Aplikasi 2FA (Two-Factor Authentication) Pilihan

Untuk beberapa layanan daring yang saya gunakan, hampir semua saya mengaktifkan fitur 2FA (Two-Factor Authentication) atau autentikasi dua faktor. Alasannya cukup sederhana: untuk menambah sedikit lapisan keamanan. Alih-alih hanya menggunakan kombinasi username dan sandi, ketika kombinasi autentikasi sudah dapat digunakan, saya perlu memasukkan kode autentikasi.

Ribet? Mungkin iya. Tapi, sebenarnya tidak ribet juga.

Untuk urusan sandi, walaupun hampir semua sandi menggunakan sandi yang sangat acak dan berbeda sandi antara satu layanan dan lainnya, saya sangat terbantu dengan aplikasi Bitwarden. Bahkan, sudah lebih dari dua tahun saya menggunakan aplikasi ini.

Sangat membantu.

Sebelumnya, saya menggunakan Google Authenticator sebagai aplikasi 2FA. Cukup lama saya menggunakannya. Google Authenticator sudah berhasil menjalankan fungsinya dengan sangat baik.

Ada sedikit masalah ketika ponsel yang saya gunakan tidak dapat saya akses, misal karena kehabisan baterai, atau tidak sedang berada bersama saya. Dalam kondisi seperti ini, cukup merepotkan.

Karena, Google Authenticator hanya dapat digunakan dalam 1 piranti bergerak (mobile) untuk Android atau iOS Lebih merepotkan lagi kalau ternyata piranti yang digunakan sampai hilang. Sedangkan, saya kebetulan menggunakan lebih dari satu ponsel, kadang bekerja dengan tablet, dan paling sering bekerja dengan laptop.

Aplikasi 2FA yang dapat mendukung lebih dari satu piranti tentu menjadi pilihan yang paling masuk akal dan memudahkan. Dan, pilihan saya jatuh ke Authy. Sebenarnya, ada beberapa alternatif aplikasi yang dapat digunakan sebagai ‘pengganti’ Google Authenticator, namun dapat menjalankan fungsi 2FA dengan cukup baik. Beberapa diantaranya:

Dan masih banyak lagi.

Lalu, kenapa Authy?

Kalau dari sisi cara menggunakan, menambahkan akun dan lainnya aplikasi yang ada rata-rata akan sama. Kalau sudah pernah menggunakan satu aplikasi autentikasi, berpindah aplikasi saya rasa tidak akan rumit.

Authy menawarkan satu fitur yang sangat membantu saya yaitu dukungan multi piranti. Dari sekian banyak fitur yang ditawarkan, fitur ini bagian paling berguna menurut saya.

Jadi, saya bisa sedikit tidak khawatir apabila saya sedang membutuhkan fungsi autentikasi, karena saya bisa mengakses dari piranti yang sedang saya gunakan, atau yang terdekat dengan saya.

Authy tersedia untuk Android, iOS dan desktop (macOS, Windows, atau Linux).

Bitwarden: Year Two

I just renewed my Bitwarden subscription for the additional one year, after I decided to move to Bitwarden from LastPass last year. It’s simply because it works well, for me.

I’s cross-platform feature works really well. I have its Desktop app (for Mac), mobile apps (both Android and iOS), and the browser extensions, of course.

Pengalaman Perpanjangan SIM Melalui SIM Corner di Jogjakarta

Akhir Januari ini, saya perlu melakukan perpanjangan masa aktif SIM A milik saya. Saya sempat mencari informasi bagaimana proses perpanjangan SIM di kota Jogjakarta ini. Tetapi, informasinya masih agak membingungkan. Sempat juga banyak baca mengenai perpanjangan SIM secara daring. Dan, beberapa teman juga menginformasikan kalau perpanjangan secara daring ini bisa jalan lancar juga. Tapi, opsi ini sepertinya kurang cocok untuk kondisi saya (saat itu).

Perpanjangan SIM secara daring (online)

Beberapa kondisi yang menjadikan proses perpanjangan SIM secara daring ini menjadi pilihan cocok, apabila:

  1. Masa berakhir/kedaluarsa masih cukup lama. Kalau tidak salah, ini bisa dilakukan bahkan tiga bulan sebelum kedaluarsa. Saya lupa tepatnya.
  2. Tetap harus melakukan tes kesehatan dengan mendatangi dokter/fasilitas kesehatan yang telah ditentukan.
  3. Melakukan proses secara daring melalui Digital Korlantas POLRI yang aplikasi juga sudah tersedia di Play Store untuk Android dan App Store untuk iOS.

Awalnya saya sempat akan menggukan metode ini. Tapi, saya batalkan karena tetap harus melakukan tes kesehatan juga, dan saat itu tinggal 7 (tujuh) hari sebelum masa kedaluarsa SIM saya. Untuk prosesnya, kalau saya baca-baca di internet, dan juga melalui linimasa media sosial, layanan ini bisa menjadi pilihan. Tinggal ikuti saja prosesnya.

Perpanjangan SIM secara luring (offline)

Ada dua pilihan jika akan melakukan perpanjangan SIM dengan cara ini. Pertama, melalui layanan SIM keliling. Kedua, langsung ke Satpas Polresta Yogyakarta. Ketiga, datang langsung ke SIM Corner. Pilihan pertama sebenarnya bisa menjadi opsi. Kalau mencari di internet/berita, cukup banyak jadwal SIM keliling ini di Jogjakarta.

Pilihan kedua yaitu langsung ke Satpas Polresta Yogyakarta, sempat pula saya jadikan pilihan. Mengenai antrian, sudah disediakan antrian secara online, jadi ada kepastian. Setelah saya isikan data dalam antrian, saya mendapatkan antrian 3 (tiga) hari sebelum tanggal kedaluarsa SIM, dan dapat langsung datang pukul 10.00 pagi ke Satpas Polresta Yogyakarta.

Karena saya belum tentu dapat hadir sesuai jadwal sesuai antrian di Satpas Polresta Yogyakarta, akhirnya saya juga melihat opsi ketiga: datang langsung ke SIM Corner. Setelah mencari informasi:

  1. Pilihan SIM Corner di Jogja City Mall atau SIM Corner di Ramai Mall Malioboro.
  2. Jam buka operasi akan mengikuti jam buka mall, dan kalau kuota sudah terlayani semua, maka layanan selesai. Diperkirakan sekitar jam makan siang harusnya sudah selesai semua. Namun, untuk proses antrian sudah dapat dilaksanakan pagi hari. Tentang pengambilan antrian, saya mendapatkan informasi yang lebih jelas untuk pilihan lokasi yang di Ramai Mall Malioboro.

Layanan Panggilan Ganti Aki Mobil di Shop and Drive

Sudah beberapa kali saya melakukan perjalanan ke luar kota (Bogor dan Jakarta) dengan menggunakan kendaraan pribadi dalam periode dua tahun terakhir ini.

Perjalanan terakhir saya lakukan di awal tahun 2022 lalu. Semuanya berjalan dengan cukup baik, perjalanan lancar tanpa hambatan yang berarti.

Setiap kali melakukan perjalanan, saya selalu mengecek kondisi kendaraan mulai dari isi angin, cek kondisi aki, radiator, dan lain sebagainya. Semua untuk menghindari potensi masalah yang mungkin timbul.

Photo by Moose Photos from Pexels

Aki Soak

Setelah kembali dari perjalanan, keesokan harinya mobil tidak dapat saya starter. Duh! Saya coba kembali ternyata memang gagal. Sepertinya ada masaah di aki. Sejak beli, memang saya hampir tidak terlalu memerhatikan kondisi aki. Ini kesalahan yang akhirnya saya sadari.

Karena kendaraan perlu segera dalam kondisi semula, saya akhirnya memutuskan untuk menggunakan layanan pengecekan aki yang bisa dipanggil. Saya teringat ada Shop and Drive yang ada tidak jauh dari tempat saya.

Memesan Layanan Shop and Drive

Catatan

Pengalaman menggunakan layanan Shop and Drive merupakan pengalaman pribadi pada Januari 2022. Saya tidak menerima imbalan, atau memiliki kerjasama dengan Shop and Drive. Seluruh biaya merupakan biaya pribadi. Pengalaman berbeda mungkin didapatkan.

Awalnya, saya mencoba menggunakan aplikasi Shop and Drive (iOS) di ponsel saya. Ternyata, aplikasi ini tidak terlalu memberikan pengalaman yang menyenangkan. Akhirnya, saya telepon langsung saja. Saya informasikan mengenai masalah di kendaraan, dan berakhir dengan saya minta dibawakan aki baru untuk ganti. Sebelumnya saya sempat fotokan kondisi aki terakhir, dan melihat kondisi serta usia aki, mengganti aki menjadi keputusan yang paling bijaksana.

Sebelumnya, aki yang digunakan merupakan aki basah dan saya minta diganti dengan aki kering.

Saya lupa persisnya, tapi sekitar lima belas menit kemudian saya dihubungi oleh teknisi Shop and Drive yang mengkonfirmasi masalah dan pesanan saya. Karena lokasi rumah dan bengkel Shop and Drive tidak terlalu jauh, tak lama kemudian teknisi sampai di rumah menggunakan sepeda motor.

Teknisi langsung memeriksa kondisi aki dan melakukan pengetesan dengan menggunakan alat. Proses ini berlangsung cepat saja, dan hasil pengetesan menunjukkan memang aki sudah dalam kondisi yang tidak ideal. Belakangan bahkan saya baru tahu kalau aki “ternyata” sudah berumur 5 tahun. Duh!

Proses penggantian aki baru juga berjalan cepat saja. Berikut beberapa hal terakit proses pembelian/penggantian aki ini:

  1. Aki lama saya saya “tukarkan” dengan yang baru, jadi ada sedikit potongan harga dari harga total keseluruhan.
  2. Total biaya yang saya keluarkan adalah Rp870.000,- sudah termasuk baterai/aki (kering) baru, potongan aki lama, dan biaya jasa. Pembayaran menggunakan non-tunai, jadi cukup nyaman.
  3. Aki mendapatkan garansi 18 bulan. Terkait ini, disarankan untuk setiap 3 bulan dapat dilakukan pengecekan di Shop and Drive mana saja, sehingga garansi dapat terus aktif.

Secara umum, layanan dari Shop and Drive ini sangat baik dan efisien. Sepertinya untuk ke depannya jika membutuhkan layanan terkait kendaraan, Shop and Drive ini bisa jadi solusi.

Untunglah…

Awalnya, saya agak kesal juga karena ada kondisi aki soak ini yang jadinya ada pengeluaran tambahan yang di luar rencana. Tapi, banyak yang lebih disyukuri.

Puji Tuhan, hal ini terjadi ketika saya sudah sampai di rumah dari perjalanan. Saya agak ngeri juga membayangkan kalau kondisi ini terjadi ketika saya masih dalam perjalanan dari Bogor/Jakarta ke Jogjakarta melalui tol. Permasalahan ini terjadi di rest areea atau bahkan dalam perjalanan di tol, sepertinya bukan hal yang menyenangkan.

Jadi, sudah cek aki?

Ulasan K380 Multi-device Bluetooth Keyboard

Dengan beberapa pertimbangan, akhirnya saya memutuskan untuk membeli papan ketik baru, dan pilihan saya jatuh ke K380 Multi-device Bluetooth Keyboard dari Logitech.

Catatan

Tulisan ini merupakan ulasan pribadi. Pembelian barang dengan menggunakan dana pribadi, bukan artikel berbayar, dan saya tidak memiliki hubungan bisnis dengan Logitech. Hasil dan pengalaman berbeda mungkin terjadi. Saya tetap menyarankan untuk membaca terlebih dahulu spesifikasi dan ulasan lain untuk produk ini.

Nama Logitech sebenarnya bukan nama yang asing. Saya sudah cukup lama menggunakan tetikus dari merek ini, untuk seri M337. Dan, selama itu pula cukup puas dengan performa dalam mendukung pekerjaan saya sehari-hari.

Mengapa bluetooth keyboard?

Selama ini, sebenarnya saya juga sudah menggunakan magic keyboard dari Apple karena MacBook saya lebih sering saya gunakan bersama dengan monitor eksternal karena memang saya hampir selalu di rumah saja. Tidak ada keluhan spesifik sebenarnya.

Di saat yang sama, saya juga kadang menggunakan iPad, yang juga hampir selalu berada di depan saya (ketika di rumah). iPad yang saya gunakan juga sudah menggunakan magic keyboard.

Kalau ada satu papan ketika yang bisa dengan mudah berpindah piranti, saya rasa itu akan sedikit membantu. Dan, karena juga saya kadang harus berpindah tempat kerja seperti bekerja di luar rumah, dan saya memang lebih nyaman menggunakan papan ketik eksternal, kalau ada yang memenuhi kedua hal ini, tentu akan jadi pilihan.

Kenapa papan ketik nirkabel, ya karena ini lebih praktis saja.

Memilih K380

Ada beberapa pilihan yang sudah saya lihat, tapi spesifikasi yang saya butuhkan sebenarnya cukup sederhana saja, yaitu:

  1. Desain sederhana, dengan ukuran yang cukup compact, dengan built quality yang baik, tidak terkesan ringkih dan murahan.
  2. Mudah untuk pairing, dan tentu saja nirkabel
  3. Saya tidak butuh fitur seperti trackpad, atau tombol dedicated misal untuk angka.
  4. Baterai cukup awet
  5. Harga di bawah Rp500.000

Awalnya saya sempat terpikir untuk membeli Logitech K480 yang sepertinya akan cocok untuk saya. Namun, setelah saya pertimbangkan ulang, fitur untuk menempatkan tablet atau ponsel sepertinya tidak akan terlalu saya gunakan. Dan, ini menjadikan ukuran keseluruhan menjadi terlalu besar

Logitech K480
Ukuran Logitech K480: 299mm x 195 mm x 20 mm.

Seri K480 ini secara umum memiliki spesifikasi yang bagus, cuma kurang cocok untuk kebutuhan saya.

Clubhouse

Foto oleh Papa Yaw via Pexels

Saya bukan termasuk pengguna awal aplikasi Clubhouse yang di bulan Februari 2021 ini menjadi sangat populer. Paling tidak, di linimasa media sosial yang saya gunakan seperti Twitter dan Instagram, banyak berseliweran konten atau cuitan mengenai Clubhouse.

Dan, baru di pertengahan Februari lalu saya menginstal aplikasi ini. Jadi, karena (saat ini) aplikasi ini hanya tersedia di untuk platform iOS, sedangkan ponsel utama saya justru dengan sistem operasi Android, jadi saya tidak terlalu sepenasaran itu. Apalagi, saat ini memang masih dalam tahap invite only.

Akhirnya, saya instal Clubhouse di iPad saya. Dan, ternyata saya sudah semacam diundang terlebih dahulu oleh salah seorang pengguna awal Clubhouse. Jadi, begitu saya daftar, saya malah langsung punya akun aktif.

Saya eksplorasi dan akhirnya bergabung dalam beberapa diskusi. Menarik sebelumnya, karena seolah mencari tongkrongan secara virtual — dan hanya audio saja. Dan, menarik juga. Saya belum ketemu “tongkrongan wajib”, tapi sudah ada beberapa ‘room’ yang sepertinya menarik untuk diikuti.

Sudah bergabung? Saya ‘thomasarie’ di Clubhouse.

Lokasi dan Harga Pemeriksaan/Tes Swab Antigen di Yogyakarta (Desember 2020)

Dengan adanya kebijakan bagi mereka yang melakukan perjalanan dari/ke beberapa daerah seperti Jakarta, Bali, dan Yogyakarta mengenai persyaratan untuk melakukan swab antigen, otomatis pemeriksaan harus upgrade dari yang biasanya rapid test juga sudah cukup.

Kebijakan ini sebenarnya berlaku secara nasional mulai 18 Desember 2020 sampai dengan 8 Januari 2021. Beberapa minggu lalu, saya melihat belum terlalu banyak tempat yang melayani pemeriksaan swab antigen. Namun, beberapa hari terakhir ini, keadaan sudah cukup berubah. Banyak rumah sakit dan laboratorium di Yogyakarta yang akhirnya menyediakan layanan pemeriksaan swab antigen ini.

Berikut beberapa informasi terkait lokasi dan biaya pemeriksaan swab antigen di Yogyakarta.

Perhatian!

Informasi yang tertulis berasal dari berbagai sumber dan valid saat dituliskan. Sangat disarankan untuk selalu melakukan pengecekan informasi/data terbaru dengan menghubungi narahubung rumah sakit, klinik, atau laboratorium tujuan.

Rumah Sakit

Lokasi dan Harga Pemeriksaan/Tes Swab Antigen di Yogyakarta.

Laboratorium

  1. Laboratorium Klinik Parahita
    Alamat: Jl. Kaliurang No.26, Manggung, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281 (Google Maps)
    Telepon: 0811 333 21 888 / 0811 333 26 888
    Website: labparahita.com / Surel: [email protected]
    Instagram: @labparahita
  2. INTIBIOS LAB Yogyakarta
    Alamat: Jl. Ngapak – Kentheng No.KM 5, Area Sawah, Banyuraden, Kec. Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55293 (Google Maps)
    Telepon: 082130001433
    Website: intibioslab.id / Surel: [email protected]
    Instagram: @intibioslab_jogja
  3. Laboratorium Kimia Farma Jalan Adisutjipto
    Alamat: Jl. Laksda Adisucipto No.63A, Ambarukmo, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281 (Google Maps)
    Telepon: 0274-489135
    Website: labkimiafarma.co.id
    Instagram: @kimiafarmajogja
  4. Laboratorium Kimia Farma Jalan Parangtritis
    Alamat: Jl. Parangtritis No.130, Mantrijeron, Kec. Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55143 (Google Maps)
    Telepon: 0274-419745
    Website: labkimiafarma.co.id
    Instagram: @kimiafarmajogja
  5. Laboratorium Kimia Farma Jalan Kaliurang Km. 6
    Alamat: Jl. Kaliurang KM.6 No.48, Purwosari, Sinduadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55582 (Google Maps)
    Telepon: 0274-885220
    Website: labkimiafarma.co.id
    Instagram: @kimiafarmajogja
  6. HI-LAB Yogyakarta
    Alamat: Jl. Yos Sudarso No.27, Kotabaru, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55224 (Google Maps)
    Telepon: 0274-557722
    Website: hilab.co.id / Surel: [email protected]
    Instagram: @hilabjogja
  7. Yogyakarta International Airport (YIA)
    Alamat: Jl. Wates – Purworejo No.Km, RW.42, Area Kebun, Glagah, Kec. Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta 55654 (Google Maps)
    Telepon: 082220178484
    Instagram: @bandarayogyakarta
  8. Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Laboratorium Kesehatan Sleman
    Alamat: Purwosari, Sinduadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55284 (Google Maps)
    Website: labkes.slemankab.go.id / Telepon: 081215083297
    Instagram: @uptdlabkessleman

Biaya dan Ketersediaan Layanan

Untuk biaya, berdasarkan ketetapan Pemerintah Pusat dalam Surat Edaran No HK. 02.02/I/4611/2020 yang dikeluarkan per tanggal 18 Desember 2020, batasan tarif tertinggi pemeriksaan Rapid Test Antigen-Swab sebesar Rp 250.000 untuk Pulau Jawa dan 275.000 untuk di luar Pulau Jawa.

Harga di setiap rumah sakit atau laboratorium mungkin berbeda. Disarankan untuk selalu merujuk ke masing-masing rumah sakit/laboratorium. Kebanyakan info terbaru juga mudah didapatkan melalui profil Instagram.

Sekali lagi, sangat disarankan untuk menghubungi penyedia layanan terlebih dahulu untuk memastikan. Jika ada informasi yang kurang sesuai, atau ada tambahan data, akan dicoba diperbarui dalam artikel ini.

Jadi, Berapa Harga Tanaman Hias?

Saya sebenarnya termasuk sangat jarang membeli tanaman hias. Karena, memang bukan hobi (untuk membelinya). Hobi saya lebih kepada merawat, dan memfungsikan tanaman sebagai bagian dari dekorasi. Tidak harus spesifik tanaman hias, yang penting ada tanaman.

Saya masih ingat betul, ketika untuk kali pertama mengunjungi rumah yang akan kami beli dulu, hampir 100% area depan tidak ada tanaman. Ada sih, satu pohon cukup besar di depan rumah. Tapi, pohon itu memang ditanam sebagai bagian dari penghijauan di kawasan depan rumah oleh pengembang perumahan.

Salah satu pojok tanaman di rumah.

Jadi, saya juga tidak terlalu mengikuti perkembangan jenis tanaman yang sedang populer, atau harga di pasaran. Tak jarang karena tanaman di rumah terlalu banyak, jadi saya kurangi dengan memberikan kepada tamu yang berkunjung, atau bahkan saya buang begitu saja. Ya, akhirnya kadang baru tahu belakangan ternyata harga tanaman yang saya buang atau berikan ternyata lumyan.

Kemarin, saya sempat mempir ke salah satu tempat penjual tanaman hias. Ada beberapa penjual di sana, tapi saya punya satu penjual yang dulu sering saya kunjungi kalau membeli media tanam.

Singkatnya, saya tanya berapa harga beberapa tanaman. Ya, sekadar ingin tahu saja. Ya beginilah repotnya kalau ke tempat dimana harta tidak tercantum pada produk. Kalau tidak tahu, ya bisa saja dapat harga lebih tinggi. Beberapa tanaman lain saya sempat lihat harga di internet, dan tidak selisih jauh dengan yang dijual. Mungkin tidak sampai Rp5.000.

Ketika saya berpindah ke kios sebelah, saya juga tanya untuk harga tanaman yang sama — karena saya sudah tanya nama tanamannya apa. Ternyata, di kios ini, harga tanaman ditawarkan ke saya hampir 4x lipat. Waduh!

Walaupun tidak langsung lari menyelamatkan diri, tapi sepertinya saat sekarang banyak permintaan tentang tanaman, memang lebih baik mencari tahu dulu.

Rental Bioskop Cinépolis

Sepertinya, penawaran untuk merental bioskop Cinépolis Indonesia baru-baru ini bisa menjadi solusi bagi mereka yang ingin menikmati nonton film dengan suasana bioskop — layar besar dan audio yang memanjakan telinga memang sulit tergantikan. Cinépolis — dulu namanya Cinemaxx — memiliki beberapa paket layanan rental.

Saya kunjungi situs cinepolisrental.com dan beberapa inforamsi sudah ada disana. Selain untuk menonton dengan fasilitas standar menonton bioskop ala Cinèpolis Indonesia, rental ini bisa juga untuk keperluan lain seperti gathering, meeting, pesta, atau main game bersamaan. Yang pasti, jika ini terkait “berkumpul dalam jumlah terbatas, dengan orang-orang yang sudah dikenal/ditentukan saja”, tentu ini menjadi opsi menarik.

Ada tiga pilihan paket:

  1. Squad, harga Rp599.000,-
  2. Superhero, harga Rp799.000,-
  3. Empire, harga Rp999,000,-

Fasilitas ketiga paket tersebut sama yaitu untuk durasi 2 jam (dengan tambahan 1 jam sebelum dan setelah acara), menentukan film dan waktu. Yang membedakan adalah kapasitas maksimum pengunjung, yaiut 15, 20, dan 25 orang.

Mungkin layanan ini cocok untuk mereka yang ingin tetap menikmati hiburan di bioskop — walaupun tidak harus nonton — tapi bersama dengan orang-orang yang lebih terseleksi, sehingga faktor kesehatan dan keamanan di masa pandemi COVID-19 ini lebih terjaga.

Sayangnya, memang belum semua bioskop Cinèpolis mendukung promo/layanan ini. Saat ini, baru berlaku di Jakarta, yaitu Pluit Village, Plaza Semanggi, Gajah Mada Plaza, Tamini Square, Cibubur Junction dan Metro Kebayoran. Periode waktu berlangsung sampai 3 November 2020, dan dapat berubah. Mungkin bisa berlangsung lebih cepat, atau sebaliknya.

Terkait dengan materi film, apakah boleh membawa film sendiri atau tidak, dan pilihan film apa saja, kondisinya cukup sederhana:

  1. Film yang diputar hanya yang sedang berlangsung di Cinèpolis,
  2. Jika membawa film sendiri, film diharusnya merupakan film yang original.

Untuk memutar di layar besar, pihak Cinèpolis hanya menyediakan kabel HDMI saja. Jadi laptop dan piranti lainnya perlu disediakan sendiri.

Tertarik?

Nonton Disney+ Hotstar Langsung di TV Pakai Chromecast (Android dan iPadOS)

Karena Disney+ Hostar tidak dapat dinikmati langsung melalui Chromecast di ponsel atau tablet di awal September lalu, saya jadi cukup jarang menontonnya. Ya, tidak praktis saja, masa hanya untuk menonton di TV saya harus membuka Disney+ Hostar di laptop, lalu meng-Cast.

Sekarang, sudah bisa!

Saya tidak tahu kapan persisnya fitur ini tersedia baik di Android ataupun di iPadOS. Pengaturan aplikasi di ponsel dan iPad saya memang saya atur supaya auto-update.

Disney+ Hotstar, Android, iPadOS dan Chromecast

Ikon Chromecast sudah terlihat, jadi tinggal ketuk saja dan pilih piranti mana yang akan memutar. Dalam gambar dibawah, ada tulisan “TV YouTube”, ini karena piranti TV saya saya beri nama… TV, dan saat saya buat tangkapan layar sedang memutar YouTube.

Kalau saya “Cast”, otomatis YouTube di TV akan terhenti dan digantikan dengan apa yang sedang saya putar di aplikasi Disney+ Hotstar.

Untuk di iPad, juga sudah terlihat bahwa bisa diputar di TV melalui Chromecast. Untuk iOS, saya rasa juga akan sama.

Hello, HEY!

Yes, I’m joining the crowd to give HEY — email service by the awesome guys at Basecamp — a shout. I wrote them to request for an invite three around three days ago. I am sure that they’re having lots of invitation requests, but today, I finally got the invitation code to register an account.

Before registering, I have read some key information about HEY: about how it works, the HEY manifesto, some key points on the FAQ page, and also how the pricing will work. I also understand that Imbox is not a typo.

Some key points about HEY

In my opinion, these are some key points about HEY. It’s not about my personal preference, but more about ‘what I — or probably you — should now by having a @hey.com account.

  1. It’s NOT an email client. So, it’s not like Gmail for Android/iOS. It’s not Outlook you can have on your Android, Mac, or iOS devices. It’s not even close to Spark, Postbox, or Newton.
  2. It’s an email service provider, with — currently — @hey.com domain for the email address created. That’s right, it’s like Gmail by Google, or Yahoo Mail, or Outlook. It’s also like how you have your email address, powered by your cPanel-based hosting, or maybe you have it installed yourself and having Roundcube as the interface. Creating an account at HEY is like you open an account at Gmail, or having an email at Yahoo Mail service.
  3. It’s not free. It’s a paid service. To enjoy the full service at the moment, with the upcoming features in the futures, we need to pay US$99/year minimum. We need to pay extra if for ‘shorter’ username. 2-characters of username costs US$999/year, and 3-character of username will cost US$349/year. And, we need to pay a year in advance.
  4. It offers “better” privacy. Hint: Gmail.
  5. It might change your workflow. It might be better for some people, but probably it’s not for everyone.

More features that might works better for you can be seen at HEY website.

Let’s give it a try

Reading some of those points above, I was curious about how it works. I mean about the interface, functionalities, workflows, and more. It’s 2020, and making working with email to become an enjoyable experience — for those who work a lot with emails — is still a big challenge.

I am a Gmail user — or Gmail-based email, because I also use Google App for Work — and I use lots of Google services. I signed up for my Gmail account when it was still ‘invite only’ period.

My first question about HEY was, “If HEY is that good, how the integration between services I currently use?”. I have an Gmail email, and once I signed up for it, I can use all the other services right away. The integration between those [Google] service is already that good.

I still believe that HEY is not ‘just another email provider’. Basecamp is a reputable company. I follow Signal vs Noise blog. I bought both REMOTE and REWORK. It’s built by people who know what they do, and who want to make the idea of working to become something efficient and fun at the same time. If we’re talking about productivity, Basecamp should be mentioned here.

I already logged-in to my email account. I have HEY app installed on my iPad and Android phone. I also already sent my first email to it.

Let’s see.

Aktivasi PIN Kartu Kredit CIMB Niaga dan Aplikasi OCTO Mobile

Setelah hampir tiga tahun saya memiliki kartu kredit dari CIMB Niaga, hari ini saya memutuskan untuk mengaktifkan PIN (Personal Identification Number) untuk kartu kredit saya. Kenapa baru sekarang, karena kartu kredit tersebut hampir tidak pernah saya gunakan untuk transaksi di merchant secara offline, tapi hanya untuk keperluan transaksi daring.


Bahkan, kartu kredit CIMB Niaga saya malah hampir tidak pernah saya bawa. Namun, karena ada aturan dari Bank Indonesia bahwa per 1 Juli 2020, seluruh transaksi kartu kredit harus menggunakan PIN — tanda tangan tidak diterima — maka saya putuskan untuk mengaktifkan PIN.

Cara Aktivatasi PIN Kartu Kredit

Kirim SMS ke nomor 1418 dengan konten PIN <4 digit terakhir kartu kredit> <tanggal-lahir>. Format tanggal lahir adalah tanggal-bulan-tahun. Contoh: PIN 3213 29041990. Dan, proses aktivasi selesai setelah saya menerima balasan SMS.

PIN untuk kartu kredit 6789 Anda adalah 543221. Segera ganti PIN Anda di ATM CIMB Niaga, app OCTO Mobile atau hub 14041 dalam waktu 14 hari. Info 14041

Isi pesan SMS balasan aktivatasi PIN Kartu Kredit CIMB Niaga

Tentu saja, hal yang pertama saya langsung ingin lakukan adalah mengubah PIN default. Dari opsi untuk datang ke ATM CIMB Niaga atau melalui aplikasi, saya memilih opsi kedua.

OCTO Mobile

Saya tidak memiliki ekspektasi tentang apa fitur yang ditawarkan oleh OCTO Mobile dari CIMB Niaga. Tapi, selama ini saya cukup nyaman dengan aplikasi mobile banking milik BCA. Transaksi perbankan CIMB Niaga biasanya saya lakukan melalui fitur internet banking.

Saya mengunduh OCTO Mobile dari Play Store untuk ponsel Android saya. Versi iOS juga tersedia. Setelah melakukan proses registrasi, saya lanjutkan dengan mengubah PIN kartu kredit saya.

Aplikasi Baru Gojek Indonesia yang Jadi (Kurang) Nyaman

Paling tidak menurut pendapat pribadi saya. Saya memang suka apabila aplikasi di ponsel Android saya selalu up-to-date. Paling tidak, ketika ada fitur baru, saya bisa segera menikmatinya. Toh, umumnya rilis baru berarti ada sesuatu yang baru, lebih baik, dan memberikan jawaban atas solusi pengguna dalam menggunakan aplikasi.

Saya merupakan pengguna aplikasi Gojek dan Grab. Dari kedua aplikasi ini, saya pakai bergantian. Saya suka layanan Gojek, dan Grab juga memberikan pilihan layanan yang baik juga.

Pengalaman menggunakan kedua aplikasi tersebut juga kurang lebih sama. Bahkan, konsep desain antar muka dan bagaimana pengguna berinteraksi dengan aplikasi, tentu sudah sangat dipikirkan.

Namun, aplikasi Gojek terbaru yang ada di ponsel Android saya — karena yang versi iOS sebelumnya belum mendapatkan perbaruan — cukup membuat saya mendapatkan pengalaman yang kurang nyaman. Mungkin karena ada perubahan cukup signifikan dari versi sebelumnya, jadi ini tinggal masalah waktu. Toh, lama-lama terbiasa. Tapi, entahlah, terasa kurang nyaman saja.

Desain “Lama”

Desain ini merupakan tangkapan layar aplikasi Gojek di Android, sebelum desain “terbaru” yang diluncurkan. Dari sekian kali perbaruan desain antar muka, menurut saya ini adalah versi terbaik.

Desain Baru

Gambar di bawah merupakan tangkapan layar aplikasi Gojek terbaru. Aplikasi ini saya instal di ponsel Android saya, dengan sistem operasi Android 9.

Tentang Desain “Lama”

Banyak yang saya suka dari desain lama aplikasi ini. Tapi, sebagai pengguna yang lebih banyak menggunakan fitur layanan Gojek itu sendiri — dibandingkan dengan membaca berita, melihat highlight informasi — berikut hal yang saya nikmati fitur dan fungsinya.

Rutinitas Baru dan Tidak Begitu Baru

Berada di rumah hampir dua puluh empat jam sehari, selama tiga minggu berturut-turut ini jelas mengubah kebiasaan sehari-hari. Bahkan, kebiasaan baru juga akhirnya muncul. Kalau ada teori yang mengatakan bahwa “apabila sesuatu dilakukan secara terus menerus tanpa henti selama 21 hari, maka dia akan menjadi sebuah kebiasaan baru“, mungkin ada benarnya juga.

Pola Rutin

Yang pasti, bangun lebih pagi. Apalagi setelah tidak menggunakan jasa asisten rumah tangga. Bangun setiap hari sekitar pukul 05.30-06.00. Begitu bangun, beberes bentar, lalu ke dapur. Kalau hari kerja, biasanya sebelum jam 09.00 beberapa rutinitas pagi — berdua bersama istri — sudah harus beres seperti: memandikan bayi, bikin sarapan buat bayi dilanjut menyuapi, buka korden di lantai bawah, buka jendela kamar, masak, bikin teh, sarapan, menyapu, dan mandi.

Sesiangan aktivitas seperti biasa dan dibagai sama istri. Kalau siang mungkin cukup normal saja. Paling beli dari tukang sayur yang lewat — kalau ada yang mau dibeli — atau pesan dari warung sembako depan untuk kebutuhan harian. Saya sendiri akan banyak di depan komputer karena memang bekerja. Walaupun, kadang pas jam makan siang atau istirahat bentar saya kadang saya pakai untuk kegiatan di dapur seperti mencuci atau bahkan memasak untuk makan siang. Memasaknya yang sederhana saja tentunya.

Menjelang sore dan jam bekerja, lanjut dengan memandikan bayi, bikin makan malam, memasak (kadang jika pas ingin masak), mandi, makan malam, dan akan berlanjut agak malam. Biasanya ditutup dengan melipat cucian, membersihkan semua cucian di dapur, dan pel lantai.

Kadang, ada juga kegiatan lain, yang kebanyakan adalah tentang beberesih dan merapikan rumah. So far so good, I guess.

Aktivitas di atas sebenarnya tidak terlalu berubah dari biasanya. Bedanya, cuma tidak ada asisten rumah tangga saja yang dulu ikut kebanyakan memang untuk baby sitting jika diperlukan, walaupun ikut bebersih juga.

Belanja

macOS Catalina

Kemarin, saya melakukan perbaruan sistem operasi di MacBook Pro saya dari macOS High Sierra ke macOS Catalina. Dengan begitu banyak fitur dan perbaikan yang ditawarkan, sebenarnya tidak terlalu banyak fitur yang saya akhirnya manfaatkan.

Beberapa highlight mengenai yang baru di macOS Catalina bisa dilihat dalam video dibawah ini. Apple juga menyediakan halaman khusus mengenai apa yang ditawarkan oleh sistem operasi versi terbaru mereka.

Saya sendiri saat ini hanya menggunakan dua produk Apple dan saya bukan termasuk yang ingin melengkapi diri dengan produk terbaru dari Apple. MacBook Pro Retina 15″ saya keluaran mid-2012, dan ada sebuah iPad Mini 2 yang tidak mendapatkan dukungan iOS 13. Namun, saya mungkin termasuk yang sebisa mungkin memperbarui aplikasi atau sistem operasi — jika memang masih bisa diperbarui.

Perbaruan sama seperti proses sebelumnya. Sempat saya ragu, apakah saya perlu menunggu terlebih dahulu untuk memperbarui atau langsung saja. Kemungkinan terburuk paling ada beberapa aplikasi yang belum diperbarui jadi tidak dapat digunakan.

Musik, podcast, dan TV

Salah satu perbaruan yang cukup besar ada pada fitur hiburan. Namun, sepertinya tidak ada yang akan saya pakai. Untuk musik — termasuk mendengarkan podcast, saya lebih sering mendengarkan Spotify (dengan berlangganan Spotify Premium). Kalau menonton film atau video, pilihan saya ke Netflix dan YouTube. Bagi saya, layanan yang saya pakai tersebut sudah mencukupi kebutuhan saya.

Photos, Notes, Reminder

Aplikasi Photos, Notes, dan Reminder juga mendapatkan perbaikan. Namun, saya saat ini sudah cukup nyaman dengan menggunakan Google Photos. Saya hampir tidak menyimpan foto — dari kamera ponsel Android — di MacBook. Semua langsung saya unggah ke Google Photos. Untuk pencatatan, saya paling sering masih menggunakan Google Keep. Reminder saya jarang gunakan. Kalaupun perlu reminder paling hanya berupa alarm atau saya buat saja di Google Calendar.

Jadi, semua perbaruan terkait fitur diatas sudah cukup terfasilitasi oleh layanan Google di ponsel Android. Soal sinkronisasi juga tidak ada masalah sama sekali.