Burnazin, krim luka bakar

Beberapa hari lalu, untuk kali pertama saya mendapatkan rejeki terkena cipratan minyak goreng ketika menggoreng ikan setelah puluhan ikan lele saya pernah goreng.

Ya, agak sial saja sebenarnya. Beruntung, cipratan minyak goreng Bimoli Spesial itu hanya mengenai sedikit bagian tangan. Kejadiannya ketika potongan lele bagian kepala saya balik.

Reaksi pertama tentu rasa panas yang luar biasa, dan paling parah terasa di bagian pergelangan tangan kanan di sisi bagian dalam. Persis setelah kejadian itu, yang saya lakukan pertama kali adalah… menyelesaikan menggoreng lele dulu. Haha! Ya, karena masih tanggung…

Tak lama kemudian barulah saya melakukan pertolongan pertama — yang tidak pertama banget, karena pertama tetap soal lele — dengan menyiram dengan air dingin yang mengalir. Cukup lama sebenarnya, tapi tidak sampai 30 menit. Karena saya pikir memang tidak terlalu parah.

Beberapa menit berlalu, barulah terasa benar-benar rasa sakitnya. Sesekali saya kembali untuk menyiram dengan air dingin, karena memang rasanya jadi cukup nyaman. Saya juga baru ingat bahwa saya tidak memiliki obat ringan untuk pertolongan pertama. Yang saya pernah ingat cuma satu: siram dengan air dingin yang lama.

Kemudian, saya kontak teman saya menanyakan untuk krim untuk luka bakar. Singkatnya, saya disarankan untuk membeli Burnazin — katanya yang mengandung silver sulfadiazine, apotek mesti ngerti — dan juga nacl 0.9%, serta kasa steril. Akhirnya, setelah beberapa saat, saya baru berangkat ke K24 untuk setelah saya konfirmasi bahwa K24 tujuan saya punya obat-obatan tersebut. Terima kasih, Lastdes!

Setelah sampai rumah kembali, barulah saya sadar selain di pergelangan tangan kanan sisi dalam, ada juga beberapa titik yang agak melepuh, tapi tidak besar. Dan, langsung saya oles saja krimnya. Terasa enak, ada sedikit sensasi dingin, tapi yang penting memang sakit jauh berkurang.

Keesokan harinya, barulah kelihatan lebih jelas. Bagian yang kena cipratan agak melepuh (seperti keluar air). Katanya temen saya tidak apa-apa, tunggu saja dan tidak usah dipencet, kalau sudah saatnya nanti pasti akan kempes sendiri.

Yang penting sih sudah tidak sakit lagi.

Published

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *