Aplikasi 2FA (Two-Factor Authentication) Pilihan

Untuk beberapa layanan daring yang saya gunakan, hampir semua saya mengaktifkan fitur 2FA (Two-Factor Authentication) atau autentikasi dua faktor. Alasannya cukup sederhana: untuk menambah sedikit lapisan keamanan. Alih-alih hanya menggunakan kombinasi username dan sandi, ketika kombinasi autentikasi sudah dapat digunakan, saya perlu memasukkan kode autentikasi.

Ribet? Mungkin iya. Tapi, sebenarnya tidak ribet juga.

Untuk urusan sandi, walaupun hampir semua sandi menggunakan sandi yang sangat acak dan berbeda sandi antara satu layanan dan lainnya, saya sangat terbantu dengan aplikasi Bitwarden. Bahkan, sudah lebih dari dua tahun saya menggunakan aplikasi ini.

Sangat membantu.

Sebelumnya, saya menggunakan Google Authenticator sebagai aplikasi 2FA. Cukup lama saya menggunakannya. Google Authenticator sudah berhasil menjalankan fungsinya dengan sangat baik.

Ada sedikit masalah ketika ponsel yang saya gunakan tidak dapat saya akses, misal karena kehabisan baterai, atau tidak sedang berada bersama saya. Dalam kondisi seperti ini, cukup merepotkan.

Karena, Google Authenticator hanya dapat digunakan dalam 1 piranti bergerak (mobile) untuk Android atau iOS Lebih merepotkan lagi kalau ternyata piranti yang digunakan sampai hilang. Sedangkan, saya kebetulan menggunakan lebih dari satu ponsel, kadang bekerja dengan tablet, dan paling sering bekerja dengan laptop.

Aplikasi 2FA yang dapat mendukung lebih dari satu piranti tentu menjadi pilihan yang paling masuk akal dan memudahkan. Dan, pilihan saya jatuh ke Authy. Sebenarnya, ada beberapa alternatif aplikasi yang dapat digunakan sebagai ‘pengganti’ Google Authenticator, namun dapat menjalankan fungsi 2FA dengan cukup baik. Beberapa diantaranya:

Dan masih banyak lagi.

Lalu, kenapa Authy?

Kalau dari sisi cara menggunakan, menambahkan akun dan lainnya aplikasi yang ada rata-rata akan sama. Kalau sudah pernah menggunakan satu aplikasi autentikasi, berpindah aplikasi saya rasa tidak akan rumit.

Authy menawarkan satu fitur yang sangat membantu saya yaitu dukungan multi piranti. Dari sekian banyak fitur yang ditawarkan, fitur ini bagian paling berguna menurut saya.

Jadi, saya bisa sedikit tidak khawatir apabila saya sedang membutuhkan fungsi autentikasi, karena saya bisa mengakses dari piranti yang sedang saya gunakan, atau yang terdekat dengan saya.

Authy tersedia untuk Android, iOS dan desktop (macOS, Windows, atau Linux).

Solved: Microsoft AutoUpdate Not Working

I was not sure when Microsoft AutoUpdate did not work for the first time. I could not update all my Microsoft softwares like Microsoft Word, Microsoft Excel, Power Point, and also Microsoft Edge as my primary browser.

Checking available updates always gave me this alert.

After searching for solutions, I found that the easiest way to fix it is by re-downloading Microsoft AutoUpdate (MAU) from Microsoft site.

Go directly to Release history for Microsoft AutoUpdate (MAU and download the latest available download. Once I have it installed, I can download the available updates

Legalisir Dokumen Kependudukan Secara Daring/Online

Karena ada satu keperluan, saya membutuhkan beberapa dokumen kependudukan yang harus saya siapkan. Dan, bukan hanya salinan fotokopi, namun dokumen yang sudah dilegalisir. Sebenarnya tidak ada masalah dengan proses ini, karena memang bukan kali pertama melakukan legalisir dokumen.

Photo by Lum3n from Pexels

“Masalahnya” adalah jarak tempat tinggal dengan kantor dinas kependudukan dan catatan sipil (disdukcapil) Bantul bisa dikatakan cukup jauh. Perjalanan bisa jadi satu jam sendiri naik kendaraan pribadi.

Awalnya, saya tanyakan ke salah satu teman saya yang bekerja sebagai ASN di salah satu dinas pemerintahan di DIY mengenai jam operasional disdukcapil. Ketika saya menyampaikan keperluan saya, dia menyarankan untuk melakukannya saja secara daring/online. Lalu saya diberi informasi mengenai layanan Legalisir Online. Jadi, alih-alih datang dengan membawa salinan fotokopi dan dokumen asli, kita hanya perlu mengirimkan dokumen melalui surel, kemudian dokumen yang telah dilegalisir akan dikirimkan pula melalui surel.

Terlihat mudah. Dan, sepertinya ini perlu dicoba.

Legalisir Dokumen

Saya membutuhkan dua dokumen yang dilegalisir, yaitu KTP dan Kartu Keluarga. Kebetulan, Kartu Keluarga saya ini tergolong “baru”, dikeluarkan tahun 2019, dan tanda tangan pejabat berwenang sudah dalam format QR Code.

Di bagian bawah dokumen Kartu Keluarga, tertulis “Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang diterbitkan oleh Badan Sertifikasi Elektronik (BSrE), BSSN.

Untuk proses di disdukcapil Kabupaten Bantul, prosesnya sebagai berikut:

  1. Siapkan hasil pindai (scan) dokumen yang akan dilegalisir dalam format PDF. Dokumen dalam bentuk digital ini harus dari dokumen asli, bukan fotokopi.
  2. Untuk KTP, saya pindai dua sisi, kemudian saya masukan dalam Microsoft Word dengan posisi berdampingan layaknya ketika difotokopi. Semua dokumen saya pindai berwarna.
  3. Pastikan dokumen cukup jelas terbaca. Jika bisa, pindai dengan resolusi yang cukup baik.
  4. Setelah semua dokumen PDF siap — satu jenis dokumen dalam satu PDF — kirimkan ke: [email protected] dengan judul surel misanya “Legalisir Dokumen KTP/KK“. Saya mengirimkan dengan judul surel: Legalisir Dokumen KTP/KK {Nama saya}. Ya, supaya lebih mudah/jelas saja.

Saya mengikuti instruksi yang tersedia terkait dengan isi surel. Dalam isi surel, saya tuliskan:

Kepada Disdukcapil Kab. Bantul.

Yang memohonkan:
NIK: {nomor NIK}
Nama: {nama sesuai KTP}
Alamat: {alamat sesuai KTP}
HP: {nomor ponsel}

Yang dimohonkan:
KTP a.n. {nama saya}
KK a.n. {nama kepala keluarga dalam KK}

Terima kasih.

Isi surel kepada disdukcapil untuk permohonan legalisir dokumen secara online/daring.

Saya kirimkan dokumen sekitar pukul 12.50 WIB pada hari Senin. Kalaupun baru diproses pada sore hari atau bahkan keesokan harinya, tidak ada masalah juga.

Ternyata saya salah. Sekitar pukul 13.10 WIB (tidak sampai 30 menit) saya sudah mendapatkan balasan melalui surel saya. Dokumen yang sudah dilegalisir ada dalam lampiran. Saya tidak tahu ini karena antrian sedang sedikit jadi proses cepat, tapi dalam pengalaman saya mengurus dokumen di disdukcapil Bantul, seluruh proses memang cepat, sih.

Dokumen Kartu Keluarga tidak dikirimkan karena tidak dilegalisir dan saya mendapatkan informasi tambahan dari petugas dalam surel bahwa sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) mengenai Dokumen Kependudukan No 104 tahun 2019 Pasal 19 ayat (6) bahwa: Dokumen Kependudukan seperti Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, Akta Kematian, Akta Perkawinan yang sudah menggunakan Tanda Tangan Elektronik (TTE) tidak perlu di legalisir.

Bagaimana jika Kartu Keluarga belum memiliki QR Code? Untuk mendapatkan yang terbaru, bisa saja melalui perbaruan data untuk dapat dicetak ulang.

Terima kasih untuk pelayanan yang sangat cepat, Disdukcapil Kabupaten Bantul!

iPad Menggantikan Laptop MacBook Pro (untuk Sementara)

Mulai hari Senin lalu, saya akhirnya akan mencoba untuk menggunakan iPad sebagai piranti utama saya untuk bekerja, menggantikan laptop MacBook Pro saya yang saat ini ada di service center karena kendala terkait baterai.

Jadi, MacBook saya yang sudah berumur tujuh tahun lebih tersebut tidak dapat diisi daya. Sebenarnya kejadian sudah agak lama. Terakhir, pengisian daya sudah sangat lambat, dan indikator baterai menampilkan tulisan “Service Recommended”. Puncaknya, ketika satu atau dua minggu lalu mati listrik, posisi baterai sudah benar-benar hampir habis.

Masih bisa saya hidupkan, tapi indikator baterai selalu dibawah 10%, dan tetap tidak mau diisi baterai. Saya sempat juga ganti charger, tapi tidak berhasil juga. Jadilah, akhir pekan lalu benar-benar laptop tidak bisa menyala.

Saya sempatkan cek riwayat service sebelumnya, kali terakhir melakukan penggantian baterai ternyata sudah sekitar empat tahun lalu. Karena memang saya butuh untuk laptop saya berfungsi normal, saya putuskan untuk melakukan penggantian baterai di salah satu gerai service produk Apple di Yogyakarta bagian utara. Ketika saya serahkan, saya minta untuk dilakukan pengecekan terlebih dahulu. Apakah ini murni karena butuh ganti baterai, atau ada sebab lain. Ya, mungkin bisa dimaklumi karena laptop tersebut sudah cukup berumur.

Apakah iPad sanggup menggantikan MacBook Pro?

iPad yang saya miliki sering saya gunakan untuk kegiatan bekerja, namun banyak fokus untuk mengetik, dan membalas surel. Untuk aktivitas menggunakan aplikasi di Google Workspace (Docs, Sheets, Calendar, Slides), Trello, Telegram, dan lainnya di peramnah, tidak ada masalah sama sekali. Untuk menggunakan aplikasi seperti Microsoft Word, Microsoft Excel, dan Powerpoint juga tidak ada masalah sama sekali.

Mungkin sedikit masalah ketika saya harus masuk ke text editor, atau aplikasi seperti Sequel Pro, dan aplikasi penyuntingan gambar yang walaupun sederhana, tapi tetap saya perlu gunakan. Oh ya, untuk aplikasi misalnya Microsoft Excel, di laptop saya cukup sering untuk membuka dua berkas sekaligus. Hal ini masih cukup mudah dilakukan di iPad, paling tidak saat ini.

Untuk rencana servis, diperkirakan mungkin bisa sampai dua minggu, tergantung nanti hasil pengecekan. Tapi, karena baterai juga harus pesan dulu, jadi paling cepat diperkirakan prosesnya satu minggu saja.

Ya, mari kita lihat seminggu ini.

Alternatif Wunderlist

Saya lupa kapan pertama kali menggunakan aplikasi task management Wunderlist. Sepertinya sebelum Wunderlist diakuisisi oleh Microsoft pada tahun 2015. Yang pasti, Wunderlist ini salah satu aplikasi favorit saya untuk task management pripadi. Bahkan, untuk kolaborasi juga fitur sangat mencukupi.

Sejak diakuisisi Microsoft, tak banyak yang berubah. Microsoft sendiri sudah punya aplikasi sejenis, yaitu Microsoft To Do. Di akhir 2019, Microsoft mengumumkan bahwa mereka akan ‘mematikan’ aplikasi Wunderlist pada Mei 2020, dan mengarahkan seluruh pengguna untuk berpindah ke To Do.

Masalahnya — menurut saya — To Do ini tak sebaik Wunderlist. Antar muka membingungkan dan sinkronisasi yang kurang berjalan baik menjadi alasan kenapa saya kurang menyukainya.

Christian Reber, sebagai pendiri Wunderlist sendiri sempat berencana untuk membeli kembali Wunderlist, sehingga Wunderlist tidak perlu dimatikan.

Namun, sepertinya langkah tersebut kurang berhasil. Hari ini, Microsoft mengirimkan pengingat kembali ke pengguna Wunderlist untuk berpindah ke Microsoft To Do sebelum 6 Mei 2020.

Sebagai pengganti, saat ini saya tidak memilih To Do. Ada cukup banyak pilihan tapi, untuk sekarang, saya cukup puas dengan Tick TickTick.

Selamat Tinggal Flash

Saya lupa kapan terakhir kali mengakses situs yang masih menggunakan teknologi Adobe Flash Player. Saya pikir teknologi ini sudah ditinggalkan cukup lama. Peramban Google Chrome juga sudah mengucapkan selamat tinggal kepada Flash pada pertengahan 2017 setelah Adobe — sebagai perusahaan pengembangnya — juga memutuskan untuk menghentikan dukungan pengembangan dan distribusi Adobe Flash Player di akhir tahun 2020.

Given this progress, and in collaboration with several of our technology partners — including AppleFacebookGoogleMicrosoft and Mozilla — Adobe is planning to end-of-life Flash. Specifically, we will stop updating and distributing the Flash Player at the end of 2020 and encourage content creators to migrate any existing Flash content to these new open formats.

Adobe Blog: Flash & The Future of Interactive Content

Ternyata beberapa waktu lalu, ada situs yang masih membutuhkan Adobe Flash Player di halaman otentikasinya. Beruntung, masih bisa instal Flash dan melakukan otentikasi.

Office 365 Personal untuk 5 Perangkat Sekaligus

Kabar baik untuk pengguna/pelanggan Office 365 Personal, karena mulai Oktober 2018, Microsoft mengubah kebijakan mengenai jumlah perangkat yang digunakan untuk satu lisensi.

With your current Office 365 Personal subscription, you can use Office on one PC or Mac and one tablet. Starting Oc‍tober 2, 20‍‍18, you’ll be able to install it on all your devices and sign in to five at the same time–that means you can use Office no matter where you are or what device you’re on.

Sebagai pengguna Office 365 Personal sejak Mei 2014, tentu saja ini kabar yang baik. Sebelumnya, pelanggan Office 365 Personal hanya dapat melakukan otentikasi pada dua perangkat saja yaitu satu PC/Mac, tablet, dan ponsel (termasuk Windows, iOS, dan Android).

Masalahnya, kadang mungkin ada pengguna yang memiliki perangkat lebih dari itu. Jadi, perubahan ini saya rasa jelas menguntungkan. Untuk harga tidak ada yang berubah juga. Secara otomatis, seluruh pelanggan Office 365 akan langsung dapat menikmati perubahan ini.

Bagaimana dengan Office 365 Home?

Untuk pelanggan Office 365 Home, jika sebelumnya hanya dapat digunakan oleh lima pengguna, per Oktober 2018 akan dapat digunakan oleh enam pengguna.

Referensi: You’re about to get even more from your Office 365 Home or Personal subscription!

Microsoft Mengakusisi GitHub

Microsoft mengakuisisi GitHub senilai 7,5 milyar dolar AS.“Under the terms of the agreement, Microsoft will acquire GitHub for $7.5 billion in Microsoft stock. Subject to customary closing conditions and completion of regulatory review, the acquisition is expected to close by the end of the calendar year.”

The Michaelangelo of Microsoft Excel

When Tatsuo Horiuchi retired, he decided to try his hand at art. But instead of spending money on paints and brushes, Horiuchi used what he already had pre-installed on his computer—Microsoft Excel. Now, the 77-year-old artist is creating remarkably intricate digital masterpieces of the Japanese landscape, all on the free graphing software. (Source)

I have seen some works made using Microsoft Excel for example by coloring cells, but Mr. Horiuchi uses like line tools and bucket tools. The results are amazing.

Selamat Tinggal 7-Eleven Indonesia

Gerai 7-Eleven yang ada di Jakarta, akan berhenti beroperasi sepenuhnya mulai 30 Juni 2017. Ada masa dimana dulu juga sering nongkrong, dan ini menjadi salah satu tempat yang kadang dituju ketika melakukan perjalan ke Jakarta. Namun, salah satu alasan kenapa ke gerai tersebut (walaupun tidak di semua gerai) adalah untuk beli lisensi Office 365 Personal.

Turkey Blocks

Dropbox, Google Drive and Microsoft OneDrive cloud services blocked in Turkey following leaks.

Nokia 216

Microsoft will be releasing Nokia 216 and Nokia 216 Dual Sim. I thought Microsoft will stop making another Nokia phones. But, aside from the fact that smartphones are getting more popularity, there is still a huge market. I’m thinking of getting this new phone — when it’s available in Indonesia. Its “up to 24 days of standby time ” is just tempting. Of course, it’s might be less than that. But, I can accept 14 days of standby time. The overall specifications are not bad at all.

A New Type Of Font by Google, Apple, and Microsoft

Google, Apple, And Microsoft Are Quietly Developing A New Type Of Font. “What are variable fonts, and why are some of the biggest tech companies on the planet throwing their weight behind them?”

Microsoft Surface Book dari Microsoft

Microsoft baru saja meluncurkan sebuah laptop baru dengan nama Microsoft Surface Book. Walaupun sudah sekitar lima tahun saya menggunakan produk MacBook dari Apple (sekarang menggunakan MacBook Pro 15″ Retina Display sebagai pengganti MacBook Pro 13″), tapi produk baru ini terlihat sangat menarik.

Tentang Microsoft sendiri, saya tidak terlalu mengikuti perkembangannya, terutama dari sisi produk perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Produk ponsel terakhir dari Microsoft yang saya beli adalah Microsoft Lumia 535. Untuk software, saya menggunakan produk Office 365 dalam keseharian mendukung pekerjaan saya yang banyak berurusan dengan pembuatan dan mengulas dokumen proyek, berselancar, dan membuat presentasi. Saya sendiri mulai menggunakan Office 365 sejak tahun 2014.

msf-srfcbook-1824810-2841-02841


Saya lihat spesifikasi Microsoft Surface Book di situs Microsoft, ternyata spesifikasi dan fiturnya sangat bagus! Walaupun, secara harga — dengan konversi Dollar Amerika terhadap Rupiah saat ini — cukup tinggi. Dalam situs tertulis USD 1,499. Dengan asumsi Dollar Amerika setara dengan Rp 14.000,– maka harganya akan mulai berkisar Rp 20.000.000,-

Spesifikasi

Beberapa spesifikasi dan fitur yang ditawarkan dan sepertinya menarik:

  • Dimensi: 12.30″ x 9.14″ x 0.51 – 0.90″ (312.3mm x 232.1mm x 13.0 – 22.8mm)
  • Media penyimpanan Solid state drive (SSD) dengan opsi 128GB, 256GB, 512GB, atau 1TB.
  • Memory: 8GB atau 16GB RAM
  • Prosesor: 6th Gen Intel® Core i5 atau i7
  • Berat: Mulai dari 3.34 pounds  atau setara 1,516 grams termasuk papan ketik
  • Tampilan:  Layar 13.5″ PixelSense display, resolution: 3000 x 2000 (267 PPI), aspect ratio: 3:2, touch: 10 point multi-touch
  • Data tahan baterai sampai 12 jam memutar video berdasarkan percobaan yang telah dilakukan.

Walaupun belum pernah menggunakan secara langsung, tapi membaca ulasan tentang produk Microsoft Surface Book dari beberapa situs dibawah ini, sepertinya produk ini sangat menarik.

Microsoft buys Wunderlist

Microsoft buys Wunderlist. Previously, Microsoft also bought Acompli, an email app for both iOS and Android which later rebranded as Outlook.