Google Allo

I just had Google Allo — another messaging app by Google — installed on my Android phone. There are already some messaging installed and used on my daily basis. Well, basically, I only use Telegram (mostly) and WhatsApp. And now, Google Allo. I tried Google Assistant more inside Allo, and it works pretty well. I think the messaging feature will be something I will not be using.

Why I Pick Telegram as My Primary Messaging Platform?

Last year, I mentioned that I used Telegram and I enjoyed it. Been using for more than a year, I feel that it’s much better than the other messaging platforms. Well, I’m not using that many platforms to connect with other friends or colleagues if I consider the other options like LINE, Facebook Messenger, WhatsApp, and many more. But, why Telegram?

Since I do not experience all messaging apps, I know that some other apps might be better. For now, I’m still considering that Telegram is the perfect option (for me) for some reasons.

Cross-platform and Multiple Sessions

Currently, I have multiple devices I use on my daily basis. Well, not really daily, but I usually switch between devices. I have 15-inch MacBook Pro Retina, iPhone 5, iPad 3rd generation, and Oppo Find 7. I have Telegram installed in those devices. It makes me stay connected. I can easily be in the conversation with friends, and especially colleagues. It’s flexibility to have multiple active session is my favorite!

Features

Telegram offers great set of handy features. Go to Telegram’s website for complete features, but here are some of favorite features:

  • File sharing made easy. I can share various types of files, not only photos, videos, but also PDFs, Android packages (yes, I use this a lot at work), spreadsheets, or any other document types.
  • API. It can be integrated easily to make useful tools. I will give some examples in the bottom part of this article.

Simple, fast, and lightweight

I like it’s simplicity. It helps me a lot in communication. I feel that it’s fast, a core feature that a messaging app needs. Of course, there are some extended features like stickers — even we can make our own stickers, bots (hello, @BotFather), event animated GIF.

Bots

It’s a Telegram account and operated by machine.

Bots are simply Telegram accounts operated by software — not people — and they’ll often have AI features. They can do anything — teach, play, search, broadcast, remind, connect, integrate with other services, or even pass commands to the Internet of Things.

The other one is an inline bots.

With the new inline mode, bots become omnipresent and can be used as a tool in any of your chats, groups or channels – it doesn’t matter, whether the bot is a member or not. Inline bots can help you with dozens of different tasks, like quickly sending relevant GIFs, pictures from the Web, YouTube videos, Wikipedia articles, etc.

At work, some of my colleagues made some handy tools based on this platforms.

Bye (legacy version of) Yahoo Messenger

Say goodbye to the old legacy versions of Yahoo Messenger — “On August 5, 2016, legacy versions of Yahoo Messenger will be discontinued. If you haven’t upgraded Yahoo Messenger recently, you’re probably using a legacy version. To continue using Yahoo Messenger, please upgrade to the newest version on mobile (iOS or Android) and desktop (messenger.yahoo.com or from Yahoo Mail)”

Sequel

Sequel — bot platform for messengers. Easily create media and entertainment bots to engage the 3B+ users on messaging apps.

Snapchat Daily Usage

Snapchat Passes Twitter in Daily Usage — The four-year-old messaging app is said to have 150 million people using it each day. I’m “thomasarie” on Snapchat and Twitter, by the way.

Firebase Cloud Messaging

Firebase Cloud Messaging — the new version of Google Cloud Messaging (GCM) under the Firebase brand. It inherits GCM’s core infrastructure, with new SDKs to make Cloud Messaging development easier.

On Telegram

Telegram
I’ve been using many messaging app. For now, I’m enjoying using Telegram for some simple reasons: lots of my colleagues and frequent contacts are there. It also supports multiple devices (using a single identity). It’s great since I can switch between devices (MacBook, iPhone, iPad and my Android devices) seamlessly.

Ulasan Windows Phone 8 dan Aplikasi pada Ponsel Lumia

Tulisan ini adalah lanjutan dari artikel sebelumnya tentang ponsel Lumia 535. Sebelum saya menuliskan artikel tersebut, saya sudah mencoba menggunakan ponsel (beserta dengan sistem operasi Windows Phone) walaupun belum dalam frekuensi sehari-hari. Selanjutnya, dalam waktu sekitar satu minggu terakhir, saya mencoba untuk menggunakannya dalam keseharian saya. Jadi, saya ingin mencoba ‘memberi kesempatan’ kepada ponsel Lumia (atau sistem operasi Windows Phone) ini untuk menjawab kebutuhan saya.

lma19735091275091725

Artinya, saya mencoba melakukan aktivitas rutin saya — yang biasanya saya lakukan di ponsel Android, iPhone dan iPad — di ponsel Lumia. Walaupun secara spesifik saya menggunakan Lumia 535 dalam tulisan ini, namun secara keseluruhan — koreksi jika saya salah — saya rasa saya bisa saja mendapatkan pengalaman yang sama ketika menggunakan jenis ponsel dari seri keluaran lain, sepanjang ponsel tersebut menggunakan sistem operasi Windows Phone.

Tulisan berikut berdasarkan versi Sistem Operasi Windows Phone 8.10.14226.359, versi Firmware 02055.00000.14511.22002.

Layar (yang mungkin terlalu) sensitif

Baik ketika saya menggunakan iPhone atau ponsel OPPO R819, saya tidak mengalami terlalu banyak perbedaan tentang sensitifitas layar. Gesture yang saya lakukan dapat berjalan dengan baik dan hampir tidak mengalami perbedaan berarti. Namun, ketika saya menggunakan ponsel Lumia, saya sering mengalami bahwa layar terlalu sensitif. Ketika saya swipe/scroll, saya sering mengalami bahwa gesture terbaca sebagai ‘tap’. Saya sebenarnya ingin scroll, namun sering kali malah membuka aplikasi. Dan, ini seringkali terjadi.

Email/surel (surat elektronik), Kalender, dan Kontak

wp_ss_20141125_0003

Secara prinsip, surel dapat dipergunakan dengan cukup baik, dalam pengertian bahwa seluruh surel saya baca melalui ponsel. Saya mencoba untuk menambahkan beberapa akun surel seperti Gmail, Yahoo Mail, Outlook, dan email kantor, semua dapat berjalan dengan baik.

Untuk kalender, saya menggunakan Google Calendar sebagai layanan utama untuk mengatur kalender/agenda. Dan, untuk kontak, saya menjadikan layanan Google (melalui Gmail) untuk pengelolaan kontak. Seluruh kontak saya dapat saya impor tanpa masalah.

Untuk kalender dan surel, saya harus berneogisasi dengan diri saya sendiri terutama pada bagaimana keseluruhan experience. Kalau fokusnya adalah bahwa informasi bisa saya dapatkan melalui ponsel Lumia, hal ini sudah terjawab.

Namun, bagaimana terkait dengan tampilan, pengalaman pengguna dan antar muka? Ini memang preferensi yang sangat personal. Tapi, saya harus bilang bahwa saya tidak terlalu menikmati untuk bekerja dengan surel dan kalender di ponsel Lumia saya.

Aplikasi Bertukar Pesan (Messaging)

Untuk bertukar pesan pendek, saya sudah hampir tidak pernah menggunakan SMS. Aplikasi utama yang sering saya pakai — diantara begitu banyak pilihan aplikasi chatting — adalah WhatsApp dan Telegram. Untunglah kedua aplikasi tersebut tersedia untuk Windows Phone.

Aplikasi WhatsApp di Microsoft Lumia (Windows Phone)
Aplikasi WhatsApp di Microsoft Lumia (Windows Phone)

(Tautan: WhatsApp untuk Windows Phone, Telegram untuk Windows Phone).

WhatsApp dan Telegram secara prinsip dapat berjalan dengan cukup baik secara performa. Dan, penting bagi saya karena kedua aplikasi tersebut dikembangkan resmi oleh penyedia layanan. Kadang, saya juga menggunakan Skype dan juga Blackberry Messenger. Saya tidak menggunakan Google Hangouts di Windows Phone, karena aplikasi resmi tidak bisa saya temukan. Dan,saya memang agak jarang menggunakannya — karena tidak banyak rekan dalam kontak saya yang menggunakannya secara aktif (dibandingkan dengan yang ada di WhatsApp atau Telegram).

Papan Ketik yang terlalu besar

Ini memang masalah selera, namun, menurut saya papan ketik (keyboard) yang dimiliki oleh ponsel Lumia ini memakan terlalu banyak area layar. Dan, secara pribadi saya sendiri kurang nyaman dengan kondisi ini.

Dukungan/pilihan aplikasi

Ponsel saat ini banyak sekali digunakan untuk kebutuhan yang bermacam-macam. Saya sendiri selain untuk keperluan pekerjaan, juga memanfaatkan ponsel untuk berinteraksi (melalui aplikasi bertukar pesan), ataupun menggunakan layanan media sosial untuk berbagi informasi, gambar, dan aktivitas lainnya.

Saya memiliki harapan untuk dapat tetap menggunakan aplikasi sehari-hari yang saya pakai walaupun saya berpindah ponsel (dengan sistem operasi berbeda). Hampir semua yang saya lakukan di iPhone dapat saya lakukan di Android — dan juga sebaliknya — walaupun dengan tampilan antar muka yang sedikit berbeda. Namun, secara umum saya mendapatkan pengalaman yang hampir sama.

Hal ini yang tidak bisa saya dapatkan melalui Windows Phone di ponsel Lumia saya. Kalaupun ada aplikasi sejenis, baik yang dikembangkan oleh penyedia layanan atau oleh pengembang lain, tetap saja secara keseluruhan saya kurang menikmati tampilan, disain, dan pengalaman aplikasi yang ditawarkan.

Di akhir tahun 2014, VentureBeat merilis tentang bagaimana aplikasi yang dikembangkan oleh masing-masing sistem operasi untuk perangkat bergerak. Dalam hal ini bagaimana aplikasi yang dibuat oleh Apple (iOS), Google (Android), dan Microsoft (Windows Phone) dan ketersediaannya di masing-masing pasar aplikasi.

Aplikasi Google, Apple, and Microsoft di sistem operasi bergerakDari grafik diatas, Microsoft memang cukup banyak menyediakan aplikasi buatannya untuk tersedia di sistem operasi lain. Tentu saja, di Windows Phone Store, Microsoft menjadi rajanya.  Bahkan, di Apple App Store, Microsoft justru memiliki aplikasi yang lebih banyak dibandingkan kompetitornya.

Namun, ini tidak sebaliknya. Secara aplikasi memang Microsoft memiliki jumlah yang banyak. Tapi, Apple dan Google sepertinya justru tidak tertarik untuk mendistribusikan aplikasi mereka (atau membuatnya tersedia) untuk Windows Phone.

Apple sendiri justru di Apple App Store hanya memiliki sedikit aplikasi. Tapi, sistem operasi, distribusi/penjualan ponsel menjadi magnet sendiri bagi para pengembang aplikasi atau perusahaan untuk membuat aplikasi tersedia disana.

Penutup

Setelah mencoba dalam penggunaan sehari-hari, serta menyesuaikan dengan kondisi sehari-hari bagaimana saya memanfaatkan sebuah ponsel, saya merasa bahwa untuk saat ini ponsel Lumia — dalam hal ini Microsoft Lumia 535 — kurang cocok untuk saya. Secara hardware, Microsoft Lumia 535 ini menurut saya cukup baik, namun terkait dengan aplikasi pendukung, banyak kebutuhan yang belum terjawab — bagi saya untuk penggunaan sehari-hari.

Catatan: Jika harus memilih salah satu aplikasi yang paling bagus (dan karena hanya tersedia di Windows Phone), saya tetap merasa MixRadio adalah aplikasi terbaik.

Ulasan Ponsel Microsoft Lumia 535 Dual SIM

Microsoft, sebagai perusahaan yang mengakuisisi Nokia, mengeluarkan produk ponsel pertama yang menghilangkan identitas “Nokia”, yaitu Microsoft Lumia 535. Jadi, tidak perlu bingung mengapa dulu ada istilah ‘Nokia Lumia’, namun nama Lumia sendiri sekarang tidak disandingkan dengan ‘Nokia’.

Microsoft Lumia 535

Pertengahan Desember 2014 ini, saya memutuskan untuk membeli Lumia 535. Produk Lumia 535 ini saya beli melalui pre-order di Blibli dan saat itu saya mendapatkan penawaran harga sekitar Rp 1.250.000,00 (pembayaran menggunakan kartu kredit). Saya memang cukup lama tidak menggunakan produk Nokia Lumia/Microsoft (sekarang Microsoft Lumia). Sehari-hari, saya sendiri menggunakan produk Apple (iPhone 5, iPad 3, dan MacBook Pro 15″ Retina Display), dan juga OPPO (OPPO R819). Jadi, secara sistem operasi di ponsel, saya sehari-hari menggunakan iOS dan Android.

Spesifikasi dan Disain

Untuk spesifikasi, saya tidak akan terlalu membahasnya disini. Ulasan lengkap tentang spesifikasi teknis Lumia 535 bisa dilihat langsung di situs Microsoft. Beberapa informasi singkat tentang spesifikasi dasar yang mungkin perlu dilihat adalah:

  • Mendukung dual SIM
  • Ukuran layar 5 inchi
  • Sistem operasi: Windows Phone 8.1 (Lumia Denim)
  • Kamera utama dan kamera depan dengan resolusi 5 MP
  • Dimensi: panjang: 140,2 mm, lebar: 72,4 mm, tebal: 8,8 mm, dan berat: 146 gram
  • Resolusi layar: qHD (960 x 540)
  • RAM: 1 GB
  • Memory internal: 8 GB. Dapat ditambah dengan MicroSD sampai dengan 128 GB.

Pilihan warna cukup beragam sesuai dengan selera yaitu hitam, putih, oranye, hijau, dan biru. Saya sendiri memilih warna oranye. Untuk finishing material casing adalah dengan finishing glossy. Secara disain, saya menyukainya. Walaupun dari sisi ukuran bukanlah yang paling kecil, dan paling tipis, namun secara keseluruhan dari sisi disain tidak mengecewakan. Paling tidak, masih cukup nyaman untuk dipegang dengan satu tangan. Untuk yang berjari agak pendek, mungkin akan terasa agak kurang nyaman dengan dimensi yang ditawarkan.

Heardbleed

The Heartbleed Bug — It is a serious vulnerability in the popular OpenSSL cryptographic software library. This weakness allows stealing the information protected, under normal conditions, by the SSL/TLS encryption used to secure the Internet. SSL/TLS provides communication security and privacy over the Internet for applications such as web, email, instant messaging (IM) and some virtual private networks (VPNs).

Nokia Funaholic Icon Search

Following Nokia Indonesia’s Eksismeter campaign, there is now Nokia Funaholic Icon Search. This is all about finding an icon for Nokia E5. This Funaholic Icon Search will find three real person that represents three characters: Antonio (the super exist), Daisy (the music lover) and Kareem (the super busy guy). The mechanism is similar with the previous campaign: it’s all about being online presence, and everyone can join.

Right now, there are nine icon candidates. Visitors (you!) can vote your favorite candidates and you can get a chance to win one of these gifts from Nokia Indonesia: Nokia C3, Nokia X5 and Nokia E5!

How those characters — if you’re also one of them — take advantages from Nokia E5 device? Let’s look at some cool features for them.
For those who want to get online everytime (connected to many social network services, chats, and also email), Nokia E5 offers features that work for this purposes:

  • Messaging — Email is one of the important thing that people should have. Fromt this device, you can acess up to 10 personal email accounts. Does it only support Ovi Mail? No. You can check your  Hotmail, Gmail and Yahoo! Mail. I have tried this, and I find it useful. I use the messaging office to check my office email, Yahoo! Mail, Google Apps for domain email, and also Gmail. Until today, I find nothing but good features. Ovi Mail offers 1 GB of storage, and I think it also offers a short and cool domain name.
  • I want to chat also to make real time conversation with my friends. Using Nokia Messaging IM application, I can directly connect to some service like Yahoo! Messenger, and also Google Talk. And, to make the whole communication experience better, Nokia E5 also equipped with full QWERTY keyboard.
  • Nokia E5 also supports 3G and Wi-Fi connection. Free Wi-Fi can be found easily here in Indonesia when going to the mall, coffee shop, and some other public places. Great deal!
  • The home screen can be very useful because you can make access to your favorite menus. Also, you can also customize the home screen to create the a personal look that really “you”.
  • Camera — The camera features are not disappointing I guess. You have 5 MP camera, digital zoom up to 3x and also LED flash. It should be suitable for on-the-go photography. Does it also support video recording? Yes, with .mp4 or .3gp file formats.

All Nokia E5 features can be found at Nokia E5 product info page.
Back to Nokia Funaholic Icon Search I mentioned above, you can get a chance to get this Nokia E5 only by giving your vote. Now, you can start voting and may the best win :D

Goodbye Nokia E72!

Nokia E72No, not that I hate my E72. I lost it. Last Monday, I reached my hometown for holiday. I liked the fact that I finally got home without loosing anything. A perfect situation. :)
On the evening, I had plan to have dinner with my girl. That should be a nice dinner. But, it turned into bad situation when I realized that I didn’t have my Nokia E72 with me. That was the time when all food were on the table. I haven’t touched anything — well, not really ‘anything’, but only some peanuts. Last time I remembered was that when I was in a taxi. I called the taxi operator and worked with the guy on the phone. I even called the taxi driver and asked him to pick us again. No luck. In short: I lost my phone. Now, I only have 5800XM with me.

Yahoo Maps powered by Ovi Maps. And more!

Some of you probably have heard about this news: Nokia and Yahoo! have an agreement to work on they really’re really good at. According to the press release:

Today, Yahoo! and Nokia announced a worldwide strategic alliance to extend the reach of their industry leading online services and offer people rich experiences that keep them connected to their world and the world around them.
Building on more than five years of collaboration, Nokia and Yahoo! ® will leverage each others’ strengths in e-mail, instant messaging and maps and navigation services, to provide consumers with access to world-class experiences on both PC and mobile devices.

You can also find the press release at Yahoo! Yodel Anecdotal. So, what does it mean for you? Probably… nothing. But, for me it means something. Let me tell you why.

I use Flickr — and I’m really enjoying it. Sometime, I take advantage of its geo-location feature. I can put my photos into map. You can do it manually, or automatically using geo-location meta data captured from your mobile device. I did it using my mobile device. Flickr photos with geo-location information will be integrated with Yahoo! Map. You can see my Flickr map page to see it in action. Is it good? Yes, but not that good. Why?

  • When I had my photos with location information, they’re not placed at the correct information. So, I have to edit their location in the map.
  • Yahoo! Map does not have much details about my hometown, Jogjakarta. Especially, when it comes to street names. For example, my photo taken in Malioboro Street, it’s detected as it was taken in other area, and it’s not even close.
  • I remembered that I have put my photos into correct location. But for some reasons — I don’t know why — the location was changed. I hope I’m wrong with this. The zoom effect or something, I don’t know.

With the new partnership I mention above, I hope I can see improvements. Ovi Maps has a great database of location, and it works really well. I know, sometime it has some mistakes on the street naming, but… still, it’s a great tool.

Nokia Messaging for Social Networks Beta: First Impression

Two days ago, I gave Nokia Messaging for Social Networks Beta a try on my Nokia 5800 XpressMusic. This application will help Nokia users to keep update with the social media services — in this case Facebook and Twitter. Of course, it’s still in beta so I should not expect too much.
The installation process was easy and I didn’t have any problems. Everything was smooth. This early preview is available on the Nokia N97, Nokia N97 Mini, Nokia 5530, Nokia 5800, and the Nokia X6 devices. Go to messaging.nokia.com if you want to see applications from Nokia Messenging for your device.
After having this application installed, I used it right away. When running the application for the first time, I got this welcome screen:
Home Screen
I use Twitter more than Facebook. First, I use the Twitter feature. Here’s the login sreen: