iPad Menggantikan Laptop MacBook Pro (untuk Sementara)

Mulai hari Senin lalu, saya akhirnya akan mencoba untuk menggunakan iPad sebagai piranti utama saya untuk bekerja, menggantikan laptop MacBook Pro saya yang saat ini ada di service center karena kendala terkait baterai.

Jadi, MacBook saya yang sudah berumur tujuh tahun lebih tersebut tidak dapat diisi daya. Sebenarnya kejadian sudah agak lama. Terakhir, pengisian daya sudah sangat lambat, dan indikator baterai menampilkan tulisan “Service Recommended”. Puncaknya, ketika satu atau dua minggu lalu mati listrik, posisi baterai sudah benar-benar hampir habis.

Masih bisa saya hidupkan, tapi indikator baterai selalu dibawah 10%, dan tetap tidak mau diisi baterai. Saya sempat juga ganti charger, tapi tidak berhasil juga. Jadilah, akhir pekan lalu benar-benar laptop tidak bisa menyala.

Saya sempatkan cek riwayat service sebelumnya, kali terakhir melakukan penggantian baterai ternyata sudah sekitar empat tahun lalu. Karena memang saya butuh untuk laptop saya berfungsi normal, saya putuskan untuk melakukan penggantian baterai di salah satu gerai service produk Apple di Yogyakarta bagian utara. Ketika saya serahkan, saya minta untuk dilakukan pengecekan terlebih dahulu. Apakah ini murni karena butuh ganti baterai, atau ada sebab lain. Ya, mungkin bisa dimaklumi karena laptop tersebut sudah cukup berumur.

Apakah iPad sanggup menggantikan MacBook Pro?

iPad yang saya miliki sering saya gunakan untuk kegiatan bekerja, namun banyak fokus untuk mengetik, dan membalas surel. Untuk aktivitas menggunakan aplikasi di Google Workspace (Docs, Sheets, Calendar, Slides), Trello, Telegram, dan lainnya di peramnah, tidak ada masalah sama sekali. Untuk menggunakan aplikasi seperti Microsoft Word, Microsoft Excel, dan Powerpoint juga tidak ada masalah sama sekali.

Mungkin sedikit masalah ketika saya harus masuk ke text editor, atau aplikasi seperti Sequel Pro, dan aplikasi penyuntingan gambar yang walaupun sederhana, tapi tetap saya perlu gunakan. Oh ya, untuk aplikasi misalnya Microsoft Excel, di laptop saya cukup sering untuk membuka dua berkas sekaligus. Hal ini masih cukup mudah dilakukan di iPad, paling tidak saat ini.

Untuk rencana servis, diperkirakan mungkin bisa sampai dua minggu, tergantung nanti hasil pengecekan. Tapi, karena baterai juga harus pesan dulu, jadi paling cepat diperkirakan prosesnya satu minggu saja.

Ya, mari kita lihat seminggu ini.

‘iPad is disabled’ dan Instal Ulang

Sesampai di Jakarta pada hari Minggu lalu, saya baru menyadari bahwa ada masalah di iPad saya. Ketika saya buka, ada tulisan “iPad is disabled. Connect to iTunes”. Padahal, seingat saya terakhir kali, iPad tidak ada masalah sama sekali. Kali terakhir adalah malam sebelum saya berangkat ke Jakarta, saya tutup iPad saya bersama dengan Smart Keyboard Folio, lalu saya masukkan tas.

Barulah ketika saya sampai di Jakarta, dan sudah agak malam, saya baru membuka kembali iPad saya. Bukan saat yang tepat untuk mengalami masalah ini, apalagi saya sedang berada di Jakarta.

Penyebab

Saya tidak tahu pasti apa penyebabnya, tapi kemungkinan besar adalah karena terlalu sering terjadi kesalahan passcode. Ini paling masuk akal, dan ada dua kemungkinan kenapa ada pengisian passcode yang salah dalam frekuensi yang banyak — kalau sampai 10 kali berturut-turut, memang iPad akan dalam kondisi disabled untuk alasan keamanan.

Pertama, bisa jadi karena anak saya sempat bermain dengan iPad. Jadi, tanpa sepengetahuan saya sempat memencet papan ketik dan memasukkan passcode yang salah sampai akhirnya iPad disabled. Kemungkinan kedua, bisa jadi karena selama di dalam tas, ada kondisi iPad yang ada dalam tas terguncang. Ya, karena saya memang mengendari mobil, dan tas berisi iPad tersebut saya letakkan di bagasi.

Intinya: iPad tidak bisa dipakai, dan sesegera mungkin masalah ini diatasi.

Terhubung ke iTunes?

Sebenarnya, menghubungkan perangkat seperti iPad atau iPhone ke MacBook yang saya miliki tidak ada masalah selama ini. Masalahnya saat ini adalah, iPad saya menggunakan konektor USB Type-C, sedangkan Macbook saya masih menggunakan USB biasa. Apalagi, sejak kali pertama saya beli, saya memang belum pernah mengkoneksikan iPad ke MacBook dengan kabel.

Saya sempat mencoba kemungkinan untuk pinjam kabel supaya iPad saya dapat terhubung ke MacBook. Tapi, ini juga bukan perkara mudah. Apalagi, selama ini tidak semua aksesories non-Apple bisa berjalan begitu saja. Beberapa teman menawarkan untuk meminjamkan kabel USB ke USB Type-C. Tapi, setelah saya pikir-pikir, sepertinya kecil kemungkinan untuk berhasil.

Dan, salah seorang teman saya juga bilang kalau solusinya ya memang cuma harus restore atau instal ulang. Pilihan saya jelas instal ulang, karena saya memang tidak pernah melakukan backup ke MacBook. Tapi, karena hampir semua berkas sudah tersinkronisasi ke beberapa layanan berbasis awan, jadi saya tidak terlalu khawatir.

Instal Ulang

Saya segera cari dimana lokasi saya bisa melakukan instal ulang iPad saya keeseokan harinya, sepagi mungkin. Saya lihat opsinya ada di Plaza Indonesia atau Grand Indonesia.

Senin pagi, akhirnya saya meluncur ke Plaza Indonesia terlebih dahulu. Setelah memarkir kendaraan di basement, saya menuju ke pintu masuk dari arah tempat parkir. Saat itu waktu menunjukkan pukul 10 pagi, lebih sedikit. Saya pikir sudah buka. Ternyata, satpam bilang belum buka kalau mau ke salah satu service center yang saya sebutkan. Saya diminta datang saja nanti pukul 11.00 WIB. Duh!

Saya coba ke Grand Indonesia, dan hasilnya kurang lebih sama. Karena tidak banyak lokasi lain yang saya ketahui, akhirnya saya putuskan ke Ratu Plaza. Kali terakhir ke sana dulu untuk urusan servis MacBook. Jadi siapa tahu disana sudah buka.

Sekitar 10.30 WIB, saya sampai sana. Gerai servis yang saya ingin tuju ternyata belum buka. Saya lihat dari luar sepertinya masih bersiap, dan memang tertulis baru buka pukul 11.00 WIB. Ada juga gerai servis produk Apple yang lain, tapi namanya bagi saya kurang familiar. Tapi, dari secara tampilan sangat meyakinkan. Dan, yang paling penting adalah gerai tersebut sudah buka!

Jadilah saya putuskan ke gerai tersebut. Saya langsung sampaikan apa mau saya, dan untuk dapat diproses instal ulang saja. Setelah pencatatan pemesanan layanan, saya diinfokan mungkin sekitar 30-45 menit saja. Bisa ditunggu, atau ditinggal kalau sudah selesai saya akan dikabari.

Saya memilih untuk berjalan-jalan saja sebentar di area Ratu Plaza. Tidak banyak yang bisa dilihat, tapi ya daripada saya hanya menunggu saja. Benar saja, sekitar 30 menit setelahnya saya dihubungi oleh gerai tersebut, yang menginfokan kalau proses telah selesai dan iPad dapat diambil. Oh ya, untuk biayanya sebesar Rp150.000,-. Harga yang oke juga menurut saya.

Masih di lokasi gerai tersebut, saya juga menumpang untuk mengunduh aplikasi-aplikasi yang saya butuhkan di iPad saya tersebut. Beruntung, koneksi yang ada di sana cukup kencang, jadi hanya beberapa menit saja saya mengunduh aplikasi yang sebelumnya ada di iPad saya. Setelah saya rasa cukup, akhirnya saya kembali ke tempat saya menginap, melewati Jalan Sudirman menjelang jam makan siang.

Nonton Disney+ Hotstar Langsung di TV Pakai Chromecast (Android dan iPadOS)

Karena Disney+ Hostar tidak dapat dinikmati langsung melalui Chromecast di ponsel atau tablet di awal September lalu, saya jadi cukup jarang menontonnya. Ya, tidak praktis saja, masa hanya untuk menonton di TV saya harus membuka Disney+ Hostar di laptop, lalu meng-Cast.

Sekarang, sudah bisa!

Saya tidak tahu kapan persisnya fitur ini tersedia baik di Android ataupun di iPadOS. Pengaturan aplikasi di ponsel dan iPad saya memang saya atur supaya auto-update.

Disney+ Hotstar, Android, iPadOS dan Chromecast

Ikon Chromecast sudah terlihat, jadi tinggal ketuk saja dan pilih piranti mana yang akan memutar. Dalam gambar dibawah, ada tulisan “TV YouTube”, ini karena piranti TV saya saya beri nama… TV, dan saat saya buat tangkapan layar sedang memutar YouTube.

Kalau saya “Cast”, otomatis YouTube di TV akan terhenti dan digantikan dengan apa yang sedang saya putar di aplikasi Disney+ Hotstar.

Untuk di iPad, juga sudah terlihat bahwa bisa diputar di TV melalui Chromecast. Untuk iOS, saya rasa juga akan sama.