Pengalaman Seputar Penutupan Deposito BCA

Berbeda dengan deposito BNI yang saya buka dan tutup secara daring (online), deposito BCA yang saya miliki adalah deposito dengan bilyet sebagai bukti kepemilikan. Deposito saya buka sekitar enam tahun lalu.

Untuk melakukan pencairan dana deposito BCA, mekanismenya menurut saya cukup mudah, walaupun tidak semudah ketika menggunakan layanan secara daring.

Oh ya, saya bukan ahli dalam bidang keuangan, jadi disini saya tidak akan membandingkan produk investasi yang paling menguntungkan atau sesuai dengan kebutuhan. Sekadar untuk berbagi informasi saja.

Berikut beberapa informasi mengenai kepemilikan deposito saya.

Continue reading “Pengalaman Seputar Penutupan Deposito BCA”

Memperpanjang Layanan Biznet Home Internet

Di bulan Februari 2018 ini, saya perlu untuk melakukan pembayaran layanan koneksi internet dari Biznet yang mulai saya gunakan sejak Mei 2017 lalu. Ketika saya coba lakukan pembayaran melalui Virtual Account BCA yang menjadi pilihan saya, ternyata pembayaran tidak dapat diproses. Padahal, nomor tujuan pembayaran saya sudah periksa, dan benar.

Mungkin ini karena saat ini saya membayar untuk lima bulan di depan. Saya akhirnya menghubungi layanan pelanggan untuk permasalahan ini. Semoga segera mendapatkan informasi. Walaupun ada perubahan harga per 1 Januari 2018 kemarin, namun saat ini sepertinya Biznet masih jadi pilihan, dibanding IndiHome dari Telkom.

Mendapatkan Kembali PIN Kartu Kredit BNI Melalui SMS

Saya cukup sering melakukan transaksi menggunakan kartu kredit. Saya hanya menggunakan dua buah kartu kredit utama dari BCA dan BNI. Mengikuti anjuran keamanan, saat ini kedunya juga sudah menggunakan PIN (Personal Identifiation Number). Diluar transaksi daring — yang (kadang) menggunakan 3D Secure PIN — saya kadang juga menggunakan transaksi langsung menggunakan mesin EDC (Electronic Data Capture) di beberapa gerai.

Pernah sebenarnya pakai PIN ketika melakukan transaksi, tapi kebanyakan saya gunakan tanpa PIN. Jadi tinggal tanda tangan saja.

871iulias7f13tlkqhsfasf

Ada satu gerai makanan cepat saji dimana saya sudah melakukan transaksi beberapa kali. Dan, selalu menggunakan tanda tangan alias tanpa PIN. Sampai pada akhirnya kemarin saya bertransaksi dan harus menggunakan PIN. Saya tanyakan, apakah ada opsi untuk pakai tanda tangan?

Continue reading “Mendapatkan Kembali PIN Kartu Kredit BNI Melalui SMS”

Mekanisme Pre-paid Layanan Biznet Home Internet

Setelah beberapa waktu menggunakan layanan Biznet, bulan lalu kali pertama mengalami masalah koneksi karena keterlambatan pembayaran koneksi internet. Pembayaran dilakukan dengan cara pre-paid, jadi kalau lupa bayar — sebut saja deposit atau top-up — maka koneksi internet terputus. Sejujurnya, saya lebih suka dengan model ini daripada post-paid, bahkan misal dengan ditambah denda (jika ada).

Selama ini, proses pembayaran juga tidak begitu sulit. Tinggal melakukan transfer melalui beberapa pilihan metode pembayaran. Saya biasanya memilih menggunakan transfer ke Virtual Account BCA.

Continue reading “Mekanisme Pre-paid Layanan Biznet Home Internet”

Sistem Uang Elektronik Bersama Empat Bank

Empat Bank Raksasa Indonesia Satukan Sistem Uang Elektronik

Sebanyak empat bank raksasa nasional berencana melebur sistem pembayaran non tunai (cashless) melalui uang elektronik ke dalam satu jaringan bersama dalam waktu dekat. Keempat bank tersebut antara lain, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Central Asia Tbk.

… nantinya dengan penggabungan sistem, keempat bank tersebut bisa saling memanfaatkan infrastruktur yang telah dibangun sebelumnya oleh bank pelopor.
Sebagai contoh, nantinya Bank Mandiri akan mempersilakan kartu Flazz BCA bisa digunakan di Gerbang Tol Otomatis (GTO) yang saat ini pengelolaannya dipegang oleh Bank Mandiri.

Penarikan Uang Tunai di Teller BCA Harus Menggunakan Kartu ATM

Beberapa minggu yang lalu, saya ada keperluan untuk melakukan penarikan tunai langsung melalui teller di bank BCA. Alasan saya, karena kepraktisan saja saat itu dibandingkan dengan melakukan penarikan melalui mesin ATM.

Uang Rupiah pecahan Rp 100.000

Saat itu, saya telah membawa buku tabungan dan Kartu Tanda Penduduk. Saya memiliki dua buah rekening di BCA, dan saat itu kedua buku tabungan saya juga saya bawa. Masalahnya, persis beberapa hari sebelumnya, saya baru menyadari bahwa salah satu kartu ATM saya tidak lagi bersama saya. Dan, kartu ATM yang tidak saya bawa tersebut terhubung dengan rekening yang akan saya lakukan penarikan.

Saat saya datang ke teller dengan membawa formulir penarikan, petugas menanyakan kepada saya untuk tentang kartu ATM. Sempat saya sampaikan bahwa kartu ATM saya tidak bersama saya. Ternyata, untuk penarikan mensyaratkan harus membawa kartu ATM. Duh…

Kalau saya mentransfer terlebih dahulu dana ke rekening lain yang saya miliki — dimana rekening tersebut ada dengan kartu ATM — mungkin saya langsung dapat melakukan penarikan. Akhirnya, oleh petugas teller saya disarankan untuk ke bagian layanan nasabah untuk membuat kartu ATM baru. Karena pada akhirnya nanti saya memang akan membutuhkan kartu ATM, maka saya langsung lakukan pembuatan kartu ATM baru. Kebetulan saat itu tidak ada antrian, sehingga saya dapat langsung dilayani.

Setelah mendapatkan kartu ATM yang baru, saya kembali lagi ke teller dan proses penarikan dana secara tunai bisa saya lanjutkan kembali.

Mengganti KeyBCA yang Tidak Sinkron karena Rusak

Hari ini, saya mengunjungi Kantor Cabang Utama (KCU) Bank BCA Yogyakarta untuk keperluan penggantian KeyBCA saya yang tidak berfungsi dengan baik. Ini adalah kali kedua saya melakukan penggantian. Secara umum prosedurnya cukup mudah.

KeyBCA yang Rusak

Beberapa waktu lalu, karena kelalaian saya sendiri, KeyBCA yang saya letakkan dalam tas tersiram oleh air kemasan yang tidak tertutup dengan baik ketika saya masukkan dalam tas. Saat saya membuka tas, KeyBCA tersebut ternyata sudah agak tergenang dengan air. Dan, air kemasan yang tumpah tersebut mengandung banyak gula.

Langkah pertama yang saya lakukan mengeringkan dengan tisu kering. Kemudian, saya buka bagian baut dengan menggunakan obeng kecil. Dengan pengalaman awal pertama bahwa KeyBCA saya juga pernah tercuci (bahkan saya baru menyadari saat saya mengeringkan pakaian dengan mesin pengering), KeyBCA masih berfungsi, walaupun akhirnya tidak sinkron.

Di kejadian kedua ini, saya lakukan hal yang sama. Ya, karena kalau tidak saya cuci dengan air bersih, saya cairan gula juga mungkin tetap akan merusak. “Ah, toh tetap basah juga,” begitu pikir saya. Setelah saya cuci bersih, saya masukkan dalam beras sehingga proses pengeringan dapat berjalan lebih baik.

Hari berikutnya saya pasang kembali. Saya masukkan PIN KeyBCA saya, dan berhasil tanpa masalah. Saat saya coba melakukan transaksi melalui internet banking BCA, ternyata saya mendapatkan pesan bahwa respon dari KeyBCA selalu salah.

Continue reading “Mengganti KeyBCA yang Tidak Sinkron karena Rusak”

Batas Penarikan ATM dan Biaya Administrasi BCA

Saya adalah nasabah Bank Central Asia (BCA) dan menggunakan layanan BCA sudah cukup lama. Informasi terbaru dari BCA adalah tentang perubahan batas penarikan melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM), biaya administrasi bulanan di tahun 2016.

Sejak Januari 2016, biaya administrasi untuk Tahapan Silver adalah Rp 15.000,- (naik dari Rp 13.000,-), dan Tahapan Gold adalah Rp 17.000,- (naik dari Rp 13.000,-)

Sedangkan untuk Debit BCA, batas transaksi  Tahapan Silver Rp 25.000.000,- dan Tahapan Gold adlaah sebesar Rp 50.000.000,-. Perubahan ini efektif berlaku mulai 1 Februari 2016. Menurut informasi dari situs BCA tentang biaya dan batas ini, “Batas pembayaran dengan Debit BCA menjadi satu dengan penarikan tunai di merchant dan Top up Flazz di EDC (terpisah dari batas pengambilan tunai di ATM).”

Kehilangan Dompet (Lagi)

Awal bulan September ini, saya kembali lagi kehilangan dompet. Sekitar setahun yang lalu, saya juga mengalami kejadian yang sama. Bedanya, kali ini saya kehilangan lebih banyak barang yang ada dalam dompet; mulai dari berbagai jenis kartu sampai dengan uang tunai karena saya baru saja mengambil di ATM beberapa jam di hari saya kehilangan dompet tersebut.

Yang pasti: repot.

Hal yang pertama saya lakukan saat saya menyadarinya (sekitar pukul 23.30) adalah menelpon bank untuk memblokir seluruh kartu debit/kredit. Petugas layanan nasabah BNI dan BCA yang saya hubungi melalui Call Center malam itu membantu saya untuk mengurus seluruh proses. Seluruh kartu sudah terblokir, dan tinggal bagaimana keesokan harinya melakukan pengurusan penggantian kartu. Untuk identitas yang saya gunakan, saya mengandalkan paspor.

Surat Keterangan Kehilangan dari Kepolisian

Untunglah tempat tinggal saya tidak jauh dari kantor polisi. Sekitar pukul 08.00 saya sudah berada di kantor polisi untuk membuat laporan kehilangan. Setelah seluruh data yang saya perlukan selesai, hal yang pertama saya lakukan adalah mengurus penggantian kartu ATM.

Ini juga karena kebetulan saya sudah hampir tidak memiliki uang tunai.

Kartu Debit dan Kredit

Pertama, saya ke Kantor Cabang BNI tempat saya membuat rekening — yang tidak jauh juga dari tempat tinggal. Bukti identitas asli berupa paspor yang saya bawa ternyata cukup membantu. Pagi itu, antrian tidak terlalu ramai. Dan, sekitar tiga puluh menit, saya sudah mendapatkan kartu ATM yang baru. Untuk penggantian kartu kredit BNI, ternyata saya diminta untuk langsung menghubungi layanan kartu kredit melalui telepon.

Continue reading “Kehilangan Dompet (Lagi)”

Konfirmasi Melalui Telepon untuk Transaksi Kartu Kredit BCA

Saya sudah beberapa tahun ini menggunakan kartu kredit dari BCA (Visa) untuk kebutuhan transaksi perbankan saya. Sampai saat ini, saya tidak mendapatkan masalah untuk seluruh transaksi yang saya lakukan. Apalagi, kebanyakan transaksi adalah terkait dengan kebutuhan pekerjaan.

Transaksi yang saya lakukan kebanyakan adalah secara daring (online), untuk pembelian tiket pesawat, pemesanan hotel, pembayaran sewa server hosting, pembelian nama domain, atau pembelian barang. Selain itu, saya gunakan kartu kredit untuk melakukan pembayaran di beberapa outlet seperti tempat makan.

Kemarin, saya melakukan transaksi melalui internet. Transaksi yang saya lakukan tersebut (di salah satu situs) bukan kali pertama, mungkin lebih dari sepuluh kali, dan tidak ada masalah. Kemarin, ada yang sedikit berbeda.

Beberapa saat setelah saya melakukan transaksi, saya mendapatkan telepon dari nomor yang tidak saya kenal, yaitu: 021-29910700. Ketika saya coba angkat, saya mendapatkan pertanyaan dari penelpon (yang saat itu langsung menyapa saya dengan nama saya). Melalui pembicaran singkat, penelpon memperkenalkan diri dari BCA yang terkait dengan transaksi kartu kredit, dan menanyakan apakah benar saya baru saja melakukan transaksi melalui internet.

Penelpon tersebut tidak menanyakan informasi yang sifatnya personal ke saya seperti nomor kartu, nama ibu kandung, atau informasi untuk identifikasi. Kalaupun ditanyakan, mending saya memilih untuk tidak  memberikan. Apalagi saya memang belum yakin apakah ini benar dari BCA atau bukan. Setelah membenarkan bahwa saya memang melakukan transaksi, penelpon tersebut mengucapkan terima kasih, dan mengakhiri pembicaraan.

Karena agak penasaran apakah benar itu dari pihak BCA, akhirnya saya putuskan langsung untuk menghubungi Halo BCA melalui telepon. Saat itu, saya diterima oleh operator bernama Fajri. Saya sampaikan secara singkat kejadian yang baru saja saya alami. Pihak BCA mengkonfirmasi bahwa memang benar bahwa nomor 021-2991070 adalah dari pihak BCA. Dan, saya tanyakan/pastikan bahwa tidak ada masalah dengan kartu kredit saya.

KeyBCA Hilang? Bisa.

Beberapa waktu lalu, ketika token KeyBCA saya sempat mengalami musibah dengan masuk ke mesin cuci, ternyata saya mendapatkan kejutan. Token saat itu masih bisa digunakan. Paling tidak, ketika memasukkan PIN bisa berhasil tanpa masalah.

Setelah kejadian itu, saya malah sempat tidak pakai. Giliran akan coba pakai (beberapa hari kemudian), malah tidak ketemu. Entah ada dimana. Saya sempat mengira bahwa sempat masuk ke dalam tas. Saya bongkar tas saya. Tidak ada. Atau, mungkin ada di kantor. Saya bersihkan meja kerja di kantor, dan saya buka semua laci dan tempat lainnya seputar meja. Tidak ketemu juga. Terakhir, saya bersihkan dan cari-cari di rumah tidak ketemu.

Pesan moral: Jangan senang dulu walaupun token KeyBCA yang tercuci bisa hidup kembali. Mungkin dia akan mencari cara untuk merepotkan. Demikian.