Ke Ngayogjazz 2022

Minggu lalu, 19 November 2022, saya ikut menikmati gelaran Ngayogjazz 2022. Walaupun acara ini — kalau tidak salah — sudah diadakan sejak 2007, tapi saya bisa dikatakan hanya beberapa kali saja nonton.

Dan, karena tahun 2022 ini akhirnya diselenggarakan lagi, jadi saya memang sudah meniatkan untuk datang.

Awalnya, sempat ragu-ragu, karena saya sempat kena COVID-19 juga. Tapi, syukurlah bisa dikatakan sudah sehat, jadi sore itu ikut menikmati suasana Ngayogjazz.

Saya baru datang sekitar Magrib ke dusun Cibuk Kidul, tempat dilaksanakannya Ngayogjazz tahun ini. Sempat nyasar beberapa kali ketika mencari tempat parkir. Dan, akhirnya dapat tempat parkir yang berjarak sekitar 1,5km dari lokasi. Cara ke lokasi? Ya, jalan kaki, sama seperti kebanyakan pengunung yang jumlahnay mungkin ribuan malam itu.

Kenapa tidak pakai ojek dari warga? Enahlah, malam itu saya sedang ingin menikmati berjalan kaki.

Saya menikmati acara itu dengan berpindah dari panggung ke panggung. Hampir tidak terlalu fokus kepada rundown acara, tentang siapa yang main di panggung apa. Jadi, sedang berkeliling, dan ada penampil, ya saya nikmati saja performanya.

Semua panggung sudah saya singgahi, termasuk panggung yang ada di halaman warga, yang ada kandang sapi tak jauh dari sana.

Itulah istimewanya. Sebuah pesta, dengan kemasan yang… saya suka.

Bagi saya, acara ini bukan hanya soal merayakan sebuah pesta dengan nuansa yang apa adanya, dengan banyak pihak yang berpartisipasi, dan saling mendukung. Semua bersenang-senang.

Justru di acara seperti ini, malah jadi banyak bertemu dengan teman-teman yang sudah lama tidak saya temui. Menikmati jalan di kampung, dengan segala hal yang “apa adanya”.

Tentang suasana, menurut saya Monita Tahalea mendeskripsikan dengan sangat apik melalui tulisan dalam satu posting di akun Instagram-nya.

Masyarakat penikmat seni berjalan-jalan dengan tertib menyerap suasana. Para musisi yang berpotensi dan kreatif berkesenian dengan gembira dan bahagia, seniman-seniman hadir bersilaturahmi. Tidak satupun sejauh pandanganku ada yang membawa aliran viralisme dengan gimmick belaka.
Panggung besar dan mapan turut menghidupkan panggung-panggung yang tersembunyi; musik di depan kantor kelurahan, ibu berjualan pop mie, baju-baju daster, wedang, seblak , pengrajin rotan, kolektor VW, sepeda ontel, hingga bapak yang menjual balon sekalipun.

Monita Tahalea, tentang Ngajyogjazz 2022

Saat Monita tampil di Panggung Sepat, saya tidak melihatnya langsung di panggung. Hanya sayup terdengar dari tempat berdiri saya yang malam itu sedang melihat Barry Likumahuwa tampil di Panggung Cethul.

Matur nuwun, Hon!

Akhirnya, Swab Antigen Juga

Photo by Testalize.me on Unsplash

Akhirnya, hari ini saya melakukan swab Antigen untuk kali pertama di HI-LAB Diagnostic Center, salah satu klinik laboratorium yang berada di tengah kota, di seputaran Kotabaru, di sisi selatan Stadion Kridosono. Ini satu area dengan Klinik Mata Sehati, tempat saya memeriksakan mata.

Sekarang memang sudah cukup banyak opsi untuk melakukan swab Antigen di Jogjakarta, pemilihan lokasi ini tidak ada preferensi khusus. Ya saya milih lokasi ini saja. Kebetulan juga, ART yang akhirnya kembali bekerja juga melakukan tes di lokasi tersebut.

Kenapa?

Jadi beberapa hari lalu, setelah saya bertemu dengan seorang teman, keesokan harinya dia memberitahu kalau salah satu teman istrinya terindikasi terpapar COVID-19. Sempat kaget juga, tentu saja. Saya bertemu teman saya tidak lama, mungkin hanya sekitar 2 jam. Dan, itu cuma berdua, di tempat yang sirkulasi udara cukup baik, dan duduk tidak berhadapan, dan tetap menjaga jarak aman.

Saya sendiri, kalau di luar rumah khususnya ketika ada bertemu orang dan ada kemungkinan mengobrol, pasti mengusahakan selalu menggunakan masker dobel. Masker kain ditambah masker medis di sisi dalam. Dan, sampai saat ini masih cukup nyaman.

“Harusnya aman karena kan selalu pakai masker terus, dan bahkan dobel” adalah salah satu perasaan yang di awal muncul, setelah mendapatkan saya berinteraksi dengan orang yang kontak yang walaupun belum tentu positif. Jadi, pilihannya tes atau tidak.

Akhirnya, memutuskan untuk swab antigen saja untuk memastikan.

Proses Registrasi dan Swab Antigen

Saya melakukan proses pendaftaran secara daring melalui situs yang disediakan. Proses registrasi berjalan dengan mudah dan efisien. Saya cukup mendaftar, menentukan jadwal pemeriksaan, dan melakukan pembayaran melalui transfer bank. Untuk dokumen, saya menyertakan KTP saja.

Biaya yang saya keluarkan untuk tes ini adalah Rp225.000,-.

Beruntung antrian tidak panjang. Setelah mengonfirmasi kedatangan, saya langsung diminta menunggu di area tunggu. Saya mungkin menunggu sekitar sekitar 15 menit saja.

Dan, giliran saya tiba. Petugas menjelaskan prosedur dengan ringkas dan jelas, dan saya tinggal menikmati prosesnya, alat swab masuk ke kedua lubang hidung saya. Agak tidak nyaman, tapi syukurlah semua proses berjalan cepat dan lancar.

Hasil

Proses swab saya berlangsung sekitar puklu 08.50 WIB. Dan, hasil tes swab saya terkirim ke surel saya sekitar pukul 09.39 WIB. Jadi kurang dari satu jam hasil sudah dapat diketahui. Mungkin karena proses antrian tidak banyak hari ini.

Puji Tuhan.

Hampir Tertinggal AirAsia Indonesia QZ-7550 CGK-JOG

Akhir pekan lalu saya melakukan perjalanan dari Jakarta ke Jogjakarta menggunakan maskapai AirAsia Indonesia QZ-7550. Ini adalah perjalanan saya dengan AirAsia Indonesia setelah sekian lama menggunakan maskapai lainnya. Saat itu, AirAsia Indonesia menawarkan harga tiket yang paling murah untuk perjalanan Jakarta ke Jogja.

Saya melakukan pemesanan langsung di situs AirAsia, karena waktu itu AirAsia menarik penjualan tiket di Traveloka — sedangkan Traveloka merupakan situs utama untuk pembelian tiket saya selama ini.

Telat check-in!

Saya sebenarnya tidak terlalu suka untuk datang ke bandara dengan waktu yang terlalu berisiko. Prinsipnya: lebih awal lebih baik, tidak terburu-buru. Namun, tidak pada saat minggu lalu.

Damri yang membawa saya ke Terminal 2F dari Gambir sebenarnya tepat waktu. Saya berangkat sekitar dua jam dari jadwal keberangkatan, dan saya sangat yakin bahwa lalu-lintas cukup bersahabat waktu itu.

Benar saja, hampir tidak ada kemacetan, jalanan lancar. Masalahnya adalah Terminal 2F adalah terminal terakhir dalam rute. Jadi, tujuan pertama ke Terminal 3 Ultimate, dilanjutkan ke Terminal 1, dan terakhir ke Terminal 2.

Sewaktu sampai di Terminal 2 sekitar pukul 13.55 WIB, saya melihat jadwal penerbangan saya — yang dijadwalkan terbang pukul 14:30 WIB — dan sudah boarding! Agak panik, apalagi saat itu saya belum melakukan check-in. Ketika saya sampai di mesin check-in, ternyata check-in sudah ditutup, dan saya diarahkan untuk check-in manual! Sambil menuju ke konter check-in, saya sudah terpikir bagaimana rencana selanjutnya kalau ternyata saya tidak bisa melanjutkan penerbangan. Satu hal yang pasti: berantakan semua rencana!

(Akan) Pindah Rumah

Puji Tuhan, di akhir Januari 2018 lalu, setelah mencoba melakukan pencarian properti di Jogja dengan segala macam tantangannya, akhirnya saya dan istri diperkenankan untuk melewati satu langkah dalam usaha mencari rumah pertama sebagai hunian di Jogja.

Lokasi

Kami akhirnya menemukan lokasi hunian dengan fasilitas yang kami rasa cocok di daerah utara kota Jogja. Awalnya, justru unit yang ada di salah satu kawasan perumahan ini tidak masuk dalam rencana. Ketika mengunjungi salah satu rumah yang kami incar, ternyata rumah tersebut cukup jauh dari bayangan kami dari sisi disain, lokasi, dan fasilitas.

Saat itu, agen properti yang menemani kami menanyakan apakah tertarik untuk melihat-lihat rumah yang saat ini sedang dijual di salah satu kawasan perumahan di Jogja utara. Iklan berupa baliho tentang kawasan perumahan itu sering saya lihat, cuma tidak terpikir sama sekali. Apalagi, sekitas harga yang terlihat memang cukup tinggi.

Pengalaman Penjualan Kembali Logam Mulia Antam

Beberapa tahun lalu, sewaktu bekerja di Jakarta, bersama dengan beberapa rekan kerja saya ikut dalam arisan emas. Ini berlangsung beberapa waktu dan berakhir ketika semua sudah menang.

Saya tidak ingin melakukan klaim bahwa emas adalah salah satu investasi terbaik untuk saya atau tidak. Di akhir tahun 2017 ini, saya memutuskan untuk melakukan penjualan emas. Seluruh emas (dalam satuan 10 gram) tersebut langsung dibeli di Antam (di Jakarta). Namun karena saya berdomisili di Jogjakarta, jadi saya memilih untuk menjual kembali ke Antam pula.

Di Jogja, ternyata ada Butik Emas LM Yogyakarta yang ada di Jl. Adisutjipto, sebelah barat Lippo Plaza Yogyakarta. Informasi dibawah ini ketika melakukan transaksi di Butik Logam Mulia Antam Jogjakarta.

Sebelum Melakukan Penjualan Kembali

Kali pertama datang, saya sudah membawa keping emas yang ingin saya jual. Beberapa hal yang mungkin dapat dipersiapkan/diketahui dulu sebelum datang.

  • Pastikan logam emas dalam kondisi bersih dari noda apapun. Ada sebagian yang saat itu lupa saya belum periksa ada bekas selotip. Antam hanya akan menerima emas dalam kondisi bersih. Jadi saat itu, saya putuskan untuk membatalkan transaksi.
  • Sediakan waktu untuk menerima pembayaran. Tidak ada transaksi tunai di Antam. Semua akan dilakukan dengan transfer melalui rekening bank (BCA, Mandiri, dan bank lain saya agak lupa apa saja). Uang hasil penjualan akan ditransfer sekitar 3-4 hari. Paling cepat kalau tidak salah melalui bank Mandiri.
  • Jual bersama sertifikat pembelian. Saat dulu membeli, ada sertifikatnya. Kalau tidak ada, ada pengurangan nilai — kalau tidak salah — Rp5.000,- per gram.
  • Datang selain hari Sabtu. Walaupun hari Sabtu dan Minggu buka, namun transaksi penjualan tidak dapat dilakukan di hari tersebut.
  • Bawa kelengkapan identitas seperti KTP dan NPWP. Identitas ini diperlukan karena seluruh transaksi akan ada pajak. Dan, harga ada perbedaan jika NPWP atau tidak.

Mengganti KeyBCA yang Tidak Sinkron karena Rusak

Hari ini, saya mengunjungi Kantor Cabang Utama (KCU) Bank BCA Yogyakarta untuk keperluan penggantian KeyBCA saya yang tidak berfungsi dengan baik. Ini adalah kali kedua saya melakukan penggantian. Secara umum prosedurnya cukup mudah.

KeyBCA yang Rusak

Beberapa waktu lalu, karena kelalaian saya sendiri, KeyBCA yang saya letakkan dalam tas tersiram oleh air kemasan yang tidak tertutup dengan baik ketika saya masukkan dalam tas. Saat saya membuka tas, KeyBCA tersebut ternyata sudah agak tergenang dengan air. Dan, air kemasan yang tumpah tersebut mengandung banyak gula.

Langkah pertama yang saya lakukan mengeringkan dengan tisu kering. Kemudian, saya buka bagian baut dengan menggunakan obeng kecil. Dengan pengalaman awal pertama bahwa KeyBCA saya juga pernah tercuci (bahkan saya baru menyadari saat saya mengeringkan pakaian dengan mesin pengering), KeyBCA masih berfungsi, walaupun akhirnya tidak sinkron.

Di kejadian kedua ini, saya lakukan hal yang sama. Ya, karena kalau tidak saya cuci dengan air bersih, saya cairan gula juga mungkin tetap akan merusak. “Ah, toh tetap basah juga,” begitu pikir saya. Setelah saya cuci bersih, saya masukkan dalam beras sehingga proses pengeringan dapat berjalan lebih baik.

Hari berikutnya saya pasang kembali. Saya masukkan PIN KeyBCA saya, dan berhasil tanpa masalah. Saat saya coba melakukan transaksi melalui internet banking BCA, ternyata saya mendapatkan pesan bahwa respon dari KeyBCA selalu salah.

Photon: WordPress.com's Content Delivery Network

Dealing with side loads for heavy-traffic website sometime can be painful. But, of course there are some common practice to deal with this kind of situation. For example, you can take advantage of cache system, offload to other service to reduce server load/bandwidth, or using CDN (Content Delivery Network).
For WordPress-powered sites, you can take advantage from its Jetpack. This free plugin offered lots of handy features to help you work with your WordPress installation. One of them is a featured called Photon.

Give your site a boost by loading images in posts from the WordPress.com content delivery network. We cache your images and serve them from our super-fast network, reducing the burden on your Web host with the click of a button.

That’s right. You should see some big hints there: content delivery network, cache, super-fast network. To activate this feature, just hit the “Activate” button, and you’re set. All your uploaded media files will be served using WordPress.com infrastructure. After having this feature activated, all image URLs in your posts will be modified. For example:

  • Original URL: http://domain.com/dotsios300.png
  • New URL: http://i2.wp.com/domain.com/dotsios300.png

If you are interested, here is an example of the image header served from WordPress.com network.

HTTP/1.1 200 OK
Accept-Ranges: bytes
Cache-Control: public, max-age=63115200
Content-Type: image/png
Date: Sun, 06 Oct 2013 17:06:28 GMT
Expires: Wed, 07 Oct 2015 05:06:26 GMT
Last-Modified: Sun, 06 Oct 2013 17:05:27 GMT
Server: ECS (sin/47C6)
X-Bytes-Saved: 8597
X-Cache: HIT
X-Content-Type-Options: nosniff
X-nc: HIT iad 90
Content-Length: 46456

Top 10 Instant Noodles

Top 10 Instant Noodles from Around the World — There are three instant noodles from Indonesia on the list: Mie Sedaap Instant Kari Spesial Bumbu Kari Kental, Indomie Mi Goreng Rasa Ayam Panggang, BBQ Chicken Flavor, and Indomie Special Fried Curly Noodles.

Display more than 30 sets per page on Flickr

If you actively upload your photos to Flickr, you probably find that having lots of sets is a good idea. How many sets you have on your Flickr photostream right now? I have more than 200 sets. By default, if you browse sets in a photostream profile, you will only have 30 sets per page.

Flickr does not offer an option to have more than 30 sets per page when displaying photo sets. Yes, there is a paging navigation. But, is it possible to have more than 30 sets per page? Let’s say 100 sets per page? It’s possible.
What you need to do is adding a query string in the URL. For example: My Flickr photo sets URL is http://flickr.com/photos/orangescale/sets/. It will give me a list of 30 sets per page. Now, put ?per_page=60 (you can modify the number if you want). So, it becomes like this: http://flickr.com/photos/orangescale/sets/?per_page=60. Now, there are 60 sets in a single page.

TED Talks video subtitles

I like watching TED Talks videos. And, I have downloaded lots of videos from TED website. Actually, it’s okey if I watch them without subtitles. But, with subtitles I think it’s much better. The question is: is it easy to get the subtitles? The answer is: not that difficult to get it. But of course, not all videos having subtitles in multiple languages. English is more than enough, I think.

I came across to TED Talk Subtitle Download website and it’s easy to use, to get the subtitles needed. Enter TED Talk video URL and hit the “Download” button. If subtitles are available, just download which subtitles you want.
I’m using VLC on my Mac, and lots of my TED Talk videos now have subtitles. Watching the talks is more enjoyable right now. Time to get more subtitles!

Ovi Maps Now with Some Improvements: Short URL and Share Location

One of the things I did after I lost my phone was to synchronize some of phone data between my Nokia 5800 XM and E72. Actually, I only keep my contact and maps. About map, I use Ovi Maps provided by Nokia (see also: Yahoo Maps powered by Ovi Maps) After I added a location using Ovi Maps, I simply sync it to my Ovi account. Not everyday, maybe once in a week or two. Even I don’t visit Ovi Maps website regularly, I’m still thinking that I might need later in the future. And, I need it.

When I visited Ovi Maps page, I saw that there were some differences. It seems that Ovi Maps page has been improved.
One thing I notice is that it becomes more social now. You can easily share a certain location marked as “Favorites” to Facebook and Twitter. This might be useful if you want to share a location. If you don’t have any locations in your Favourites folder, you can easily add one. It’s like: “This is the location. I should bookmark this. Then, when I need it, I can find it easily or even share with others”.
For every location link, Ovi Maps uses ovi.me domain. Yes, it’s shortened, just like what Google Maps has right now.

Microsoft and me (for a beautiful web)

Today I learned that Microsoft have launched a beautyoftheweb.com site to promote Internet Explorer 9. The site’s tagline asks visitors to “Get ready for a more beautiful web”. Microsoft registered their domain name on 28th July 2010 and the URL and tagline are too close to mine to be mere coincidences.
Common sense and gut instinct tells me to do something, but what? [source]

Andy Clarke of forabeautifulweb.com

Some Notes About Enabling Multi-Site option in WordPress 3.0

After upgrading my blog using WordPress 3.0, I was thinking of taking the opportunity to have the multi-site option. Previously, I played with WordPress Multi User. So, I think it would something I’m familiar with. If you’re not familiar with WordPress 3.0 features, you can check WordPress Codex first. You can find lots of useful information there. It’s a good place to start.
Currently, this blog is already using Multi-Site feature. The setup was easy, but I want to share few things I had during the ‘migration’. By default, this feature is disabled. So, you will see no settings/option under your WordPress Dashboard menus. If you’re ready to enable this feature, the first thing you need to do is to modify WordPress configuration file (wp-config.php). Add this line of code into wp-config.php:

define('WP_ALLOW_MULTISITE', true);

Automatic WordPress Backup (to Amazon S3)

Today, I tried another WordPress plugin called “Automatic WordPress Backup”. This plugin will help blog owners to create backup remotely to Amazon S3 service. Since I’m using it and pretty satisfied with the billing usage, I installed it at some WordPress-powered blogs I maintain.
I use one of the available buckets under my account. For this bucket, I set its ACL (Access Control List) to private, of course. After this plugin installed and activated, I only needed to put my Access Key ID and Secret Access Key.
I decided not to include all files for my backup. I only need the database and uploaded contents. After the settings were saved, I simply hit the backup button. The process depends on the disk and database usage. I found that it was pretty fast. One of my backup files was around 300 MB, and it only took less than 5 minutes to complete the process. Also, the backup file was compressed. This should be useful to cut the usage process as you only need to store a single file for each backup.
The backup files will be automatically delivered to my Amazon S3 bucket and when the process completed, I can see the backup history. To download the backup, I only need to click on the backup links.
The backup links are built using pre-signed URLs so that only the account holder (or someone who knows the URLs) can download them.

Ketika Bepergian dengan Pesawat Terbang

Saya memang tidak harus sering melakuan perjalanan dengan menggunakan pesawat terbang. Tapi, memang ada perubahan dalam hal frekuensi bepergian dibandingkan tahun kemarin dan tahun sebelumnya. Dan, rata-rata perjalanan juga tidak jauh, masih di pulau Jawa saja. Dulu, saya lebih memilih kereta api (jika memang tujuan memungkinkan untuk dijangkau dengan moda transportasi ini). Memang, paling sering ya cuma tujuan Jogjakarta-Jakarta saja.

Tapi, jika dibandingkan dengan sekarang saya lebih sering menggunakan jasa penerbangan. Efisiensi waktu kadang lebih menjadi prioritas. Apalagi, jika menilik dari harga yang tidak terpaut jauh — dibandingkan kereta api misalnya.

Pemandangan dari jendela ketika menggunakan jasa Air Asia.
Pemandangan dari jendela ketika menggunakan jasa Air Asia.

Sampai sekarang, kadang masih ada kekhawatiran tentang keselamatan perjalanan. Tapi, kalau dipikir lagi, bukankah semua perjalanan memang memiliki resiko? Syukurlah sampai sekarang saya masih bisa menikmati perjalanan dengan aman. Dan, kebetulan belum mengalami keterlambatan perjalanan yang mengganggu jadwal yang sudah direncanakan. Keterlambatan paling parah yang pernah saya alami terakhir kali ketika melakukan perjalanan dengan menggunakan kereta api beberapa bulan lalu. Setiap perjalanan, saya sering menikmatinya dengan melihat pemandangan dari sisi jendela. Walaupun kadang memang tidak mendapat tempat duduk di sisi jendela.