Forecast by Facebook

Forecast, a community for crowdsourced predictions. A platform by Facebook.

, , ,

Fitur Last Activity di Instagram dan Cara Menonaktifkannya

Saya suka dengan Instagram. Mungkin Instagram adalah aplikasi media sosial yang paling sering saya gunakan saat ini, termasuk Twitter. Aplikasi lain seperti Path sudah saya tinggalkan cukup lama. Facebook, saya sudah nonaktifkan paling tidak untuk saat ini.

Baru-baru ini, Instagram melalui perbaruan aplikasinya merilis fitur “Last Activity Status”.  Fitur ini kurang lebih seperti WhatsApp, dimana kita bisa melihat kapan terakhir kali seorang dalam kontak terlihat aktif. Bedanya, di Instagram, fitur ini untuk melihat kapan terakhir kali seorang pengguna ‘terlihat’ menggunakan/membuka aplikasi Instagram.

Informasi tersebut terlihat melalui fitur Direct Message. Dibawah username, terlihat kapan terakhir kali pengguna tersebut menggunakan Instagram.


Jadi, semua follower akan dapat melihat informasi ini? Tidak. Informasi ini hanya terlihat oleh akun yang kita follow, atau yang sebelumnya telah mengiriman pesan pribadi (direct message).

Tentu saja ini bukan fitur yang diingikan semua orang. Apalagi fitur ini secara default dalam status diaktifkan. Namun, kita bisa menonaktifkan fitur ini jika tidak menginginkannya.

Menonaktifkan fitur ‘Last Activity’

Cara menonaktifkan fitur ini cukup mudah, baik di aplikasi Instagram berbasis Android atau iOS.

  1. Buka aplikasi Instagram
  2. Masuk ke Profil, kemudian sunting profil
  3. Pada pilihan “Show activity status”, ubah pengaturan menjadi Off (Tidak aktif)

Pengaturan ini akan menonaktifkan fitur ini sepenuhnya, sehingga kita juga tidak bisa melihat status aktivitas pengguna lain juga.

, ,

WhatsApp Business

WhatsApp meluncurkan aplikasi WhatsApp Business yang diharapkan dapat lebih membantu lagi mereka yang menggunakan WhatsApp untuk keperluan bisnis seperti online shop dalam hal berinteraksi dengan pelanggannya. Saya sendiri masih menggunakan WhatsApp, walaupun lebih sering menggunakan Telegram terutama untuk terkait pekerjaan.


Bye Path

After quitting Facebook, I decided to uninstall Path on my devices. Well, it’s just because I’m not good at managing distractions. It’s a good platform, anyway.


Zuck's Facebook Page Team

This Team Runs Mark Zuckerberg’s Facebook Page

The bottom line: There are more than a dozen Facebook employees writing Mark Zuckerberg’s posts or scouring the comments for spammers and trolls.


Facebook, logout

Deactivate Facebook

Today, I decided to deactivate my Facebook account. Facebook is a nice place to interact with other people, I can confirm this. But, at the same time, in the last few months — or probably long time ago — I see too many ‘negative’ news in my feed. I know, it depends on who I follow, who my ‘friends’ are and how they interact with updates, information, news, or whatever information they share on the internet.

Of course, I can simply use the “unfollow” feature. Or, I can de-friend some of the people. I can always use the “hide” features. But, it’s just to much work. So, bye Facebook. At least for now.


Workplace by Facebook

Workplace by Facebook

Connect everyone in your company and turn ideas into action. Through group discussion, a personalised News Feed, and voice and video calling, work together and get more done.
Workplace is an ad-free space, separate from your personal Facebook account.


Marketplace by Facebook

Marketplace by Facebook: buying and selling with each other

To help people make more of these connections, today we’re introducing Marketplace, a convenient destination to discover, buy and sell items with people in your community. Marketplace makes it easy to find new things you’ll love, and find a new home for the things you’re ready to part with. We’ll continue to build new options and features to make this the best experience for people.

In this initial release, Marketplace will be available in the US, UK, Australia, and New Zealand on the Facebook app for iPhone and Android. And, it will be only available for users over 18 years old.

, , , ,

Why I Pick Telegram as My Primary Messaging Platform?

Last year, I mentioned that I used Telegram and I enjoyed it. Been using for more than a year, I feel that it’s much better than the other messaging platforms. Well, I’m not using that many platforms to connect with other friends or colleagues if I consider the other options like LINE, Facebook Messenger, WhatsApp, and many more. But, why Telegram?

Since I do not experience all messaging apps, I know that some other apps might be better. For now, I’m still considering that Telegram is the perfect option (for me) for some reasons.

Cross-platform and Multiple Sessions

Currently, I have multiple devices I use on my daily basis. Well, not really daily, but I usually switch between devices. I have 15-inch MacBook Pro Retina, iPhone 5, iPad 3rd generation, and Oppo Find 7. I have Telegram installed in those devices. It makes me stay connected. I can easily be in the conversation with friends, and especially colleagues. It’s flexibility to have multiple active session is my favorite!


Telegram offers great set of handy features. Go to Telegram’s website for complete features, but here are some of favorite features:

  • File sharing made easy. I can share various types of files, not only photos, videos, but also PDFs, Android packages (yes, I use this a lot at work), spreadsheets, or any other document types.
  • API. It can be integrated easily to make useful tools. I will give some examples in the bottom part of this article.

Simple, fast, and lightweight

I like it’s simplicity. It helps me a lot in communication. I feel that it’s fast, a core feature that a messaging app needs. Of course, there are some extended features like stickers — even we can make our own stickers, bots (hello, @BotFather), event animated GIF.


It’s a Telegram account and operated by machine.

Bots are simply Telegram accounts operated by software — not people — and they’ll often have AI features. They can do anything — teach, play, search, broadcast, remind, connect, integrate with other services, or even pass commands to the Internet of Things.

The other one is an inline bots.

With the new inline mode, bots become omnipresent and can be used as a tool in any of your chats, groups or channels – it doesn’t matter, whether the bot is a member or not. Inline bots can help you with dozens of different tasks, like quickly sending relevant GIFs, pictures from the Web, YouTube videos, Wikipedia articles, etc.

At work, some of my colleagues made some handy tools based on this platforms.

, , , , ,

Bingung dengan Rincian Biaya/Tagihan Telkom IndiHome!

Sudah bulan kedua ini saya berlangganan layanan IndiHome. Proses menjadi pelanggan juga tidak selancar yang saya perkirakan. Namun, pada akhirnya saya bisa mendapatkan layanan IndiHome untuk mendukung keseharian saya baik dalam bekerja, maupun untuk keperluan lain yang menggunakan koneksi internet.

Beberapa rekan kerja saya juga menggunakan layanan IndiHome dengan paket yang sama. Sebelum saya mendapatkan tagihan pertama saya, kami bertukar informasi mengenai jumlah tagihan. Dan, ternyata tagihan tidak sama. Tentu saja, ada beberapa komponen tagihan yang memengaruhi. Namun, selisihnya sepertinya terlalu banyak satu sama lain.

Akhirnya, saya mendapatkan tagihan pertama di bulan Februari 2016, dengan rincian seperti di bawah ini:

BIAYA INDIHOME 3P: 248.710,00
Total Tagihan: Rp 397.018,00

Masih dibawah Rp 400.000,00 sesuai dengan alokasi budget saya — selain ada alokasi untuk kebutuhan pulsa di ponsel, dan layanan mobile data. Untuk kebutuhan internet di rumah, penggunaan untuk kebutuhan sehari-hari saja. Saya bekerja dengan laptop saya, menggunakan internet juga di ponsel dan tablet. Layanan kabel UseeTV juga kadang saya manfaatkan, walaupun sebenarnya cukup jarang juga.

Walaupun dulu ada kabar tentang kebijakan FUP (Fair Usage Policy) dari Telkom, atau pemblokiran Netflix, bahkan pengurangan jumlah kanal siaran di UseeTV, hal tersebut tidak terlalu signifikan bagi saya. Bahkan, kalau saya boleh memilih, saya lebih memilih untuk menggunakan layanan internet saja. Layanan televisi UseeTV dan telepon rumah hampir bisa saya abaikan. Masalahnya, ketiga layanan tersebut (internet, tv cable, dan telepon rumah) sudah menjadi satu paket layanan.

, ,

How come Facebook is able to show me ads for something I was searching on Google?

How come Facebook is able to show me ads for something I was searching on Google?. I’m also curious about this question. And got a great answer.

So, when you log into Facebook, you would be shown an ad from Apple. It does not matter that you were logged out of Facebook when you visited Apple’s website. The ad will be shown based on your browsing habits outside of Facebook. In a sense, Facebook might not even know that you visited Apple’s website, as the ads are created using your data (using tracking cookies) complied by the advertisers. In addition, you might see the same ad on other websites, too (not just on Facebook), as the same advertisers engage with different ad exchanges.

, , , , , , , ,

Ulasan Ponsel Microsoft Lumia 535 Dual SIM

Microsoft, sebagai perusahaan yang mengakuisisi Nokia, mengeluarkan produk ponsel pertama yang menghilangkan identitas “Nokia”, yaitu Microsoft Lumia 535. Jadi, tidak perlu bingung mengapa dulu ada istilah ‘Nokia Lumia’, namun nama Lumia sendiri sekarang tidak disandingkan dengan ‘Nokia’.

Microsoft Lumia 535

Pertengahan Desember 2014 ini, saya memutuskan untuk membeli Lumia 535. Produk Lumia 535 ini saya beli melalui pre-order di Blibli dan saat itu saya mendapatkan penawaran harga sekitar Rp 1.250.000,00 (pembayaran menggunakan kartu kredit). Saya memang cukup lama tidak menggunakan produk Nokia Lumia/Microsoft (sekarang Microsoft Lumia). Sehari-hari, saya sendiri menggunakan produk Apple (iPhone 5, iPad 3, dan MacBook Pro 15″ Retina Display), dan juga OPPO (OPPO R819). Jadi, secara sistem operasi di ponsel, saya sehari-hari menggunakan iOS dan Android.

Spesifikasi dan Disain

Untuk spesifikasi, saya tidak akan terlalu membahasnya disini. Ulasan lengkap tentang spesifikasi teknis Lumia 535 bisa dilihat langsung di situs Microsoft. Beberapa informasi singkat tentang spesifikasi dasar yang mungkin perlu dilihat adalah:

  • Mendukung dual SIM
  • Ukuran layar 5 inchi
  • Sistem operasi: Windows Phone 8.1 (Lumia Denim)
  • Kamera utama dan kamera depan dengan resolusi 5 MP
  • Dimensi: panjang: 140,2 mm, lebar: 72,4 mm, tebal: 8,8 mm, dan berat: 146 gram
  • Resolusi layar: qHD (960 x 540)
  • RAM: 1 GB
  • Memory internal: 8 GB. Dapat ditambah dengan MicroSD sampai dengan 128 GB.

Pilihan warna cukup beragam sesuai dengan selera yaitu hitam, putih, oranye, hijau, dan biru. Saya sendiri memilih warna oranye. Untuk finishing material casing adalah dengan finishing glossy. Secara disain, saya menyukainya. Walaupun dari sisi ukuran bukanlah yang paling kecil, dan paling tipis, namun secara keseluruhan dari sisi disain tidak mengecewakan. Paling tidak, masih cukup nyaman untuk dipegang dengan satu tangan. Untuk yang berjari agak pendek, mungkin akan terasa agak kurang nyaman dengan dimensi yang ditawarkan.

, , , ,


There are many services on the internet. It means there are many accounts (if you’re registering to those services) to remember. Some services offers login using popular “connect” feature. For example you can login using Facebook, Gmail, or Twitter for some specific services. This is a good scenario since we only need to remember password for those services.
But, I personally likes the “native registration” process. Meaning that I have to register manually and using a specific password each service. The consequence is that I have many passwords. I mean many. Of course, it might be easier I use the same password for multiple services. But, it’s not a recommended workflow. Anyway, if a service provides a 2-step authentication process e.g. Google, I will be using it.
1Password 50% OFF
I’m an Apple customer. So, I work most of the time on my MacBook and iPhone. There should be an easy way to manage these passwords. There is a popular application called 1Password by AgileBits Inc. I’ve heard about the application, but I didn’t buy it until yesterday. 1Password gets 50% discount. I decided to buy 1Password for Mac and iOS. I got my Mac version for $24.99 or IDR 289,000.00 (regular price: $49.99), and iOS version for $8.99 or IDR 99,000.00.

, ,

Ulasan: Pengalaman makan di Michigo, restoran Korea di Jogjakarta

Setelah sebelumnya saya sempat mampir ke Michigo bulan November lalu, saya penasaran ingin mencoba untuk datang sebagai konsumen biasa. Ya, niat hati memang ingin merasakan pengalaman makan disana. Apakah konsep (digital) self-service ini memudahkan, atau malah menyulitkan? Akhirnya saya coba saja di tempat yang sama, yaitu di Ambarrukmo Plaza, Yogyakarta. Oh ya, tulisan ini adalah pengalaman pribadi saya, dan tidak ada pembicaraan apapun dengan pihak Michigo terkait kedatangan saya kesana saat itu.

Saya datang sekitar jam makan siang. Sedikit ramai, walaupun tidak seluruh kursi terisi. Perasaan saya sih antrian cukup lama. Dari tiga perangkat yang ada untuk pemesanan, semua memang terpakai. Entah karena pengunjung memesan menu yang banyak, atau karena sebab yang lain. Akhirnya saya coba tunggu saja.

Antrian Michigo, Ambarrukmo Plaza

Akhirnya, datang juga giliran saya untuk pesan. Ini adalah kali pertama saya menggunakan piranti digital berupa iPad dengan aplikasi pemesanan disana. Kebetulan keseharian saya juga sudah menggunakan iPad. Tidak terlalu sulit. Saya sendiri hanya secara cepat saja melihat menu-menu yang ditawarkan, bukan untuk mengeksplorasi yang ditawarkan (atau bahkan melihat aplikasi itu sendiri).

Memesan menu makanan di Michigo

Setelah memilih beberapa menu, langsung terlihat berapa jumlah yang harus saya bayarkan. Saya pindah ke kasir untuk melakukan pembayaran. Kalau menurut saya, semua proses ini cukup mudah. Setelah membayar, saya mendapatkan sebuah video pager, yang nantinya akan digunakan untuk memberitahukan kalau pesanan saya siap.

, , ,

Mengatur penyimpanan berkas di laptop

Salah satu kebiasaan saya terkait dengan penyimpanan berkas (di komputer)  adalah bahwa saya jarang menghapusnya. Saya — dan mungkin banyak orang juga — melakukan penyimpanan di beragam layanan atau metoda  yang umum. Misalnya foto disimpan di layanan seperti Flickr, Instagram, atau bahkan Facebook. Berkas pekerjaan disimpan di Dropbox, atau Evernote untuk catatan-catatan lainnya.

Karena kebiasaan ini, sering kali kebutuhan media penyimpanan menjadi masalah tersendiri. Kadang bahkan, sampai tidak sadar properti apa yang pernah tersimpan, terunduh, maupun ter-backup. Tidak semua berkas saya simpan dalam layanan daring seperti diatas. Beberapa saya juga simpan di layanan seperti Amazon Web Service. Kebanyakan justru malah saya simpan di laptop, atau di hardisk eksternal.

Saat ini, selain laptop, saya  memiliki dua buah media penyimpanan utama di rumah:

  • StoreJet Transcend Media dengan kapastitas 2 TB
  • WD My Book Live 3TB Personal Cloud Storage

Trancend 2 TB lebih sering saya pakai untuk melakukan backup di laptop, karena hanya bisa menggunakan USB. Untuk yang Personal Cloud, saya gunakan untuk melakukan backup dari laptop (MacBook Pro Retina Display 15″), iPad 3, dan iPhone 5. Ponsel lain (BlackBerry  dan Android) tidak saya khususkan untuk backup. Khusus untuk MacBook Pro, ini adalah piranti yang paling sering saya backup. Selain karena supaya aman (paling tidak punya backup), dan juga karena media penyimpanan MacBook Pro ini yang relatif lebih kecil (SSD 250 GB).


Dan, karena kebiasaan pula, kadang penggunaan hardisk di laptop bisa tidak terkontrol. Hari ini misalnya, saya coba lakukan penghapusan berkas-berkas yang misal sudah saya backup, atau tidak diperlukan lagi. Ternyata, hasilnya cukup banyak. Bisa sampai 30 GB. Untuk melakukan kegiatan bersih-bersih hardisk, saya gunakan bantuan dari aplikasi CleanMyMac 2.