OpenVPN Setup on Ubuntu 18.04 LTS

I could not remember exactly when I setup OpenVPN for the first time. As far as I remember, it was not an easy task. But, I need to have it installed, and I found it easier. Probably, because it’s easier to setup on Ubuntu 18.04 LTS?

I need to have it setup because I have some sites blocked by my internet provider. Using Google’s DNS (8.8.8.8) or even ClouFlare’s 1.1.1.1. did not help either. Changing the DNS made my internet connection do not work.

So, I need to set OpenVPN up somewhere. I was thinking of having it setup on my own cloud server at Linode. Lucky that there is a straight-forward tutorial on how to setup OpenVPN on Ubuntu 18.04 LTS. I will write it down also here for my personal documentation.

Installation

First, update the system by running apt-get update and then apt-get upgrade. For me this is optional.

Continue reading…

Kode Error Pada AC Gree

Sewaktu melakukan pemasangan unit AC dari Gree di rumah baru-baru ini, saya mendapatkan informasi dari pihak teknisi resmi Gree kalau misal ada masalah, nanti kode kesalahan/masalah (error code) akan muncul dalam indikator suhu yang menyala di AC.

Saya baru tahu soal ini. Jadi, kalau misalnya ada masalah, disarankan untuk nantinya menghubungi layanan pelanggan. Tentu saja, saya juga tidak ingin ada masalah dengan AC di rumah. Dan, jika terjadi masalah maka AC secara otomatis tidak dapat digunakan. Hal ini untuk mencegah terjadinya kemungkinan masalah lainnya.

Continue reading…

Menjajal Google Station, Layanan Wifi Gratis dari Google

Beberapa hari lalu, ketika saya melewati club house di tempat saya tinggal, saya melihat spanduk yang menunjukkan informasi bahwa layanan Google Station bisa digunakan. Saya melihat logo Google Station dan CBN di sana.

Singkatnya, Google Station ini adalah layanan (dari Google) yang bekerja sama dengan penyedia jaringan koneksi internet untuk menyediakan koneksi hotspot secara cuma-cuma. Selengkapnya di situs Google Station.

Tentang Google Station

Di Indonesia, Google Station sendiri baru tersedia di beberapa propinsi saja, dan kebanyakan di Pulau Jawa. Di Yogyakarta, saya lihat ada beberapa tempat yang sudah menyediakan. Ada yang perumahan, apartemen, dan juga area wisata.

Continue reading…

Amazon Web Service to Open New Region in Indonesia

Among many services provided by Amazon Web Service (AWS), I use its Amazon S3 more than any other services provided. Lucky that it has Singapore edge location for the service.

In the latest press release, AWS will open a new region in Indonesia. It’s a good news. The only thing AWS users need to do is just waiting for the service to be available, and it is expected to be available in late 2021 or early 2022

Amazon Web Services, Inc. (AWS), an Amazon.com company (NASDAQ: AMZN), today announced it will open an infrastructure region in Indonesia by the end of 2021 / early 2022. The new AWS Asia Pacific (Jakarta) Region will consist of three Availability Zones at launch, and will be AWS’s ninth region in Asia Pacific, joining existing regions in Beijing, Mumbai, Ningxia, Seoul, Singapore, Sydney, Tokyo, and an upcoming region in Hong Kong SAR. Currently, AWS provides 61 Availability Zones across 20 infrastructure regions worldwide, with another 12 Availability Zones across four AWS Regions in Bahrain, Hong Kong SAR, Italy, and South Africa expected to come online by the first half of 2020.

Amazon Press Release, April 3, 2019: AWS to Open New Region in Indonesia

Third year: LastPass

I started using LastPass for my password manager application in March 2017. So, this year, it’s my third year now. Before LastPass, I used 1Password. I didn’t remember the exact reasons why I switched to LassPass, but I think it was about the integration with applications in mobile devices.

I am satisfied with LassPass features. For some people, Google’s Password Manager will work. But, when it comes to more complex password and identity management, I think LassPass fits me more.

Is LassPass free? Unfortunately, not. I started my subscription for US $12/year (for Premium package). A year later, LassPass increased its pricing to US $24/year. And, this year, they increased the subscription pricing again to US $36/year.

Hat tip: LassPass was acquired by LogMeIn back in 2015.

LassPass offers competitive pricing compared to its competitor like DashLane (US $40/year), 1Password (US $36/year), and Keeper (US $30/year). Since LassPass works for me (until today), I think I will keep my subscription.

Oppo A3S Mati Mendadak

Beberapa waktu, ponsel Oppo A3S milik istri saya tiba-tiba saja mati. Tidak dapat diisi baterai juga, bahkan dengan menggunakan charger asli bawaan Oppo. Padahal, ponsel ini beli baru dan belum ada enam bulan.

Ketika dinyalakan, tidak ada respon sama sekali. Kalau overheating, saya rasa juga bukan. Terlalu lama diisi daya, tidak juga karena habis baterai karena tidak di-charge saja.

Ada beberapa solusi yang saya baca di internet. Mulai dari factory reset yang akhirnya tidak bisa saya lakukan, karena ponsel saja tidak bisa menyala.

Solusi untuk menggunakan Android recovery — menekan tombol power dan tombol volume down — juga gagal dilakukan. Dan, ada juga solusi untuk mencoba melakukan pengisian baterai dari sumber daya listrik lain. Akhirnya, dengan kabel charger yang ada, pengisian dilakukan dengan daya dari laptop.

Setelah menunggu, ternyata indikator bahwa ponsel sedang diisi daya menyala, dan terus naik angkanya. Setelah itu, ponsel bisa dihidupkan lagi dan kembali seperti semula.

Hi, Google Photos!

Google Photos logo

After leaving Flickr, it took few weeks to have all photos organised in Google Photos as my primary photo storage (and sharing!) service.

What’s the difference?

Using Google Photos, I upload more photos. I think, this is because of some key factors:

  1. It’s easy to upload photos. I almost always upload my photos directly from my Android phone.
  2. It feels fast to upload. Besides photos, I also upload some videos.
  3. It’s addictive. Because it’s not only about having all photos stored in the cloud, but also how Google handles my uploaded photos. The “Assistant” which helps me to create animation, collages, and also movies makes me feel more engaged with what I have uploaded. And, let’s not forget also its face recognition and face grouping feature.

Secondly, it’s nice to share memories with others. Even I have lots of private photos, I also have thousand of photos I took in my daily with friends at the office, church during Saturday services, and other occasions.

So, it’s not only about me, not only about my family, but it’s also about friends, coworkers, relatives, and those who we care about. I create hundreds of albums to keep all photos organised. I label those faces, and created shared albums so that my friends can also see their photos.

I already have around 28K photos uploaded for free to Google Photos. Let’s see how many photos I have at the end of the year. 20K? We’ll see.

YouTube, Netflix, dan Spotify

Dari sekian banyak pilihan untuk menikmati hiburan di rumah, saya hanya menikmati hiburan melalui YouTube, Netflix, dan Spotify. Beruntung koneksi internet yang dipakai di rumah tidak memblokir akses ke Netflix.

Walaupun ada televisi yang menangkap siaran televisi lokal, namun jarang sekali saya menontonnya. Bahkan, jika memang ada acara yang disiarkan hanya di televisi, kalau juga dapat dinikmati melalui YouTube, saya memilih untuk menontonnya melalui YouTube di ponsel, dan tak jarang saya broadcast ke televisi melalui Chromecast.

Sebenarnya saya belum lama menikmati Netflix kembali setelah dulu kali pertama Netflix muncul saya hanya memanfaatkan periode trial saja. Karena memang tidak terlalu suka menonton film, serial, atau drama. Apalagi dulu sewaktu menggunakan layanan IndiHome yang memblokir Netflix. Walapun layanan seperti HOOQ atau iflix dapat diakses dengan baik, tapi tetap hampir tidak pernah menonton. Pun ada film bagus yang sedang tayang, menonton di bioskop masih menjadi pilihan.

Namun, akhirnya saya harus menyerah kepada Netflix. Dan, sampai saat ini saya cukup menikmatinya, walaupun belum ada secara spesifik serial yang saya ikuti. Pilihan film juga kalau ada rekomendasi atau secara acak saja menonton dari begitu banyak pilihan yang ada. Sama seperti YouTube, saya menikmati Netflix di layar televisi melalui Chromecast.

Dan, untuk musik saya memilih Spotify (Premium). Karena selera musik saya juga termasuk sederhana dan tidak ribet, saat ini Spotify sudah cukup memenuhi kebutuhan selera musik saya. Saya tidak ikut berlangganan ataupun instal JOOX. Tapi ini soal selera saja, bukan?

Apple Card

Killed by Google

Killed by Google, a Free and Open Source list of dead Google products, services, and devices.

Tak Terlalu Mudah untuk Mengubah Langganan Layanan Biznet Home dari Sewa ke Beli Modem

Proses registrasi dan pemasangan koneksi internet Biznet Home pada Februari lalu berjalan dengan baik dan lancar. Kualitas layanan internet sepanjang bulan Februari sampai akhir Maret ini juga baik. Bisa dikatakan tidak ada keluhan. Sempat ada masalah kecil waktu tiba-tiba koneksi putus, tapi ini bisa diselesaikan melalui telepon saja.

Di tempat baru ini, saya berencana hanya akan berlangganan internet kurang dari dua tahun. Informasinya adalah kalau berhenti berlangganan kurang dari dua tahun, maka akan ada semacam penalti — kalau tidak salah — senilai sekitar Rp2.700.000,-.

Setelah mencari tahu lebih lanjut, penalti ini akan dibebankan kalau pelanggan menyewa alat. Tapi, biaya penalti itu bisa diabaikan kalau kita membeli modemnya, bukan sewa senilai kurang lebih Rp900.000,-.

Karena proses registrasi sudah dijalankan, untuk mempercepat saya diberitahu untuk aktivasi dulu — dengan menyewa modem — baru nanti diubah menjadi pembelian. Yang secara otomatis juga, invoice akan disesuaikan. Di minggu kedua Maret, saya mendapatkan invoice untuk pembayaran koneksi internet, namun masih dalam status sewa alat. Di hari itu juga saya langsung konfirmasikan untuk perubahan bahwa saya ingin membeli modemnya.

Continue reading…

Melihat dan Menambah Acara/Events di Google Maps

Walaupun belum mendapatkan fitur untuk menambahkan acara/events di Google Maps, namun kalau fitur ini nanti sudah tersedia untuk publik, saya rasa akan lebih membuat Google Maps lebih baik lagi.

Aplikasi Google Maps merupakan salah satu aplikasi yang sering saya pakai. Selain untuk navigasi, fitur ulasan dan foto sebagai salah satu informasi dalam sebuah lokasi menjadi penting, bahkan tak jarang menentukan keputusan apakah saya perlu ke tempat tersebut atau tidak.

Itu juga yang menjadi alasan saya juga kadang ikut memperkaya informasi dari sebuah lokasi dengan menambahkan foto, merevisi informasi, dan kadang memberikan ulasan atau rating melalui Google Local Guides.

Fitur sinkronisasi dengan Google Calendar juga menurut saya membantu. Misalnya, informasi pemesanan hotel saya muncul juga di Google Maps berupa tanggal, dan lokasinya. Memudahkan.

Acara/Events di Google Maps

Sudah ada yang melihat bahwa ada fitur penambahan acara/events melalui Google Maps. Ketika saya coba melalui aplikasi di ponsel Android saya, ternyata belum ada. Namun, di halaman muka pada tab Explore, saya sudah menjumpai ada blok informasi Acara/Events disana.

Informasi yang ditampilkan cukup sederhana. Mungkin karena memang belum dimanfaatkan seluruh fiturnya, atau ini masih fitur percobaan. Untuk menambahkan acara, saya rasa juga tidak terlalu sulit. Kalau sudah terbiasa menambah atau mengusulkan revisi untuk lokasi di Google Maps, saya rasa menambahkan acara tidaklah sulit.

Kalau nanti acara sudah, mungkin selanjutnya bisa melakukan pemesanan tiket untuk acara yang memang membutuhkan pemesanan/reservasi tiket?