Tak Terlalu Mudah untuk Mengubah Langganan Layanan Biznet Home dari Sewa ke Beli Modem

Proses registrasi dan pemasangan koneksi internet Biznet Home pada Februari lalu berjalan dengan baik dan lancar. Kualitas layanan internet sepanjang bulan Februari sampai akhir Maret ini juga baik. Bisa dikatakan tidak ada keluhan. Sempat ada masalah kecil waktu tiba-tiba koneksi putus, tapi ini bisa diselesaikan melalui telepon saja.

Di tempat baru ini, saya berencana hanya akan berlangganan internet kurang dari dua tahun. Informasinya adalah kalau berhenti berlangganan kurang dari dua tahun, maka akan ada semacam penalti — kalau tidak salah — senilai sekitar Rp2.700.000,-.

Setelah mencari tahu lebih lanjut, penalti ini akan dibebankan kalau pelanggan menyewa alat. Tapi, biaya penalti itu bisa diabaikan kalau kita membeli modemnya, bukan sewa senilai kurang lebih Rp900.000,-.

Karena proses registrasi sudah dijalankan, untuk mempercepat saya diberitahu untuk aktivasi dulu — dengan menyewa modem — baru nanti diubah menjadi pembelian. Yang secara otomatis juga, invoice akan disesuaikan. Di minggu kedua Maret, saya mendapatkan invoice untuk pembayaran koneksi internet, namun masih dalam status sewa alat. Di hari itu juga saya langsung konfirmasikan untuk perubahan bahwa saya ingin membeli modemnya.

Saya mendapatkan jawaban kalau permintaan tersebut akan dikoordinasikan dengan unit terkait, dan akan diproses mendekati batas masa aktif langganan aktif. Saya mendapatkan tiket kasus untuk inkuiri saya tersebut. Selanjutnya, saya menunggu.

Empat hari sebelum batas waktu pembayaran invoice awal saya menindaklanjuti kembali permintaan saya melalui surel ke layanan pelanggan Biznet. Tak sampai satu jam saya sudah mendapatkan balasan dengan informasi yang sama: sedang dikoordinasikan kembali oleh tim terkait.

Pada hari jatuh tempo pembayaran, pagi hari saya sudah hubungi kembali layanan pelanggan, untuk menanyakan kembali kepastian bagaimana. Dan, jawabannya masih sama: sedang dikoordinasikan ke tim terkait.

Baca juga:  Berhadapan dengan Kesempatan

Dan, sehari setelah jatuh tempo pembayaran, koneksi internet telah mati pada pagi hari. Saya periksa surel, belum ada invoice yang terkirim juga.

Sekitar pukul 07.45 saya menelpon layanan pelanggan di nomor 1500933 untuk menanyakan hal ini. Saya sudah jelaskan situasinya bagaimana — dan sepertinya petugas layanan juga sudah paham — dan saya diminta untuk menunggu koordinasi dengan unit terkait. Bedanya, saya dijanjikan akan dihubungi kembali sekitar satu jam kemudian.

Saya tunggu.

Kira-kira pukul 09.30, saya akhirnya menghubungi layanan pelanggan kembali melalui fitur chat yang ada di website dan saya diminta menunggu untuk koordinasi dari tim terkait.

Ya.

Perbaruan pukul 19.00 WIB

Siangnya, sekitar pukul 12.30, saya menghubungi kembali layanan pelanggan melalui telepon. Singkatnya, tidak membuahkan hasil juga. Katanya, saya diminta menunggu (lagi!), dan mungkin sore hari baru diproses.

Rekan kerja yang lain juga akhirnya berusaha menghubungi dan mendapatkan kejelasan. Akhirnya ada juga balasan bahwa saya diminta untuk transfer ke nomor Virtual Account yang digunakan untuk registrasi. Ketika saya coba transfer, ternyata jumlahnya masih sesuai invoice awal. Tujuan awalnya adalah untuk meminta perubahan langganan dengan pembelian alat. Kalau pada akhirnya harus ditunda, saya tidak perlu sampai mengabaikan pembayaran invoice sebelumnya.

Setelah beberapa kali menghubungi dan mengkomunikasikan, akhirnya diberitahu bahwa saya perlu transfer ke Virtual Account milik saya. Ketika saya periksa, jumlah pembayaran sepertinya sudah sesuai dengan nilai yang seharusnya. Invoice baru juga dikirimkan melalui surel. Namun, saya tidak langsung membayarnya.

Dalam invoice, jumlah nominal yang tertulis adalah:

Biznet Home Internet 1A: Rp300.000
Subtotal Sebelum Pajak: Rp300.000
Pajak 10%: Rp0
Bea Materai: Rp3.000
Jumlah total: Rp1.326.000

Penghitungan jumlahnya susah untuk dipahami

Saya balas surel yang berisi invoice tersebut dan meminta apakah jumlah untuk pembelian alat/modem dapat dimasukkan, dengan sekaligus melakukan revisi untuk detil jumlahnya. Saat menghubungi kembali layanan pelanggan, diinfokan bahwa nanti invoice yang telah direvisi akan dikirimkan terpisah setelah melakukan pembayaran.

Baca juga:  Mekanisme Pre-paid Layanan Biznet Home Internet

Akhirnya, saya lakukan saja dulu pembayaran karena prioritas koneksi internet dapat segera aktif. Dan, benar saja sesaat setelah saya melakukan pembayaran, koneksi internet dapat digunakan lagi sekitar pukul 17.30 WIB.

Walaupun invoice belum saya terima, namun dalam surel balasan dari layanan pelanggan, detil pembayaran untuk perubahan langganan dengan membeli alat/modem adalah sebagai berikut:

Biznet Home Internet 1A: Rp300.000
Biaya Beli Modem: Rp900.000
Bea Materai: Rp6.000
Pajak 10%: Rp120.000
Jumlah total: Rp1.326.000

Andai saja hal semacam ini bisa berjalan dengan begitu ribet. Saya cukup jengkel juga dengan seluruh prosesnya, tapi paling tidak saat ini koneksi dapat digunakan kembali seperti sebelumnya. Terima kasih, Biznet.