Simpan atau Ambil Barang di Safe Deposit Box dalam Masa Pandemi?

Kali terakhir saya mengunjungi Safe Deposit Box (SDB) saya ternyata sudah hampir satu tahun yang lalu. Memang sangat lama, tapi kebetulan karena memang belum ada keperluan harus mengambil barang yang saya simpan disana.

Nomor antrian konter Safe Deposit Box

Sambil menunggu, saya lihat selebaran info tentang Safe Deposit Box di Bank BPD DIY yang saya gunakan ini. Ternyata, harga langganan masih sama seperti tahun 2019 lalu. Dan, ternyata saya sudah delapan tahun menjadi penyewa.

Dan untuk jam operasional, beruntung bahwa untuk Bank BPD DIY, hari Sabtu masih beroperasi sampai dengan pukul 12.00 WIB.

Saat itu saya datang di jam istirahat, ada dua antrian sebelum saya yang masih dilayani. Semoga saja tidak perlu menunggu sampai jam istirahat selesai baru tiba giliran saya. Sekitar lima belas menit, akhirnya giliran saya dan saya tidak perlu menunggu, langsung bisa dilayani.

Setelah menandatangani formulir kehadiran, saya langsung menuju ke ruangan tempat SDB saya berada.

Area layanan khusus penyewa Safe Deposit Box Bank BPD DIY (September, 2020)

Simpan atau Ambil Semua?

Dari beberapa barang yang ada di SDB, saya memutuskan untuk mengambil hampir semua untuk saya pindahkan ke brankas di rumah. Ada beberapa alasan:

  1. Meminimalkan untuk mobillitas dari rumah ke bank, apalagi dalam masa pandemi saat ini.
  2. Jika dokumen tersebut dibutuhkan — terutama dokumen yang cukup mendesak — maka sudah ada di rumah.
  3. Antisipasi perubahan jam operasional bank. Di hari saya datang ke BPD DIY, saya mendapati informasi ada beberapa kantor cabang bank yang tutup sementara karena ada kondisi khusus.

OCTO Clicks, Bukan Lagi CIMB Clicks

Sebelum saya menginstal OCTO Mobile, seluruh aktivitas perbankan saya di CIMB Niaga hanya saya lakukan melalui CIMB Clicks sebagai nama layanan internet banking dari CIMB Niaga. Bahkan, transaksi yang saya lakukan cukup umum saja: membayar tagihan kartu kredit, melihat mutasi rekening. Beberapa transaksi lain sudah dilakukan secara otodebet.

Setelah OCTO Mobile dirilis untuk menggantikan Go Mobile, giliran OCTO Clicks hadir untuk menggantikan CIMB Clicks. Saya rasa keduanya — OCTO Mobile dan OCTO Clicks — berusaha hadir untuk memberikan solusi yang lebih lagi terkait layanan perbankan, terutama secara digital.

Jadi, ketika biasaya saya membuka internet banking CIMB Niaga melalui cimbclicks.co.id, sekarang alamat berpindah menjadi octoclicks.co.id. Nama domain lama sudah tidak digunakan lagi.

Dibandingkan desain sebelumnya, tampilan yang baru sangat jauh berbeda. Desainnnya mungkin terlihat lebih modern. Desain yang appealing tentu saja sebuah nilai plus. Tapi, yang lebih penting adalah secara fungsi.

Aktivasi PIN Kartu Kredit CIMB Niaga dan Aplikasi OCTO Mobile

Setelah hampir tiga tahun saya memiliki kartu kredit dari CIMB Niaga, hari ini saya memutuskan untuk mengaktifkan PIN (Personal Identification Number) untuk kartu kredit saya. Kenapa baru sekarang, karena kartu kredit tersebut hampir tidak pernah saya gunakan untuk transaksi di merchant secara offline, tapi hanya untuk keperluan transaksi daring.


Bahkan, kartu kredit CIMB Niaga saya malah hampir tidak pernah saya bawa. Namun, karena ada aturan dari Bank Indonesia bahwa per 1 Juli 2020, seluruh transaksi kartu kredit harus menggunakan PIN — tanda tangan tidak diterima — maka saya putuskan untuk mengaktifkan PIN.

Cara Aktivatasi PIN Kartu Kredit

Kirim SMS ke nomor 1418 dengan konten PIN <4 digit terakhir kartu kredit> <tanggal-lahir>. Format tanggal lahir adalah tanggal-bulan-tahun. Contoh: PIN 3213 29041990. Dan, proses aktivasi selesai setelah saya menerima balasan SMS.

PIN untuk kartu kredit 6789 Anda adalah 543221. Segera ganti PIN Anda di ATM CIMB Niaga, app OCTO Mobile atau hub 14041 dalam waktu 14 hari. Info 14041

Isi pesan SMS balasan aktivatasi PIN Kartu Kredit CIMB Niaga

Tentu saja, hal yang pertama saya langsung ingin lakukan adalah mengubah PIN default. Dari opsi untuk datang ke ATM CIMB Niaga atau melalui aplikasi, saya memilih opsi kedua.

OCTO Mobile

Saya tidak memiliki ekspektasi tentang apa fitur yang ditawarkan oleh OCTO Mobile dari CIMB Niaga. Tapi, selama ini saya cukup nyaman dengan aplikasi mobile banking milik BCA. Transaksi perbankan CIMB Niaga biasanya saya lakukan melalui fitur internet banking.

Saya mengunduh OCTO Mobile dari Play Store untuk ponsel Android saya. Versi iOS juga tersedia. Setelah melakukan proses registrasi, saya lanjutkan dengan mengubah PIN kartu kredit saya.

Menutup Kartu Kredit BNI

Beberapa hari lalu, saya memutuskan untuk menutup kartu kredit BNI yang sudah saya miliki beberapa tahun terakhir ini. Alasannya karena saya sudah hampir tidak menggunakannya lagi, dan ini salah satu cara untuk lebih menyederhanakan keseharian saya.

Proses penutupan saya lakukan di salah satu kantor cabang BNI. Sebenarnya saya berencana untuk melakukan penutupan melalui call center saja, tapi saya hampir tidak bisa terhubung ke call center BNI melalui ponsel saya.

Terlalu banyak tawaran telemarketing BNI

Selain alasan karena sudah jarang digunakan, ada alasan lainnya yaitu terlalu banyaknya kontak telemarketing BNI yang menawarkan berbagai macam layanan. Sebenarnya, melalui aplikasi Truecaller setiap ada penawaran dari BNI, saya sudah dapat alert. Sialnya, yang menawarkan promosi mulai dari limit baru, atau fasilitas lainnya nomor berganti-ganti.

Saya pernah tanyakan perihal ini, dan jawabannya karena nomor ponsel saya — yang terhubung ke nomor kartu kredit — bisa dijadikan dalam daftar untuk dihubungi oleh telemarketing semua BNI. Apakah bisa dikeluarkan dari daftar? Katanya bisa, dan yang perlu diinfokan adalah berapa nomor kartu kredit yang saya gunakan — karena nomor ponsel ada disitu.

Harga Sewa Safe Deposit Box Bank BPD DIY Yogyakarta 2019

Tak terasa, sudah hampir 7 tahun ini saya menyewa Safe Deposit Box (SDB) di Bank BPD DIY. Minggu lalu — setelah cukup lama saya tidak ada keperluan — saya ke BPD DIY lagi. Sekalian saya lihat berapa harga sewa Safe Deposit Box terbaru di Bank BPD DIY. Ternyata, dibandingkan waktu kali pertama buka, kenaikannya “hanya” Rp100.000,- saja untuk harga sewa satu tahun, dengan ukuran yang sama.

Saya sendiri tidak terlalu memerhatikan kapan harga terbaru ini mulai berlaku. Bisa jadi sudah beberapa tahun lalu juga.

Pemegang Kunci Safe Deposit Box

Oh ya, setiap kali membuka akun untuk menyewa SDB ini, maka penyewa akan mendapatkan dua buah kunci. Jadi, tidak hanya penyewa sendiri yang bisa memiliki akses ke SDB yang disewanya. Bisa saja misalnya ke istri, anak, atau orang yang dipercaya.

Untuk menambahkan akses, prosesnya juga cukup mudah. Cukup menghubungi layanan pelanggan untuk SDB ini, dan memberitahukan siapa ‘orang tambahan’ yang ditambahkan dalam akses. Nanti akan diminta untuk identitas orang yang ingin ditambahkan. Cukup mudah.

Akhirnya, Bisa Juga Punya Akun Jenius BTPN

Sejak gagal melakukan aktivasi akun Jenius beberapa bulan lalu, akhirnya saya memiliki sebuah akun Jenius di akhir Juli 2019 lalu. Namun, prosesnya agak sedikit berbeda. Ada beberapa hal yang dengan cukup santai saya ikuti prosesnya. Toh memang saya tidak terburu-buru, dan seluruh kebutuhan transaksi/perbankan masih bisa terpenuhi dengan akun yang ada.

Registrasi dengan nomor/akun lain

Setelah gagal aktivasi dan registrasi kedaluarsa, seingat saya, saya tidak bisa mendaftar dengan nomor ponsel dan surel yang sama. Namun, karena saya memiliki nomor ponsel lain — dan tentu saja surel lain — akhirnya saya coba daftar kembali.

Kalau pendaftaran saya yang pertama menggunakan nomor XL dengan surel dari Gmail, pendaftaran kedua saya menggunakan nomor Telkomsel dengan surel Yahoo. Dan, pendafaran kedua ini gagal.

Saya tidak pernah mendapatkan konfirmasi di surel. Saya lupa tepatnya urutan bagaimana, tapi saya tidak bisa login ke aplikasi. Padahal saat itu saya memutuskan untuk daftar kembali karena beberapa rekan kantor punya pengalaman yang mudah dalam mendaftar. Apalagi, verifikasi dilakukan melalui video call saja.

Karena gagal lagi, jadi saya putuskan tidak memroses apapun.

Telepon dari Jenius BTPN

Pada suatu siang, saya mendapatkan telepon dari nomor yang mengaku dari BTPN, dan ingin menanyakan beberapa hal mengenai Jenius. Pertanyaan cukup standar, dan saya sampaikan saja kondisi sebagai masukan bahwa saya gagal membuka akun Jenius. Bahkan dua kali.

Dari telepon tersebut, saya mendapatkan beberapa poin informasi:

  1. Saya bisa daftar kembali, setelah akun saya di-reset. Mungkin maksudnya akuns aya dihapus dari sistem, sehingga nomor ponsel dan surel dapat digunakan kembali.
  2. Untuk me-reset akun bisa dilakukan di beberapa tempat di Jogjakarta. Saat itu diinformasikan kalau bisa dilakukan di Jogja City Mall, Hartono Mall, dan Ambarrukmo Plaza.

Saya suka dengan follow-up semacam ini. Dari beberapa opsi tempat, saya akhirnya memutuskan untuk mengurus ke Jogja City Mall, karena hampir tiap akhir pekan saya ada keperluan di sana.

Reset Akun Jenius BTPN di Jogja City Mall

Singkatnya: tidak berhasil sepenuhnya.

Ketika saya menyampaikan (dengan cukup detil) kronologis yang saya alami, saya akhirnya diminta data oleh salah seorang agent yang ada disana. Mereka sepertinya paham kondisi saya dan tahu apa yang harus dilakukan. Mereka mengirimkan beberapa data registrasi saya ke pihak yang mungkin mengurusi perihal reset akun.

Saya tunggu beberapa menit, mungkin ada sekitar 10-15 menit. Sambil saya amati kalau saat itu ada beberapa orang yang menanyakan mengenai Jenius ini, dan sepertinya ada yang langsung dibantu untuk pembuatan akun. Setelah menunggu, saya diinfokan kalau reset akun tidak berhasil (di sana), dan disarankan(?) untuk melakukannya di tempat lain yaitu yang adi Hartono Mall. Saya tidak memperpanjang alasan kenapa tidak bisa, ya karena memang tidak bisa. Apalagi saat itu saya sebenarnya juga sudah cukup terburu-buru untuk pulang.

Reset dan Pembuatan Akun Jenius BTPN di Hartono Mall

Beberapa minggu setelah kegagalan proses di Jogja City Mall, saya sempat ada keperluan untuk ke Hartono Mall. Saat itu sekitar pukul 20.40 malam. Saya coba dengan tanpa ekspektasi yang muluk-muluk. Saya jelaskan minta dibantu untuk reset akun supaya bisa mendaftar ulang lagi, itupun kalau bisa.

Dengan proses yang sama, saya diminta informasi akun yang saya gunakan untuk mendaftar (sebelumnya), dan ditawari untuk dibantu pembuatan akun. Saya mengiyakan, toh memang itu keperluan saya. Saya ikuti proses standar pembuatan akun, dan proses cukup cepat karena memang semua dilakukan secara digital.

Terkait kartu, karena saat itu sudah cukup malam (sekitar jam 21.00) jadi kartu tidak bisa langsung jadi. Kalau tidak salah kartu sebenarnya bisa langsung jadi, tapi karena petugas yang mengurusi kartu ini sudah tidak ada — kalau tidak salah infonya begini — jadi nanti kartu akan dikirim melalui pos. Namun, secara prinsip akun sudah aktif, dan saya login ke akun saya melalui aplikasi Android tanpa masalah.

Ketika Layanan Bank CIMB Melalui Call Center Cukup Merepotkan

Di bulan Februari 2019 ini, saya ada keperluan terkait dengan transaksi kartu kredit CIMB saya. Jadi, saya ingin mengubah transaksi kartu kredit yang sebelumnya dengan cicilan menjadi pembayaran tagihan penuh. Sebenarnya, awalnya memang sudah tagihan penuh, tapi karena salah perhitungan setelah mengubahnya menjadi cicilan, saya putuskan untuk kembali bayar dengan tagihan penuh.

Intinya: bunga cicilan kartu kredit (dalam hal ini dalam hitungan saya di Bank CIMB) yang diubah dari transaksi penuh itu bunganya tinggi! Jauh lebih tinggi daripada membayar biaya konversi. Mungkin ada yang memilih kondisi ini karena beberapa alasan, tapi hal ini bukan menjadi opsi untuk saya saat itu. Walaupun, di Bank CIMB proses mengubah tagihan penuh menjadi cicilan menang sangat mudah, karena bisa dilakukan melalui situs CIMB CLICK.

Pengalaman ini berbeda ketika dulu saya melakukan perubahan transaksi cicilan kartu kredit menjadi tagihan penuh menggunakan kartu kredit BNI.

Saya hubungi melalui Call Center CIMB di 14041 karena setelah tanya melalui fitur chat di website, saya diarahkan untuk ke Call Center. Saya sering kali berada dalam antrian. Bahkan, saking lamanya saya menunggu, saya kadang batalkan saja dan coba lagi. Ternyata sama saja. Ketika menyambung, telepon terputus karena saya kehabisan pulsa.

Lambatnya Layanan Bank BTPN dan Belum Jadi Aktivasi Jenius di Yogyakarta

Setelah sekian lama mendengar mengenai Jenius dari Bank BTPN, baru beberapa hari lalu akhirnya saya memutuskan untuk mendaftarkan dan berencana mengaktifkan akun Jenius. Seluruh proses pendaftaran secara daring melalui aplikasi Jenius berbasis Android berjalan dengan lancar. Dan saya tinggal melakukan aktivasi.

Karena saya saat ini saya berdomisili di Yogyakarta, jadi proses aktivasi harus dengan mendatangi salah satu kantor cabang Bank BTPN. Untuk yang berdomisili di area Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya proses ini cukup mudah karena ada layanan untuk verifikasi dengan didatangi kru Jenius.

Setelah saya mencari tahu dimana kantor cabang BTPN yang dapat melaksanakan aktivasi akun, saya akhirnya memutuskan untuk datang. Lokasi kantor cabang berada di lokasi yang cukup jauh dari tempat tinggal saya. Toh tinggal aktivasi saja, seharusnya urusan cepat — apalagi ini produk digital, jadi meluangkan waktu untuk urusan ini tidak masalah. Sekali datang, beres dengan cepat.

Ternyata tidak seperti yang saya bayangkan.

Saya datang sekitar pukul 09.50 WIB. Saat itu tidak terlalu ramai di area tunggu. Bahkan, ketika saya dibantu oleh satpam untuk urusan apa, saya jawab aktivasi Jenius, satpam juga langsung paham.

Setelah mendapatkan nomor antrian, saya duduk, kemudian mengamati situasi sekitar. Ada tiga loket teller, tapi hanya satu yang sepertinya melayani nasabah. Ketika melihat ke area layanan konsumen, ada tiga loket juga. Dan, hanya ada satu loket yang melayani nasabah.

“Ah, tunggu saja…,” begitu pikir saya.

Top-up Saldo OVO dari Kartu Debit

Setelah dulu menggunakan OVO untuk membayar parkir, saya menggunakannya untuk beberapa transaksi lain walaupun tidak sering. Akhir-akhir ini, OVO lebih sering saya gunakan untuk pembayaran transaksi Grab. Kenapa? Di Grab, ini adalah salah satu pilihan untuk cashless (selain kartu kredit) dan juga memanfaatkan promonya juga.

Ternyata, sudah saatnya menambah saldo. Ada beberapa pilihan untuk tambah dana yaitu melalui ATM/Internet Banking, Minimarket, atau menggunakan kartu debit.

Melalui internet banking mungkin paling mudah. Sayangnya, token KeyBCA saya sedang tidak dapat digunakan. Setelah beberapa hari lalu mencari, hari ini baru ketahuan kalau ternyata masuk ke mesin cuci. Ke ATM, sedikit ribet karena harus pergi keluar, apalagi ke minimarket.

Lalu, saya coba untuk pilihan kartu debit. Untuk kartu debit, tertulis “Saat ini kami hanya menerima kartu debit yang sudah aktif 3D Secure”. Jadi, selanjutnya hanya perlu memilih dari pilihan nominal (Rp100.000, Rp200.000 atau Rp500.000). Diikuti dengan memasukkan nomor kartu, masa berlaku kartu dan 3 angka keamanan (CVV).

Setelah saya lihat, ternyata kartu debit CIMB Niaga Master Card saya ada informasi tersebut. Saya coba memasukkan informasinya, dan selesai. Sama seperti kalau melakukan pembayaran menggunakan kartu kredit. Seluruh proses transaksi selesai, saldo langsung bertambah. Tidak ada biaya tambahan yang dibebankan untuk transaksi ini.

Pengalaman Seputar Penutupan Deposito BCA

Berbeda dengan deposito BNI yang saya buka dan tutup secara daring (online), deposito BCA yang saya miliki adalah deposito dengan bilyet sebagai bukti kepemilikan. Deposito saya buka sekitar enam tahun lalu.

Untuk melakukan pencairan dana deposito BCA, mekanismenya menurut saya cukup mudah, walaupun tidak semudah ketika menggunakan layanan secara daring.

Oh ya, saya bukan ahli dalam bidang keuangan, jadi disini saya tidak akan membandingkan produk investasi yang paling menguntungkan atau sesuai dengan kebutuhan. Sekadar untuk berbagi informasi saja.

Berikut beberapa informasi mengenai kepemilikan deposito saya.

Pengalaman Membuka dan Menutup Deposito Online BNI

Saya lupa kapan kali pertama saya membuka rekening deposito di BNI, mungkin sekitar dua tahun lalu, atau lebih. Cuma satu hal yang saya ingat adalah bahwa saya melakukannya secara daring (online). Dan, prosesnya sangat sederhana.

Membuka Rekening Deposito BNI

Seluruh proses saya lakukan melalui halaman internet banking BNI dan tidak terlalu bertele-tele. Sebelum membuka rekening deposito, berikut beberapa catatan (sumber):

  • BNI mensyaratkan untuk pembukaan rekening deposito, kita harus memiliki dana untuk setoran awal deposito sebesar minimal 10 juta.
  • Untuk jangka waktu, bisa dipilih sesuai kebutuhan. Saat itu, saya memilih jangka waktu 3 (tiga) bulan, karena deposito saya gunakan sebagai cadangan dana yang sewaktu-waktu saya bisa ambil juga.
  • Karena dilakukan secara daring, maka saya juga tidak mendapatkan bilyet sebagai bukti fisik kepemilikan deposito.

Proses pembukaan rekening dapat diakses melalui menu Layanan Lainnya, kemudian pilih Permohonan Layanan lalu Rekening Deposito — Buka Rekening Deposito. Setelah itu, lanjutkan dengan mengisi formulir yang tersedia. Setelah selesai semua, maka rekening deposito Anda akan siap secara instan.

Autodebet Pembayaran Kartu Kredit

Sejak kali pertama saya memiliki kartu kredit sampai dengan saat ini dengan kondisi ada lebih dari satu kartu kredit, saya memilih untuk melakukan pembayaran secara autodebet.

Walaupun kartu kredit ini memang salah satu sarana untuk kita bisa hutang terlebih dahulu kepada bank, namun kartu kredit jelas bukan alasan utama supaya bisa berhutang.

579017sfo283

Alasan kenapa saya melakukan pembayaran secara autodebet cukup sederhana. Pertama, saya tidak mau lupa melakukan pembayaran, dan tidak mau menyisakan hutang. Pokoknya, berapapun pembayaran yang dibebankan, harus dilunasi. Saya tidak ada kompromi untuk hal ini. Puji Tuhan, sampai dengan saat ini, komitmen tersebut masih bisa saya penuhi.

Kedua, karena saya tidak mau terjebak dalam bunga kartu kredit dan beban lain yang muncul gara-gara adanya tunggakan dalam tagihan kartu kredit. Apalagi, sampai harus melakukan pembayaran kartu kredit dengan kartu kredit lain.

Walaupun, tetap saya cukup sering memanfaatkan fasilitas cicilan 0% dari penerbit kartu kredit. Fasilitas semacam ini bagi saya sayang untuk tidak dimanfaatkan, termasuk fasilitas yang sekiranya menguntungkan.

Pernah satu ketika, saya melakukan transaksi dengan kartu kredit memanfaatkan fitur cicilan 0%. Transaksinya saat itu cukup besar, namun ada kesalahan dari sistem (saat itu setelah saya gali informasinya, kesalahan dalam sistem penjual/merchant). Saya punya dua opsi: urus ke bank untuk mengubah menjadi cicilan, atau melunasinya.

Karena secara prinsip ini lebih kepada kapan harus membayar, jadi saya putuskan untuk langsung saja melakukan pelunasan. Pernah juga malah sebaliknya, saya melakukan perubahan dari cicilan menjadi pembayaran langsung alias non-cicilan.

Lebih baik punya sedikit saldo di rekening daripada saldo banyak tapi hutang juga banyak.

Mengubah Cicilan Kartu Kredit Menjadi Non-cicilan

Saya punya kartu kredit karena salah satu manfaatnya bisa dipakai untuk melakukan pembelian dengan cicilan 0%. Namun, karena satu dan lain hal, saya perlu untuk membatalkan cicilan saya, menjadi pembayaran secara langsung. Padahal, transaksi pembelian sudah selesai.

Membatalkan Cicilan

Ketika saya harus membatalkan cicilan tersebut, pertama saya hubungi bank penerbit kartu kredit yang saya pakai untuk transaksi. Saat itu saya menggunakan kartu kredit dari BNI. Beberapa poin yang saya sampaikan/terima:

  • Saya tanyakan apakah transaksi saya sudah dibukukan. Dan, ternyata memang sudah, dan sudah ada catatan bahwa pembayaran menggunakan cicilan 0%.
  • Karena saya belum mendapatkan tagihan — melalui e-statement — jadi saya belum bisa melakukan pembayaran. Untuk pembayaran, biasanya lakukan melalui auto debet.
  • Ketika saya sampaikan bahwa saya ingin mengubah metode pembayaran menjadi pembayaran penuh, saya diminta untuk menghubungi merchant.
  • Diinfokan kalau tagihan akan dicetak pada malam hari, di hari yang sama saat saya menelpon. Jadi, saya sebaiknya segera menghubungi merchant.

Berbekal informasi tersebut, saya menghubungi pihak merchant. Ternyata, pihak merchant tidak dapat melakukan hal ini, karena ini dilakukan dari sisi bank.

Duh.

Penerimaan Uang Dari Western Union Melalui Maybank Indonesia

Karena rencana saya melakukan penarikan uang dari Western Union melalui Bank BPD DIY gagal, saya memutuskan untuk tidak ke kantor pos untuk proses penarikannya. Pertama, karena alasan jarak — saat itu saya sedang dalam perjalanan ke tempat kerja dan kantor pos berada dalam lokasi yang berlawanan. Alasan kedua, karena seingat saya ada alternatif lain yang lebih dekat.

Dan, saya teringat kalau saat berangkat dan pulang kerja, saya melihat logo Western Union yang ada di salah satu kantor cabang Maybank Indonesia.

Suasana kantor cabang saat itu cukup sepi. Saya lalu menanyakan kepada petugas apakah untuk penarikan dana melalui Western Union dapat dilayani. Ternyata bisa, dan saya diarahkan untuk mengisi formulir yang tersedia dan mengambil antrian untuk ke Customer Service Officer (CSO).

Penarikan Uang Melalui Western Union Di Bank BPD DIY

Sudah cukup lama sejak terakhir kali saya melakukan transaksi melalui Western Union. Di Desember 2017, karena ada keperluan penarikan dana, saya akhirnya mencari dimana tempat melakukan pencairan dana.

Ketika saya ke Bank BPD DIY, saya melihat logo Western Union disana. Jadi, sekalian saja saya lakukan urusan penarikan dana.

Saya langsung menuju ke tempat pengambilan formulir. Saya cari beberapa saat, tetap tidak menemukannya. Bahkan, disekitaran tanda berlogo Western Union-pun juga tidak ada. Mungkin saat itu formulir sedang habis.