Tags
, , ,

Menjajal Kurumi KV 01 Anti Dust Mites UV Vacuum Cleaner (September 2020)

Catatan:

Tulisan ini bukan tulisan bersponsor. Saya tidak mendapatkan imbalan ataupun memiliki kerjasama dengan produsen penghisap debu merek Kurumi ini. Semua yang saya tulis merupakan pendapat pribadi, hasil/pengalaman berbeda dalam menggunakan produk ini tentu sangat mungkin terjadi.


Karena ada di rumah terus selama pandemi, secara otomatis justru makin melihat barang-barang di rumah setiap hari dengan sedikit lebih detil dari biasanya.Dan, beberapa barang yang awalnya jarang terpakai, akhirnya jadi harus dimanfaatkan kembali. Misalnya karpet.

Sumber Debu

Di perumahan tempat saya tinggal, sebenarnya dalam kondisi “normal” lingkungan bisa dikatakan bersih, nyaman. Kendaraan hanya kendaraan pribadi saja, debu pasti ada misal dari jalanan depan rumah yang pakai konblok.

Musim kemarau ini otomatis debu memang jadi cenderung lebih banyak. Dan juga, beberapa rumah di lingkungan perumahan — yang lokasinya sangat dekat dengan rumah saya — sedang banyak aktivitas renovasi. Jadi, selain urusan suara mesin potong, ataupun ketokan palu, debu otomatis jauh lebih banyak.

Apalagi, kalau sudah sampai tahap memotong keramik. Bahkan, saat ini tetangga belakang persis, sedang merenovasi rumah, dan memotong keramik sudah beberapa hari belum selesai. Jadilah, bagian belakang sebisa mungkin ditutup rapat. Tapi, debu potongan keramik kan benar-benar halus ya.

Terbang, mendarat di lantai, kena kaki, masuk rumah… Duh!

Menjajal Kurumi KV 01

Sebenarnya ada vacuum cleaner di rumah, namun model sangat lama, dan sepertinya sudah waktunya dipensiunkan. Oh. ya, proses akhirnya menjajal ini termasuk tidak sengaja. Ketika istri sedang lihat-lihat untuk menyewa permainan untuk anak di rumah, ternyata tempat persewaan tersebut juga menyewakan Kurumi seri KV 01 ini.

Singkatnya, akhirnya kami coba sewa beberapa hari. Tidak ada ekspektasi yang berlebihan, namun daya sedot yang kuat, ada fitur antibacterial UV Light sudah cukup dijadikan alasan.

Kurumi KV 01 yang kami sewa tersedia dalam varian warna merah. Kali pertama datang dan saya buka dari kardus lalu saya pegang, kesan pertama yang saya rasakan adalah alatnya ternyata cukup berat. Dan, ini dioperasikan langsung dengan dipegang tangan, tanpa alat bantu lainnya.

Ada beberapa barang di rumah kami yang memang diprioritaskan untuk dibersihkan mumpung ada alat ini diantaranya sofa utama ruang tamu beserta dengan bantal-bantalnya, sofa bed, kasur tempat tidur, dan karpet. Dimana semuanya adalah barang-barang yang hampir setiap hari digunakan atau bersentuhan.

Karena debu dan partikel kecil memang sangat sulit untuk terlihat, jadilah baru terlihat seberapa kotor barang-barang yang di rumah.

Tags

Tanaman Hidroponik Agak Kurang Cahaya

Sudah beberapa minggu saya memutuskan untuk memcoba membuat instalasi penanaman sendiri di rumah dengan menggunakan pipa pralon. Ukuran yang saya gunakan adalah 3 inchi, dengan netpot berukuran 7cm. Sepertinya ini kombinasi yang cukup pas. Ya, namanya juga eksperimen, jadi masih ada beberapa hal yang bisa diperbaiki. Secara umum sih, untuk pasokan nutrisi AB Mix sudah cukup terdistribusi dengan baik melalui pompa air yang digunakan.

Mengenai lokasi, instalasi ini saya letakkan di halaman belakang, karena lahan memang cukup terbatas. Area memang terkena sinar matahari secara langsung, namun tidak seharian. Mungkin sekitar 2-3 jam saja. Kurang ideal sebenarnya, tapi walaupun tidak terkena sinar matahari langsung, cahaya matahari sih masih bisa terserap.

Hasilnya? Tanaman kangkung yang paling kelihatan efeknya. Walapun terlihat segar, tapi tidak kelihatan cukup gemuk dan berkembang daunnya. Jadi, mungkin khusus untuk kangkung akan saya kembalikan ke sistem wick saja sehingga bisa diletakkan di area yang mendapatkan lebih banyak sinar matahari.

Tags

Prioritas Pemberian Vaksin COVID-19

Walaupun penanganan juga masih terus diusahakan dan hasilnya juga kok ya sepertinya belum terlalu mengesankan, namun pernyataan tersebut perlu dicatat. Apakah nanti ada pihak-pihak yang sebenarnya mampu atau bisa dalam kondisi tidak mendesak namun memaksakan diri untuk mendapatkan vaksin dengan lebih cepat? Ya, kita lihat saja nanti.

Tags
,

Gusti Kanjeng Ratu Hayu: Being a Modern Royal Javanese Princess

Princess Hayu grew up in a Royal Family which never told her to conform to society’s perception of how a royal princess should be. Therefore, she went her own way and became an IT specialist. She believes that despite the existing patriarchal culture, women are capable of defying stereotypes and build their paths to success.

Tags

Wawancara Najwa Shihab dengan Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto

Mungkin, ini adalah “wawancara terbaik” dari Najwa Shihab terkait dengan pandemi di Indonesia. Walaupun ada banyak sekali pertanyaan yang sangat ingin diketahui oleh masyarakat — kalau tidak boleh dibilang bahwa informasi tersebut seharusnya memang diberikan tanpa perlu diminta oleh masyarakat — tapi pertanyaan yang diajukan sepertinya masuk dalam pertanyaan yang paling ingin diketahui jawabannya.

Sedih melihatnya…

Tags
, , , , ,

Nonton Disney+ Hotstar Langsung di TV Pakai Chromecast (Android dan iPadOS)

Karena Disney+ Hostar tidak dapat dinikmati langsung melalui Chromecast di ponsel atau tablet di awal September lalu, saya jadi cukup jarang menontonnya. Ya, tidak praktis saja, masa hanya untuk menonton di TV saya harus membuka Disney+ Hostar di laptop, lalu meng-Cast.

Sekarang, sudah bisa!

Saya tidak tahu kapan persisnya fitur ini tersedia baik di Android ataupun di iPadOS. Pengaturan aplikasi di ponsel dan iPad saya memang saya atur supaya auto-update.

Disney+ Hotstar, Android, iPadOS dan Chromecast

Ikon Chromecast sudah terlihat, jadi tinggal ketuk saja dan pilih piranti mana yang akan memutar. Dalam gambar dibawah, ada tulisan “TV YouTube”, ini karena piranti TV saya saya beri nama… TV, dan saat saya buat tangkapan layar sedang memutar YouTube.

Kalau saya “Cast”, otomatis YouTube di TV akan terhenti dan digantikan dengan apa yang sedang saya putar di aplikasi Disney+ Hotstar.

Untuk di iPad, juga sudah terlihat bahwa bisa diputar di TV melalui Chromecast. Untuk iOS, saya rasa juga akan sama.

Tags
, ,

WP-CLI Error: PHP Deprecated: implode(): Passing glue string after array is deprecated.

I use WP-CLI to maintain my WordPress sites. It’s simple, it handy, and it works without any issues.

For example, I can updates all my plugins and themes (if updates are available) by executing wp theme update --all and wp plugin update --all. If WordPress core engine is available, I only need to run wp core update.

But there is a problem when I update WordPress plugins recently. Running wp plugin update --all to update all available plugin updates give me an error:

PHP Notice:  Trying to access array offset on value of type null in phar:///usr/local/bin/wp/vendor/wp-cli/extension-command/src/Plugin_Command.php on line 663
Notice: Trying to access array offset on value of type null in phar:///usr/local/bin/wp/vendor/wp-cli/extension-command/src/Plugin_Command.php on line 663

But, all updatable plugins were updated successfully. I tried to find the solutions, but I found nothing. I also try to use the nightly version via wp update --nightly, but still no luck.

Here are my wp --info

OS: Linux 5.4.0-42-generic #46-Ubuntu SMP Fri Jul 10 00:24:02 UTC 2020 x86_64
Shell: /bin/bash
PHP binary: /usr/bin/php7.4
PHP version: 7.4.3
php.ini used: /etc/php/7.4/cli/php.ini
MySQL binary: /usr/bin/mysql
MySQL version: mysql Ver 8.0.21-0ubuntu0.20.04.4 for Linux on x86_64 ((Ubuntu))
SQL modes:
WP-CLI root dir: phar://wp-cli.phar/vendor/wp-cli/wp-cli
WP-CLI vendor dir: phar://wp-cli.phar/vendor
WP_CLI phar path: /home/path/to/my/directory/
WP-CLI packages dir:
WP-CLI global config:
WP-CLI project config:
WP-CLI version: 2.5.0-alpha-068c252

Tags
, , ,

Simpan atau Ambil Barang di Safe Deposit Box dalam Masa Pandemi?

Kali terakhir saya mengunjungi Safe Deposit Box (SDB) saya ternyata sudah hampir satu tahun yang lalu. Memang sangat lama, tapi kebetulan karena memang belum ada keperluan harus mengambil barang yang saya simpan disana.

Nomor antrian konter Safe Deposit Box

Sambil menunggu, saya lihat selebaran info tentang Safe Deposit Box di Bank BPD DIY yang saya gunakan ini. Ternyata, harga langganan masih sama seperti tahun 2019 lalu. Dan, ternyata saya sudah delapan tahun menjadi penyewa.

Dan untuk jam operasional, beruntung bahwa untuk Bank BPD DIY, hari Sabtu masih beroperasi sampai dengan pukul 12.00 WIB.

Saat itu saya datang di jam istirahat, ada dua antrian sebelum saya yang masih dilayani. Semoga saja tidak perlu menunggu sampai jam istirahat selesai baru tiba giliran saya. Sekitar lima belas menit, akhirnya giliran saya dan saya tidak perlu menunggu, langsung bisa dilayani.

Setelah menandatangani formulir kehadiran, saya langsung menuju ke ruangan tempat SDB saya berada.

Area layanan khusus penyewa Safe Deposit Box Bank BPD DIY (September, 2020)

Simpan atau Ambil Semua?

Dari beberapa barang yang ada di SDB, saya memutuskan untuk mengambil hampir semua untuk saya pindahkan ke brankas di rumah. Ada beberapa alasan:

  1. Meminimalkan untuk mobillitas dari rumah ke bank, apalagi dalam masa pandemi saat ini.
  2. Jika dokumen tersebut dibutuhkan — terutama dokumen yang cukup mendesak — maka sudah ada di rumah.
  3. Antisipasi perubahan jam operasional bank. Di hari saya datang ke BPD DIY, saya mendapati informasi ada beberapa kantor cabang bank yang tutup sementara karena ada kondisi khusus.
Tags
, , , , ,

Kenaikan PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) 2020 di Yogyakarta

Kenaikan sampai 400%, walaupun tidak sampai 100 wajib pajak.


Membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) merupakan salah satu agenda rutin yang (sebaiknya) jangan dilewatkan. Tahun ini, seperti tahun sebelumnya, saya dan keluarga juga harus bayar pajak.

PBB tahun 2020 yang menjadi kewajiban kebetulan ada di kota yang berbeda: Sleman dan Yogyakarta. Untuk Sleman, pajak dikenakan atas lahan kosong tanpa bangunan.

Yang kedua, adalah PBB untuk sebidang tanah dengan ada bangunan di atasnya yang lokasinya ada di Yogyakarta. Adik saya yang awalnya kaget karena nominalnya terasa sangat tinggi. Usut punya usut, ternyata untuk tahun 2020 ini,

400% untuk 51 Wajib Pajak

Harian Jogja melalui artikel “Disebut seperti VOC, Pemkot Jogja Jelaskan soal Kenaikan PBB hingga 400%” menyebutkan beberapa detil perubahan:

  • Tidak mengalami perubahan: 30,4% atau 28.985 wajib pajak
  • Kenaikan kurang dari 100%: 54,8% atau 52.229 wajib pajak
  • Kenaikan sampai 200%: 11,93% atau 11.369 wajib pajak
  • Kenaikan sampai 300%: 1,7% atau 1.619 wajib pajak
  • Kenaikan sampai 400%: 0,16% atau 150 wajib pajak
  • Kenaikan lebih dari 400%: 0,05% atau 51 wajib pajak

Tentu kenaikan ini sangat terasa, apalagi di masa pandemi sekarang ini. Adik saya menghubungi saya perihal ini, dan setelah saya hitung, ternyata kenaikan sekitar 100% lebih sedikit dibanding tahun lalu.

Duh.

Program Permohonan Keringanan

Walaupun pemerintah kota Yogyakarta punya program permohonan keringanan, tapi kami melewatkan kesempatan ini. Ya, karena melewatkan informasi ini. Padahal ini sudah berlangsung cukup lama, dan baru berakhir pada Agustus 2020. Saya sendiri sekarang tinggal di Sleman, jadi berita semacam ini agak luput dari perhatian.

Dengan berbagai pertimbangan, karena juga mobilitas juga penuh risiko, dan memang kewajiban harus dilaksanakan, jadilah kami putuskan untuk membayarnya saja.

Membayar Pajak

Sedikit beruntung karena pembayaran PBB untuk kota Yogyakarta (dan propinsi DIY) dapat dilakukan dengan lebih mudah. Membayar ke Bank BPD DIY sepertinya bukan opsi yang menarik saat ini. Pilihan antara Tokopedia atau Gojek.

Dan, saya putuskan untuk melakukan pembayaran melalui Tokopedia. Kenapa tidak melalui Gojek? Karena — setahu saya — riwayat pembayaran di Tokopedia lebih baik dariipada di Gojek. Bukti transaksi di Tokopedia terkirim ke surel secara langsung, jadi lebih mudah diarsipkan. Ini salah satu pertimbangan saya.

Kalau kenaikan PBB di Yogyakarta seperti itu? Bagaimana dengan kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) di Yogyakarta atau Upah Minum Propinsi (UMP) Daerah Istimewa Yogyakarta di tahun 2020?

Nggg….

Tags
,

Jokowi tentang ekonomi dan kesehatan (7 September 2020)

Disampaikan pada bulan September 2020, sejak kasus COVID-19 mulai santer pada Maret 2020, saat sudah terjadi banyak kelonggaran dalam penegakan aturan dan protokol yang memungkinkan penyebaran COVID-19 semakin banyak. Dan, ketika 6 September 2020 angka total kasus di Indonesia menunjukkan 198.049 (+3.113), dengan kasus aktif 44 44.795 (+573), sembuh 144.440 (+2.431) dan meninggal dunia: 8.806 (+122) (Sumber: @kawalcovid19)

Tags

Kali Pertama Panen Pokcoy

Setelah kangkung yang pertama kali saya panen beberapa hari lalu, kali ini giliran pokcoy yang saya tanam hampir bersamaan. Selisih beberapa hari memang, tapi daripada saya panen lalu masuk kulkas, saya lebih memilih untuk membiarkannya dalam netpot.

Tidak ada masalah yang berarti mulai dari proses penyemaian sampai dengan pembesaran. Apalagi, pokcoy ini juga membutuhkan kandungan nutrisi yang mirip dengan kangkung sehingga penyiapan nutrisi AB Mix untuk hidroponik tidak terlalu ribet.

Karena panen agak banyak, jadi beberapa sempat dibagikan kepada tetangga rumah. Dan, sisanya juga masih sangat banyak. Beberapa netpot dengan umur sekitar 1,5-2 minggu juga telah siap di netpot.

Tags
, , , , ,

Menonton Film Disney+ Hotstar di TV Melalui Chromecast

Ketika di bulan Agustus 2020 lalu, Telkomsel menawarkan promosi tarif spesial untuk layanan Disney+ Hotstar, saya memutuskan untuk menggunakan promosi tersebut. Walaupun, saya tidak terlalu memiliki ekspektasi terlalu tinggi akan bagaimana nantinya.

Rp30.000 untuk menikmati layanan ini selama 3 (tiga) bulan sampai Desember 2020 sepertinya tak ada salahnya dicoba. Apalagi, karena sudah tidak berlangganan Netflix, saya mengandalkan YouTube untuk sekadar menonton hiburan.

Dan, 5 September 2020 yang lalu kali pertama saya mengeksplorasi layanan ini melalui aplikasi Android. Saya coba juga instal aplikasi ini di iPad.

Nonton di Chromecast

Walaupun sudah sekitar 4 tahun lalu Chromecast ini saya beli, tapi sampai sekarang bisa dikatakan tidak ada masalah. YouTube dan (dulunya) Netflix juga bisa dinikmati dengan mudah di TV melalui Chromecast.

Tapi, tidak untuk Disney+ Hotstar ini. Saya tidak menemukan tombol secara langsung untuk meng-cast seperti YouTube atau Netflix. Agak kurang maksimal saja mungkin pengalaman menonton kalau hanya dapat dinikmati di perangkat bergerak seperti ponsel atau tablet.

Padahal, ketika awalnya saya login di iPad saya, dan saya “terdeteksi” di India, saya sempat melihat gambar ikon untuk “cast” ke Chromecast seperti yang biasa saya lihat di YouTube atau Netflix, seperti terlihat dalam gambar di bawah (pojok kanan atas).

Karena melalui ponsel dan tablet juga gagal, saya coba mengggunakan Google Chrome melalui alamat https://www.hotstar.com/id. Google Chrome sendiri sudah memiliki fungsi untuk “cast” melalui Chromecast. Tapi, ini sedikit berbeda karena dengan cara ini, sebenarnya kita me-mirror sebuah tab di peramban Google Chrome.

Tapi, cara ini cukup berhasil, walaupun bukan yang paling nyaman. Caranya cukup mudah:

  1. Buka situs Disney+ Hotstar melalui peramban Google Chome
  2. Dari menu opsi di Google Chrome, pilih Cast
  3. Pilih ke piranti mana yang ingin dituju untuk menampilkan konten dalam tab peramban.
Tags

Panen Pertama Sayuran Hidroponik dengan Sistem Wick

Ternyata, keinginan untuk bertanam kembali bulan Juli lalu malah berbelok kepada kegiatan mencoba untuk menanam sayuran secara hidroponik. Sebenarnya, keinginan ini sudah lama, bahkan di linimasa media sosial saya (termata Instagram), banyak teman-teman yang saya kenal juga mulai bertanam secara hidroponik.

Apakah tertarik? Tentu saja, tapi memulainya masih belum ada niatan. Niat makin besar justru ketika saya main ke tempat adik ipar, dan menjumpai langsung bagaiman instalasi hidroponik yang ada di halaman rumah. Jadi, untuk skala rumahan/konsumsi pribadi, hal tersebut sangat menarik.

Kalau adik ipar saya menggunakan sistem DFT, dan karena saya masih sangat pemula — baru tahap mencoba — saya akhirnya mencoba dengan menggunakan sistem Wick. Ini memenuhi kondisi bahwa sistem ini sederhana, dan mungkin bisa dikatakan anti gagal.

Singkatnya, setelah membaca dan melihat tutorial, saya beli seluruh peralatan/kebutuhan pemula (starter kit) hidroponik untuk sistem Wick melalui marketplace daring.

Dan, tibalah saat pertama panen sekitar minggu lalu. Karena masih pemula, sayuran yang saya tanam juga masih dari benih yang diberikan ketika beli: kangkung, pokcoy, dan bayam. Yang pertama saya panen adalah kangkung.

Tak butuh waktu lama bagi kangkung untuk langsung masuk dapur, ditumis, dan tersaji di piring.

Dan, ternyata karena ini kegiatan yang menyenangkan, saat ini justru saya mencoba untuk menggunakan sistem selain Wick. Sudah beli seluruh bahan, tinggal secara eksekusi. Dan, acuan saya sederhana: kalau bisa cukup murah, dan buat sendiri.

Ayo bertanam!

Tags

Reaksi Ahli Biologi Molekuler yang Asli Nonton Video Diskusi Anji dan Hadi Pranoto

Beberapa waktu lalu, sempat muncul sebuah video yang cukup populer di platform YouTube, antara Anji — seorang musisi — dengan Hadi Pranoto yang diperkenalkan oleh Anji sebagai Profesor Hadi Pranoto. Saya sendiri tidak menontonnya, hanya membaca beritanya saja. Ada pro-kontra, tentu saja.

Walaupun, akhirnya video tersebut telah diturunkan oleh YouTube, tapi yang lebih menarik justru pendapat/reaksi terhadap video tersebut, dari sudut pandang sains, dari orang yang menyampaikan informasi berdasarkan bidang keilmuan. Beliau adalah Ahmad Rusdan Handoyo Utomo, PhD.

Tentang beliau, cukup mudah informasinya untuk ditemukan di internet, termasuk publikasi lain yang mendukung bidang keilmuan.

Tags
, ,

Pengalaman Dua Tahun Menggunakan Ponsel Oppo F7

Tak terasa, bulan ini sudah dua tahun saya menggunakan Oppo F7 (warna merah) sebagai ponsel utama saya. Dulu, ponsel ini saya beli untuk menggantikan iPhone 6 saya yang hilang dalam sebuah perjalanan ke Tangerang. Secara umum, saat ini kondisi ponsel masih sangat baik, dan performa juga saya cukup puas.

Saya sendiri belum ada rencana untuk berganti ponsel. Pertama karena memang Oppo F7 saya ini juga masih berfungsi dengan baik, kedua karena membeli ponsel baru — secara dana — juga bukan menjadi prioritas.

Tapi, kalau ada yang memberikan saya ponsel baru untuk saya pakai, tentu saya tidak akan menolaknya. OPPO Reno4 sepertinya menarik, kalau ada yang memberikan dengan cuma-cuma, tentu saja. Kali saja Oppo Indonesia tiba-tiba terinspirasi untuk mengirimkan satu untuk saya setelah rilis di Agustus 2020 ini. Haha, tak apalah sedikit berkhayal walaupun sangat tidak masuk akal.

Sistem Operasi

Walaupun tidak selalu segera mendapatkan perbaruan/dukungan sistem operasi terbaru (Android) OPPO yang terbaru yaitu ColorOS, tapi Oppo F7 ini tidak mengecewakan juga. Misalnya, saat ini ponsel saya ditenagai dengan ColorOS 6.0.1 dan Android versi 9. Walaupun, perbaruan untuk ColorOS 7 dengan dukungan Android 10 untuk Oppo F7 sudah tersedia. Namun, sepertinya masih menunggu giliran mendapatkan upgrade.

Walaupun ColorOS 7 menawarkan beberapa perbaruan yang menarik, tapi untuk keperluan sehari-hari, sepertinya saya juga tidak ada keluhan dengan ColorOS 6 ini.

Yang pasti, selama dua tahun menggunakan ponsel ini, saya cukup puas saja. Untuk menunjang kegiatan bekerja, it works great.