‘iPad is disabled’ dan Instal Ulang

Sesampai di Jakarta pada hari Minggu lalu, saya baru menyadari bahwa ada masalah di iPad saya. Ketika saya buka, ada tulisan “iPad is disabled. Connect to iTunes”. Padahal, seingat saya terakhir kali, iPad tidak ada masalah sama sekali. Kali terakhir adalah malam sebelum saya berangkat ke Jakarta, saya tutup iPad saya bersama dengan Smart Keyboard Folio, lalu saya masukkan tas.

Barulah ketika saya sampai di Jakarta, dan sudah agak malam, saya baru membuka kembali iPad saya. Bukan saat yang tepat untuk mengalami masalah ini, apalagi saya sedang berada di Jakarta.

Penyebab

Saya tidak tahu pasti apa penyebabnya, tapi kemungkinan besar adalah karena terlalu sering terjadi kesalahan passcode. Ini paling masuk akal, dan ada dua kemungkinan kenapa ada pengisian passcode yang salah dalam frekuensi yang banyak — kalau sampai 10 kali berturut-turut, memang iPad akan dalam kondisi disabled untuk alasan keamanan.

Pertama, bisa jadi karena anak saya sempat bermain dengan iPad. Jadi, tanpa sepengetahuan saya sempat memencet papan ketik dan memasukkan passcode yang salah sampai akhirnya iPad disabled. Kemungkinan kedua, bisa jadi karena selama di dalam tas, ada kondisi iPad yang ada dalam tas terguncang. Ya, karena saya memang mengendari mobil, dan tas berisi iPad tersebut saya letakkan di bagasi.

Intinya: iPad tidak bisa dipakai, dan sesegera mungkin masalah ini diatasi.

Terhubung ke iTunes?

Sebenarnya, menghubungkan perangkat seperti iPad atau iPhone ke MacBook yang saya miliki tidak ada masalah selama ini. Masalahnya saat ini adalah, iPad saya menggunakan konektor USB Type-C, sedangkan Macbook saya masih menggunakan USB biasa. Apalagi, sejak kali pertama saya beli, saya memang belum pernah mengkoneksikan iPad ke MacBook dengan kabel.

Saya sempat mencoba kemungkinan untuk pinjam kabel supaya iPad saya dapat terhubung ke MacBook. Tapi, ini juga bukan perkara mudah. Apalagi, selama ini tidak semua aksesories non-Apple bisa berjalan begitu saja. Beberapa teman menawarkan untuk meminjamkan kabel USB ke USB Type-C. Tapi, setelah saya pikir-pikir, sepertinya kecil kemungkinan untuk berhasil.

Dan, salah seorang teman saya juga bilang kalau solusinya ya memang cuma harus restore atau instal ulang. Pilihan saya jelas instal ulang, karena saya memang tidak pernah melakukan backup ke MacBook. Tapi, karena hampir semua berkas sudah tersinkronisasi ke beberapa layanan berbasis awan, jadi saya tidak terlalu khawatir.

Instal Ulang

Saya segera cari dimana lokasi saya bisa melakukan instal ulang iPad saya keeseokan harinya, sepagi mungkin. Saya lihat opsinya ada di Plaza Indonesia atau Grand Indonesia.

Senin pagi, akhirnya saya meluncur ke Plaza Indonesia terlebih dahulu. Setelah memarkir kendaraan di basement, saya menuju ke pintu masuk dari arah tempat parkir. Saat itu waktu menunjukkan pukul 10 pagi, lebih sedikit. Saya pikir sudah buka. Ternyata, satpam bilang belum buka kalau mau ke salah satu service center yang saya sebutkan. Saya diminta datang saja nanti pukul 11.00 WIB. Duh!

Saya coba ke Grand Indonesia, dan hasilnya kurang lebih sama. Karena tidak banyak lokasi lain yang saya ketahui, akhirnya saya putuskan ke Ratu Plaza. Kali terakhir ke sana dulu untuk urusan servis MacBook. Jadi siapa tahu disana sudah buka.

Sekitar 10.30 WIB, saya sampai sana. Gerai servis yang saya ingin tuju ternyata belum buka. Saya lihat dari luar sepertinya masih bersiap, dan memang tertulis baru buka pukul 11.00 WIB. Ada juga gerai servis produk Apple yang lain, tapi namanya bagi saya kurang familiar. Tapi, dari secara tampilan sangat meyakinkan. Dan, yang paling penting adalah gerai tersebut sudah buka!

Jadilah saya putuskan ke gerai tersebut. Saya langsung sampaikan apa mau saya, dan untuk dapat diproses instal ulang saja. Setelah pencatatan pemesanan layanan, saya diinfokan mungkin sekitar 30-45 menit saja. Bisa ditunggu, atau ditinggal kalau sudah selesai saya akan dikabari.

Saya memilih untuk berjalan-jalan saja sebentar di area Ratu Plaza. Tidak banyak yang bisa dilihat, tapi ya daripada saya hanya menunggu saja. Benar saja, sekitar 30 menit setelahnya saya dihubungi oleh gerai tersebut, yang menginfokan kalau proses telah selesai dan iPad dapat diambil. Oh ya, untuk biayanya sebesar Rp150.000,-. Harga yang oke juga menurut saya.

Masih di lokasi gerai tersebut, saya juga menumpang untuk mengunduh aplikasi-aplikasi yang saya butuhkan di iPad saya tersebut. Beruntung, koneksi yang ada di sana cukup kencang, jadi hanya beberapa menit saja saya mengunduh aplikasi yang sebelumnya ada di iPad saya. Setelah saya rasa cukup, akhirnya saya kembali ke tempat saya menginap, melewati Jalan Sudirman menjelang jam makan siang.

Delete Old Devices Backup on OS X to Reclaim Disk Storage

One of the routines relate to my laptop is to keep everything organised. This includes folders management, removing unused files or installing/uninstalling applications, etc.
For disk usage checking purpose, I use OmniDiskSweeper. Yes, I also have Macpaw’s CleanMyMac 2, but OmniDiskSweeper will do a simple and specific task as mentioned on its site:

OmniDiskSweeper is really great at what it does: showing you the files on your drive, in descending order by size, and letting you decide what to do with them.

One of the directories using lots of storage was ~/Library/Application Support/MobileSync/Backup/. This directory stores the backup of the iOS devices. I have iPad and also iPhone. I only have 250 GB of storage configuration for my Macbook Pro, and the backup consumes tens of GB.
iTunes Devices Preferences
To remove the unnecessary backup files, open iTunes, choose Preferences, and select the Devices menu. There are some old backups that I think safe enough to be removed. So, I did that. So, I only keep the latest backup for now.
odw-183581841-20851-0825
The backup solution is pretty easy and straight forward. Even I don’t regularly synchronised my files, in most cases I only backup the media files especially photo. And, I prefer to use Image Capture to save the photos/videos to the folder I wanted.

FiftyThree's Pencil is available globally

When I found an app called Paper by FiftyThree (iTunes link), I just needed few seconds to have it installed on my iPad. I’m not good at drawing or sketching, but after trying some other drawing apps, Paper is still the best in my taste. And, they launched Pencil. It has been months since the product was launched. It got my attention but just put it in my wishlist. It’s a bit expensive for me, but I think it’s still affordable. But, the most important part is about the way how I could get one. It was not available for shipping to my country, Indonesia.
But, not until today. Today, FiftyThree announced that Pencil (both the Graphite and Walnut) is available for customers in more than 65 countries, including Indonesia via Amazon.
Pencil at Amazon
Before it was not available for global shipping, I was thinking of getting one from a friend of mine who lives in the US or Canada. Yes, it will probably take longer (and more expensive). Having it delivered by Amazon is another good thing for some reasons. First, I have purchased some items from Amazon and got no issues. Now, I want one.

New App Store prices increase by round 30% for some countries

Early this month, Apple started to have new pricing for the applications in the App Store. Apple sent out an email informing the new pricing for some currencies, and the currency I’m using right now for my account is Indonesian Rupiah.

Within the next 24 hours, the following changes will be made to pricing on the App Store.
To account for changes in foreign exchange rates, App Store retail prices will be increased for the following currencies:

  • Australian Dollar
  • Indian Rupee
  • Indonesian Rupiah
  • Turkish Lira
  • South African Rand

Additionally, retail prices for Israeli New Shekels and some price tiers for the New Zealand Dollar will be decreased.
Price adjustments on the App Store are made periodically due to changes in foreign exchange rates. Within 24 hours, you will see the new Pricing Matrix in the Rights and Pricing section of Manage Your Apps on iTunes Connect.
Updates to iOS Paid Applications and Mac OS X Paid Applications contracts will be available on the iTunes Connect website. To view all current and outstanding contracts, see Contracts, Tax, and Banking on iTunes Connect.

This adjustment is because of the exchange rates for some currencies. Right now (when I write this post), based on XE.com, the currency rate is “1 USD = 11284.6 IDR”. To see the historical data of the currency change here’s a figure taken from XE.com (click to enlarge).
Screen Shot 2014-04-06 at 1.00.44 AM
Now, the new price for applications had been published. See these two before-and-after screenshots.
apple_price_1_before
apple_price_1_after2
Now, let’s see the comparison:

  • Old: IDR 9,500. New: IDR 12,000 (Original price: $US 0.99)
  • Old: IDR 19,000. New: IDR 23,000 (Original price: $US 1.99)
  • Old: IDR 39,000. New: IDR 45,000 (Original price: $US 2.99)

The price increases around 30% from the previous.

Ulasan Apple iPhone 5

Minggu lalu, saya berkesempatan untuk memiliki iPhone 5. Seminggu terakhir ini, saya mecoba untuk selalu menggunakan iPhone 5 dalam aktivitas sehari-hari, menggantikan iPhone 4 milik saya sebelumnya. Dan, saatnya menuliskan sedikit ulasan mengenai iPhone 5 ini. Oh ya, ulasan ini merupakan pendapat pribadi saya, sebagai salah satu pengguna produk Apple — disamping beberapa produk lain yang saya punya/gunakan akhir-akhir ini (iPhone 4, New iPad, Lumia 800, HTC Desire HD, dan BlackBerry 9860).

iPhone_5_body_5

Boks

Paket penjualan dalam kardus iPhone 5 cukup standar. Dikemas dalam sebuah kardus yang mirip dengan iPhone 4, cuma dengan ukuran yang sedikit lebih besar. Lalu, apa saja isi dalam kardus paket penjualan ini?

  • Sebuah iPhone 5 — yang saya miliki adalah sebuah iPhone 5 berwarna hitam, dengan kapasitas 16GB.
  • Apple EarPods
  • Adaptor dan kabel Lightning to USB.
  • Buku panduan

Kesan yang saya dapatkan ketika memegang iPhone 5 untuk pertama kali adalah bahwa iPhone 5 ini lebih terasa lebih enteng (dibandingkan iPhone 4 yang biasa saya pakai). Walaupun diklaim memiliki berat 20% lebih ringan (sekitar 112 gram), tapi tidak terasa terlalu enteng. Cukup ringan, tapi saya masih mendapatkan kesan yang kokoh dan padat.

iTunes 10.5, iCloud, and iOS 5

I’m waiting for iOS 5! It should be arrived today and I can’t wait to download it. When I watched Apple Special Event (October 2011) last week, there were many information about iOS features that I want to have. It is said that there are more than 200 new features in this release.

From the video, you can see some icons there about the top features. It will have Notification Center, iMessage (chat between iOS users), Newsstand, Reminders, Twitter deep intergration, Camera improvement, Photos , Game Center, Safari, and also PC Free.
And, if you want get the most from the release, you should check your iTunes. The latest version of iTunes (Version 10.5) is already available now. It will also support iTunes in the Cloud.

What’s new?

  • iTunes in the Cloud. iTunes now stores your music and TV purchases in iCloud and makes them available on your devices anywhere, any time, at no additional cost.
  • Automatic Downloads. Purchase music from any device or computer and automatically download a copy to your Mac and iOS devices.
  • Download Previous Purchases. Download your past music, TV, app, and book purchases again, at no additional cost. Previous purchases may be unavailable if they are no longer on the iTunes Store.
  • Sync with your iPhone, iPad, or iPod touch with iOS 5.
  • Wi-Fi Syncing. Automatically sync your iPhone, iPad, or iPod touch with iTunes any time they’re both on the same Wi-Fi network.

He's 15. And, he creates iTunes Instant

I’m enjoying Google Instant for its speed, suggestions and search results. If you like iTunes (and use its search feature) you might like iTunes Instant. This web-based search engine is developed by Stepen Ou, and he’s 15 now. :)

For the features, ideas and some stories behind this application, you can read its manifesto.