The United States Lifts Travel Warning for Indonesia

A good news for . The United States govt lifted its travel warning for Indonesia. This decision was taken because of situation improvements in Indonesia. The Bali blast in 2002 brought Indonesian into dark era. Well, that’s probably not the only reason, but it was a big hit.
So, if this year the goverment of Indonesia has set a target of bringing 7 millions of visitors for its Visit Indonesia Year 2008 programme, it might be a good news. Selamat datang di Indonesia!
(reference)

FAM Trip Journalist: Mei 2008, Yogyakarta

Beberapa hari yang lalu, (19 Mei 2008), saya bersama dengan rekan saya Yan Arief mendapatkan kesempatan untuk ikut dalam agenda acara FAM TRIP Journalist. Kemunculan kami disini atas undangan dari Bapak Octo Lampito dari Harian Kedaulatan Rakyat. Secara singkat acara ini merupakan sebuah kunjungan ke tempat-tempat tujuan wisata yang dilakukan oleh pihak-pihak seperti kota, jurnalist, agen perjalanan. Sehingga acara ini mampu memberikan sebuah kesan dan pengalaman estetis tersendiri ketika individu berinteraksi dengan obyek (produk) wisata.

Untuk kegiatan ini di didukung oleh Dinas Seni dan Budaya Kota . Untuk hari pertama ini — dari rangkaian acara mulai tanggal 19 – 21 Mei 2008) — agenda pertama adalah mengunjungi Candi Borobudur. Hari ini (20 Mei 2008) peringatan Hari Raya Waisak 2552 dipusatkan di Candi Mendut dan Borobudur.

The Chronicles of Narnia: Prince Caspian? Not yet…

Yesterday, my girl and I had a plan watching The Chronicles of Narnia: Prince Caspian at 21 Theather. I haven’t read many reviews about this , but a short review from Willy was more than enough. I did watched the first sequel of Narnia — The Chronicles of Narnia: The Lion, the Witch and the Wardrobe. Not my favorite, but I just like it.
When we tried to get tickets, there were only 3 seats available. And, they were on the front row. No way! Okey, next time!

It works, and let's make it better

Currently, we’re working on a . I will tell you about what site it is. This time, I want to share our ideas about how we build it. It comes with a membership . You know… registration, login and reminder. For the password reminder feature, the current site — we actually redevelop the current site — has the feature, and it works fine.
BUT, we think that the process can — and should — be improved. Here are the scenario (from the current site) for the password reminder:

  • A user fills in the field with the his/her ’s email address.
  • The system will generate a randomly-generated password.
  • User can login with the new password.

It works. But, there are some other situations:

  • Other can see other members’ profile.
  • On the profile page, the email address is revealed (readable).

So, other members can easily bug each other. Of course, only when they want to. The point is: it can be done. If someone put other members’ email adress, he/she can reset the password. “Hey, I have someone changed my password without my permission. I need to change it again now…”

Apa Kabar Indonesia tvOne

Setelah nonton Perspektif Wimar — kalau sempat — biasanya saya lanjutkan dengan nonton Apa Kabar Indonesia di tvOne. Untuk acara Apa Kabar sendiri, beberapa waktu terakhir ini pemandu acara sedikit lain dari biasanya. Kalau biasanya Indy Rahmawati (Indy) dan Iwan Ahmad Sudirwan, sekarang posisi Iwan Ahmad Sudirwan sedang digantikan oleh Alfito Deannova (Fito).

apa kabar id tvone

Menurut pendapat pribadi saya, sepertinya Indy dan Fito ini memang pasangan yang cocok. Mungkin Pak Iwan Ahmad memang lebih senior dibandingan dengan Fito atau Indy. Saya merasa kalau keduanya bisa kompak (paling tidak terlihat lebih kompak), jika dibandingkan dengan ketika Indy bersama Iwan. Maaf ya pak Iwan, ini pendapat pribadi saya saja lho… Toh sepertinya Indy, Fito maupun Pak Iwan tidak baca blog ini, Hehehe.. Walaupun memang saya lebih tertarik dengan topik-topik yang diangkat dipagi hari. Dengan atmosfir yang santai dengan isu yang memang sangat current, acara ini mampu memberikan informasi yang sangat menarik. Acara bincang-bincang berlangsung dengan teratur, sehingga esensi dari isu yang sedang diangkat dapat digali dengan lebih dalam. Ini yang paling saya suka.

Entah host untuk acara ini nanti akan kembali lagi seperti sebelumnya atau tidak. Kalaupun iya, saya sih akan tetap nonton kalau bisa… daripada nonton infotainment. :P

Kipas Bambu

Minggu lalu, sewaktu jalan-jalan di Malioboro, kebetulan menjumpai penjual kipas dari bambu. Yang membedakan — selain karena lokasi berjualan — adalah bahwa ini adalah kipas yang mungkin lebih pantas dipakai untuk membakar sate. Awalnya tidak terlalu tertarik, tapi setelah dipikir-pikir, sepertinya perlu juga. Beberapa hari ini, memang cuaca cukup panas. Daripada pakai kipas angin, mendingan pakai kipas yang ini saja. Ya, sekalian olah raga. :P

Waktu saya tanya harganya, bapak penjual yang sudah cukup tua itu menjawab kalau harganya Rp. 1.500,- saja. Hah? Murah banget! Tanpa pikir panjang, beli dua. Sekalian saja ini hitung-hitung sebagai penglaris. Akhirnya saya beli dua kipas seharga Rp. 5.000,-.

Seribu lima ratus rupiah. Saya sendiri tidak habis pikir kenapa bisa dijual dengan harga “semurah itu”. Padahal, untuk membuatnya, saya yakin butuh ketrampilan dan ketelatenan. Saya sendiri kalau dikasih duit lebih banyak untuk bikin satu kipas, belum tentu bisa. Apalagi, hasilnya juga cukup bagus. Waktu pulang, mungkin saya — bersama Lala — dilihatin orang juga, karena kipas langsung saya bawa. Tanpa plastik pembungkus. Heheheh… Waktu nunggu bis untuk pulang, sempat juga dikira bahwa ini untuk bikin sate.

Seribu lima ratus…