benih yang diberikan ketika beli: kangkung, pokcoy, dan bayam. Yang pertama saya panen adalah kangkung.

Tak butuh waktu lama bagi kangkung untuk langsung masuk dapur, ditumis, dan tersaji di piring.

Dan, ternyata karena ini kegiatan yang menyenangkan, saat ini justru saya mencoba untuk menggunakan sistem selain Wick. Sudah beli seluruh bahan, tinggal secara eksekusi. Dan, acuan saya sederhana: kalau bisa cukup murah, dan buat sendiri.

Ayo bertanam!

Reaksi Ahli Biologi Molekuler yang Asli Nonton Video Diskusi Anji dan Hadi Pranoto

Beberapa waktu lalu, sempat muncul sebuah video yang cukup populer di platform YouTube, antara Anji — seorang musisi — dengan Hadi Pranoto yang diperkenalkan oleh Anji sebagai Profesor Hadi Pranoto. Saya sendiri tidak menontonnya, hanya membaca beritanya saja. Ada pro-kontra, tentu saja.

Walaupun, akhirnya video tersebut telah diturunkan oleh YouTube, tapi yang lebih menarik justru pendapat/reaksi terhadap video tersebut, dari sudut pandang sains, dari orang yang menyampaikan informasi berdasarkan bidang keilmuan. Beliau adalah Ahmad Rusdan Handoyo Utomo, PhD.

Tentang beliau, cukup mudah informasinya untuk ditemukan di internet, termasuk publikasi lain yang mendukung bidang keilmuan.

Pengalaman Dua Tahun Menggunakan Ponsel Oppo F7

Tak terasa, bulan ini sudah dua tahun saya menggunakan Oppo F7 (warna merah) sebagai ponsel utama saya. Dulu, ponsel ini saya beli untuk menggantikan iPhone 6 saya yang hilang dalam sebuah perjalanan ke Tangerang. Secara umum, saat ini kondisi ponsel masih sangat baik, dan performa juga saya cukup puas.

Saya sendiri belum ada rencana untuk berganti ponsel. Pertama karena memang Oppo F7 saya ini juga masih berfungsi dengan baik, kedua karena membeli ponsel baru — secara dana — juga bukan menjadi prioritas.

Tapi, kalau ada yang memberikan saya ponsel baru untuk saya pakai, tentu saya tidak akan menolaknya. OPPO Reno4 sepertinya menarik, kalau ada yang memberikan dengan cuma-cuma, tentu saja. Kali saja Oppo Indonesia tiba-tiba terinspirasi untuk mengirimkan satu untuk saya setelah rilis di Agustus 2020 ini. Haha, tak apalah sedikit berkhayal walaupun sangat tidak masuk akal.

Sistem Operasi

Walaupun tidak selalu segera mendapatkan perbaruan/dukungan sistem operasi terbaru (Android) OPPO yang terbaru yaitu ColorOS, tapi Oppo F7 ini tidak mengecewakan juga. Misalnya, saat ini ponsel saya ditenagai dengan ColorOS 6.0.1 dan Android versi 9. Walaupun, perbaruan untuk ColorOS 7 dengan dukungan Android 10 untuk Oppo F7 sudah tersedia. Namun, sepertinya masih menunggu giliran mendapatkan upgrade.

Walaupun ColorOS 7 menawarkan beberapa perbaruan yang menarik, tapi untuk keperluan sehari-hari, sepertinya saya juga tidak ada keluhan dengan ColorOS 6 ini.

Yang pasti, selama dua tahun menggunakan ponsel ini, saya cukup puas saja. Untuk menunjang kegiatan bekerja, it works great.

Perkiraan Harga Berlangganan Paket Spotify Setelah Pajak Digital

Walaupun secara jelas diumumkan mengenai berapa perubahan harga berlangganan layanan Spotify, tapi ini soal waktu saja. Terakhir, Netflix sudah memberlakukan harga beru per Agustus 2020.

Saya sendiri menggunakan layanan Spotify, dan tagihan saya dibuat tanggal 16 setiap bulannya. Sampai dengan awal Agustus ini, belum ada informasinya. Dengan penambahan biaya pajak, kita sepertinya bisa memperkirakan besaran harga “baru” paket Spotify.

Berikut perkiraan saya:

  1. Spotify Premium Rp49.990 akan menjadi Rp55.000 (pembulatan dari Rp54.989)
  2. Spotify Premium untuk Pelajar Rp24.990 akan menjadi Rp27.500 (pembulatan dari Rp27.489)
  3. Spotify Premium Duo Rp71.490 akan menjadi Rp79.000 (pembulatan dari Rp78.639)
  4. Spotify Premium Family Rp79.000 akan menjadi Rp87.000 (pembulatan dari Rp86.900)

Kalaupun naik, saya tetap akan menggunakannya. Karena saya memang menyukai layanannya, dan penambahan pajak juga sesuatu yang saya bisa terima.

Timus

Saya lupa kapan kali terakhri saya menikmati makanan yang satu ini. Timus, namanya. Ya, begitulah nama makanan ini diperkenalkan ke saya sejak kecil. Di daerah lain, mungkin namanya berbeda.

Membuatnya juga tidak sulit. Kemarin, saat kali pertama membuat, justru malah agak di luar rencana. Awalnya, seperti biasa saya hanya ingin menggoreng ubi. Bagi saya, ubi dibumbui dengan bawang putih dan garam, kemudian digoreng itu sudah sangat enak. Sederhana, tapi enak.

Lalu, terpikir saja membuat timus. Setelah saya cari resepnya, ternyata tidak sulit, dan semua bahan sudah ada di dapur. Bahan selain ubi, yaitu: tepung tapioka, tebung terigu, gula pasir, dan garam.

Ubi yang sudah saya cuci tinggal saya rebus saja. Dalam resep, sebenarnya dikukus. Tapi, saya menganut prinsip bahwa dalam memasak tidak semuanya harus ikut aturan. Dalam kasus ubi ini, toh yang penting ubinya matang, empuk, bisa dihaluskan.

Setelah matang, ubi saya haluskan dengan garpu, kemudian saya tambahkan bahan lain. Saya pakai takaran saja kira-kira, lalu saya campur rata semua. Terakhir, saya cicipi. Saya suka yang tidak terlalu manis. Pun manis, saya ingin rasa ubi tidak tenggelam dalam manisnya gula.

Setelah semua siap, tinggal dibentuk, lalu digoreng.

Simpel, dan enak.

Presiden Jokowi tentang COVID-19 (3 Agustus 2020)

Suasana minggu-minggu terakhir ini cukup membuat masyarakat khawatir. Makin banyak yang tidak taat protokol kesehatan. Kasus positif Covid-19 kini mencapai 111.455 orang, 68.975 sembuh dan 5.236 meninggal. Meski, case recovery rate kita cukup bagus, yaitu 61,9 % sembuh.

Sumber: Cuitan @jokowi

Harga Langganan Netflix Per Agustus 2020 Setelah Pajak Digital

Bulan Agustus ini, ada yang sedikit berbeda untuk harga layanan digital Netflix karena kebijakan pemberlakukan pajak digital sudah dilakukan.

Berikut harga berlangganan Netflix untuk beberapa pilihan paket layanan setelah pemberlakukan pajak.

  • Mobile (Ponsel) Rp 49.000 menjadi Rp 54.000
  • Basic (Dasar) Rp 109.000 menjadi Rp 120.000
  • Standard / HD (Standar) Rp 139.000 menjadi Rp 153.000
  • Premium / Ultra HD (Premium) Rp 169.000 menjadi Rp 186.000

Di halaman Netflix sendiri saat ini, harga juga sudah menampilkan harga terbaru:

Watch Netflix on your smartphone, tablet, Smart TV, laptop, or streaming device, all for one fixed monthly fee. Plans range from IDR54,000 to IDR186,000 a month. No extra costs, no contracts.

Netflix FAQ: How much does Netflix cost?

Citranet Permudah Pembayaran Tagihan

Setelah dua tahun lebih melakukan pembayaran untuk layanan internet Citranet dengan cara manual, akhirnya bisa juga melakukan pembayaran dengan lebih mudah, praktis, dan cepat.

Jadi, selama ini, untuk setiap tagihan yang dikirimkan melalui surel (dan tagihan fisik), pembayaran dilakukan melakui transfer ke rekening bank, memasukkan jumlah tagihan manual, ke rekening virtual spesifik, kemudian mengkonfirmasi pembayaran.

Setiap bulan.

Selama ini tidak ada masalah juga, tapi untuk kondisi saat ini yang semuanya sudah bisa dipermudah dengan begitu banyak pilihan metode pembayaran, payment gateway, cara seperti itu sepertinya termasuk agak ketinggalan jaman. Apalagi, ini untuk layanan internet.

Sekarang, pembayarna bisa dilakukan secara langsung melalui Midtrans. Gampang dan cepat, dan mengaktifkan fitur pembayaran melalui dompet digital dengan QR Code yang mendukung QRIS, tentu sangat memudahkan.

Cuma, ada sedikit hal yang mengganggu, dimana ada biaya layanan sebesar Rp5.000 untuk setiap transaksi. Ini bisa dipahami, karena memang ada biaya yang muncul karena pemrosesan transaksi oleh Midtrans. Saya memilih untuk menerima saja adanya biaya transaksi. Walaupun, kalau tanpa ada biaya transaksi akan menjadi lebih baik lagi.

Page 1 of 94

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén