Catatan Perjalanan: Citilink QG-108 HLP-JOG, 17 Januari 2018

Penerbangan ke Jogjakarta dari Halim Perdanakusuma pada pertengahan Januari 2018 dengan maskapai Citilink Indonesia QG-108 kali ini berjalan dengan sangat lancar. Tidak ada keterlambatan, bahkan waktu kedatangan di Bandara Adisutjipto, Jogjakarta sedikit lebih cepat dari jadwal.

Sore itu, Halim Perdanakusuma sebenarnya dilanda hujan. Sempat khawatir apakah cuaca ini akan mengganggu penerbangan atau tidak. Karena tiba di bandara cukup awal, sekitar pukul 15.00 WIB sedangkan penerbangan saya dijadwalkan pukul 19:30 WIB, jadi sejenak menghabiskan waktu sebelum bisa check-in.

Berbeda dengan pertengahan Desember tahun lalu, kali ini konter untuk melakukan check-in secara mandiri yang berada di area keberangkatan beroperasi secara penuh. Apalagi, kebetulan saya juga tidak harus membawa barang dalam bagasi.

Continue reading “Catatan Perjalanan: Citilink QG-108 HLP-JOG, 17 Januari 2018”

Catatan Perjalanan: Batik Air ID-6375 JOG-CGK, 15 Januari 2018

Penerbangan ke Jakarta beberapa hari yang lalu berjalan dengan lancar. Walaupun, pesawat Batik Air ID-6375 yang saya tumpangi dari Adisutjipto (JOG) sempat mengalami keterlambatan sekitar 20 menit dari jadwal pukul 17:45 WIB.

Sekitar 30 menit sebelum jadwal boarding, ada pengumuman keterlambatan. Tak lama berselang, ada pengumuman lanjutan bahwa penumpang diminta untuk menuju area gate untuk menikmati makanan.

Saya sempat berpikir, kalau cuma terlambat sebentar saja (bahkan tidak sampai satu jam), kok ada makanan? Jangan-jangan karena ada penambahan waktu delay.

Ternyata, tidak ada pengumuman terkait delay. Tak lama kemudian, terdengar panggilan untuk melakukan boarding.

Oppie Andaresta

Ketika berjalan menuju pesawat dan mengambil foto, saya tidak terlalu memerhatikan bahwa ada Oppie Andaresta. Ya, saya tumbuh di era lagu-lagu seperti Cuma Khayalan, Hanya Kau Yang Bisa, dan juga Inget-Inget Pesan Mama. Saya sedikit mengenali justru ketika baru mau masuk pesawat.

Continue reading “Catatan Perjalanan: Batik Air ID-6375 JOG-CGK, 15 Januari 2018”

Catatan Perjalanan: Batik Air ID-7533 HLP-JOG, 13 Desember 2017

Perjalanan menggunakan maskapai Batik Air nomor penerbangan ID-7533 dari Halim Perdanakusuma menuju Jogjakarta pada pertengahan Desember 2017 yang lalu berjalan dengan lancar dan tepat waktu.

Ketika tiba di bandara Halim Perdanakusuma, seperti biasa saya langsung melakukan check-in — dan, kalau memang akan melanjutkan untuk sekadar makan siang atau minum kopi saya bisa lakukan setelah check-in.

Dalam penerbangan sebelumnya, saya sempat memanfaatkan layanan check-in mandiri yang ada di dekat pintu masuk. Saat itu, semua berjalan dengan lancar. Tapi, tidak siang itu.

“Ah, sepi sekali!”, begitu pikir saya. Jadi, tidak perlu antri. Namun, ketika saya coba ternyata saat itu sepertinya tidak semua mesin menyala. Tak mengapa, satu saja sebenarnya juga sudah cukup. Saya langsung saja masukkan kode pemesanan saya untuk mendapatkan boarding pass.

Gagal. Kode booking saya tidak dikenali. Saya coba ke mesin yang lain — padahal sebenarnya kalau satu gagal, besar kemungkinan yang lain juga gagal. Sama saja, gagal. Jadi, sepinya tempat check-in mandiri ini memang sangat masuk akal.

Tanpa membuang waktu, saya langsung saja melakukan check-in seperti biasa. Beruntung tak perlu waktu lama untuk melakukan check-in. Selanjutnya saya memilih untuk langsung saja masuk ke ruang tunggu. Tampak cukup banyak kursi tunggu yang terisi, walaupun tidak bisa dikatakan penuh juga.

Saat panggilan untuk boarding diumumkan, saya agak kaget karena waktunya masih cukup lama. Mungkin, pesawat saat itu berada agak jauh sehingga dibutuhkan waktu yang sedikit lama untuk menuju ke pesawat. Karena lebih cepat berarti waktu boarding tidak terlalu terburu-buru, jadi kenapa tidak?

Continue reading “Catatan Perjalanan: Batik Air ID-7533 HLP-JOG, 13 Desember 2017”

Transportasi (Tiket dan Rute) Bis Damri di Bandara Adisutjipto Jogjakarta

Jika bepergian menggunakan jasa layanan transportasi udara, salah satu moda transportasi yang dapat digunakan adalah bis Damri. Cukup sering saya menggunakan jasa layanan ini ketika saya berada di Jakarta, baik pada saat meninggalkan atau menuju ke bandara Soekarno-Hatta. Salah satu alasannya adalah cukup banyak rute yang ditawarkan, dan juga dari sisi harga juga termasuk lebih murah jika dibandingkan dengan taksi.

Lalu bagaimana dengan Bis Damri di bandara Adisutjipto Jogjakarta? Bis Damri bisa menjadi salah satu alternatif, tentu saja jika rute yang dilalui sesuai dengan jadwal/rute perjalanan.

Lokasi Kios Pemesanan Tiket Bis Damri Bandara Adisutjipto

Jika Anda baru saja mendarat dan keluar melalui pintu kedatangan di Adisutjipto, bisanya Anda akan disambut oleh beberapa orang yang menawarkan jasa angkutan taksi. Lokasi pemesanan berada tidak jauh dari pintu keluar. Setelah keluar dari pintu kedatangan, cukup berjalan sekitar 20-25 meter saja dan Anda akan menemukan kios penjualan tiket di sebelah kiri.

Kios Informasi Damri

Rute dan Harga Tiket Bis Damri Bandara Adisutjipto

Rute yang ditawarkan oleh armada Damri dari/ke Adisutjipto cukup beragam. Berikut daftar harga tiket dan rute perjalanan bis Damri dari/ke Bandara Adisutjipto Jogjakarta. Harga adalah untuk satu kali/arah rute perjalanan. Harga dibawah ini adalah berdasarkan informasi pada bulan Juli 2015.

Continue reading “Transportasi (Tiket dan Rute) Bis Damri di Bandara Adisutjipto Jogjakarta”

Catatan Perjalanan: AirAsia QZ-7553 JOG-CGK, 7 Juli 2015

Penerbangan dengan maskapai AirAsia awal Juli lalu adalah penerbangan keempat di tahun ini. Saya terbang terakhir bersama dengan AirAsia Indonesia pada bulan Mei yang lalu dari Jakarta ke Jogjakarta.

Sekitar pukul 11.00 WIB saya sampai di Bandara Adisutjipto. Siang itu, penumpang diluar tidak begitu padat. Ketika saya masuk ke area check-in, layanan self-checkin maskapai yang dipimpin oleh Tony Fernandes ini tidak begitu ramai. Walaupun, saya tidak melakukan memanfaatkan layanan ini, karena saya sudah mencetak boarding pass saya sebelum berangkat.

Saya lanjutkan ke ruang tunggu. Sebenarnya, siang itu saya terbang dengan dua rekan saya yang lain untuk terbang ke Jakarta. Namun, karena rute dan urusan yang berbeda, jadi kedua rekan saya tersebut menggunakan maskapai lain (Citilink Indonesia QG-101) tujuan Halim Perdanakusuma.

Walaupun cukup ramai, namun masih banyak tempat duduk di ruang tunggu bandara siang itu. Saya sempat melihat jam, sekitar pukul 11.45, dan belum ada panggilan boarding untuk penerbangan saya yang dijadwalkan akan berangkat pukul 12.10 WIB.

Continue reading “Catatan Perjalanan: AirAsia QZ-7553 JOG-CGK, 7 Juli 2015”

Catatan Perjalanan: Citilink Indonesia QG-103 JOG-HLP, 25 Juni 2015

Perjalanan di akhir Juni 2015 dari Jogjakarta melalui Bandara Adisutjipto ke Jakarta dengan menggunakan maskapai Citilink Indonesia QG-103 tujuan Halim Perdanakusuma untuk urusan pekerjaan. Pagi itu, ketika saya sampai di bandara bersama dengan beberapa rekan kerja, dari luar tidak begitu ramai. Di area konter check-in sebenarnya tidak begitu ramai, kecuali konter Citilink.

Pagi itu, ketiga rekan saya melakukan check-in melalui mesin self-checkin yang sedang beroperasi. Saya melakukan check-in langsung karena kebetulan pagi itu ada tas yang harus saya masukkan ke bagasi. Antrian cukup panjang, dan seluruh penumpang hanya dilayani oleh satu petugas — padahal kalau tidak salah, total ada dua konter yang sepertinya bisa beroperasi.

Setelah mendapatkan boarding pass saya dan rekan-rekan seperjalanan langsung menuju ke ruang tunggu. Hanya beberapa menit sejak sampai di ruang tunggu, panggilan untuk boarding diumumkan sekitar pukul 05.36 WIB untuk jadwal penerbangan 06.00 WIB. Penumpang pagi itu boarding melalui Gate 1.

Keluar dari Gate 1, saya berjalan ke arah kanan untuk menuju ke pesawat. Pagi itu, matahari sudah mulai kelihatan. Di kejauhan, terlihat samar-samar Gunung Merapi. Tak perlu waktu lama untuk saya masuk ke dalam pesawat. Saya masuk melalui pintu belakang dan langsung menuju ke tempat duduk saya. Ketiga rekan saya duduk di baris 23.

Continue reading “Catatan Perjalanan: Citilink Indonesia QG-103 JOG-HLP, 25 Juni 2015”

Catatan Perjalanan: Batik Air ID-6366 CGK-JOG, 7 Juni 2015

Perjalanan pulang ke Jogjakarta saya setelah beberapa hari urusan pekerjaan di Jakarta saya tempuh dengan Batik Air, maskapai yang sama dengan yang membawa saya ke Jakarta beberapa hari sebelumnya. Armada taksi Uber yang membawa saya ke Terminal keberangkatan 1C Bandara Soekarno-Hatta sampai sekitar pukul 16.00 WIB. Saya langsung melakukan check-in di konter yang Minggu sore itu terlihat tidak begitu ramai. Proses check-in berjalan dengan cepat dan lancar. Dari informasi di boarding pass, waktu boarding direncanakan pukul 17:50 WIB untuk jadwal penerbangan 18:20 WIB.

Sesampainya di Gate C7, saya menghabiskan waktu menunggu. Tidak terlalu ramai saat itu, tidak banyak kursi tunggu yang tidak terisi. Pukul 17:55, panggilan untuk boarding diumumkan. Dengan berjalan kaki menuju ke pesawat, saya langsung masuk melalui pintu bagian depan untuk menuju ke tempat duduk saya di nomor 5F.

Sekitar pukul 19:25, pesawat mendarat di Bandara Adisutjipto dalam kondisi cuaca yang cukup baik dan dengan waktu sesuai jadwal.

Secara keseluruhan, dua kali perjalanan yang saya tempuh bersama maskapai Batik Air minggu tersebut berjalan dengan baik. Penerbangan tepat waktu, dan layanan yang cukup baik.

Catatan: Tulisan diatas adalah tulisan pribadi berdasarkan pengalaman terbang pada tanggal yang tertulis. Koleksi foto adalah koleksi pribadi yang diambil selama perjalanan.

Catatan Perjalanan: Batik Air ID-6361 JOG-CGK, 4 Juni 2015

Awal Juni, untuk sebuah keperluan di Jakarta, saya melakukan perjalanan ke Jakarta. Penerbangan yang saya pilih adalah Batik Air dengan nomor penerbangan ID-6361 yang berangkat dari bandara Adisutjipto pada pukul 07.40 WIB.

Screen Shot 2015-06-10 at 2.10.37 AM

Suasana Adisutjipto di hari pagi itu cukup padat ketika saya tiba sekitar pukul 06.35 WIB. Segera saya lakukan check-in di konter yang ada. Antrian cukup panjang, namun proses check-in berlangsung cukup lancar. Saya langsung masuk ke ruang tunggu yang pagi itu juga terlihat cukup ramai. Satu demi satu panggilan untuk boarding diumumkan. Akhirnya, sekitar pukul 07.05 WIB panggilan boarding untuk penerbangan saya diumumkan.

Saya masuk melalui pintu pesawat bagian belakang, untuk langsung menuju ke tempat duduk saya di nomor 17E. Seluruh proses sampai saya duduk berjalan dengan lancar. Saya lihat melalui jendela, pagi itu cuaca cerah. Suasana yang menyenangkan untuk memulai hari.

Continue reading “Catatan Perjalanan: Batik Air ID-6361 JOG-CGK, 4 Juni 2015”

Catatan Perjalanan: Lion Air JT-568 CGK-JOG, 28 Mei 2015

Akhir bulan Mei 2015, saya ke Jakarta — lebih tepatnya ke Tangerang — untuk urusan pekerjaan. Perjalanan dari Jogjakarta menuju Jakarta saya tempuh melalui kereta api karena alasan efisiensi juga. Keperluan saya di Jakarta mulai jam 08.00, kalaupun dengan pesawat pertama, belum tentu saya bisa menjangkau tujuan dengan tepat waktu.

Dan, saya memutuskan untuk pulang ke Jogjakarta dengan menggunakan pesawat bersama dua orang rekan saya yang sehari sebelumnya sudah berada di Jakarta. Karena mencari jadwal yang sesuai (dan aman untuk menyelesaikan pekerjaan) dan rute perjalanan menuju bandara, kami memutuskan untuk menggunakan maskapai Lion Air dari bandar udara Soekarno-Hatta.

Lion Air Boeing 737-900 ER

Lion Air nomor penerbangan JT-568 yang kami tumpangi direncanakan berangkat dari Terminal 3 pada pukul 19.00 WIB dan direncanakan mendarat pada pukul 20.10 WIB di Adisutjipto, Yogyakarta.  Proses check-in berlangsung dengan lancar tanpa kendala yang berarti. Sekitar pukul 18:15, kami bertiga sudah berada di ruang tunggu yang sore itu terlihat cukup ramai (banyak penumpang yang akhirnya duduk-duduk di lantai ruang tunggu.

Continue reading “Catatan Perjalanan: Lion Air JT-568 CGK-JOG, 28 Mei 2015”

Catatan perjalanan: Citilink Indonesia JOG-HLP-JOG, 15-16 April 2015

JOG-HLP QG-103, 15 April 2015, pukul 05.55-07.00 WIB

Sengaja memilih penerbangan pertama karena ada keperluan untuk menghadiri meeting di Jakarta yang direncanakan pukul 10.00 WIB. Pagi itu, cuaca cukup baik dengan kondisi bandara yang tidak terlalu ramai.

16991157747_edf5b1355c_b

Fasilitas self-checkin Citilink Indonesia saat itu tidak berfungsi. Apakah kondisinya masih sama seperti waktu saya temui awal tahun 2015 ini?

Karena kondisi self-checkin yang tidak berfungsi, akhirnya melakukan check-in langsung melalui check-in counter. Saat mengantri, hanya ada 4 orang penumpang sebelumnya. Proses check-in berlangsung cepat, karena tidak menggunakan bagasi juga.

qg-19274197212-123

Sekitar pukul 05.25 melakukan boarding. Sekitar pukul 06.05, pesawat sudah berada di landas pacu untuk takeoff. Perjalanan berlangsung dengan lancar dalam kondisi cuaca yang cukup baik. Sekitar pukul 07.00 WIB, pesawat mendarat di bandara Halim Perdanakusum dalam kondisi cuaca yang cukup baik pula.

Continue reading “Catatan perjalanan: Citilink Indonesia JOG-HLP-JOG, 15-16 April 2015”

Layanan self-checkin Citilink Indonesia

Citilink Indonesia adalah salah satu maskapai pilihan saya, baik dari sisi layanan dan terutama karena rute perjalanan yang menjadikan Citilink sebagai pilihan maskapai saya. Secara umum, saya memiliki pengalaman terbang yang menyenangkan.

Dan, diawal tahun 2015 ini, kebetulan maskapai yang saya gunakan pertama kali adalah Citilink QG 100 dari Halim Perdanakusuma ke Adisutjipto Jogjakarta pada tanggal 11 Januari 2015.

Citilink Indonesia QG 100 HLP-JOG
Citilink Indonesia QG 100 HLP-JOG, 11 Januari 2015.

Salah satu layanan yang sering saya manfaatkan adalah self-checkin. Sepanjang perjalanan — karena kebanyakan untuk urusan pekerjaan, bukan liburan — saya hampir tidak pernah memanfaatkan layanan bagasi gratis seberat 15 kg yang ditawarkan. Dan, kebetulan Citilink memiliki layanan self-checkin di bandara. Walaupun, kadang ini tanpa masalah.

Beberapa maskapai penerbangan juga memiliki layanan ini. Saya sendiri merasa cukup terbantu, karena bisa menghindari/menghemat antri waktu check-in.

QG100-18294812481

Masukkan kode pemesanan, dan nama belakang penumpang. Layar akan memberikan informasi/konfirmasi apakah benar atau tidak. Langkah selanjutnya hanya tinggal mencetak boarding pass. Selesai.

QG100-182581205812QG100-1839581212431

Namun, saya pernah juga mendapati bahwa layanan counter self-checkin ini kadang tidak berfungsi. Yang artinya, proses check-in harus dilakukan langsung di counter petugas check-in. Kegagalan untuk tidak melakukan self-checkin yang pernah saya temui dalam kondisi berikut:

  • Ada tertulis dilayar bahwa layanan tidak dapat digunakan
  • Counter tidak dapat mencetak tiket

Untuk masalah yang kedua, proses sudah sampai pada kondisi halaman konfirmasi. Langkah terakhir yang perlu saya lakukan tinggal mencetak boarding pass. Saya tunggu beberapa saat, tetap tidak tercetak. Bahkan, saya sempat menunggu sekitar sepuluh menit.

Saya putuskan untuk langsung menuju ke petugas, dan ternyata dikonfirmasi bahwa proses check-in saya belum berhasil secara sistem. Untunglah saat itu antrian tidak terlalu panjang, dan saya masih memiliki cukup banyak waktu sebelum boarding.

Oh ya, walaupun layanan ini sangat membantu, saya kadang masih melihat banyak penumpang yang kurang memanfaatkan fasilitas ini.

Pengalaman terbang dengan Citilink Indonesia

Salah satu rutinitas yang saya lakukan terkait dengan pekerjaan adalah bepergian dengan menggunakan moda transportasi udara, walaupun memang rute yang paling sering adalah hanya rute pendek yaitu Jogjakarta ke Jakarta (dan sebaliknya).

Sewaktu saya melihat arsip salah satu transaksi pengeluaran, saya menyadari bahwa dari 6 (enam) kali saya melakukan penerbangan selama dua bulan terakhir, saya menggunakan layanan maskapai Citilink Indonesia. Dari penerbangan tersebut, total saya membeli untuk 10 (sepuluh) penumpang termasuk saya sendiri selain rekan-rekan kantor. Mengapa Citilink Indonesia?

Citilink_1294812481

Rute, jadwal terbang, dan rutinitas

Alasan yang paling utama adalah terkait dengan aktivitas saya. Ketika berkunjung ke Jakarta, dalam periode tersebut saya banyak menuju ke area Jakarta Selatan. Pesawat Citilink Indonesia yang mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma (HLP) di Jakarta Timur tentu sebuah keuntungan tersendiri bagi saya. Jarak yang lebih dekat (dari tujuan) otomatis sedikit mengurangi waktu perjalanan ke tujuan, disamping juga biaya transportasi (taksi).

Continue reading “Pengalaman terbang dengan Citilink Indonesia”