Biaya Denda Kekurangan Dana di Layanan Jenius BTPN

Walaupun sudah lebih dari satu tahun saya memiliki akun Jenius, sampai saat ini Jenius masih belum menjadi pilihan utama untuk urusan terkait perbankan. Bagi saya, berpindah layanan perbankan bukan sebuah keputusan yang cukup mudah dilakukan. Ini juga terkait dengan perubahan pola/cara saya dalam bertransaksi yang makin hari ternyata makin banyak menggunakna e-wallet seperti GoPay, OVO, Dana, dan ShopeePay.

Untuk layanan perbankan, saya masih menggunakan BCA dan CIMB Niaga sebagai akun utama.

Bagaimana layanan Jenius?

Karena tidak terlalu aktif menggunakannya, bahkan sepertinya saya lebih banyak menggunakan karena beberapa rekan sudah cukup lama perlu melakukan transfer dana ke saya melalui Jenius. Untuk transaksi lain seperti pembayaran menggunakan kartu fisik, atau transaksi digital, hampir tidak pernah saya gunakan.

Beberapa kartu tambahan yang saya miliki hampir tidak pernah saya gunakan. Tentu saja ini efek dari bahwa saya cenderung lebih memilih untuk cardless.

Jadi, bukan berarti layanan atau fitur Jenius jelek, tapi memang sepertinya tidak cocok untuk saya. Kartu Jenius bisa langsung dipakai untuk pembayaran MRT di Singapura, atau memudahkan dalam penarikan uang tunai di ATM selama di luar negeri. Tapi, sejak saya punya kartu ini, otomatis hal tersebut saya tidak gunakan sama sekali karena memang tidak ada keperluan ke luar negeri.

Kalau tentang mobile application, saya cuma merasakan kalau kecepatan aplikasi Jenius belum dapat dibandingkan dengan aplikasi perbankan lain. Di linimasa Twitter — walaupun ini tidak sepenuhnya bisa dijadikan acuan — banyak keluhan kalau aplikasi lambat, dan tak jarang tidak dapat digunakan karena data tidak muncul dengan sempurna.

Akhirnya, Bisa Juga Punya Akun Jenius BTPN

Sejak gagal melakukan aktivasi akun Jenius beberapa bulan lalu, akhirnya saya memiliki sebuah akun Jenius di akhir Juli 2019 lalu. Namun, prosesnya agak sedikit berbeda. Ada beberapa hal yang dengan cukup santai saya ikuti prosesnya. Toh memang saya tidak terburu-buru, dan seluruh kebutuhan transaksi/perbankan masih bisa terpenuhi dengan akun yang ada.

Registrasi dengan nomor/akun lain

Setelah gagal aktivasi dan registrasi kedaluarsa, seingat saya, saya tidak bisa mendaftar dengan nomor ponsel dan surel yang sama. Namun, karena saya memiliki nomor ponsel lain — dan tentu saja surel lain — akhirnya saya coba daftar kembali.

Kalau pendaftaran saya yang pertama menggunakan nomor XL dengan surel dari Gmail, pendaftaran kedua saya menggunakan nomor Telkomsel dengan surel Yahoo. Dan, pendafaran kedua ini gagal.

Saya tidak pernah mendapatkan konfirmasi di surel. Saya lupa tepatnya urutan bagaimana, tapi saya tidak bisa login ke aplikasi. Padahal saat itu saya memutuskan untuk daftar kembali karena beberapa rekan kantor punya pengalaman yang mudah dalam mendaftar. Apalagi, verifikasi dilakukan melalui video call saja.

Karena gagal lagi, jadi saya putuskan tidak memroses apapun.

Telepon dari Jenius BTPN

Pada suatu siang, saya mendapatkan telepon dari nomor yang mengaku dari BTPN, dan ingin menanyakan beberapa hal mengenai Jenius. Pertanyaan cukup standar, dan saya sampaikan saja kondisi sebagai masukan bahwa saya gagal membuka akun Jenius. Bahkan dua kali.

Dari telepon tersebut, saya mendapatkan beberapa poin informasi:

  1. Saya bisa daftar kembali, setelah akun saya di-reset. Mungkin maksudnya akuns aya dihapus dari sistem, sehingga nomor ponsel dan surel dapat digunakan kembali.
  2. Untuk me-reset akun bisa dilakukan di beberapa tempat di Jogjakarta. Saat itu diinformasikan kalau bisa dilakukan di Jogja City Mall, Hartono Mall, dan Ambarrukmo Plaza.

Saya suka dengan follow-up semacam ini. Dari beberapa opsi tempat, saya akhirnya memutuskan untuk mengurus ke Jogja City Mall, karena hampir tiap akhir pekan saya ada keperluan di sana.

Reset Akun Jenius BTPN di Jogja City Mall

Singkatnya: tidak berhasil sepenuhnya.

Ketika saya menyampaikan (dengan cukup detil) kronologis yang saya alami, saya akhirnya diminta data oleh salah seorang agent yang ada disana. Mereka sepertinya paham kondisi saya dan tahu apa yang harus dilakukan. Mereka mengirimkan beberapa data registrasi saya ke pihak yang mungkin mengurusi perihal reset akun.

Saya tunggu beberapa menit, mungkin ada sekitar 10-15 menit. Sambil saya amati kalau saat itu ada beberapa orang yang menanyakan mengenai Jenius ini, dan sepertinya ada yang langsung dibantu untuk pembuatan akun. Setelah menunggu, saya diinfokan kalau reset akun tidak berhasil (di sana), dan disarankan(?) untuk melakukannya di tempat lain yaitu yang adi Hartono Mall. Saya tidak memperpanjang alasan kenapa tidak bisa, ya karena memang tidak bisa. Apalagi saat itu saya sebenarnya juga sudah cukup terburu-buru untuk pulang.

Reset dan Pembuatan Akun Jenius BTPN di Hartono Mall

Beberapa minggu setelah kegagalan proses di Jogja City Mall, saya sempat ada keperluan untuk ke Hartono Mall. Saat itu sekitar pukul 20.40 malam. Saya coba dengan tanpa ekspektasi yang muluk-muluk. Saya jelaskan minta dibantu untuk reset akun supaya bisa mendaftar ulang lagi, itupun kalau bisa.

Dengan proses yang sama, saya diminta informasi akun yang saya gunakan untuk mendaftar (sebelumnya), dan ditawari untuk dibantu pembuatan akun. Saya mengiyakan, toh memang itu keperluan saya. Saya ikuti proses standar pembuatan akun, dan proses cukup cepat karena memang semua dilakukan secara digital.

Terkait kartu, karena saat itu sudah cukup malam (sekitar jam 21.00) jadi kartu tidak bisa langsung jadi. Kalau tidak salah kartu sebenarnya bisa langsung jadi, tapi karena petugas yang mengurusi kartu ini sudah tidak ada — kalau tidak salah infonya begini — jadi nanti kartu akan dikirim melalui pos. Namun, secara prinsip akun sudah aktif, dan saya login ke akun saya melalui aplikasi Android tanpa masalah.

Lambatnya Layanan Bank BTPN dan Belum Jadi Aktivasi Jenius di Yogyakarta

Setelah sekian lama mendengar mengenai Jenius dari Bank BTPN, baru beberapa hari lalu akhirnya saya memutuskan untuk mendaftarkan dan berencana mengaktifkan akun Jenius. Seluruh proses pendaftaran secara daring melalui aplikasi Jenius berbasis Android berjalan dengan lancar. Dan saya tinggal melakukan aktivasi.

Karena saya saat ini saya berdomisili di Yogyakarta, jadi proses aktivasi harus dengan mendatangi salah satu kantor cabang Bank BTPN. Untuk yang berdomisili di area Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya proses ini cukup mudah karena ada layanan untuk verifikasi dengan didatangi kru Jenius.

Setelah saya mencari tahu dimana kantor cabang BTPN yang dapat melaksanakan aktivasi akun, saya akhirnya memutuskan untuk datang. Lokasi kantor cabang berada di lokasi yang cukup jauh dari tempat tinggal saya. Toh tinggal aktivasi saja, seharusnya urusan cepat — apalagi ini produk digital, jadi meluangkan waktu untuk urusan ini tidak masalah. Sekali datang, beres dengan cepat.

Ternyata tidak seperti yang saya bayangkan.

Saya datang sekitar pukul 09.50 WIB. Saat itu tidak terlalu ramai di area tunggu. Bahkan, ketika saya dibantu oleh satpam untuk urusan apa, saya jawab aktivasi Jenius, satpam juga langsung paham.

Setelah mendapatkan nomor antrian, saya duduk, kemudian mengamati situasi sekitar. Ada tiga loket teller, tapi hanya satu yang sepertinya melayani nasabah. Ketika melihat ke area layanan konsumen, ada tiga loket juga. Dan, hanya ada satu loket yang melayani nasabah.

“Ah, tunggu saja…,” begitu pikir saya.