Kembali Mempekerjakan Asisten Rumah Tangga (di Masa Pandemi)

Setelah mempertimbangkan banyak hal, akhirnya saya dan istri sepakat untuk kembali menggunakan ART (asisten rumah tangga), setelah sekitar satu tahun ini kami saling berbagi tugas sehari-hari. Menurut kami, sebenarnya saat ini semua juga cukup baik-baik saja. Pekerjaan bebersih, memasak, mengasuh anak, semua bisa dikatakan bisa dijalankan dengan cukup baik.

Cuma memang, secara rutinitas menjadi lebih ekstra tenaga. Pekerjaan mencari rejeki juga harus berjalan, bahkan dengan banyak hal yang lebih menantang. Pengelolaan waktu merupakan satu hal yang menantang diantara begitu banyak distraction yang terjadi silih berganti, apapun itu.

Mempekerjakan ART juga berarti adanya tambahan biaya bulanan, yang selama ini kami juga harus mengaturnya dengan lebih bijak. Seperti halnya dengan banyak karyawan/usaha yang terdampak pandemi, saya juga ikut mendapatkan priviledge berupa penyesuaian — lebih tepatnya pemotongan — gaji. Jadi, ya memang saya juga ikut dalam ‘mode bertahan’.

Alasan kenapa akhirnya memilih untuk mempekerjakan kembali ART lebih kepada supaya bisa menjalani dan melewati hari dengan lebih baik, secara fisik maupun mental. Mungkin istilah kerennya adalah “demi kualitas hidup yang lebih baik”. Dan, kalau mungkin ini juga bisa menjadi jalan rejeki bagi orang lain, kenapa tidak.

ART yang akhirnya kami pekerjakan kembali juga bukan orang baru. Dia adalah ART pertama kami ikut bersama kami mungkin sekitar satu tahun, sebelum dia memutuskan untuk berhenti bekerja (bersama kami) karena ada beberapa urusan pribadi yang membuat waktu bekerjanya jadi sulit didapatkan.

Setelah berdiskusi dan wawancara virtual cukup panjang, terutama terkait dengan kondisi pandemi dan bagaimana protokol kesehatan, akhirnya kami memutuskan untuk mempekerjakan kembali. Walaupun, selama masa pandemi ART kami (katanya) ada di rumah terus bersama keluarga, dan suaminya juga mengurus sawah, tapi kami tetap meminta untuk dilakukan rapid test Antigen. Jadi, kami koordinasikan untuk ART — dan suami yang mengantar — juga untuk tes Antigen. Puji Tuhan, semua hasilnya negatif/non-reaktif.

Dan, selama dua minggu pertama, kami menyepakati untuk tetap menjaga jarak di rumah, dan selalu memakai masker selama berada di dalam rumah. Area pergerakan ART juga masih sangat terbatas. Juga, kami sepakat untuk ART ini tidak akan pulang terlebih dahulu paling tidak sampai dua bulan ke depan.

Kalau harus pulang, berarti memang kami juga bersepakat itu akan dianggap mengundurkan diri. Tidak mudah memang, tapi ini juga tentang adanya risiko kalau nanti bolak-balik.

Semoga semua baik-baik saja. Amin.