Sistem Uang Elektronik Bersama Empat Bank

Empat Bank Raksasa Indonesia Satukan Sistem Uang Elektronik

Sebanyak empat bank raksasa nasional berencana melebur sistem pembayaran non tunai (cashless) melalui uang elektronik ke dalam satu jaringan bersama dalam waktu dekat. Keempat bank tersebut antara lain, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Central Asia Tbk.

… nantinya dengan penggabungan sistem, keempat bank tersebut bisa saling memanfaatkan infrastruktur yang telah dibangun sebelumnya oleh bank pelopor.
Sebagai contoh, nantinya Bank Mandiri akan mempersilakan kartu Flazz BCA bisa digunakan di Gerbang Tol Otomatis (GTO) yang saat ini pengelolaannya dipegang oleh Bank Mandiri.

Penarikan Uang Tunai di Teller BCA Harus Menggunakan Kartu ATM

Beberapa minggu yang lalu, saya ada keperluan untuk melakukan penarikan tunai langsung melalui teller di bank BCA. Alasan saya, karena kepraktisan saja saat itu dibandingkan dengan melakukan penarikan melalui mesin ATM.

Uang Rupiah pecahan Rp 100.000

Saat itu, saya telah membawa buku tabungan dan Kartu Tanda Penduduk. Saya memiliki dua buah rekening di BCA, dan saat itu kedua buku tabungan saya juga saya bawa. Masalahnya, persis beberapa hari sebelumnya, saya baru menyadari bahwa salah satu kartu ATM saya tidak lagi bersama saya. Dan, kartu ATM yang tidak saya bawa tersebut terhubung dengan rekening yang akan saya lakukan penarikan.

Saat saya datang ke teller dengan membawa formulir penarikan, petugas menanyakan kepada saya untuk tentang kartu ATM. Sempat saya sampaikan bahwa kartu ATM saya tidak bersama saya. Ternyata, untuk penarikan mensyaratkan harus membawa kartu ATM. Duh…

Kalau saya mentransfer terlebih dahulu dana ke rekening lain yang saya miliki — dimana rekening tersebut ada dengan kartu ATM — mungkin saya langsung dapat melakukan penarikan. Akhirnya, oleh petugas teller saya disarankan untuk ke bagian layanan nasabah untuk membuat kartu ATM baru. Karena pada akhirnya nanti saya memang akan membutuhkan kartu ATM, maka saya langsung lakukan pembuatan kartu ATM baru. Kebetulan saat itu tidak ada antrian, sehingga saya dapat langsung dilayani.

Setelah mendapatkan kartu ATM yang baru, saya kembali lagi ke teller dan proses penarikan dana secara tunai bisa saya lanjutkan kembali.

Mengganti KeyBCA yang Tidak Sinkron karena Rusak

Hari ini, saya mengunjungi Kantor Cabang Utama (KCU) Bank BCA Yogyakarta untuk keperluan penggantian KeyBCA saya yang tidak berfungsi dengan baik. Ini adalah kali kedua saya melakukan penggantian. Secara umum prosedurnya cukup mudah.

KeyBCA yang Rusak

Beberapa waktu lalu, karena kelalaian saya sendiri, KeyBCA yang saya letakkan dalam tas tersiram oleh air kemasan yang tidak tertutup dengan baik ketika saya masukkan dalam tas. Saat saya membuka tas, KeyBCA tersebut ternyata sudah agak tergenang dengan air. Dan, air kemasan yang tumpah tersebut mengandung banyak gula.

Langkah pertama yang saya lakukan mengeringkan dengan tisu kering. Kemudian, saya buka bagian baut dengan menggunakan obeng kecil. Dengan pengalaman awal pertama bahwa KeyBCA saya juga pernah tercuci (bahkan saya baru menyadari saat saya mengeringkan pakaian dengan mesin pengering), KeyBCA masih berfungsi, walaupun akhirnya tidak sinkron.

Di kejadian kedua ini, saya lakukan hal yang sama. Ya, karena kalau tidak saya cuci dengan air bersih, saya cairan gula juga mungkin tetap akan merusak. “Ah, toh tetap basah juga,” begitu pikir saya. Setelah saya cuci bersih, saya masukkan dalam beras sehingga proses pengeringan dapat berjalan lebih baik.

Hari berikutnya saya pasang kembali. Saya masukkan PIN KeyBCA saya, dan berhasil tanpa masalah. Saat saya coba melakukan transaksi melalui internet banking BCA, ternyata saya mendapatkan pesan bahwa respon dari KeyBCA selalu salah.

Continue reading “Mengganti KeyBCA yang Tidak Sinkron karena Rusak”

Batas Penarikan ATM dan Biaya Administrasi BCA

Saya adalah nasabah Bank Central Asia (BCA) dan menggunakan layanan BCA sudah cukup lama. Informasi terbaru dari BCA adalah tentang perubahan batas penarikan melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM), biaya administrasi bulanan di tahun 2016.

Sejak Januari 2016, biaya administrasi untuk Tahapan Silver adalah Rp 15.000,- (naik dari Rp 13.000,-), dan Tahapan Gold adalah Rp 17.000,- (naik dari Rp 13.000,-)

Sedangkan untuk Debit BCA, batas transaksi  Tahapan Silver Rp 25.000.000,- dan Tahapan Gold adlaah sebesar Rp 50.000.000,-. Perubahan ini efektif berlaku mulai 1 Februari 2016. Menurut informasi dari situs BCA tentang biaya dan batas ini, “Batas pembayaran dengan Debit BCA menjadi satu dengan penarikan tunai di merchant dan Top up Flazz di EDC (terpisah dari batas pengambilan tunai di ATM).”

Kehilangan Dompet (Lagi)

Awal bulan September ini, saya kembali lagi kehilangan dompet. Sekitar setahun yang lalu, saya juga mengalami kejadian yang sama. Bedanya, kali ini saya kehilangan lebih banyak barang yang ada dalam dompet; mulai dari berbagai jenis kartu sampai dengan uang tunai karena saya baru saja mengambil di ATM beberapa jam di hari saya kehilangan dompet tersebut.

Yang pasti: repot.

Hal yang pertama saya lakukan saat saya menyadarinya (sekitar pukul 23.30) adalah menelpon bank untuk memblokir seluruh kartu debit/kredit. Petugas layanan nasabah BNI dan BCA yang saya hubungi melalui Call Center malam itu membantu saya untuk mengurus seluruh proses. Seluruh kartu sudah terblokir, dan tinggal bagaimana keesokan harinya melakukan pengurusan penggantian kartu. Untuk identitas yang saya gunakan, saya mengandalkan paspor.

Surat Keterangan Kehilangan dari Kepolisian

Untunglah tempat tinggal saya tidak jauh dari kantor polisi. Sekitar pukul 08.00 saya sudah berada di kantor polisi untuk membuat laporan kehilangan. Setelah seluruh data yang saya perlukan selesai, hal yang pertama saya lakukan adalah mengurus penggantian kartu ATM.

Ini juga karena kebetulan saya sudah hampir tidak memiliki uang tunai.

Kartu Debit dan Kredit

Pertama, saya ke Kantor Cabang BNI tempat saya membuat rekening — yang tidak jauh juga dari tempat tinggal. Bukti identitas asli berupa paspor yang saya bawa ternyata cukup membantu. Pagi itu, antrian tidak terlalu ramai. Dan, sekitar tiga puluh menit, saya sudah mendapatkan kartu ATM yang baru. Untuk penggantian kartu kredit BNI, ternyata saya diminta untuk langsung menghubungi layanan kartu kredit melalui telepon.

Continue reading “Kehilangan Dompet (Lagi)”

Konfirmasi Melalui Telepon untuk Transaksi Kartu Kredit BCA

Saya sudah beberapa tahun ini menggunakan kartu kredit dari BCA (Visa) untuk kebutuhan transaksi perbankan saya. Sampai saat ini, saya tidak mendapatkan masalah untuk seluruh transaksi yang saya lakukan. Apalagi, kebanyakan transaksi adalah terkait dengan kebutuhan pekerjaan.

Transaksi yang saya lakukan kebanyakan adalah secara daring (online), untuk pembelian tiket pesawat, pemesanan hotel, pembayaran sewa server hosting, pembelian nama domain, atau pembelian barang. Selain itu, saya gunakan kartu kredit untuk melakukan pembayaran di beberapa outlet seperti tempat makan.

Kemarin, saya melakukan transaksi melalui internet. Transaksi yang saya lakukan tersebut (di salah satu situs) bukan kali pertama, mungkin lebih dari sepuluh kali, dan tidak ada masalah. Kemarin, ada yang sedikit berbeda.

Beberapa saat setelah saya melakukan transaksi, saya mendapatkan telepon dari nomor yang tidak saya kenal, yaitu: 021-29910700. Ketika saya coba angkat, saya mendapatkan pertanyaan dari penelpon (yang saat itu langsung menyapa saya dengan nama saya). Melalui pembicaran singkat, penelpon memperkenalkan diri dari BCA yang terkait dengan transaksi kartu kredit, dan menanyakan apakah benar saya baru saja melakukan transaksi melalui internet.

Penelpon tersebut tidak menanyakan informasi yang sifatnya personal ke saya seperti nomor kartu, nama ibu kandung, atau informasi untuk identifikasi. Kalaupun ditanyakan, mending saya memilih untuk tidak  memberikan. Apalagi saya memang belum yakin apakah ini benar dari BCA atau bukan. Setelah membenarkan bahwa saya memang melakukan transaksi, penelpon tersebut mengucapkan terima kasih, dan mengakhiri pembicaraan.

Karena agak penasaran apakah benar itu dari pihak BCA, akhirnya saya putuskan langsung untuk menghubungi Halo BCA melalui telepon. Saat itu, saya diterima oleh operator bernama Fajri. Saya sampaikan secara singkat kejadian yang baru saja saya alami. Pihak BCA mengkonfirmasi bahwa memang benar bahwa nomor 021-2991070 adalah dari pihak BCA. Dan, saya tanyakan/pastikan bahwa tidak ada masalah dengan kartu kredit saya.

KeyBCA Hilang? Bisa.

Beberapa waktu lalu, ketika token KeyBCA saya sempat mengalami musibah dengan masuk ke mesin cuci, ternyata saya mendapatkan kejutan. Token saat itu masih bisa digunakan. Paling tidak, ketika memasukkan PIN bisa berhasil tanpa masalah.

Setelah kejadian itu, saya malah sempat tidak pakai. Giliran akan coba pakai (beberapa hari kemudian), malah tidak ketemu. Entah ada dimana. Saya sempat mengira bahwa sempat masuk ke dalam tas. Saya bongkar tas saya. Tidak ada. Atau, mungkin ada di kantor. Saya bersihkan meja kerja di kantor, dan saya buka semua laci dan tempat lainnya seputar meja. Tidak ketemu juga. Terakhir, saya bersihkan dan cari-cari di rumah tidak ketemu.

Pesan moral: Jangan senang dulu walaupun token KeyBCA yang tercuci bisa hidup kembali. Mungkin dia akan mencari cara untuk merepotkan. Demikian.

Token KeyBCA yang tercuci (kebetulan) tetap baik-baik saja

Tidak ada yang istimewa siang ini. Dalam cuaca yang cukup panas, dan karena hari libur juga, saya memutuskan untuk melakukan kegiatan mencuci dan bersih-bersih. Saat mencuci, dan giliran mengeringkan baju, kegiatan saya terhenti sejenak melihat sebuah benda berwarna biru. Yak! Token KeyBCA!

Duh! Karena kepintaran saya, sempat reflek pertama adalah mencucinya dengan air bersih yang mengalir. Ya, pintar sekali!

Kalau tidak salah hitung, berarti token KeyBCA tersebut sudah terendam dalam deterjen — dan juga berputar di dalam mesin cuci sekitar satu jam. Langsung saya jemur saja KeyBCA tersebut. Menjemur tidak langsung kena sinar matahari. Setelah saya tunggu beberapa saat sisi luar sudah kering, saya coba nyalakan, dan… tidak berhasil. Mati.

Token KeyBCA

Kalau begini, sepertinya datang (lagi!) ke kantor BCA adalah menjadi pilihan, walapun belum ada dua minggu lalu saya juga sudah berkunjung kesana. Alasan mengurus token KeyBCA karena alasan masuk ke mesin cuci saya rasa bukan alasan yang keren.

Saya akhirnya iseng untuk membuka token tersebut, dengan maksud supaya bisa kering sepenuhnya. Dengan menggunakan obeng kecil, satu per satu sekrup saya lepas. Bagian dalam masih cukup basah ternyata. Saya diamkan sampai kering, dan saya coba nyalakan. Hasilnya? Menyala!

kbca-924719247

Saya tidak langsung mencoba memasukkan angka PIN karena siapa tahu nanti kejadian “pencet apa terdeteksi apa” karena konslet. Apalagi di layar masih terlihat ada embun. Baiklah, kita tunggu sampai benar-benar kering. Dan, ini kali pertama akhirnya saya malah melihat seperti apa bagian dalam dari token KeyBCA.

Setelah saya lihat sudah kering, akhirnya saya nyalakan kembali dan berhasil. Saya coba masukkan nomor PIN, dan berhasil juga!

kbca-212419274

Saya pastikan lagi dengan mencoba menggunakan dalam transaksi, dan semuanya berhasil tanpa ada masalah. Artinya juga, saya tidak harus ke kantor BCA.

Pesan moral dari kejadian ini adalah:

  • Walaupun mesin cuci memiliki bagian untuk mengeringkan cucian, token KeyBCA tidak perlu dikeringkan menggunakan mesin cuci.
  • Kalau token KeyBCA kotor, tidak perlu sampai dicuci dengan mesin cuci, apalagi dengan cairan pemutih.
  • Jika sudah kering karena proses yang saya jelaskan diatas, tidak perlu token KeyBCA sampai disetrika juga.
  • Dan, pesan moral terakhir adalah: lebih penting untuk tetap berusaha supaya rekening bank tetap ada isinya dibandingkan dengan memikirkan apakah token isa berfungsi atau tidak.

Sekian.

 

Pengurusan Kartu ATM BCA karena Salah PIN

Sepertinya, saya ini terlibat dengan “love-and-hate relationship” dengan Bank BCA. Suka karena memang diberikan kemudahan dengan menjadi nasabahnya, tapi juga kadang sebal dengan urusan entah karena kesalahan yang muncul bukan dari sisi saya sebagai nasabah.

Awal bulan ini, saya kembali lagi mendatangi KCU (Kantor Cabang Utama) BCA di Jogjakarta untuk dua urusan. Pertama, mengurus kartu ATM yang terblokir, dan kedua adalah terkait dengan akses internet banking. Kebetulan, saya memang punya dua buah rekening di BCA.

Kartu ATM Terblokir

Kejadiannya bermula ketika saya hendak melakukan pembayaran dengan kartu di salah satu toko yang memiliki mesin EDC (Electronic Data Capture). Tidak ada yang aneh saat itu. Saya sangat sadar dan yakin bahwa saya menggunakan kartu yang benar (kartu utama), dan saya memasukkan nomor PIN (Personal Identification Number) yang benar. Pertama, saya mendapatkan pesan bahwa PIN tidak benar. Saya coba lagi, dan tetap salah.

Akhirnya, saya putuskan untuk membatalkan transaksi dan membayar dengan uang tunai. Di hari yang sama, selang beberapa jam, saya mencoba menggunakan kartu saya lagi di tempat yang berbeda. Dan, muncullah pesan bahwa kartu saya terblokir. Duh!

Continue reading “Pengurusan Kartu ATM BCA karena Salah PIN”

Memperpanjang Masa Sewa Safe Deposit Box

SMS dari Bank BPD DIY

Tak terasa sudah hampir satu tahun saya menggunakan jasa layanan sewa Safe Deposit Box (SDB) di Bank BPD DIY. Sebenarnya, tidak ingat juga sampai beberapa hari lalu saya mendapatkan pesan singkat yang memberitahukan perihal masa sewa saya.

Sebenarnya, saya sendiri bisa dikatakan cukup jarang mengunjungi SDB saya tersebut. Seingat saya, mungkin baru tiga atau empat kali dalam satu tahun ini. Ya memang karena tidak ada keperluan yang membuat saya harus lebih sering berkunjung.

Paling tidak, sampai dengan saat ini, saya merasa cukup tenang — dibandingkan dengan saya menyimpan barang dirumah. Ditambah lagi salah satu faktor bahwa saya sendiri kadang merasa cukup ceroboh dan sering lupa.

Jadi, untuk memperpanjang masa sewa prosesnya cukup mudah. Dalam kasus saya, pihak bank akan melakukan penarikan dana langsung dari rekening saya. Ya, ini lebih baik daripada saya harus mendatangi bank untuk keperluan ini. Dan, kebetulan saldo tabungan masih cukup untuk biaya tersebut.

Jadi, mari kita lanjutkan perjalanan satu tahun lagi untuk sewa SDB ini.

Pengalaman Menyewa Safe Deposit Box (di bank)

Sekitar akhir tahun 2012 lalu, saya memutuskan untuk melakukan penyewaan Safe Deposit Box (SDB) di salah satu bank di Jogjakarta. Ini memang antara penting dan tidak penting. Ah, toh hanya berkas dan properti yang bisa disimpan di rumah. Salah satu alasan saya adalah pengalaman ketika ada bencana alam gempa di Jogjakarta tahun 2006 yang lalu. Bagaimana pada akhirnya, banyak surat-surat berharga dan properti lain yang cukup penting akhirnya harus rusak dan hilang. Apakah dengan disimpan di Safe Deposit Box akan sepenuhnya aman? Saya rasa, paling tidak lebih aman daripada disimpan di rumah.

Untuk membuka/menyewa Safe Deposit Box, pertama yang saya lakukan adalah mencari informasi ke beberapa bank. Saya cari informasi secara umum seperti berapa biaya sewa, besar/ukuran yang tersedia, dan mekanismenya. Selain harga yang cukup bervariasi (dan tidak terpaut jauh), ternyata untuk syarat dan mekanisme juga relatif sama.

8206371651sdb

Kebetulan saat saya mencari informasi, saya memiliki rekening di beberapa bank. Ada beberapa bank yang ternyata tidak memiliki SDB yang tersedia. Akhirnya, keputusan saya jatuh ke Bank BPD DIY. Berikut beberapa hal seputar pengalaman membuka SDB di Bank BPD DIY.

Continue reading “Pengalaman Menyewa Safe Deposit Box (di bank)”

Pengalaman mengurus pemindahan jadwal keberangkatan Citilink

Citilink_Logo

Kadang, ketika membeli tiket pesawat, saya berusaha untuk mencari jadwal keberangkatan yang sesuai dengan keperluan kegiatan saya. Ya, sukur-sukur bisa mendapatkan harga yang cocok. Kalau ke Jakarta (dari Jogjakarta) misalnya, saya memilih untuk mengambil hari akhir pekan (antara Jumat atau Sabtu), karena saat tersebut harga tiket cenderung lebih murah. Dan, sebaliknya ketika dari Jakarta ke Jogja, saya menghindari jadwal akhir pekan.

Minggu lalu, perjalanan pulang saya dari Jakarta ke Jogjakarta dengan maskapai Citlink terpaksa harus saya ubah jadwalnya. Awalnya, saya sudah memesan tiket untuk dua orang (dengan satu kode booking) untuk hari Rabu. Namun, karena satu dan lain hal, saya harus menunda kepulangan saya menjadi hari Jumat. Dan, itu kali pertama saya mengurus proses pemindahan jadwal melalui call center Citilink.

Continue reading “Pengalaman mengurus pemindahan jadwal keberangkatan Citilink”