Penerbangan Internasional AirAsia Pindah ke Terminal 3 Soekarno-Hatta

Mulai 22 Januari 2018 pukul 03.00 WIB, seluruh penerbangan internasional AirAsia berpindah ke Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Konter check-in dan penyerahan bagasi AirAsia terletak pada konter D 14-18 di area keberangkatan Terminal 3. Sebelumnya, keberangkatan penerbangan internasional berangkat dari Terminal 2E. Penerbangan domestik AirAsia tetap beroperasi di Terminal 2F.

Catatan Perjalanan: JOG-CGK-JOG Citilink QG-103 dan AirAsia QZ-7550

Perjalanan akhir bulan Januari 2016 ini untuk menghadiri acara pernikahan teman yang sekaligus pernah menjadi rekan kerja semasa saya ada di Jakarta. Untuk ke Jakarta di hari Sabtu pagi tersebut, saya menggunakan maskapai Citilink Indonesia nomor penerbangan QG-103 yang berangkat dari bandara Adisutjipto (JOG) pada pukul 06:00 WIB menuju Bandara Halim Perdanakusuma (HLP).

Pagi itu, suasana di Adisutjipto tidak terlalu ramai. Antrian untuk check-in di konter Citilink juga tidak terlalu panjang — paling tidak jika dibandingkan dengan beberapa perjalanan saya sebelumnya. Ketika memasuki ruang tunggu, pagi itu juga tidak terlihat cukup ramai, masih banyak kursi kosong.

Sekitar pukul 05:40 WIB, panggilan untuk boarding diumumkan. Saya sendiri kebetulan pagi itu mendapatkan nomor kursi 14F di armada AirBus A320-200. Sewaktu melakukan check-in petugas konter menawarkan kepada saya apakah saya ingin duduk di window seat atau tidak, dan langsung menawarkan di kursi 14F. Saya sendiri tidak menolak karena kursi tersebut memang cenderung memiliki area yang cukup luas — dan, ada di samping jendela darurat.

Tidak ada yang istimewa pagi selain penerbangan yang lancar dalam cuaca yang cukup baik dan tepat waktu. Terima kasih, Citilink Indonesia!

Untuk perjalanan pulang dari Jakarta ke Jogjakarta, saya memutuskan untuk menggunakan maskapai AirAsia Indonesia dari Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta yang awalnya direncanakan berangkat pada pukul 14.40 WIB. Namun, sekitar pukul 13.55 (dari jadwal boarding pukul 14.00) ada pengumuman penundaaan penerbangan selama kurang lebih 15 menit.

Sekitar pukul 14:45 WIB saya sudah mulai memasuki pesawat melalui pintu bagian belakang untuk langsung menuju tempat duduk saya di nomor 27D. Pesawat Airbus A320-200 milik AirAsia Indonesia tersebut membawa saya ke Jogjakarta dalam cuaca yang sedikit mendung dan ada beberapa goncangan kecil. Namun, secara keseluruhan perjalanan lancar. Sekitar pukul 15:50 WIB pesawat mendarat dengan mulus di runway bandara Adisutjipto (JOG) dan langsung menuju tempat parkirnya di Terminal B.

Pengalaman Memanfaatkan Fitur E-Boarding Pass AirAsia Indonesia

Di akhir Agustus 2015 yang lalu, saya kembali terbang menggunakan maskapai AirAsia Indonesia untuk rute Jakarta (CGK) ke Jogjakarta (JOG). Salah satu yang berbeda adalah sudah tersedianya fitur E-Boarding Pass. Untuk penerbangan dengan AirAsia, saya hampir selalu memanfaatkan aplikasi AirAsia Mobile baik untuk melakukan pemesanan maupun check-in.

E-Boarding Pass AirAsia Indonesia

Saya teringat perjalanan sebelumnya dengan AirAsia Indonesia  dari Jogjakarta menuju Jakarta. Saat itu, seingat saya E-Boarding Pass tidak saya gunakan. Ternyata, memang layanan ini belum dapat digunakan untuk seluruh rute penerbangan domestik. Dari informasi di situs AirAsia, fasilitas E-Boarding Pass ini ternyata baru dapat digunakan untuk penerbangan domestik dari Bandara Soekarno-Hatta (CGK) sejak Mei 2015.

Bagi saya, fitur ini tentu saja sangat praktis. Walaupun fitur ini dapat digunakan hanya dalam kondisi tertentu, antara lain:

  • Baru dapat digunakan untuk penerbangan domestik dari Soekarno-Hatta. Semoga segera dapat digunakan dari bandara keberangkatan yang lainnya.
  • Hanya dapat digunakan untuk satu penumpang saja untuk setiap satu kode pemesanan.
  • Hanya digunakan jika penumpang melakukan check-in melalui aplikasi AirAsia Mobile.

Catatan Perjalanan: AirAsia QZ-7553 JOG-CGK, 7 Juli 2015

Penerbangan dengan maskapai AirAsia awal Juli lalu adalah penerbangan keempat di tahun ini. Saya terbang terakhir bersama dengan AirAsia Indonesia pada bulan Mei yang lalu dari Jakarta ke Jogjakarta.

Sekitar pukul 11.00 WIB saya sampai di Bandara Adisutjipto. Siang itu, penumpang diluar tidak begitu padat. Ketika saya masuk ke area check-in, layanan self-checkin maskapai yang dipimpin oleh Tony Fernandes ini tidak begitu ramai. Walaupun, saya tidak melakukan memanfaatkan layanan ini, karena saya sudah mencetak boarding pass saya sebelum berangkat.

Saya lanjutkan ke ruang tunggu. Sebenarnya, siang itu saya terbang dengan dua rekan saya yang lain untuk terbang ke Jakarta. Namun, karena rute dan urusan yang berbeda, jadi kedua rekan saya tersebut menggunakan maskapai lain (Citilink Indonesia QG-101) tujuan Halim Perdanakusuma.

Walaupun cukup ramai, namun masih banyak tempat duduk di ruang tunggu bandara siang itu. Saya sempat melihat jam, sekitar pukul 11.45, dan belum ada panggilan boarding untuk penerbangan saya yang dijadwalkan akan berangkat pukul 12.10 WIB.

Continue reading “Catatan Perjalanan: AirAsia QZ-7553 JOG-CGK, 7 Juli 2015”

Catatan Perjalanan: Lion Air JT-568 CGK-JOG, 28 Mei 2015

Akhir bulan Mei 2015, saya ke Jakarta — lebih tepatnya ke Tangerang — untuk urusan pekerjaan. Perjalanan dari Jogjakarta menuju Jakarta saya tempuh melalui kereta api karena alasan efisiensi juga. Keperluan saya di Jakarta mulai jam 08.00, kalaupun dengan pesawat pertama, belum tentu saya bisa menjangkau tujuan dengan tepat waktu.

Dan, saya memutuskan untuk pulang ke Jogjakarta dengan menggunakan pesawat bersama dua orang rekan saya yang sehari sebelumnya sudah berada di Jakarta. Karena mencari jadwal yang sesuai (dan aman untuk menyelesaikan pekerjaan) dan rute perjalanan menuju bandara, kami memutuskan untuk menggunakan maskapai Lion Air dari bandar udara Soekarno-Hatta.

Lion Air Boeing 737-900 ER

Lion Air nomor penerbangan JT-568 yang kami tumpangi direncanakan berangkat dari Terminal 3 pada pukul 19.00 WIB dan direncanakan mendarat pada pukul 20.10 WIB di Adisutjipto, Yogyakarta.  Proses check-in berlangsung dengan lancar tanpa kendala yang berarti. Sekitar pukul 18:15, kami bertiga sudah berada di ruang tunggu yang sore itu terlihat cukup ramai (banyak penumpang yang akhirnya duduk-duduk di lantai ruang tunggu.

Continue reading “Catatan Perjalanan: Lion Air JT-568 CGK-JOG, 28 Mei 2015”

Pengalaman pertama terbang bersama Citilink (Jakarta-Jogjakarta)

Jumat (19 April 2013) kemarin adalah kali pertama saya mendapatkan pengalaman terbang menggunakan maskapai Citilink. Walaupun sebenarnya dari sekian kali penerbangan — total dalam tiga bulan terakhir ini, sudah terbang total sekitar 14 kali — kebanyakan memang hanya Jogjakarta – Jakarta (dan beberapa kali Jakarta – Kuala Lumpur), tapi kebetulan mencoba beberapa maskapai penerbangan yang berbeda: Air Asia, Batavia Air, Lion Air, Garuda Indonesia, dan terakhir Citilink.

Citilink di Bandara Soekarno-Hatta (foto oleh Zamroni) Citilink di Bandara Soekarno-Hatta (foto oleh Zamroni)

Setelah Batavia Air berhenti beroperasi, alternatif untuk terbang (JOG-CGK dan sebaliknya) berkurang satu. Kabar baiknya, mulai 15 April 2013 yang lalu Citilink sebagaiĀ anak perusahaan PT Garuda Indonesia Tbk membuka rute baru Jakarta (CGK) – Jogjakarta (JOG) dan sebaliknya, setiap hari dengan jadwal penerbangan 16.10 dari CGK, dan 18.05 dari JOG. Jadwal yang lumayan cocok untuk terbang pulang ke Jogjakarta.

Continue reading “Pengalaman pertama terbang bersama Citilink (Jakarta-Jogjakarta)”

Cerita Perjalanan ke Malaysia (Hari Pertama)

Kalau mendengar kata Malaysia, pikiran saya seringkali langsung tertuju kepada hubungan yang terasa kurang manis antara Indonesia dengan Malaysia. Terutama ketika menyangkut pariwisata, atau budaya. Kadang merasa kesal, tapi jujur saja lebih sering merasa tidak memedulikan. Tidak akan selesai kalau harus mencari siapa yang salah atau dipersalahkan, atau siapa yang benar.

Jadi, lebih sering isu seputar hubungan yang kurang harmonis tidak terlalu menyita perhatian saya.

Awal tahun ini, saya berkesempatan untuk mendatangi Malaysia, negeri jiran sahabat Indonesia. Kedatangan saya untuk kali pertama tersebut untuk urusan pekerjaan, jadi praktis jadwal dan agenda lebih banyak terkait pekerjaan, bukan liburan. Saya hanya menghabiskan 3 hari 2 malam disana. Tidak banyak waktu mengeksplorasi negara yang memiliki 13 negara bagian, dan 3 wilayah persekutuan tersebut. Dan, ini beberapa catatan dalam perjanan saya.

Terbang menuju Kuala Lumpur

Bersama dengan 4 orang rekan kerja, saya berangkat dari Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta (CGK) dengan maskapai Air Asia pada pukul 06:25. Saya sendiri sudah tiba di lokasi sekitar pukul 05.30. Proses pemeriksaan imigrasi dan pembayaran airport tax juga cukup cepat dan lancar.

Pesawat Air Asia QZ8190 berangkat tepat waktu, tidak ada yang istimewa dalam perjalanan. Saya sendiri menghabiskan sebagian waktu dalam penerbangan untuk tidur — karena belum tidur sama sekali malamnya. Sekitar pukul 09:25 waktu Kuala Lumpur, pesawat mendarat di LCCT (Low Cost Carrier Terminal) (KUL).

Setelah sampai, saya dan rekan-rekan yang lain memutuskan untuk sarapan (atau lebih tepatnya makan siang). Pilihan jatuh ke Old Town White Coffee. Untuk pilihan menu, saya memilih Old Town Nasi Lemak dengan Ayam Goreng. Untuk minum, saya memilih segelas Teh Tarik.

Nasi Lemak with Fried Chicken
Nasi Lemak with Fried Chicken

Setelah selesai makan, akhirnya perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan taksi ke kawasan Damansara Perdana di Petaling Jaya. Saat itu, saya memang tidak terlalu mencari informasi terlebih dahulu tentang lokasinya. Perkiraan perjalanan sekitar satu jam. Tujuannya sendiri adalah ke kantor rekanan. Biaya taksi sendiri — dengan harga dari counter taksi yang ada adalah RM 84.30.

Continue reading “Cerita Perjalanan ke Malaysia (Hari Pertama)”

Cerita Perjalanan ke Karimunjawa (Bagian 1)

Akhirnya, saya berkesempatan main ke Karimunjawa. Ke sebuah kepulauan yang masuk ke daerah administratif Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Beberapa bulan yang lalu — tepatnya bulan Mei 2012 — saya memutuskan untuk pergi berlibur beberapa hari dari rutinitas pekerjaan. Kebetulan, ada ajakan untuk mengunjungi Karimunjawa bersama dengan beberapa teman. Halo Firman, Robee, Zam, Virtri dan Diah!

Keberangkatan saya dari Jogjakarta, bersama dengan Firman. Sedangkan rombongan lainnya langsung dari Jakarta. Janjian untuk bertemu juga bukan di Semarang atau Jepara sebagai tempat keberangkatan ke Karimunjawa. Saya dan Firman berkendara dengan mobil menuju Jepara, dan lainnya dari Jakarta menggunakan Air Asia. Setelah mendapatkan informasi tentang jadwal keberangkatan kapal yang akan membawa penumpang dari Jepara ke Karimunjawa, pagi hari sekitar pukul 04.00, saya bersama Firman memulai perjalanan.

Continue reading “Cerita Perjalanan ke Karimunjawa (Bagian 1)”

Menikmati Jakarta-Jogjakarta di pagi hari

Sebenarnya, bukan ini rencananya. Tapi, karena dengan “cerdasnya” saya salah pesen tiket pesawat, akhirnya saya harus mengalami pengalaman terbang dengan pesawat dari Jakarta ke Jogjakarta di jam 06.00 pagi. Ya, benar jam dimana saya kadang masih tidur, atau bahkan baru berangkat tidur.

Karena takut bangun kesiangan, akhirnya saya putuskan saja untuk tidak tidur sekalian. Padahal, hari itu lumayan banyak juga kegiatan yang harus saya lewati. Sempat terpikir untuk naik taksi dari Kemang ke Blok M untuk menuju tempat perhentian bis DAMRI, atau malah ke Stasiun Gambir. Bahkan, sempat juga malah langsung saja naik taksi ke Bandara Soekarno-Hatta. Sebelumnya, saya bertanya ke beberapa teman tentang kepastian jadwal berangkat bis DAMRI. Akhirnya saya putuskan untuk berangkat naik DAMRI dari Blok M menuju bandara.

Sekitar jam 03.00, saya akhirnya keluar dari kontrakan untuk menunggu taksi. Lima belas menit menunggu, tak ada taksi yang melintas. Saat itu hari Minggu, dan saya berasumsi kalau di jalan itu banyak taksi — karena daerah yang cukup ramai. Ternyata saya kurang beruntung. Ketika menunggu, ada bajaj yang melintas dan menawarkan untuk mengantar.

Supir bajaj: “Mau kemana? Gambir?”
Saya: “Ke Blok M saja kok, Kang” (ya, saya lebih sering pakai kata “Kang” daripada “Bang”)
Supir bajaj: “Ayolah…”
Saya: “Berapa nih?”
Supir bajaj: “Biasalah, dua puluh ribu…”
Saya: “Ah, lima belas…”
Supir bajaj: “Tujuh belas deh… buat penglaris…”
Saya: “Ayo deh…” (pada akhirnya sih saya kasih Rp 25.000,– untuk ongkos dan pengalamannya)

Continue reading “Menikmati Jakarta-Jogjakarta di pagi hari”