Aplikasi 2FA (Two-Factor Authentication) Pilihan

Untuk beberapa layanan daring yang saya gunakan, hampir semua saya mengaktifkan fitur 2FA (Two-Factor Authentication) atau autentikasi dua faktor. Alasannya cukup sederhana: untuk menambah sedikit lapisan keamanan. Alih-alih hanya menggunakan kombinasi username dan sandi, ketika kombinasi autentikasi sudah dapat digunakan, saya perlu memasukkan kode autentikasi.

Ribet? Mungkin iya. Tapi, sebenarnya tidak ribet juga.

Untuk urusan sandi, walaupun hampir semua sandi menggunakan sandi yang sangat acak dan berbeda sandi antara satu layanan dan lainnya, saya sangat terbantu dengan aplikasi Bitwarden. Bahkan, sudah lebih dari dua tahun saya menggunakan aplikasi ini.

Sangat membantu.

Sebelumnya, saya menggunakan Google Authenticator sebagai aplikasi 2FA. Cukup lama saya menggunakannya. sudah berhasil menjalankan fungsinya dengan sangat baik.

Ada sedikit masalah ketika ponsel yang saya gunakan tidak dapat saya akses, misal karena kehabisan baterai, atau tidak sedang berada bersama saya. Dalam kondisi seperti ini, cukup merepotkan.

Karena, Authenticator hanya dapat digunakan dalam 1 piranti bergerak () untuk Android atau iOS Lebih merepotkan lagi kalau ternyata piranti yang digunakan sampai hilang. Sedangkan, saya kebetulan menggunakan lebih dari satu ponsel, kadang bekerja dengan tablet, dan paling sering bekerja dengan .

Aplikasi 2FA yang dapat mendukung lebih dari satu piranti tentu menjadi pilihan yang paling masuk akal dan memudahkan. Dan, pilihan saya jatuh ke . Sebenarnya, ada beberapa alternatif aplikasi yang dapat digunakan sebagai ‘pengganti’ Google Authenticator, namun dapat menjalankan fungsi 2FA dengan cukup baik. Beberapa diantaranya:

Dan masih banyak lagi.

Lalu, kenapa Authy?

Kalau dari sisi cara menggunakan, menambahkan akun dan lainnya aplikasi yang ada rata-rata akan sama. Kalau sudah pernah menggunakan satu aplikasi autentikasi, berpindah aplikasi saya rasa tidak akan rumit.

Authy menawarkan satu fitur yang sangat membantu saya yaitu dukungan multi piranti. Dari sekian banyak fitur yang ditawarkan, fitur ini bagian paling berguna menurut saya.

Jadi, saya bisa sedikit tidak khawatir apabila saya sedang membutuhkan fungsi autentikasi, karena saya bisa mengakses dari piranti yang sedang saya gunakan, atau yang terdekat dengan saya.

Authy tersedia untuk Android, iOS dan desktop (, , atau ).

Ulasan K380 Multi-device Bluetooth Keyboard

Dengan beberapa pertimbangan, akhirnya saya memutuskan untuk membeli papan ketik baru, dan pilihan saya jatuh ke K380 Multi-device Bluetooth Keyboard dari .

Catatan

Tulisan ini merupakan ulasan pribadi. Pembelian barang dengan menggunakan pribadi, bukan artikel berbayar, dan saya tidak memiliki hubungan bisnis dengan Logitech. Hasil dan pengalaman berbeda mungkin terjadi. Saya tetap menyarankan untuk membaca terlebih dahulu spesifikasi dan ulasan lain untuk produk ini.

Nama Logitech sebenarnya bukan nama yang asing. Saya sudah cukup lama menggunakan tetikus dari merek ini, untuk seri M337. Dan, selama itu pula cukup puas dengan performa dalam mendukung pekerjaan saya sehari-hari.

Mengapa bluetooth keyboard?

Selama ini, sebenarnya saya juga sudah menggunakan magic keyboard dari karena MacBook saya lebih sering saya gunakan bersama dengan monitor eksternal karena memang saya hampir selalu di rumah saja. Tidak ada keluhan spesifik sebenarnya.

Di saat yang sama, saya juga kadang menggunakan , yang juga hampir selalu berada di depan saya (ketika di rumah). iPad yang saya gunakan juga sudah menggunakan magic keyboard.

Kalau ada satu papan ketika yang bisa dengan mudah berpindah piranti, saya rasa itu akan sedikit membantu. Dan, karena juga saya kadang harus berpindah tempat kerja seperti bekerja di luar rumah, dan saya memang lebih nyaman menggunakan papan ketik eksternal, kalau ada yang memenuhi kedua hal ini, tentu akan jadi pilihan.

Kenapa papan ketik nirkabel, ya karena ini lebih praktis saja.

Memilih K380

Ada beberapa pilihan yang sudah saya lihat, tapi spesifikasi yang saya butuhkan sebenarnya cukup sederhana saja, yaitu:

  1. Desain sederhana, dengan ukuran yang cukup compact, dengan built quality yang baik, tidak terkesan ringkih dan murahan.
  2. Mudah untuk pairing, dan tentu saja nirkabel
  3. Saya tidak butuh fitur seperti trackpad, atau tombol dedicated misal untuk angka.
  4. Baterai cukup awet
  5. Harga di bawah Rp500.000

Awalnya saya sempat terpikir untuk membeli Logitech K480 yang sepertinya akan cocok untuk saya. Namun, setelah saya pertimbangkan ulang, fitur untuk menempatkan tablet atau ponsel sepertinya tidak akan terlalu saya gunakan. Dan, ini menjadikan ukuran keseluruhan menjadi terlalu besar

Logitech K480
Ukuran Logitech K480: 299mm x 195 mm x 20 mm.

Seri K480 ini secara umum memiliki spesifikasi yang bagus, cuma kurang cocok untuk kebutuhan saya.

Ingin Mencoba Laptop Windows

Sudah sekitar 10 tahun saya menggunakan keluaran dari , setelah berpindah dari laptop dengan sistem operasi . Seingat saya, laptop terakhir saya adalah Toshiba dengan sistem operasi Windows 7. Sudah sangat lama, tentu saja. Sejak saat itu, saya belum pernah berpindah ke laptop (atau piranti lainnya) yang menggunakan sistem operasi Windows.

Menggunakan laptop dari Apple, saya berpindah dari Macbook Pro 13″ ke Macbook Pro 15″ (Retina Display). Dan, masih nyaman saja. Bahkan, laptop Macbook Pro 15″ ini juga masih saya pakai sebagai laptop utama untuk kebutuhan sehari-hari.

Namun, beberapa kali melihat ulasan tentang laptop dan tentu saja perkembangan sistem operasi Windows saat ini, saya tergoda untuk mencoba laptop selain keluaran Apple ini. Secara spesifikasi dan jenis, tentu saja saat ini sudah sangat baik. Harga mungkin juga bersaing, pilihan juga makin banyak.

Apalagi, sistem operasi Windows tentu sudah sangat jauh berkembang ke arah yang lebih baik. Sebenarnya, saat ini saya cukup optimis bahwa pekerjaan saya sehari-hari bisa dilakukan di Windows.

Saya belum tahu secara spesifik merek laptop yang saya mau. Tapi, spesifikasi untuk bisa bekerja dengan nyaman, daya tahan baterai bagus, layar oke, saya rasa juga umum untuk menjadi pilihan.

Atau, ada yang mungkin akan memberikan satu untuk saya? Haha!

CorelDRAW Graphics Suite 2019 For Mac

When I switched to (from ), I never looked backed on Windows-only applications. One of them is CorelDRAW. There was a time when CorelDRAW became a popular graphic .

Recently, Corel Corporation released its latest CorelDRAW Graphic Suite 2019. And, it’s for Mac.

Office 365 Personal untuk 5 Perangkat Sekaligus

Kabar baik untuk pengguna/pelanggan Office 365 Personal, karena mulai Oktober 2018, mengubah kebijakan mengenai jumlah perangkat yang digunakan untuk satu lisensi.

With your current Office 365 Personal subscription, you can use Office on one PC or and one tablet. Starting Oc‍tober 2, 20‍‍18, you’ll be able to install it on all your devices and sign in to five at the same time–that means you can use Office no matter where you are or what device you’re on.

Sebagai pengguna Office 365 Personal sejak Mei 2014, tentu saja ini kabar yang baik. Sebelumnya, pelanggan Office 365 Personal hanya dapat melakukan otentikasi pada dua perangkat saja yaitu satu PC/Mac, tablet, dan ponsel (termasuk , , dan ).

Masalahnya, kadang mungkin ada pengguna yang memiliki perangkat lebih dari itu. Jadi, perubahan ini saya rasa jelas menguntungkan. Untuk harga tidak ada yang berubah juga. Secara otomatis, seluruh pelanggan Office 365 akan langsung dapat menikmati perubahan ini.

Bagaimana dengan Office 365 Home?

Untuk pelanggan Office 365 Home, jika sebelumnya hanya dapat digunakan oleh lima pengguna, per Oktober 2018 akan dapat digunakan oleh enam pengguna.

Referensi: You’re about to get even more from your Office 365 Home or Personal subscription!

Pengalaman Mencoba Layanan Uber untuk Bisnis (Uber for Business)

Di pertengahan Oktober 2015 ini, saya mendapatkan informasi melalui surel yang saya gunakan untuk akun saya di layanan Uber mengenai hadirnya fitur yaitu “ for Business”. Saya sendiri sudah menggunakan layanan ini beberapa bulan, dan secara keseluruhan mendapatkan layanan dan pengalaman yang baik. Walaupun, sampai sekarang saya baru menggunakan layanan ini kalau saya kebetulan ada keperluan pekerjaan di .

Layanan Pribadi

Untuk keperluan pekerjaan, penggunaan Uber yang saya lakukan — atau rekan-rekan saya lakukan — menggunakan akun pribadi. Dengan kondisi ini, maka pembayaran dilakukan secara pribadi (dengan milik sendiri), untuk kemudian dapat dilakukan reimbursement. Sebuah mekanisme yang sepertinya cukup lazim digunakan oleh banyak perusahaan.

Fitur ‘Uber for Business’

Uber for Business yang diperkenalkan ini saya rasa memberikan beberapa keuntungan dan kemudahan, apalagi dalam konteks bahwa kebutuhan moda (menggunakan Uber) seharusnya dapat dikelola dengan lebih baik. Sejak menggunakan layanan Uber ini, memang saya merasakan bahwa biaya perjalanan cenderung berkurang — ketika membandingkan dengan mobilitas yang sama dengan layanan transportasi sejenis/taksi.

Secara sederhana, Uber for Business ini merupakan sebuah konsep yang memberikan kemudahan bagi perusahaan untuk mempermudah dalam hal pengelolaan perjalanan bagi karyawannya (ketika memilih menggunakan Uber). Berikut beberapa hal utama tentang layanan ini:

  • Perusahaan membuat sebuah akun bisnis/korporat
  • Seluruh pembayaran akan ditanggungkan ke akun perusahaan
  • Perusahaan mengatur karyawan yang dapat menggunakan pembayaran langsung oleh perusahaan
  • Perusahaan dapat mengatur kebijakan pemakaian terkait dengan pembayaran yang ditanggung oleh perusahaan

Aktivasi Uber for Business

Walaupun secara tim tempat saya bekerja belum terlalu banyak, namun saya rasa penggunaan fitur ini dapat membantu. Saya mendaftarkan akun untuk keperluan ini melalui https://www.uber.com/business. Prosesnya sendiri cukup mudah. Dan, saya sudah langsung dapat mulai melakukan pengaturan akun.

Welcome to Uber for Business

Untuk pengaturan awal, saya diminta untuk memasukkan beberapa informasi seperti metoda pembayaran (memasukkan informasi kartu kredit yang digunakan), melakukan pengaturan kebijakan bagi tim, dan tentu saja mengundang tim yang boleh menggunakan pembayaran melalui akun bisnis ini.

Informasi Pembayaran

Uber for Business: Payment Settings

Saya memasukkan informasi kartu kredit yang nantinya akan digunakan untuk pembayaran seluruh perjalanan baik bagi saya sendiri, atau bagi tim yang nanti akan saya undang. Menilik dari informasi pada penambahan informasi pembayaran, ada beberapa poin:

  • Sistem Uber akan melakukan proses otorisasi dengan melakukan penarikan sebesar US$250 dari kartu kredit. Menurut informasi, ini akan langsung dikembalikan jika proses ini berhasil.
  • Rekan kerja saya yang nantinya akan menggunakan pembayaran dari kartu kredit saya tidak akan dapat melihat informasi kartu kredit milik saya. Informasi yang terlihat hanya berupa label teks saja, misal “Nama Perusahaan”.

Pengaturan Kebijakan Perjalanan

Uber for Business: Ride Policy

Pengaturan kebijakan penggunaan ini dapat diatur sesuai dengan kebutuhan. Sehingga, penggunaan metoda pembayaran dapat pula dibatasi. Pengaturan ini misalnya:

  • Mengatur kapan saja metoda pembayaran dapat digunakan; di hari apa saja, dan dalam rentang waktu jam berapa saja.
  • Mengatur dimana saja bisa melakukan perjalanan, misalnya lokasi penjemputan, termasuk waktunya. Jika ditentukan batasan lokasi penjemputan, lokasi penjemputan hanya bisa dalam radius sekitar 400 meter saja.

iOS 9 features inspired by Android

I have some devices running on multiple operating systems (, , and ). But, recently I use Android more than iOS. Early this month, announced some new for its operating system: iOS 9. Some said that Android copies Apple, and Apple also copies Android. This time, Arstechnica has a list of some iOS 9 features that are inspired by Android.

Pengalaman Menggunakan Layanan Uber Jakarta

Walaupun sudah cukup lama layanan taksi Uber dapat dinikmati di sebagai salah satu pilihan moda , namun saya baru saja mencobanya sendiri dalam satu bulan terakhir. Selain Jakarta, layanan di juga dapat dinikmati di kota lain seperti Bandung dan Bali.

17613487154_f554babe7b_b

Kalau dari melihat beberapa pengalaman dari pengguna Uber, sepertinya sangat banyak yang mendapatkan pengalaman positif (dibandingkan yang negatif). Saya sendiri berdomisili di , dan cukup sering harus berada di Jakarta kebanyakan untuk urusan pekerjaan. Dan, sarana transportasi seperti taksi atau bis Transjakarta merupakan pilihan moda yang sering saya pakai.

Sebelumnya, saya sudah menginstal aplikasi Uber di ponsel saya. Saat ini, aplikasi Uber dapat diunduh untuk ponsel dengan sistem operasi Android, iOS, dan Windows Phone. Proses registrasi sendiri dapat dilakukan dengan mudah, dan bagian yang terpenting adalah bahwa penumpang perlu untuk memiliki . Ini karena konsep Uber yang cashless, atau tidak ada transaksi dengan menggunakan uang secara langsung. Seluruh transaksi langsung dibebankan ke kartu kredit.

Memesan taksi Uber melalui aplikasi

Pemesanan dengan menggunakan aplikasi dapat dilakukan dengan mudah. Saat membuka aplikasi, kita bisa melihat apakah ada armada Uber yang tersedia dalam area disekitar kita. Sebelum kita mengkonfirmasi pemesanan, berikut beberapa hal yang dapat kita lakukan:

  • Melihat ada atau tidaknya armada
  • Jika ada, maka akan diberikan informasi perkiraan kapan armada terdekat bisa sampai ke tujuan penjemputan
  • Mendapatkan informasi perkiraan tentang biaya perjalanan dari titik penjemputan sampai dengan tujuan akhir. Informasi perkiraan biaya ini bergantung kepada armada pilihan apakah uberX, atau UberBLACK

Fitur-fitur inilah yang bagi saya menjadi penentu apakah saya mau/dapat melakukan pemesanan armada Uber. Kadang, bahkan saya secara acak menggunakan fitur estimasi harga dari sebuah lokasi ke lokasi lainnya, sekadar untuk mengetahui perkiraan harga yang harus saya bayarkan.

Setelah menetukan lokasi penejemputan (dan tujuan), kita tinggal melakukan pemesanan. Aplikasi (dengan algoritma yang dimilikinya) akan mencoba mencariakan armada. Jika ada pengemudi yang merespon dan dapat melayani pesanan, maka pesan akan dikirimkan untuk memberitahu profil pengemudi.

Jika diperlukan, kita bisa langsung menghubungi pengemudi. Saya sendiri pernah menghubungi pengemudi setelah melakukan pemesanan, sekadar ingin mengkonfirmasi pesanan saya. Di lain kesempatan, pengemudi malah lebih dulu menghubungi saya dan memberitahukan tentang posisinya, walaupun saya bisa memantau juga posisi dari aplikasi Uber.

Perjalanan dan Tarif

Ketika membandingkan dengan moda lain seperti taksi dengan tarif biasa (misal: Bluebird, Express, atau yang lain), secara sekilas saya mendapati bahwa Uber lebih murah. Misalnya, dengan rute yang sama (dan kondisi lalu lintas yang sama), selisih total biaya perjalanan bisa mencapai sekitar Rp 20.000,- sampai Rp 30.000,-.

18232378412_2c8c91c8c1_h2

Konsep cashless (tanpa melibatkan transaksi dengan uang fisik secara langsung) juga merupakan hal yang saya sukai. Kalau melihat harga dari bukti transaksi yang diberikan, ada beberapa parameter yang mentukan harga yaitu: harga tarif dasar, jarak tempuh, waktu perjalanan, dan biaya tol (jika ada).

Kebetulan, salah satu perjalanan saya ada yang melewati gerbang tol. Dan, biaya tol langsung dibebankan (dan dideteksi) oleh aplikasi.

Karena informasi tersebut, ketika melewati pintu tol, saya tidak perlu menyiapkan uang untuk membayar. Pengemudi sudah menyiapkan sendiri uang pembayarannya. Saya hanya memberikan uang kepada pengemudi ketika meninggalkan area parkir dan ada biaya parkir yang harus dibayarkan.

Dari pemesanan yang pernah saya lakukan, saya mendapatkan dua jenis kendaraan yaitu Daihatsu Xenia dan Toyota Avanza.

Mobil Uber yang mengantarkan ke Bandara Soekarno-Hatta.
Mobil Uber yang mengantarkan ke Soekarno-Hatta.

Jenis kendaraan baru diketahui setelah kita mendapatkan mobil pesanan. Namun, dari beberapa kali menggunakannya, saya mendapati kalau standar pelayanan, dan kebersihan kurang lebih sama baiknya.

Pak Santo yang pagi itu mengantarkan saya ke Alam Sutera, menyapa saya dengan ramah. Ketika kendaraan sudah mulai berjalan sekitar 5 menit, beliau menanyakan ke saya apakah AC mobil sudah cukup temperaturnya. Tak lama kemudian, beliau juga memberi tahu saya tentang rute yang akan diambil dan di gerbang tol mana kami akan masuk. Bahkan, di mobil beliau, sudah disiapkan air mineral dan permen. Saya sendiri tidak mengambilnya, karena saat itu saya sudah membawa sendiri.

17651790844_5d09904b12_o

Raspberry Pi 2

Raspiberry 2
Raspberry Pi 2 is on sale for $35. It has ~6x using a 900MHz quad-core ARM Cortex-A7 CPU compared to the previous product. It’s also said to be supporting ARM GNU/ distributions, including Snappy Core, as well as 10. ( source: Hackaday)

Ulasan Windows Phone 8 dan Aplikasi pada Ponsel Lumia

Tulisan ini adalah lanjutan dari artikel sebelumnya tentang ponsel Lumia 535. Sebelum saya menuliskan artikel tersebut, saya sudah mencoba menggunakan ponsel (beserta dengan sistem operasi Windows Phone) walaupun belum dalam frekuensi sehari-hari. Selanjutnya, dalam waktu sekitar satu minggu terakhir, saya mencoba untuk menggunakannya dalam keseharian saya. Jadi, saya ingin mencoba ‘memberi kesempatan’ kepada ponsel (atau sistem operasi Windows Phone) ini untuk menjawab kebutuhan saya.

lma19735091275091725

Artinya, saya mencoba melakukan aktivitas rutin saya — yang biasanya saya lakukan di ponsel , dan iPad — di ponsel Lumia. Walaupun secara spesifik saya menggunakan Lumia 535 dalam tulisan ini, namun secara keseluruhan — koreksi jika saya salah — saya rasa saya bisa saja mendapatkan pengalaman yang sama ketika menggunakan jenis ponsel dari seri keluaran lain, sepanjang ponsel tersebut menggunakan sistem operasi Windows Phone.

Tulisan berikut berdasarkan versi Sistem Operasi Windows Phone 8.10.14226.359, versi Firmware 02055.00000.14511.22002.

Layar (yang mungkin terlalu) sensitif

Baik ketika saya menggunakan iPhone atau ponsel R819, saya tidak mengalami terlalu banyak perbedaan tentang sensitifitas layar. Gesture yang saya lakukan dapat berjalan dengan baik dan hampir tidak mengalami perbedaan berarti. Namun, ketika saya menggunakan ponsel Lumia, saya sering mengalami bahwa layar terlalu sensitif. Ketika saya swipe/scroll, saya sering mengalami bahwa gesture terbaca sebagai ‘tap’. Saya sebenarnya ingin scroll, namun sering kali malah membuka aplikasi. Dan, ini seringkali terjadi.

Email/surel (surat elektronik), Kalender, dan Kontak

wp_ss_20141125_0003

Secara prinsip, surel dapat dipergunakan dengan cukup baik, dalam pengertian bahwa seluruh surel saya baca melalui ponsel. Saya mencoba untuk menambahkan beberapa akun surel seperti , Yahoo Mail, Outlook, dan kantor, semua dapat berjalan dengan baik.

Untuk kalender, saya menggunakan Google Calendar sebagai layanan utama untuk mengatur kalender/agenda. Dan, untuk kontak, saya menjadikan layanan Google (melalui Gmail) untuk pengelolaan kontak. Seluruh kontak saya dapat saya impor tanpa masalah.

Untuk kalender dan surel, saya harus berneogisasi dengan diri saya sendiri terutama pada bagaimana keseluruhan experience. Kalau fokusnya adalah bahwa informasi bisa saya dapatkan melalui ponsel Lumia, hal ini sudah terjawab.

Namun, bagaimana terkait dengan tampilan, pengalaman pengguna dan antar muka? Ini memang preferensi yang sangat personal. Tapi, saya harus bilang bahwa saya tidak terlalu menikmati untuk bekerja dengan surel dan kalender di ponsel Lumia saya.

Aplikasi Bertukar Pesan (Messaging)

Untuk bertukar pesan pendek, saya sudah hampir tidak pernah menggunakan SMS. Aplikasi utama yang sering saya pakai — diantara begitu banyak pilihan aplikasi chatting — adalah WhatsApp dan Telegram. Untunglah kedua aplikasi tersebut tersedia untuk Windows Phone.

Aplikasi WhatsApp di Microsoft Lumia (Windows Phone)
Aplikasi WhatsApp di Lumia (Windows Phone)

(Tautan: WhatsApp untuk Windows Phone, Telegram untuk Windows Phone).

WhatsApp dan Telegram secara prinsip dapat berjalan dengan cukup baik secara performa. Dan, penting bagi saya karena kedua aplikasi tersebut dikembangkan resmi oleh penyedia layanan. Kadang, saya juga menggunakan Skype dan juga Blackberry Messenger. Saya tidak menggunakan Google Hangouts di Windows Phone, karena aplikasi resmi tidak bisa saya temukan. Dan,saya memang agak jarang menggunakannya — karena tidak banyak rekan dalam kontak saya yang menggunakannya secara aktif (dibandingkan dengan yang ada di WhatsApp atau Telegram).

Papan Ketik yang terlalu besar

Ini memang masalah selera, namun, menurut saya papan ketik (keyboard) yang dimiliki oleh ponsel Lumia ini memakan terlalu banyak area layar. Dan, secara pribadi saya sendiri kurang nyaman dengan kondisi ini.

Dukungan/pilihan aplikasi

Ponsel saat ini banyak sekali digunakan untuk kebutuhan yang bermacam-macam. Saya sendiri selain untuk keperluan pekerjaan, juga memanfaatkan ponsel untuk berinteraksi (melalui aplikasi bertukar pesan), ataupun menggunakan layanan untuk berbagi informasi, gambar, dan aktivitas lainnya.

Saya memiliki harapan untuk dapat tetap menggunakan aplikasi sehari-hari yang saya pakai walaupun saya berpindah ponsel (dengan sistem operasi berbeda). Hampir semua yang saya lakukan di iPhone dapat saya lakukan di Android — dan juga sebaliknya — walaupun dengan tampilan antar muka yang sedikit berbeda. Namun, secara umum saya mendapatkan pengalaman yang hampir sama.

Hal ini yang tidak bisa saya dapatkan melalui Windows Phone di ponsel Lumia saya. Kalaupun ada aplikasi sejenis, baik yang dikembangkan oleh penyedia layanan atau oleh pengembang lain, tetap saja secara keseluruhan saya kurang menikmati tampilan, disain, dan pengalaman aplikasi yang ditawarkan.

Di akhir tahun 2014, VentureBeat merilis tentang bagaimana aplikasi yang dikembangkan oleh masing-masing sistem operasi untuk perangkat bergerak. Dalam hal ini bagaimana aplikasi yang dibuat oleh (iOS), Google (Android), dan Microsoft (Windows Phone) dan ketersediaannya di masing-masing pasar aplikasi.

Aplikasi Google, Apple, and Microsoft di sistem operasi bergerakDari grafik diatas, Microsoft memang cukup banyak menyediakan aplikasi buatannya untuk tersedia di sistem operasi lain. Tentu saja, di Windows Phone Store, Microsoft menjadi rajanya.  Bahkan, di Apple , Microsoft justru memiliki aplikasi yang lebih banyak dibandingkan kompetitornya.

Namun, ini tidak sebaliknya. Secara aplikasi memang Microsoft memiliki jumlah yang banyak. Tapi, Apple dan Google sepertinya justru tidak tertarik untuk mendistribusikan aplikasi mereka (atau membuatnya tersedia) untuk Windows Phone.

Apple sendiri justru di Apple App Store hanya memiliki sedikit aplikasi. Tapi, sistem operasi, distribusi/penjualan ponsel menjadi magnet sendiri bagi para pengembang aplikasi atau perusahaan untuk membuat aplikasi tersedia disana.

Penutup

Setelah mencoba dalam penggunaan sehari-hari, serta menyesuaikan dengan kondisi sehari-hari bagaimana saya memanfaatkan sebuah ponsel, saya merasa bahwa untuk saat ini ponsel Lumia — dalam hal ini Microsoft Lumia 535 — kurang cocok untuk saya. Secara hardware, Microsoft Lumia 535 ini menurut saya cukup baik, namun terkait dengan aplikasi pendukung, banyak kebutuhan yang belum terjawab — bagi saya untuk penggunaan sehari-hari.

Catatan: Jika harus memilih salah satu aplikasi yang paling bagus (dan karena hanya tersedia di Windows Phone), saya tetap merasa MixRadio adalah aplikasi terbaik.

Ulasan Ponsel Microsoft Lumia 535 Dual SIM

Microsoft, sebagai perusahaan yang mengakuisisi Nokia, mengeluarkan produk ponsel pertama yang menghilangkan identitas “”, yaitu 535. Jadi, tidak perlu bingung mengapa dulu ada istilah ‘Nokia Lumia’, namun nama Lumia sendiri sekarang tidak disandingkan dengan ‘Nokia’.

Microsoft Lumia 535

Pertengahan Desember 2014 ini, saya memutuskan untuk membeli Lumia 535. Produk Lumia 535 ini saya beli melalui pre-order di Blibli dan saat itu saya mendapatkan penawaran harga sekitar Rp 1.250.000,00 (pembayaran menggunakan ). Saya memang cukup lama tidak menggunakan produk Nokia Lumia/Microsoft (sekarang Microsoft Lumia). Sehari-hari, saya sendiri menggunakan produk Apple (iPhone 5, iPad 3, dan MacBook Pro 15″ Retina Display), dan juga (OPPO R819). Jadi, secara sistem operasi di ponsel, saya sehari-hari menggunakan iOS dan Android.

Spesifikasi dan Disain

Untuk spesifikasi, saya tidak akan terlalu membahasnya disini. Ulasan lengkap tentang spesifikasi teknis Lumia 535 bisa dilihat langsung di situs Microsoft. Beberapa informasi singkat tentang spesifikasi dasar yang mungkin perlu dilihat adalah:

  • Mendukung dual SIM
  • Ukuran layar 5 inchi
  • Sistem operasi: Windows Phone 8.1 (Lumia Denim)
  • Kamera utama dan kamera depan dengan resolusi 5 MP
  • Dimensi: panjang: 140,2 mm, lebar: 72,4 mm, tebal: 8,8 mm, dan berat: 146 gram
  • Resolusi layar: qHD (960 x 540)
  • RAM: 1 GB
  • Memory internal: 8 GB. Dapat ditambah dengan MicroSD sampai dengan 128 GB.

Pilihan warna cukup beragam sesuai dengan selera yaitu hitam, putih, oranye, hijau, dan biru. Saya sendiri memilih warna oranye. Untuk finishing material casing adalah dengan finishing glossy. Secara disain, saya menyukainya. Walaupun dari sisi ukuran bukanlah yang paling kecil, dan paling tipis, namun secara keseluruhan dari sisi disain tidak mengecewakan. Paling tidak, masih cukup nyaman untuk dipegang dengan satu tangan. Untuk yang berjari agak pendek, mungkin akan terasa agak kurang nyaman dengan dimensi yang ditawarkan.

Steve Wozniak on Windows Phone

Steve Wozniak on Windows Phone:

Wrong. is my favorite . I did give my opinion that the 7P phone had superior visual appearance and operation cues that were also more attractive. In my opinion, it sets the mark for user interface. I would recommend it over my given that it doesn’t yet have the breadth of apps. I surmise that hired someone from and put money into having a role in the UI and appearance of some key apps. I also surmised that Steve Jobs might have been reincarnated at MS due to a lot of what I see and feel with this phone making me think of a lot of great Apple things.

Nokia's Lumia 800 Windows Phone

Nokia’s Lumia 800 Windows Phone matters more than you think — While there have been several with better hardware, the 800 will, for many, be the first must-have device on the platform.

Firefox 4: Graphic Drivers Problems

Yesterday, 4 was launched and lots of — including me — are happy now. I heard about Firefox 4 during last year Pesta Blogger in . At that time, Mozilla Indonesia brought some people from the team (including the developer) to share some knowledge what could be expected from Firefox 4. I was impressed with some features, even some features were already shipped with like Google Chrome. It was like, “Okey, that’s cool. But, {name one of the browsers here} already has that (feature)”.
After that, I have Firefox 4 Beta releases installed on my MacBook Pro. I had two version of Firefox browsers installed so I could jump between them when I want to see some changes. Everything was running great, including the processes. I haven’t found any problems so far. When I joined the Firefox 4 Twitter Party, I was happy.

Yahya Kurniawan's avatar

But, is everyone happy? No. Yahya Kurniawan, a friend from Jogjakarta, didn’t have his Firefox 4 run well. The issue was on the graphic drivers. Everything was fine — he had some browsers installed, anyway — until he had Firefox 4 installed. He’s still upset, I think. :)
Yes, Firefox confirmed that there are some bugs:

Firefox 4 automatically disables the hardware acceleration and WebGL features if the graphics driver on your system has that cause Firefox to crash. You still get all the other benefits of Firefox 4, of course, just not the newest graphics features. But for best results, you need an up-to-date graphics driver that fixes those bugs.

You can also find some additional details at Benoit Jacob’s blog. So, if you happen finding the problem after installing Firefox 4, you might want to check this issue.

Flickr Helps You to Connect with Friends

I haven’t used this ’s “ you may know” feature yet. If you’re using Flickr, you will see another box there on the sidebar giving you some contact suggestions. It seems wants to make Flickr more social these days.

As a Flickr user, I can find also find friends based on their on my “contact page” at another like Yahoo! , , Live and also . Looks nice? Maybe. Flickr will search all contacts that already inserted in the address book. But, it will depends on how I organize my address book, for example in my Yahoo! Mail or Gmail. My Yahoo! Mail assigned for my Flickr account almost has no contacts. It’s simply because I created a Yahoo! account only to signup with Flickr. So, almost nobody in my Yahoo! contact.
What about Gmail? Similar situation I think. Most of my contacts in my Gmail account uses non-Yahoo! services. So, when I tried to use the search feature, it gave me an empty results. Windows Live and Facebook give the same output I think.