Memperpanjang Layanan Biznet Home Internet

Di bulan Februari 2018 ini, saya perlu untuk melakukan pembayaran layanan koneksi internet dari Biznet yang mulai saya gunakan sejak Mei 2017 lalu. Ketika saya coba lakukan pembayaran melalui Virtual Account BCA yang menjadi pilihan saya, ternyata pembayaran tidak dapat diproses. Padahal, nomor tujuan pembayaran saya sudah periksa, dan benar.

Mungkin ini karena saat ini saya membayar untuk lima bulan di depan. Saya akhirnya menghubungi layanan pelanggan untuk permasalahan ini. Semoga segera mendapatkan informasi. Walaupun ada perubahan harga per 1 Januari 2018 kemarin, namun saat ini sepertinya Biznet masih jadi pilihan, dibanding IndiHome dari Telkom.

Harga Layanan Biznet Home per 1 Januari 2018

Walaupun belum genap satu tahun saya berlangganan internet dari Biznet, namun secara keseluruhan saya puas dengan layanan yang diberikan. Di Juli tahun ini, saya memutuskan untuk melakuan pembayaran langsung untuk beberapa bulan. Tahun 2018, ternyata Biznet akan mengubah harga layanan (yang dibarengi dengan perubahan paket).

Melalui info dari surel, layanan Biznet Home Internet kecepatan 25 Mbps dengan harga Rp240.000,- (belum termasuk pajak), akan berubah menjadi 30 Mbps dengan harga Rp280.000,- (belum termasuk pajak).

(Berusaha) Berhenti Merokok

Sudah tiga minggu ini saya tidak menghisap sebatang rokok.

jkajsd91jdalskjdasd

Ya, saya mencoba untuk menantang — lebih tepatnya menerima tantangan — dari istri saya untuk tidak merokok selama 21 hari non-stop. Tidak mudah, tapi bisa. Dan, sepertinya akan dicoba untuk dilanjutkan, entah sampai berapa lama.

Mungkin tiga minggu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan mereka — atau mungkin Anda — yang sudah berhenti merokok berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Tapi, selama apapun itu, paling tidak kita punya kesamaan: pernah melewati satu minggu pertama tanpa rokok.

Dengan atau tanpa teori?

“Mengubah kebiasaan itu tidak mudah.” Demikian teori umumnya. Dan, tidak mudah bukan berarti tidak mungkin.

Saya tidak terlalu banyak mencari referensi bacaan atau lainnya tentang bagaimana cara mengubah kebiasaan. Istri saya bilang kalau dia pernah baca bahwa kalau seseorang bisa melakukan/meninggalkan kebiasaan lama untuk memilik kebiasaan baru, maka kebiasaan baru itu dilakukan secara terus menerus selama 21 hari tanpa berhenti.

Continue reading “(Berusaha) Berhenti Merokok”

Mekanisme Pre-paid Layanan Biznet Home Internet

Setelah beberapa waktu menggunakan layanan Biznet, bulan lalu kali pertama mengalami masalah koneksi karena keterlambatan pembayaran koneksi internet. Pembayaran dilakukan dengan cara pre-paid, jadi kalau lupa bayar — sebut saja deposit atau top-up — maka koneksi internet terputus. Sejujurnya, saya lebih suka dengan model ini daripada post-paid, bahkan misal dengan ditambah denda (jika ada).

Selama ini, proses pembayaran juga tidak begitu sulit. Tinggal melakukan transfer melalui beberapa pilihan metode pembayaran. Saya biasanya memilih menggunakan transfer ke Virtual Account BCA.

Continue reading “Mekanisme Pre-paid Layanan Biznet Home Internet”

Berpindah ke Layanan Biznet Home Internet dari Telkom IndiHome

Akhirnya, rencana saya untuk berpindah layanan dari IndiHome PT Telkom Indonesia telah berhasil akhir minggu lalu. Saya akhirnya menggunakan layanan Biznet Home Internet dari Biznet.

Proses Registrasi

Sebenarnya, sudah cukup lama saya ingin menggunakan layanan dari Biznet ini. Namun, saat itu jaringan belum tersedia. Saya pernah memang mengirimkan inquiry melalui email, namun tidak mendapatkan balasan. Mungkin saat itu memang karena layanan belum tersedia.

Saya tidak tahu kapan tepatnya layanan ini tersedia di tempat tinggal saya. Namun, saat melalukan pengecekan di awal bulan ini, ternyata layanan sudah tersedia. Akhirnya lakukan registrasi melalui laman web Biznet Home pada tanggal 4 Mei 2017. Saat itu, saya memilih paket Home Internet 1 dengan harga paket Rp 240.000,00.

Setelah saya lakukan registrasi, saya mendapatkan surel balasan yang berisi mengenai detil permintaan layanan, termasuk harga awal yang termasuk instalasi sebesar total Rp 487.000,00. Saat itu, saya tidak langsung melakukan pembayaran, karena saya belum mendapatkan kepastian apakah layanan tersebut memang dapat terpasang atau tidak.

Tanggal 5 Mei 2017, saya mendapatkan kontak dari Biznet yang akan melakukan survei terkait dengan jaringan. Siang hari, akhirnya ada dua orang dari Biznet yang datang ke rumah. Singkat cerita, saya mendapatkan informasi bahwa internet dapat terpasang, dan nanti akan dikirimkan beberapa informasi pemasangan beserta dengan instruksi pembayaran karena data registrasi saya perlu diperbarui. Sore harinya, saya mendapatkan informasi pendaftaran kembali melalui surel, dan saya langsung lakukan pembayaran.

Continue reading “Berpindah ke Layanan Biznet Home Internet dari Telkom IndiHome”

Berhenti Berlangganan Layanan Telkom IndiHome

Sekitar satu tahun lebih saya sudah berlangganan layanan koneksi internet IndiHome milik PT Telkom Indonesia. Secara umum, tidak ada masalah. Pernah memang, saya mengalami kebingungan dengan tagihan yang dibebankan oleh IndiHome.

Masalah lain yang saya hadapi dulu saat adanya gangguan yang cukup lama — hampir dua minggu — dan diikuti dengan proses saya meminta penyesuaian tagihan. Bulan Mei 2017 ini, saya mencoba untuk mengurus pendaftaran langganan internet di rumah dari penyedia layanan lain, yaitu Biznet Home dari Biznet yang akhirnya jaringan dapat menjangkau tempat tinggal saya. Memang proses pemasangan baru belum selesai, karena permohonan saya baru saya laksanakan akhir pekan lalu. Semoga bisa segera terpasang.

Masalah UseeTV Telkom Kode 1305

Kemarin lusa (Jumat), ketika saya mencoba untuk membuka koneksi UseeTV sebagai salah satu fitur dalam paket IndiHome Triple Play, saya mendapatkan permasalahan. Jadi, permasalahan ini karena perangkat STB (Set Top Box) IPTV gagal mendapatkan alamat IP (Internet Protocol). Kode kesalahan (error code) adalah 1305.

Pesan yang ditunjukkan dalam layar menyarankan solusi untuk permasalahan ini yaitu:

  1. Memeriksa apakah jaringan internet berjalan dalam kondisi normal. Saya lakukan pengecekan, dan semua dalam keadaan normal. Koneksi internet dapat diakses tanpa masalah.
  2. Restart perangkat STB melalui remote control. Saya juga sudah lakukan. Ketika selesai restart, permasalahan yang muncul masih sama.
  3. Restart perangkat modem dan diamkan beberapa menit. Disarankan waktu jeda adalah sekitar tiga menit. Saya coba langkah ini. Tetap tidak berhasil.

Karena tidak berhasil juga, akhirnya saya hubungi layanan pelanggan melalui akun @TelkomCare di Twitter. Saya sampaikan informasi nomor pelanggan saya. Tak lama berselang saya mendapatkan informasi bahwa laporan telah diterima, dan saya diberi nomor pelacakan kasus.

Keesokan harinya (Sabtu), saya mendapatkan telpon dari Telkom. Saya dipandu untuk melakukan pengecekan. Ternyata masih tidak berhasil juga. Dari pihak Telkom menyampaikan bahwa nanti akan dibantu dengan mendatangkan teknisi lapangan ke rumah.

Jadi, mari kita tunggu. Semoga tidak perlu sampai menunggu lama hampir tiga minggu seperti kasus sebelumnya.

Perbaruan informasi

  • Sejak masalah ini, memang tidak ada penanganan langsung teknisi datang ke rumah. Saya hanya mendapatkan beberapa kali pesan singkat melalui SMS yang menginformasikan bahwa layanan masih dalam perbaikan.
  • Beberapa hari setelahnya, saya bahkan hampir tidak menyalakan televisi, jadi tidak melakukan pengecekan juga.
  • Kemudian, saya coba kembali sekitar 7 hari setelahnya. Dan, layanan ini telah kembali normal.

Penyesuaian Biaya Pembayaran Telkom IndiHome karena Gangguan Layanan

Sejak gangguan layanan Telkom IndiHome yang saya alami selama hampir 3 (tiga) minggu pada bulan April-Mei yang lalu, baru hari ini saya mengurus terkait dengan pembayaran. Ketiga mengurus permasalahan ini, saya diberitahu bahwa biaya dapat disesuaikan atau mendapatkan kompensasi.

Dalam kesempatan yang lain, salah satu rekan kerja saya juga pernah mendapatkan kompensasi. Namun, kompensasi ini tidak berjalan dengan otomatis. Artinya, kita yang secara proaktif harus mengurus dengan mendatangi Plasa Telkom terdekat. Saya sendiri tidak mencoba  untuk mengurus melalui Telkom 147. Ya, daripada bingung menghitung sendiri.

Hari ini, Selasa, 21 Juni 2016, saya mencoba untuk mengurus perihal pembayaran. Karena beberapa minggu terakhir memang cukup disibukkan dengan pekerjaan, dan beberapa kali harus pergi ke Jakarta.

Antri

Baru sekitar pukul 11:50 WIB saya sampai di Plasa Telkom, Kotabaru, Yogyakarta. Saat itu — dan mungkin seperti biasanya — antrian terlihat sangat banyak. Saya mendapatkan antrian nomor 1741. Dan, kalau merujuk ke informasi antrian, maka ada 71 antrian di depan saya. Akhirnya, saya tunggu. Karena sudah pasti lama, saya sempatkan untuk makan siang juga.

Sepertinya, kalau mau menghindari antrian, lebih baik datang lebih pagi. Bahkan, sekitar pukul 15:00 WIB, loket antrian untuk pengambilan nomor antrian juga sudah ditutup karena banyaknya yang perlu dilayani.

Penyesuaian Tagihan

Akhirnya tiba giliran saya. Saya dilayani oleh petugas Customer Service bernama Putri di meja Nomor 2 sekitar pukul 14:30 WIB. Saya jelaskan maksud kedatangan saya, dan tidak berselang lama, saya mendapatkan tagihan yang telah disesuaikan. Detil sebagai berikut:

Biaya IndiHome 3P: 159.600
Biaya Sewa STB/Modem: 50.000
Restusi/Diskon: -10.000
PPN Unsur Kena Pajak: 19.960
TOTAL: 219.560

Sedangkan, untuk tagihan di bulan yang sama (yang belum ada penyesuaian) adalah sebagai berikut (sesuai dengan informasi melalui website Telkom):

PPN UNSUR KENA PAJAK: 19.040,00
BIAYA INDIHOME 3P: 190.400,00
BEA MATERAI: 3.000,00
BIAYA INDIHOME 3P: 109.600,00
BIAYA SEWA STB/MODEM: 50.000,00
RESTUSI/DISKON: -10.000,00
PPN UNSUR KENA PAJAK: 14.960,00
BIAYA INDIHOME 3P: 50.000,00
PPN UNSUR KENA PAJAK: 5.000,00
TOTAL: 432.000

Untuk pembayaran, saya lakukan dengan tunai langsung melalui petugas yang membantu saya. Kalau berdasarkan pengalaman bagaimana permasalahan saya dengan IndiHome yang saya alami, saya rasa memang salah satu syarat menjadi pelangganan Telkom IndiHome salah satunya adalah sabar.

Updated: Pertama Kali Mengalami Permasalahan dengan Layanan Telkom IndiHome

Sejak kali pertama saya menggunakan layanan IndiHome, baru kemarin saya mengalami gangguan teknis yang cukup lama. Kadang, memang koneksi terasa lambat, atau terputus. Namun, kasus tersebut hanya terjadi beberapa menit saja (terutama ketika terputus). Jadi, secara keseluruhan sebenarnya layanan Telkom IndiHome ini saya rasakan cukup baik.

Kemarin siang (Kamis, 28 April 2016 sekitar pukul 11.30 WIB), koneksi terputus dan baru malam harinya sekitar pukul 23:00 WIB saya menghubungi layanan konsumen melalui telepon ke 147, dan diinformasikan memang ada gangguan jaringan. Dari pengecekan, katanya memang jaringan bermasalah di area tempat tinggal saya. Sekarang, belum ada kabar. Jadi kalau putus total sudah lebih dari 24 jam, walaupun dari pelaporan baru sekitar 14 jam.

Perbaruan info: 3 Mei 2016 pukul 01.00 WIB

Sebagai perusahaan yang juga hadir di kanal media sosial, Telkom memiliki akun di Twitter untuk layanan konsumen melalui @TelkomCare. Akhirnya saya juga mencobanya. Namun, itu juga dibarengi dengan saya menghubungi melalui Telkom 147. Berikut update-nya:

28 April 2016 sekitar pukul 23:00 WIB saya menelpon  Telkom 147 dan terima dengan baik. Saya jelaskan kondisi dan masalahnya. Saat itu saya informasikan — berdasarkan pertanyaan dari petugas call center — bahwa modem dalam kondisi baik, seluruh lampu indikator menyala. Saya diberitahu bahwa akan diusahakan untuk melalukan pengecekan jaringan.

29 April 2016 saya gunakan kanal Twitter @TelkomCare melalui Direct Message. Informasi yang saya terima bahwa kasus saya dalam penanganan dan saya diminta untuk menunggu perbaikan.

30 April 2016 sekitar pukul 10:00 WIB saya hubungi kembali Telkom 147 untuk menanyakan perkembangan kasus gangguan. Petugas menanyakan hal yang sama tentang modem saya. Saya sampaikan bahwa semua menyala baik. Namun, petugas menyampaikan kalau dari sisi pemantauan disana, modem saya tidak terdeteksi. Saya juga follow-up melalui Twitter, dan mendapatkan informasi yang sama: dalam penanganan.

Continue reading “Updated: Pertama Kali Mengalami Permasalahan dengan Layanan Telkom IndiHome”

Bingung dengan Rincian Biaya/Tagihan Telkom IndiHome!

Sudah bulan kedua ini saya berlangganan layanan IndiHome. Proses menjadi pelanggan juga tidak selancar yang saya perkirakan. Namun, pada akhirnya saya bisa mendapatkan layanan IndiHome untuk mendukung keseharian saya baik dalam bekerja, maupun untuk keperluan lain yang menggunakan koneksi internet.

Beberapa rekan kerja saya juga menggunakan layanan IndiHome dengan paket yang sama. Sebelum saya mendapatkan tagihan pertama saya, kami bertukar informasi mengenai jumlah tagihan. Dan, ternyata tagihan tidak sama. Tentu saja, ada beberapa komponen tagihan yang memengaruhi. Namun, selisihnya sepertinya terlalu banyak satu sama lain.

Akhirnya, saya mendapatkan tagihan pertama di bulan Februari 2016, dengan rincian seperti di bawah ini:

BIAYA INDIHOME 3P: 248.710,00
RESTUSI/DISKON/DEBET: 105.000,00
PPN UNSUR KENA PAJAK: 35.820,00
DENDA TERBAYAR: 3.000,00
PERCAKAPAN PONSEL: 4.488,00
Total Tagihan: Rp 397.018,00

Masih dibawah Rp 400.000,00 sesuai dengan alokasi budget saya — selain ada alokasi untuk kebutuhan pulsa di ponsel, dan layanan mobile data. Untuk kebutuhan internet di rumah, penggunaan untuk kebutuhan sehari-hari saja. Saya bekerja dengan laptop saya, menggunakan internet juga di ponsel dan tablet. Layanan kabel UseeTV juga kadang saya manfaatkan, walaupun sebenarnya cukup jarang juga.

Walaupun dulu ada kabar tentang kebijakan FUP (Fair Usage Policy) dari Telkom, atau pemblokiran Netflix, bahkan pengurangan jumlah kanal siaran di UseeTV, hal tersebut tidak terlalu signifikan bagi saya. Bahkan, kalau saya boleh memilih, saya lebih memilih untuk menggunakan layanan internet saja. Layanan televisi UseeTV dan telepon rumah hampir bisa saya abaikan. Masalahnya, ketiga layanan tersebut (internet, tv cable, dan telepon rumah) sudah menjadi satu paket layanan.

Continue reading “Bingung dengan Rincian Biaya/Tagihan Telkom IndiHome!”

Trans7 On The Spot: Cari di YouTube, Tayangkan!

Sebenarnya saya cukup jarang menonton siaran televisi lokal. Selain karena memang saya lebih suka melihat tayangan melalui internet seperti di YouTube, Vimeo, atau sekadar membaca berita. Akhir-akhir ini saya kadang menikmati hiburan melalui Netflix, walaupun belum genap satu bulan dapat diakses oleh pengguna internet di Indonesia, Netflix sudah dalam status diblokir oleh Telkom Indonesia sebagai penyedia layanan internet yang saya pakai. Siaran televisi lokal sendiri memang ada beberapa yang kadang saya tonton seperti acara Kick Andy di MetroTV. Walaupun, kadang memang secara acak saja saya nyalakan televisi, atau melihat karena misalnya di rumah ada yang sedang menonton.

Dan, tak jarang beberapa acara televisi hanya berisi tentang kompilasi berita yang sumbernya juga dari internet. Benar, memang kalau dilihat dari sisi jumlah penonton, banyak yang mungkin belum melihat informasi yang salah satu sumbernya adalah internet. Dan, karena konten video adalah konten utama dari acara televisi, YouTube merupakan ladang konten bagi stasiun TV.

Acara On The Spot yang ditayangkan di Trans7 di hari Senin-Jumat pukul 19.15 WIB ini ‘menarik’, karena berisi kompilasi video tentang sebuah topik. Dan, topiknya juga dibuat semenarik mungkin bagi penontonya. Sebut saja kompilasi video tentang “7 Kisah Kapal Hantu”, “7 Fakta Misterius di Dunia”, atau “7 Pengalaman Setelah Meninggal”. Sumber videonya? Kebanyakan dari YouTube (walaupun mungkin tidak semua).

Bagaimana atribusi penyebutan sumbernya? Sederhana saja, cukup ditulis dengan “Source: Youtube” seperti terlihat dalam contoh dua cuitan berikut yang diunggah melalui akun On The Spot di Twitter (@Trans7OnTheSpot).

Saya memang bukan kreator video di YouTube secara aktif. Namun, ada salah satu YouTuber bernama Martin Johnson yang videonya dipakai dalam acara On The Spot Trans7 yang menyampaikan pendapatnya. Saya rasa video berikut cukup mewakili kreator video di YouTube.

Layanan Netflix Diblokir oleh Telkom Indonesia

Walaupun saya memang bukan penikmat film, namun kehadiran Netflix di Indonesia pada awal Januari 2016 yang lalu merupakan daya tarik tersendiri. Saya sendiri saat ini masih mencoba layanan ini melalui periode trial. Hasilnya? Memuaskan. Saya bisa memilih film apa yang ingin saya tonton. Dan, yang tidak kalah penting adalah bahwa saya menikmatinya secara legal.

Harga yang ditawarkan menurut saya juga masih terjangkau, mulai dari Rp. 109.000,- per bulan saja untuk paket yang paling murah yaitu paket Basic, selain ada juga paket lain yaitu Standard dan Premium. Untuk kebutuhan sendiri, paket Basic ini sudah mencukupi.

“Kami blokir Netflix karena tidak memiliki ijin atau tidak sesuai aturan di Indonesia, dan banyak memuat konten yang tidak diperbolehkan di negeri ini. Kami ini Badan Usaha Milik Negara (BUMN), harus menjadi contoh dan menegakkan kedaulatan Negara Kedaulatan Republik Indonesia (NKRI) dalam berbisnis,” Direktur Consumer Telkom Dian Rachmawan. (Sumber)

Namun, belum juga genap satu bulan, layanan Netflix ini diblokir oleh PT Telkom Indonesia. Tentu saja ini dampaknya langsung saya rasakan, karena belum genap satu bulan juga saya berlangganan layanan IndiHome dari Telkom Indonesia. Mulai 27 Januari 2016, Netflix telah diblokir oleh Telkom dengan salah satu alasan karena banyak mengandung konten pornografi. Ya, alasan yang seolah menjadi pembenaran untuk seluruh blokir konten di internet.

Screenshot 2016-01-27 13.51.51

Baik, mungkin benar bahwa ada konten-konten yang “tidak diperbolehkan” seperti pornografi. Saya sendiri kalau materi-materi pornografi belum melihat dan tidak tertarik mencari di Netflix. Tapi, ini seolah Netflix adalah gudang dari materi-materi pornografi. Padahal, untuk berlangganan Netflix saja, sudah ada sebuah filter tersendiri.inimal memiliki akun, dan ketika sudah melakukan pembayaran, metoda pembayaran juga sebenarnya sudah merupakan sebuah penyaring tersendiri.

Alasan lain? Entahlah. Tapi, sejak hadir di beberapa negara di awal tahun ini — secara total, Netflix telah hadir di 130 negara, termasuk Indonesia– dari sisi bisnis ekspansi Netflix tentu saja langsung memberikan dampak positif.

Kalau misalnya ini terkait dengan regulasi, mungkin secara regulasi juga ada yang harus dilihat lebih jauh lagi. Saya tidak mengerti regulasi yang seperti apa. Apa seperti yang terdahulu dalam kasus lain juga yaitu kerjasama dengan pemerintah untuk penyaringan filter, buka kantor di Indonesia, bayar pajak, dan lainnya?

Baiklah, mari kita nonton di Netflix lagi.