Pengalaman Berpindah dari XL Prioritas (Pascabayar) ke XL Prabayar. Sedikit ribet!

Sekitar pertengahan November lalu, akhirnya saya memigrasikan dua nomor XL Prioritas saya ke nomor prabayar. Alasannya, pertama saya sudah tidak terikat harus pascabayar karena paket yang saya pakai tersebut awalnya karena saya membeli ponsel dengan cara bundling. Sedangkan sekarang sudah lunas.

Kedua, karena saya merasakan paket yang saya pakai terlalu besar kuotanya. Salah satu nomor yang dipakai istri saya pemakaian data internet mungkin sebulan tidak sampai 2 GB. Padahal, paket XL Prioritas yang dipakai adalah Prio Platinum (kuota 30 GB). Saya sendiri terakhir masih menggunakan paket Prio Gold dan memang tidak ada keluhan mengenai layanan.

Dari pascabayar ke prabayar tanpa pengembalian dana? Mudah!

Nomor istri saya kebetulan tidak memiliki dana cadangan sebagai batas kredit. Jadi, prosesnya cukup sederhana. Permintaan untuk berpindah ke prabayar langsung diproses. Kartu SIM juga tidak perlu diganti. Yang penting, seluruh tagihan dibayar lunas saja.

Untuk tagihan, saya langsung bayar ditempat dengan menggunakan kartu debit. Jumlah total tagihannya? Dua bulan paket Prioritas Platinum.

Dari pascabayar ke prabayar dengan pengembalian dana? Sedikit ribet!

Saya mengira proses untuk nomor saya juga mudah dan bisa saat itu diselesaikan. Ternyata tidak. Selain bahwa tagihan harus lunas, ternyata kalau ada sisa saldo atau batas kredit yang perlu dikembalikan, saya harus membawa buku tabungan. Ya, membawa buku tabungan.

Sekali lagi: membawa buku tabungan karena dana saldo/batas kredit XL Prioritas akan ditransfer melalui rekening bank!

Agak menyebalkan dan merepotkan sebenarnya. Jadi, urusan ini jadi tertunda. Saya harus kembali lagi lain hari, dengan membawa buku tabungan sesuai dengan nomor rekening yang ingin saya gunakan untuk pengembalian dana.

Kalau awalnya semua tunai atau transfer, kenapa pengembalian dana harus melalui transfer bank dengan membawa buku tabungan? Kenapa nomor rekening — yang nama pemilik rekening bisa dicocokkan dengan nama di Kartu Tanda Penduduk — saja tidak cukup?

Intinya, aturan mengenai pengembalian dana ke rekening tabungan dengan menyertakan salinan buku tabungan tidak bisa ditawar. Tidak menyenangkan!

Jadilah saya pulang, dan menunda proses migrasi nomor saya. Ya, karena kalau pulang ke rumah hanya untuk mengambil buku tabungan terlalu membuang waktu.

Di lain kesempatan, akhirnya saya kembali untuk menyelesaikan urusan ini. Saya sudah terlalu malas untuk berbasa-basi. Saya hanya ingin urusan saya selesai. Setelah tiba giliran saya, saya langsung sampaikan lagi maksud kedatangan saya secara cepat, dan saya sodorkan buku tabungan saya. Karena saya juga tidak ada kepastian bagian mana yang akan di fotokopi, jadi bagian yang menunjukkan mutasi transaksi saya steples. Kan tidak ada jaminan juga bahwa hanya bagian depan yang ada nomor rekeningnya yang akan dilihat. Apalagi proses fotokopi juga tidak dilakukan di depan saya.

Dana tidak langsung masuk ke rekening saat itu juga. Saya lupa, kalau tidak salah bisa sampai sekitar empat belas hari kerja. Informasi ini saya iyakan saja.

Proses selesai. Dan sama saja, saya tidak perlu melakukan penggantian kartu SIM. Jadi tidak ada biaya lainnya. Kalau ada yang bilang bahwa kualitas jaringan XL Prioritas lebih baik dari yang prabayar, mungkin ada benarnya. Saya mengalami sedikit perbedaan kecepatan. Tapi, mungkin ini hanya perasaan saya saja. Yang pasti kecepatan masih bisa saya terima.

Kalau nanti ingin pindah ke paskabayar, ya tinggal pindah lagi. Atau, ganti ke paket prabayar dari Telkomsel karena saya kebetulan juga punya nomor Telkomsel.