Penerbangan dengan maskapai AirAsia awal Juli lalu adalah penerbangan keempat di tahun ini. Saya terbang terakhir bersama dengan AirAsia Indonesia pada bulan Mei yang lalu dari Jakarta ke Jogjakarta.

Sekitar pukul 11.00 WIB saya sampai di Bandara Adisutjipto. Siang itu, penumpang diluar tidak begitu padat. Ketika saya masuk ke area check-in, layanan self-checkin maskapai yang dipimpin oleh Tony Fernandes ini tidak begitu ramai. Walaupun, saya tidak melakukan memanfaatkan layanan ini, karena saya sudah mencetak boarding pass saya sebelum berangkat.

Saya lanjutkan ke ruang tunggu. Sebenarnya, siang itu saya terbang dengan dua rekan saya yang lain untuk terbang ke Jakarta. Namun, karena rute dan urusan yang berbeda, jadi kedua rekan saya tersebut menggunakan maskapai lain (Citilink Indonesia QG-101) tujuan Halim Perdanakusuma.

Walaupun cukup ramai, namun masih banyak tempat duduk di ruang tunggu bandara siang itu. Saya sempat melihat jam, sekitar pukul 11.45, dan belum ada panggilan boarding untuk penerbangan saya yang dijadwalkan akan berangkat pukul 12.10 WIB.

Akhirnya, sekitar pukul 12.30 WIB, ada panggilan boarding ke pesawat melalui Gate 3. Waktu boarding tertunda hampir satu jam dari jadwal (yang tercetak pada boarding pass).

Karena tempat duduk saya yang berada di bagian belakang — tepatnya di baris 29 — maka saya memilih untuk tidak terlalu terburu-buru untuk mengantri ataupun menaiki pesawat. Apalagi, posisi pesawat juga tidak terlalu jauh dari boarding gate.

Ketika menunggu keberangkatan, ada informasi dari kapten penerbangan tentang adanya keterlambatan jadwal yang disebabkan adanya aktivitas militer di Adisutjipto. Walaupun jarang, namun karena kondisi bandara yang hanya memiliki satu landasan ditambah dengan cukup banyaknya penerbangan, hal tersebut menjadi salah satu faktor utama keterlambatan (baik untuk take-off maupun landing).

Baca juga:  AirAsia X cleared for US flights
AirAsia QZ-7553 JOG-HLP 7 Juli 2015

Sekitar pukul 13.05 WIB (hampir satu jam terlambat dari jadwal) akhirnya pesawat terbang meninggalkan landasan menuju ke Jakarta. Penerbangan sendiri berlangsung dengan cukup lancar dengan cuaca yang cukup baik.

Pukul 13.55, pesawat akhirnya mendarat di Terminal 3, Bandara Soekarno-Hatta. Setelah turun, saya langsung menuju ke bis yang mengantarkan penumpang siang itu menuju ke terminal kedatangan. Kebetulan, saya langsung bisa naik ke bis pertama.

Data penerbangan AirAsia QZ-7553 tanggal 7 Juli 2015 dari situs Flightradar24.
Data penerbangan AirAsia QZ-7553 tanggal 7 Juli 2015 dari situs Flightradar24.

Catatan: Tulisan diatas adalah tulisan pribadi berdasarkan pengalaman terbang pada tanggal yang tertulis. Data jalur penerbangan merujuk pada situs Flightradar24. Koleksi foto adalah koleksi pribadi yang diambil selama perjalanan.

One reply on “Catatan Perjalanan: AirAsia QZ-7553 JOG-CGK, 7 Juli 2015”