AirAsia X cleared for US flights

AirAsia X cleared for US flights, 1st Asian budget carrier to get nod

Malaysia’s AirAsia X Bhd said it had become Asia’s first low-cost carrier to receive approval to operate scheduled passenger flights to any destination within the United States.

Malaysian man spent 18 days in Changi Airport lounges using 31 forged boarding passes

Malaysian man spent 18 days in Changi Airport lounges using 31 forged boarding passes.

He downloaded images of mobile boarding passes issued by two airlines – Cathay Pacific and Singapore Airlines – from the Internet, and used an image editing software on his laptop to alter them.
Raejali inserted his name, a false flight number and a false destination on the fake mobile boarding passes, before sending them to his phone. He forged 31 such passes and used them at nine lounges run by five operators.

XL Center Adisutjipto Yogyakarta Resmi Dibuka

Hari ini, 8 Oktober 2015, XL Axiata melakukan pembukaan secara resmi XL Center Adisutjipto Yogyakarta sebagai salah satu kanal pelayanan pelanggan produk dari XL Axiata. Saya sendiri kebetulan sudah menggunakan layanan dari XL Axiata sejak sekitar awal tahun 2000 sampai sekarang. Dulu, produk layanan lebih dikenal dengan ProXL. Jadi, mungkin sudah sekitar 15 tahun saya telah menjadi pelanggan.

Kebetulan pula, peresmian XL Center Adisutjipto Yogyakarta ini bertepatan dengan ulang tahun ke-19 — XL sendiri telah beroperasi sejak 8 Oktober 1996 — dari perusahaan ini. Acara ini sendiri dihadiri oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, Bambang Parikesit (VP XL Central Region), beberapa perwakilan dari XL Axiata, dan undangan lainnya.

Setelah beberapa kata sambutan, XL Center Adisutjipto Yogyakarta dibuka secara resmi dengan penandatanganan prasasti oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X. Dan, itulah kali pertama juga saya mengunjungi gerai XL Center yang baru. Sebelumnya, saya memang pernah beberapa kali pula mendatangi XL Center yang berada di lokasi sebelumnya di Jl. Mangkubumi, Yogyakarta. Keperluan cukup standar yaitu melakukan penggantian kartu Micro SIM, dan juga kartu Nano SIM.

Cerita Perjalanan ke Malaysia (Hari Kedua dan Ketiga)

Tulisan ini adalah lanjutan dari cerita perjalan ke Malaysia sebelumnya.

Karena memang perjalanan ke Malaysia awal Januari yang lalu memang untuk urusan pekerjaan, praktis saya tidak bisa menghabiskan waktu untuk jalan-jalan. Pertama, karena memang masih cukup buta dengan geografis di Malaysia. Alasan kedua, karena lebih kepada jadwal yang cukup padat.

Kosakata dan Bahasa

Dulu, ketika di Hong Kong, saya mengalami kendala dalam bahasa. Saya kira, menggunakan bahasa Inggris merupakan pilihan yang tepat saat itu. Tapi, alih-alih bisa berkomunikasi dengan lancar, saya (dan yang saya ajak bicara) lebih sering menggunakan bahasa isyarat. Bahkan, ketika di restoran cepat saji-pun sama saja. Ketika ke salah satu gerai Starbucks di Tung Chung (Hong Kong), saya memesan dengan cara langsung menunjuk ke menu yang terpampang di dinding.

Saya tidak dapat menangkap apa yang disampaikan, dan mungkin sebaliknya.

Namun, di Kuala Lumpur memang sedikit berbeda. Bahasa Inggris masih cukup “aman” untuk digunakan. Mungkin ini dibantu juga dengan logat Melayu dan pelafalan yang lebih jelas. Ketika terkait dengan urusan pekerjaan, komunikasi bisa dikatakan lancar tanpa ada masalah.

8436575229_62c406b2db_z

Ketika makan, hal yang kurang lebih sama juga terjadi. Ketika makan di semacam warung pinggir jalan, saya sempat saja nekat menggunakan bahasa Indonesia — walaupun rada asal juga saya ucapkan dengan sedikit nada Melayu. Hasilnya? Tidak ada masalah. Ya, paling tidak komunikasi lancar.

Beberapa kali ketika misalnya dengan pengemudi taksi, saya berusaha mendengarkan rekan kerja saya yang berbincang dengan bahasa Melayu. Beberapa kosakata yang saya tidak mengerti awalnya. Nah, yang lebih susah adalah ketika saya mencoba memahami informasi yang tertulis di gedung, tempat makan, atau bahkan peta.

Cerita Perjalanan ke Malaysia (Hari Pertama)

Kalau mendengar kata Malaysia, pikiran saya seringkali langsung tertuju kepada hubungan yang terasa kurang manis antara Indonesia dengan Malaysia. Terutama ketika menyangkut pariwisata, atau budaya. Kadang merasa kesal, tapi jujur saja lebih sering merasa tidak memedulikan. Tidak akan selesai kalau harus mencari siapa yang salah atau dipersalahkan, atau siapa yang benar.

Jadi, lebih sering isu seputar hubungan yang kurang harmonis tidak terlalu menyita perhatian saya.

Awal tahun ini, saya berkesempatan untuk mendatangi Malaysia, negeri jiran sahabat Indonesia. Kedatangan saya untuk kali pertama tersebut untuk urusan pekerjaan, jadi praktis jadwal dan agenda lebih banyak terkait pekerjaan, bukan liburan. Saya hanya menghabiskan 3 hari 2 malam disana. Tidak banyak waktu mengeksplorasi negara yang memiliki 13 negara bagian, dan 3 wilayah persekutuan tersebut. Dan, ini beberapa catatan dalam perjanan saya.

Terbang menuju Kuala Lumpur

Bersama dengan 4 orang rekan kerja, saya berangkat dari Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta (CGK) dengan maskapai Air Asia pada pukul 06:25. Saya sendiri sudah tiba di lokasi sekitar pukul 05.30. Proses pemeriksaan imigrasi dan pembayaran airport tax juga cukup cepat dan lancar.

Pesawat Air Asia QZ8190 berangkat tepat waktu, tidak ada yang istimewa dalam perjalanan. Saya sendiri menghabiskan sebagian waktu dalam penerbangan untuk tidur — karena belum tidur sama sekali malamnya. Sekitar pukul 09:25 waktu Kuala Lumpur, pesawat mendarat di LCCT (Low Cost Carrier Terminal) (KUL).

Setelah sampai, saya dan rekan-rekan yang lain memutuskan untuk sarapan (atau lebih tepatnya makan siang). Pilihan jatuh ke Old Town White Coffee. Untuk pilihan menu, saya memilih Old Town Nasi Lemak dengan Ayam Goreng. Untuk minum, saya memilih segelas Teh Tarik.

Nasi Lemak with Fried Chicken
Nasi Lemak with Fried Chicken

Setelah selesai makan, akhirnya perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan taksi ke kawasan Damansara Perdana di Petaling Jaya. Saat itu, saya memang tidak terlalu mencari informasi terlebih dahulu tentang lokasinya. Perkiraan perjalanan sekitar satu jam. Tujuannya sendiri adalah ke kantor rekanan. Biaya taksi sendiri — dengan harga dari counter taksi yang ada adalah RM 84.30.

Indonesia team didn't win AFF Suzuki Cup 2010

Yes, Indonesia team didn’t win this year AFF Suzuki Cup 2010. But, Indonesia beat Malaysia in the second game. In the previous game in Malaysia, Malaysia team won 3-0. Yesterday, Indonesia won 2-1. But, for me Indonesia gave something to watch. Great game!

December Photos

This December, I had chances to attend some events in Jakarta. From community event to football game. Here they are:
AFF Suzuki Cup 2010
I went to AFF Suzuki Cup 2010 first matched at Gelora Bung Karno Stadium. On that day, Indonesia met Malaysia team and scored 5 goals!
AFF Suzuki Cup 2010
Yahoo! Communities Meetup
Probably, this is the biggest Yahoo! event I’ve been attending until today. On that day, lots of Koprol, Flickr and Yahoo! Answers users gathered at Blitz Megaplex Pacific Place, Jakarta. I think there were around 200 people there. Here’s a photo (for more photos, go to event photoset):
Y!: Jakarta Communities Meetup
MarkPlus Conference 2011 New Wave Party

Also at Pacific Place. I went there on the evening representing and went home late at night. I know, from the the photoset, I think I need to learn more about the word “party” here.
New Wave Party
TEDx Jakarta 6th event: Somethink Different
It was my second TEDx event, and didn’t enjoy all inspiring presentations since I needed to go to another venue on that evening. I left the venue after the break. :(
19122010275

Mediacorp and Malaysian firm

Mediacorp sues Malaysian firm for copyright, trademark infringements.

Singapore media company MediaCorp has taken a Malaysian company to court for selling content recorded off its radio and television channels.
The Malaysian company, MediaBanc, is alleged to have compiled, sold and distributed MediaCorp news and radio programmes, without licence. The acts were discovered in 2006.

Full story here.

Opera Mini Ads

Anyway, I like this Opera Mini TV ad. It’s said that this advertisement has been aired in Malaysia since July.
[viddler id-985b26da h-370 w-437]

Google Adsense now supports Western Union payment method

Another good news for Google Adsense publishers. Now, there is a new alternative to get Google Adsense payment by using Western Union service.
Google Adsense blog reported:

We’re excited to tell you that we’re offering a new payment method for some countries. If you’re located in Argentina, Chile, China (Mainland), Colombia, Malaysia, Pakistan, Peru, the Philippines, or Romania, you can now sign up for Western Union Quick Cash, a new form of payment that lets you receive your AdSense payments in cash using the worldwide Western Union money transfer service. Payments will be available for pickup at your local Western Union agent the day after they are issued, according to our normal payment schedule.

This feature is not yet available for Indonesian Adsense publisher, I believe more countries will be supported later. I hope… :)

Cyber law mulled to block lies in blogs

An interesting article about blogging (in Malaysia): “We need to have stricter cyber laws to prevent these bloggers from disseminating disharmony, chaos, seditious material and lies. We are talking about creating cyber laws to control those who misuse the Internet”

Python Eats Pregnant Sheep

Python Eats Pregnant Sheep
Oh my, it must be soooo hungry. Photo courtesy of New Straits Times (Malaysia) – National Geographic News.