Antisipasi Kebobolan Rekening Bank Melalui Kartu ATM

Sudah cukup lama saya mengurangi benar transaksi menggunakan kartu ATM. Dulu, kebanyakan aktivitas menggunakan kartu ATM untuk dua keperluan utama:

  1. Penarikan tunai (kadang di ATM atau di gerai minimarket seperti Indomaret atau Alfamart)
  2. Pembayaran melalui mesin EDC

Salah satu yang menjadi pertimbangan saya adalah adanya modus kejahatan

Photo by Liliana Drew

Tapi kebiasaan itu sudah mulai saya kurangi, bahkan tinggalkan dengan menggunakan pilihan non-kartu, jika memungkinkan. Untuk transaksi pembayaran, jika ada pilihan menggunakan e-wallet atau QRIS, saya akan pilih opsi itu. Pilihan yang gampang, cepat, dan aman.

Penarikan tunai, saya lebih sering lakukan tetap di mesin ATM, namun menggunakan pilihan transaksi non-tunai.

Beberapa aktivitas transaksi yang saya masih mengandalkan kartu (debit atau kredit) adalah ketika di SPBU. Walaupun, tetap saja ada kemungkinan terjadi potensi keamanan di sini, namun saya merasa masih cenderung cukup aman. Paling tidak masih di mesin EDC yang diakses secara terbatas oleh pihak SPBU.

KlikIndomaret Lagi

Setelah menggunakan KlikIndomaret untuk tahun lalu, saya beberapa kali menggunakan layanan ini. Minggu ini saya melalukan dua kali pemesanan. Dan, semuanya berjalan dengan lancar, dan terlihat lebih baik.

Walaupun sekarang dalam masa pandemi jam operasional mengikuti aturan lokal mengenai jam operasional usaha, dua kali transaksi terakhir saya lakukan di pagi hari. Sebenarnya, saya ingin juga mencoba Alfacart kembali, tapi sedikit ada masalah dengan akun saya. Karena lupa sandi, saya gunakan fitur untuk me-reset sandi. Tapi instruksi yang saya ikuti tidak berjalan baik. Intinya, saya tidak bisa login. Ya sudah, saya pakai yang bisa dipakai saja.

Mencoba Layanan INDOPAKET dari Indomaret

Walaupun sudah sangat sering melihat tentang INDOPAKET di Indomaret, namun baru bulan lalu saya akhirnya menggunakannya. Inipun karena saat itu, saya merasa layanan ini bisa menjadi salah satu opsi (yang saya harapkan opsi yang baik) untuk keperluan pengiriman pembelian barang. Ya, walaupun mencobanya justru di Jakarta.

Ketika saya membeli barang secara daring dari salah satu toko, saya melihat ada opsi untuk pengiriman dengan INDOPAKET. Kenapa saya pilih opsi ini:

  1. Harga murah
  2. Lokasi toko tidak terlalu jauh
  3. Lokasi Indomaret yang jadi tempat pengambilan barang tidak jauh dari tempat saya tinggal.

Sebenarnya bisa saya langsung beli, tapi karena alasan kepraktisan saja, saya memilih memberi secara daring. Setelah membayar dan menentukan di lokasi Indomaret mana saya akan mengambil barang, saya tinggal tunggu saja. Secara waktu:

  1. Hari Minggu, Saya menyelesaikan pembayaran sekitar pukul 18.00 WIB, dengan biaya pengiriman menggunakan INDOPAKET sebesar Rp7.500
  2. Sekitar pukul 19.23 WIB, resi dibuat di INDOPAKET, walaupun saya baru mendapatkan info resi dari toko/penjual keesokan harinya (Senin) sekitar pukul 14.00 WIB. Saya bisa melakukan pelacakan pengiriman dari situsnya.
  3. Hari Selasa, sekitar pukul 10.30 WIB, saya mendapatkan notifikasi bahwa paket kiriman saya sudah dapat diambil di lokasi Indomaret yang saya pilih.

Untuk pengambilan, hanya cukup menunjukkan/menyebutkan PIN — yang informasinya ada dalam surel — ketika melakukan pengambilan barang. Saya tidak tahu berapa lama paket dapat diambil, tapi kalau dalam kasus saya, saya punya waktu 10 (sepuluh) hari untuk mengambilnya.

Saldo Maksimal Mandiri e-money

Setelah sekian lama, akhirnya saya melakukan pengisian kartu mandiri e-money yang saya miliki untuk pembayaran tol perjalanan saya ke Jakarta. Pengisian saya lakuan di Indomaret, karena saat akan melakukannya di Alfamart tidak bisa — bahkan saat itu kalau tidak salah infonya karena di Alfamart sudah tidak bisa lagi. Ketika mengisi nominal Rp1.000.000,- ternyata transaksi beberapa kali gagal. Informasinya, katanya saldo maksimal adalah Rp1.000.000,- — sedangkan saat itu di kartu saya memang masih ada sekitar Rp200.000,-. Tapi, di situs mandiri e-money, saldo maksimal yang bisa tersimpan adalah Rp2.000.000,-

Belanja Melalui Alfacart dari Alfamidi

Setelah mencoba belanja melalui layanan antar KlikIndomaret beberapa kali berjalan dengan baik, saya sekalian mencoba layanan sejenis. Kali ini, Alfacart dari Alfamart. Selain dengan Alfamart, produk-produk dari Alfacart ini juga berasal dari Alfamidi.

Kebetulan, gerai Alfamart dan Alfamidi juga tidak jauh dari tempat tinggal saya. Jadi, ada lagi alasan untuk mencobanya.

Belanja dan Pengantaran

Walaupun tidak membandingkan secara detil, tapi ketersediaan produk di Alfacart ini serasa lebih lengkap. Tentu saja, kalau gerai Indomaret dibandingkan dengan Alfamidi, tentu Alfamidi — karena selayaknya supermarket — memiliki produk yang lebi lengkap.

Saya juga berbelanja melalui aplikasi Alfacart untuk Android.

Tidak ada yang begitu istimewa, seluruh fungsi untuk mendapatkan pengalaman belanja juga tersedia. Kalau di KlikIndomaret pilihan pembayaran saya menggunakan transfer melalui BCA Virtual Account, di Alfacart ada pilihan pembayaran menggunakan GoPay. Kalau belanja langsung di Alfamidi, GoPay selalu menjadi pilihan pembayaran. Mudah, cepat, dan non tunai.

Saya tidak tahu apakah ada faktor tertentu yang memengaruhi kecepatan pengiriman. Dalam pengalaman saya pemesanan di hari Minggu, pukul 13:15 WIB pesanan sampai ke rumah sekitar pukul 15:30 WIB. Menurut saya, ini tidak mengecewakan sama sekali. Apalagi memang tidak terlalu terburu-buru.

Saya dibebaskan dari biaya pengiriman untuk transaksi sebesar Rp128.000,- setelah dipotong diskon.

Not bad at all…

KlikIndomaret

Sudah lama saya tahu dan menginstal aplikasi KlikIndomaret di ponsel saya, namun baru beberapa minggu lalu saya benar-benar melakukan transaksi. Walaupun bisa dikatakan hampir tiap hari lewat gerai Indomaret (dan tidak hanya satu), dan cukup sering juga mampir, namun belum terlalu tertarik untuk mencoba secara daring.

Sampai akhirnya, karena lebih baik baik berada di rumah, saya mencoba KlikIndomaret ini. Secara singkat: aplikasi ini secara umum membantu sekali!

Seperti layaknya aplikasi belanja, seluruh fitur utama untuk berbelanja secara daring tersedia semua. Saya sendiri “diarahkan” ke Indomaret yang terdekat dengan lokasi saya.

Proses pertama belanja, saya dikenakan biaya pengiriman sebesar Rp5.000,- — yang menurut saya murah dibandingkan dengan saya harus keluar rumah. Seluruh proses mulai dari pembayaran sampai dengan kurir sampai di rumah juga cukup cepat. Saat itu mungkin kurang dari dua jam.

Karena pengalaman yang baik, saya coba lagi. Bedanya, kali ini ada barang yang ternyata stok tidak ada. Padahal saya sudah terlanjur bayar semua. Dalam kasus saya, saya di telepon oleh (mungkin) pegawai yang menyiapkan order saya, dan diinformasikan bahwa ada barang yang tidak ada, jadi uang saya sebesar nilai produk akan dikembalikan ke saya secara tunai.

Soal harga, semua tertera dengan jelas. Walaupun harga barang di Indomaret tidak selalu lebih murah, tapi paling tidak nominal tertera jelas.

Terakhir kali pesan, saya mendapatkan layanan pengiriman ekpress karena total belanjaan diatas Rp150.000. Jadi, semua pesanan saya datang kurang dari satu jam, dan bebas biaya antar!

Entah seberapa besar efek dari himbauan mengurangi bepergian terhadap kecepatan pengiriman di KlikIndomaret ini. Tapi, kalau tidak terburu-buru sekali, ini jadi pilihan yang cocok.

Rutinitas Baru dan Tidak Begitu Baru

Berada di rumah hampir dua puluh empat jam sehari, selama tiga minggu berturut-turut ini jelas mengubah kebiasaan sehari-hari. Bahkan, kebiasaan baru juga akhirnya muncul. Kalau ada teori yang mengatakan bahwa “apabila sesuatu dilakukan secara terus menerus tanpa henti selama 21 hari, maka dia akan menjadi sebuah kebiasaan baru“, mungkin ada benarnya juga.

Pola Rutin

Yang pasti, bangun lebih pagi. Apalagi setelah tidak menggunakan jasa asisten rumah tangga. Bangun setiap hari sekitar pukul 05.30-06.00. Begitu bangun, beberes bentar, lalu ke dapur. Kalau hari kerja, biasanya sebelum jam 09.00 beberapa rutinitas pagi — berdua bersama istri — sudah harus beres seperti: memandikan bayi, bikin sarapan buat bayi dilanjut menyuapi, buka korden di lantai bawah, buka jendela kamar, masak, bikin teh, sarapan, menyapu, dan mandi.

Sesiangan aktivitas seperti biasa dan dibagai sama istri. Kalau siang mungkin cukup normal saja. Paling beli dari tukang sayur yang lewat — kalau ada yang mau dibeli — atau pesan dari warung sembako depan untuk kebutuhan harian. Saya sendiri akan banyak di depan komputer karena memang bekerja. Walaupun, kadang pas jam makan siang atau istirahat bentar saya kadang saya pakai untuk kegiatan di dapur seperti mencuci atau bahkan memasak untuk makan siang. Memasaknya yang sederhana saja tentunya.

Menjelang sore dan jam bekerja, lanjut dengan memandikan bayi, bikin makan malam, memasak (kadang jika pas ingin masak), mandi, makan malam, dan akan berlanjut agak malam. Biasanya ditutup dengan melipat cucian, membersihkan semua cucian di dapur, dan pel lantai.

Kadang, ada juga kegiatan lain, yang kebanyakan adalah tentang beberesih dan merapikan rumah. So far so good, I guess.

Aktivitas di atas sebenarnya tidak terlalu berubah dari biasanya. Bedanya, cuma tidak ada asisten rumah tangga saja yang dulu ikut kebanyakan memang untuk baby sitting jika diperlukan, walaupun ikut bebersih juga.

Belanja

Belajar Matematika dengan Cara Belanja di Salah Satu Gerai Alfamart

Saya cukup beruntung karena tempat kerja saya, berada dalam lokasi yang cukup strategis. Salah satunya adalah karena berada di sekitar toko/gerai mini market. Sehingga, untuk membeli beberapa barang atau kebutuhan pribadi jadi lebih mudah.

alfamart-1927401247124

Gerai Alfamart dan Indomaret berada tidak jauh satu sama lain, cuma karena memang secara jarak Alfamart lebih dekat, dan juga sering saya lalui, jadi saya memang lebih sering belanja di sana.

Mungkin cukup banyak mengalami salah satu pengalaman belanja dengan melibatkan uang kembalian yang kadang tidak diterima secara utuh. Tak jarang, pihak kasir “menawarkan” apakah kembalian bisa disumbangkan. Ada yang meminta secara halus, ada pula yang kadang malah tanpa bilang apapun langsung saja tidak mengembalikan. Ya, memang beberapa tidak mempermasalahkan uang kembalian Rp 100,-, atau bahkan Rp 200,-. Saya salah satu yang lebih sering tidak mempermasalahkan. Kalaupun itu diambil untuk kepentingan pribadipun, saya lebih mikir itu urusan dia. Yang salah adalah dia, yang dosa adalah dia.

Hari ini, saya belanja di salah satu gerai Alfamart tempat biasa saya beli. Kasir yang melayani saya kebetulan (seingat saya) adalah pegawai baru. Mungkin saja bukan pegawai baru, cuma saya hampir tidak pernah lihat saja. Cuma, saya rasa untuk urusan berhitung, pegawai sudah mendapatkan pelatihan. Ya, paling tidak berhitung dengan cukup baik.

Jadi, saya membeli dua bungkus rokok dengan total belanjaan Rp 31.200. Saya membayar dengan menggunakan satu lembar pecahan Rp. 100.000,-. Berapakah kembalian yang harus saya terima? Kalau hitungan saya tidak salah kembalian yang harus saya terima adalah Rp. 68.800,-

Kasir menanyakan apakah saya punya uang Rp. 200,-. Perkiraan saya, ini untuk mempermudah supaya kasir dapat memberikan kembalian sebesar Rp 69.000,-

Tapi, saya kebetulan tidak punya uang Rp 200,-, tapi ada kalau koin pecahan Rp 500,-.  Tak lama kemudian, kasir tersebut meminta apakah saya ada uang Rp 1.000,- (dan saya turuti, walaupun saya sudah agak heran atas permintaan ini). Saya jawab ada. Jadi saya berikan uang sebesar Rp 1.000,- tersebut. Dan, setelah selesai berhitung, saya mendapatkan uang kembalian sebesar Rp 69.000,- dengan perincian: 1 lembar uang Rp 50.000,-, 1 lembar uang Rp 10.000,- 1 lembar uang Rp 5.000,- dan 2 lembar uang pecahan Rp 2.000,-

Selamat berhitung!

Catatan: Saya tidak mendapatkan struk belanjaan. Karena saat itu mungkin masih pagi (sekitar jam 08.30. Jadi, kasir mungkin belum siap. Karena saya lihat pembali sebelum saya juga (kalau tidak salah) tidak mendapatkan juga struk pembayarannya. Tulisan ini saya tulis sebagai cerita pengalaman berbelanja. Secara umum saya senang berbelanja di tempat tersebut, cuma kali ini pengalaman belanja tidak begitu menyenangkan. Itu saja. Semoga lain kali kasirnya lebih teliti dalam berhitung.