Solution: Brain freeze Chromecast

I have a positive experience using Chromecast. Mostly, I use it to cast YouTube, and Spotify (sometime). But, recently I use Netflix more.

I did not how it was started, but yesterday I could not cast Netflix on my Chromecast. Nothing was changed. I used the exactly the same setup.

When I tried to cast YouTube, it worked without any issues, but not with Netflix. After few attempts, I finally have it worked again by reinstalling the Netflix app on my Android phone. Everything is back to normal again now.

Bingung dengan Rincian Biaya/Tagihan Telkom IndiHome!

Sudah bulan kedua ini saya berlangganan layanan IndiHome. Proses menjadi pelanggan juga tidak selancar yang saya perkirakan. Namun, pada akhirnya saya bisa mendapatkan layanan IndiHome untuk mendukung keseharian saya baik dalam bekerja, maupun untuk keperluan lain yang menggunakan koneksi internet.

Beberapa rekan kerja saya juga menggunakan layanan IndiHome dengan paket yang sama. Sebelum saya mendapatkan tagihan pertama saya, kami bertukar informasi mengenai jumlah tagihan. Dan, ternyata tagihan tidak sama. Tentu saja, ada beberapa komponen tagihan yang memengaruhi. Namun, selisihnya sepertinya terlalu banyak satu sama lain.

Akhirnya, saya mendapatkan tagihan pertama di bulan Februari 2016, dengan rincian seperti di bawah ini:

BIAYA INDIHOME 3P: 248.710,00
RESTUSI/DISKON/DEBET: 105.000,00
PPN UNSUR KENA PAJAK: 35.820,00
DENDA TERBAYAR: 3.000,00
PERCAKAPAN PONSEL: 4.488,00
Total Tagihan: Rp 397.018,00

Masih dibawah Rp 400.000,00 sesuai dengan alokasi budget saya — selain ada alokasi untuk kebutuhan pulsa di ponsel, dan layanan mobile data. Untuk kebutuhan internet di rumah, penggunaan untuk kebutuhan sehari-hari saja. Saya bekerja dengan laptop saya, menggunakan internet juga di ponsel dan tablet. Layanan kabel UseeTV juga kadang saya manfaatkan, walaupun sebenarnya cukup jarang juga.

Walaupun dulu ada kabar tentang kebijakan FUP (Fair Usage Policy) dari Telkom, atau pemblokiran Netflix, bahkan pengurangan jumlah kanal siaran di UseeTV, hal tersebut tidak terlalu signifikan bagi saya. Bahkan, kalau saya boleh memilih, saya lebih memilih untuk menggunakan layanan internet saja. Layanan televisi UseeTV dan telepon rumah hampir bisa saya abaikan. Masalahnya, ketiga layanan tersebut (internet, tv cable, dan telepon rumah) sudah menjadi satu paket layanan.

Continue reading “Bingung dengan Rincian Biaya/Tagihan Telkom IndiHome!”

Trans7 On The Spot: Cari di YouTube, Tayangkan!

Sebenarnya saya cukup jarang menonton siaran televisi lokal. Selain karena memang saya lebih suka melihat tayangan melalui internet seperti di YouTube, Vimeo, atau sekadar membaca berita. Akhir-akhir ini saya kadang menikmati hiburan melalui Netflix, walaupun belum genap satu bulan dapat diakses oleh pengguna internet di Indonesia, Netflix sudah dalam status diblokir oleh Telkom Indonesia sebagai penyedia layanan internet yang saya pakai. Siaran televisi lokal sendiri memang ada beberapa yang kadang saya tonton seperti acara Kick Andy di MetroTV. Walaupun, kadang memang secara acak saja saya nyalakan televisi, atau melihat karena misalnya di rumah ada yang sedang menonton.

Dan, tak jarang beberapa acara televisi hanya berisi tentang kompilasi berita yang sumbernya juga dari internet. Benar, memang kalau dilihat dari sisi jumlah penonton, banyak yang mungkin belum melihat informasi yang salah satu sumbernya adalah internet. Dan, karena konten video adalah konten utama dari acara televisi, YouTube merupakan ladang konten bagi stasiun TV.

Acara On The Spot yang ditayangkan di Trans7 di hari Senin-Jumat pukul 19.15 WIB ini ‘menarik’, karena berisi kompilasi video tentang sebuah topik. Dan, topiknya juga dibuat semenarik mungkin bagi penontonya. Sebut saja kompilasi video tentang “7 Kisah Kapal Hantu”, “7 Fakta Misterius di Dunia”, atau “7 Pengalaman Setelah Meninggal”. Sumber videonya? Kebanyakan dari YouTube (walaupun mungkin tidak semua).

Bagaimana atribusi penyebutan sumbernya? Sederhana saja, cukup ditulis dengan “Source: Youtube” seperti terlihat dalam contoh dua cuitan berikut yang diunggah melalui akun On The Spot di Twitter (@Trans7OnTheSpot).

Saya memang bukan kreator video di YouTube secara aktif. Namun, ada salah satu YouTuber bernama Martin Johnson yang videonya dipakai dalam acara On The Spot Trans7 yang menyampaikan pendapatnya. Saya rasa video berikut cukup mewakili kreator video di YouTube.

Layanan Netflix Diblokir oleh Telkom Indonesia

Walaupun saya memang bukan penikmat film, namun kehadiran Netflix di Indonesia pada awal Januari 2016 yang lalu merupakan daya tarik tersendiri. Saya sendiri saat ini masih mencoba layanan ini melalui periode trial. Hasilnya? Memuaskan. Saya bisa memilih film apa yang ingin saya tonton. Dan, yang tidak kalah penting adalah bahwa saya menikmatinya secara legal.

Harga yang ditawarkan menurut saya juga masih terjangkau, mulai dari Rp. 109.000,- per bulan saja untuk paket yang paling murah yaitu paket Basic, selain ada juga paket lain yaitu Standard dan Premium. Untuk kebutuhan sendiri, paket Basic ini sudah mencukupi.

“Kami blokir Netflix karena tidak memiliki ijin atau tidak sesuai aturan di Indonesia, dan banyak memuat konten yang tidak diperbolehkan di negeri ini. Kami ini Badan Usaha Milik Negara (BUMN), harus menjadi contoh dan menegakkan kedaulatan Negara Kedaulatan Republik Indonesia (NKRI) dalam berbisnis,” Direktur Consumer Telkom Dian Rachmawan. (Sumber)

Namun, belum juga genap satu bulan, layanan Netflix ini diblokir oleh PT Telkom Indonesia. Tentu saja ini dampaknya langsung saya rasakan, karena belum genap satu bulan juga saya berlangganan layanan IndiHome dari Telkom Indonesia. Mulai 27 Januari 2016, Netflix telah diblokir oleh Telkom dengan salah satu alasan karena banyak mengandung konten pornografi. Ya, alasan yang seolah menjadi pembenaran untuk seluruh blokir konten di internet.

Screenshot 2016-01-27 13.51.51

Baik, mungkin benar bahwa ada konten-konten yang “tidak diperbolehkan” seperti pornografi. Saya sendiri kalau materi-materi pornografi belum melihat dan tidak tertarik mencari di Netflix. Tapi, ini seolah Netflix adalah gudang dari materi-materi pornografi. Padahal, untuk berlangganan Netflix saja, sudah ada sebuah filter tersendiri.inimal memiliki akun, dan ketika sudah melakukan pembayaran, metoda pembayaran juga sebenarnya sudah merupakan sebuah penyaring tersendiri.

Alasan lain? Entahlah. Tapi, sejak hadir di beberapa negara di awal tahun ini — secara total, Netflix telah hadir di 130 negara, termasuk Indonesia– dari sisi bisnis ekspansi Netflix tentu saja langsung memberikan dampak positif.

Kalau misalnya ini terkait dengan regulasi, mungkin secara regulasi juga ada yang harus dilihat lebih jauh lagi. Saya tidak mengerti regulasi yang seperti apa. Apa seperti yang terdahulu dalam kasus lain juga yaitu kerjasama dengan pemerintah untuk penyaringan filter, buka kantor di Indonesia, bayar pajak, dan lainnya?

Baiklah, mari kita nonton di Netflix lagi.