Dimana Mencari Kardus untuk Pindahan di Jogja? Tidak Terlalu Sulit Ternyata.

Saat pindahan, salah satu hal yang membantu mempermudah adalah melakukan packing dengan menggunakan kardus dengan beberapa ukuran. Sehingga, ketika diangkut ke kendaraan juga lebih tertata. Lalu, dimana mencari penjual kardus bekas — dengan kualitas bagus — di Jogja?

Gambar di atas adalah contoh ukuran kardus. Kardus yang dibeli dalam kualitas yang lebih baik. Setelah melakukan pencarian, saya akhirnya membeli kardus bekas untuk pindahan dari dua lokasi berbeda. Pertama, di Toko Kardus Manunggal yang berada di daerah Jalan Affandi, Gejayan. Lokasinya ada di pojokan jalan masuk ke Kanisius.

Untuk lokasi kedua saya beli di Toko Jaya, di Jalan Katamso di seberang Purawisata, bersebelahan dengan toko jamu tradisional.

Kedua tempat tersebut menawarkan harga yang kurang lebih sama. Kardus yang dijual juga dengan kualitas baik. Bukan seperti kardus bekas mie instan, tapi kardus tebal. Kalau mengenai ukuran, tersedia cukup banyak pilihan. Saya sendiri memilih untuk ukuran yang tidak terlalu besar dengan kisaran harga Rp6.000 sampai Rp12.000.

Pemeriksaan Mata di Klinik Mata Sehati Jogjakarta

Sekitar awal tahun ini, ketika mengunjungi sebuah pusat perbelanjaan saya sekalian melakukan pemeriksaan mata di salah satu toko optik. Hasilnya saat itu ada minus di mata kanan, dan silinder di mata kiri.

Dengan pekerjaan saya yang mengharuskan cukup sering berada di depan komputer, tentu saja mata menjadi bagian yang penting. Sampai dengan saat ini, saya memang belum pernah memakai kaca mata. Apalagi, jika dalam kondisi yang biasa, kemampuan penglihatan juga cukup baik.

Namun memang, untuk yang sebelumnya bisa saya lihat dengan baik, menjadi sedikit berkurang. Tidak terasa sekali, tapi tetap saya bisa merasakan perbedaannya.

Setelah bertanya ke beberapa rekan, saya disarankan untuk melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Mata dr. YAP atau di Klinik Mata Sehati. Lokasi keduanya juga tidak jauh. Akhirnya saya memutuskan untuk ke Klinik Mata Sehati yang berada di Jl. Yos Sudarso, sisi selatan dari Stadion Kridosono.

Membayar Biaya Parkir Menggunakan OVO

Walaupun saya sudah memiliki akun OVO yang menawarkan banyak sekali promosi, namun saya masih cukup jarang menggunakannya. Bahkan, ketika promo awal berupa biaya parkir sebesar Rp1 di salah satu mal di Jogjakarta, saya juga tidak menggunakannya.

Beberapa waktu lalu, akhirnya saya sempat menggunakannya. Awalnya agak tidak terlalu mengerti cara penggunaannya. Namun, karena memang ada saldo di akun OVO saya, jadi tak ada salahnya mencoba. Saat itu, untuk biaya parkir mobil biaya hanya Rp1.000 saja.

Ketika di gate keluar parkir, ketika akan membayar saya tanya kepada petugas, mekanisme bayarnya sebagai berikut:

  1. Saya hanya perlu scan barcode karcis parkir yang saya dapatkan ketika masuk menggunakan aplikasi OVO
  2. Konfirmasikan pembayaran
  3. Serahkan karcis kepada petugas, kemudian petugas akan men-scan di mesin parkir

Selesai. Cukup sederhana.

Satu hal yang menurut saya menarik adalah hasil transaksi parkir akan terkirim ke surel, dimana ini bisa menjadi arsip transaksi.

(Akan) Pindah Rumah

Puji Tuhan, di akhir Januari 2018 lalu, setelah mencoba melakukan pencarian properti di Jogja dengan segala macam tantangannya, akhirnya saya dan istri diperkenankan untuk melewati satu langkah dalam usaha mencari rumah pertama sebagai hunian di Jogja.

Lokasi

Kami akhirnya menemukan lokasi hunian dengan fasilitas yang kami rasa cocok di daerah utara kota Jogja. Awalnya, justru unit yang ada di salah satu kawasan perumahan ini tidak masuk dalam rencana. Ketika mengunjungi salah satu rumah yang kami incar, ternyata rumah tersebut cukup jauh dari bayangan kami dari sisi disain, lokasi, dan fasilitas.

Saat itu, agen properti yang menemani kami menanyakan apakah tertarik untuk melihat-lihat rumah yang saat ini sedang dijual di salah satu kawasan perumahan di Jogja utara. Iklan berupa baliho tentang kawasan perumahan itu sering saya lihat, cuma tidak terpikir sama sekali. Apalagi, sekitas harga yang terlihat memang cukup tinggi.

TransJogja (unofficial) site

This month, a new mass transportation system started to operate in Jogjakarta. It’s Trans Jogja. When I heard the news, I tried to get as much information as possible. But, I was unlucky. There were less information available (on the internet). Even when I checked the local goverment’s official website… I could not find any useful information.
When there was a tryout period, it was hard to find the brochures, or any information kit. From this situation, my friend (Yan Arief) and I got an idea to build a site to provide information about Trans Jogja. Hopefully, this site can be an alternative information for people in Jogjakarta and all other people who want to find information from the internet. Here we go… the unofficial site of Trans Jogja, located at http://transjogja.net/
transjogja-net-20080227165556.jpg
When I was about to start building this site, I decided to use WordPress. But, later… I changed my mind, I switched to Drupal. After struggling with this platform — I almost forgot last time I used Drupal — this site was silently launched. So far, we have positive feedbacks. For the last update, I would like to thank to Suara Transjakarta for the inspiration. :)