Catatan Perjalanan: Batik Air ID-6375 JOG-CGK, 15 Januari 2018

Penerbangan ke Jakarta beberapa hari yang lalu berjalan dengan lancar. Walaupun, pesawat Batik Air ID-6375 yang saya tumpangi dari Adisutjipto (JOG) sempat mengalami keterlambatan sekitar 20 menit dari jadwal pukul 17:45 WIB.

Sekitar 30 menit sebelum jadwal boarding, ada pengumuman keterlambatan. Tak lama berselang, ada pengumuman lanjutan bahwa penumpang diminta untuk menuju area gate untuk menikmati makanan.

Saya sempat berpikir, kalau cuma terlambat sebentar saja (bahkan tidak sampai satu jam), kok ada makanan? Jangan-jangan karena ada penambahan waktu delay.

Ternyata, tidak ada pengumuman terkait delay. Tak lama kemudian, terdengar panggilan untuk melakukan boarding.

Oppie Andaresta

Ketika berjalan menuju pesawat dan mengambil foto, saya tidak terlalu memerhatikan bahwa ada Oppie Andaresta. Ya, saya tumbuh di era lagu-lagu seperti Cuma Khayalan, Hanya Kau Yang Bisa, dan juga Inget-Inget Pesan Mama. Saya sedikit mengenali justru ketika baru mau masuk pesawat.

Ketika sudah berada dalam pesawat, ternyata justru saya duduk persis disampingnya di baris 23. Saya mendapat kursi D, dia dan putranya di kursi E dan F.

Sempat terpikir untuk sekadar menyapa atau bahkan meminta untuk berfoto bersama. Tapi, saya coba tunggu dulu momen yang paling tepat, paling tidak disaat suasana sedang tenang.

Namun niat saya akhirnya saya batalkan. Tak perlu waktu lama untuk saya dapat melihat momen ibu-dan-anak. Saya memilih untuk tetap duduk, menikmati perjalanan sambil sesekali membuka iPad saya untuk membaca daripada mengganggu ibu dan anak yang sedang menikmati intimate time dengan main game, ngobrol, dan bahkan bercanda sambil rebutan Cheetos.

Mendarat

Walaupun terbang dalam cuaca yang tidak selalu cerah, namun secara umum goncangan-goncangan kecil sepanjang perjalanan tidak terlalu mengganggu. Pesawat sendiri akhirnya mendarat dengan selamat di Bandara Udara Soekarno-Hatta sekitar 30 menit dari jadwal semula.

Baca juga:  LuLu