Pengambilan Paspor Pengganti Paspor yang Habis Masa Berlaku (April 2016)

Tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan sebelumnya tentang proses mengurus penggantian paspor dalam artikel yang berjudul “Pengalaman Mengurus Penggantian Paspor Online di Kantor Imigrasi Yogyakarta (April 2016)

Setelah mendapatkan konfirmasi bahwa paspor baru sebagai pengganti paspor saya yang masa berlakunya akan habis sudah siap, hari ini saya datang ke Kantor Imigrasi Kelas I Yogyakarta. Saya datang agak terlambat, dan sudah berharap bahwa saya akan cukup lama berada disana.

photo_2016-04-07_12-50-41

Untuk pengambilan paspor (yang sudah jadi), saya telah diberikan bukti pengambilan. Ketika datang, saya langsung diarahkan ke Loket 5 tanpa mengambil nomor antrian. Disana, saya diminta untuk mengumpulkan berkas tersebut, dan menunggu panggilan.

Sebagai antisipasi, saya juga bawa seluruh berkas asli dan fotokopi.

Penyerahan Paspor Baru

Petugas memanggil nama saya beberapa menit kemudian — mungkin karena antrian tidak begitu banyak — dan menunjukkan paspor baru yang sudah jadi. Saya diminta untuk memeriksa apakah nama dan tanggal lahir telah sesuai. Kemudian, saya diminta untuk memberikan tanda tangan pada halaman belakang paspor.

Continue reading “Pengambilan Paspor Pengganti Paspor yang Habis Masa Berlaku (April 2016)”

Pengalaman Mengurus Penggantian Paspor Online di Kantor Imigrasi Yogyakarta (April 2016)

Hari ini, 4 April 2016 saya ke Kantor Imigrasi Kelas I Yogyakarta untuk melakukan proses penggantian paspor saya yang akan habis masa berlakunya bulan Juni 2016. Sewaktu membuat paspor pertama kali, saya membuatnya melalui prosedur online dan mendapatkan pengalaman yang baik. Seluruh proses berjalan dengan lancar. Jadi, dengan pengalaman tersebut, saya juga memutuskan untuk melakukan proses penggantian paspor dengan cara online juga.

Berikut ini adalah pengalaman sementara saya mulai proses pendaftaran permohonan, pengumpulan berkas, sampai dengan foto dan pemindaian biometrik.

Persiapan

Menurut saya, hal-hal yang diperlukan sebelum melakukan proses awal ini yang cukup penting antara lain:

  • Pastikan berkas persyaratan sudah dimiliki. Untuk keperluan ini, perlu disiapkan berkas antara lain: KTP (asli, bukan fotokopi), Akta Kelahiran (asli, bukan fotokopi), Kartu Keluarga (asli, bukan fotokopi), dan paspor saat ini yang akan diganti (asli, bukan fotokopi). Seluruh berkas tersebut perlu untuk di fotokopi.
  • Waktu, karena saat selesai melakukan proses pembayaran, kita akan menentukan sendiri kapan akan datang ke Kantor Imigrasi.

Proses Pra Permohonan Online

Saya melakukan permohonan melalui situs Layanan Paspor Online Direktorat Jendral Imigrasi. Dalam halaman tersebut, saya masuk ke menu Pra Permohonan Personal.

situs Layanan Paspor Online Direktorat Jendral Imigrasi

Situs Layanan Paspor Online Direktorat Jendral Imigrasi

Selanjutnya, cukup mengikuti panduan pengisian, dan pastikan untuk kolom isian dengan tanda bintang (asterisk) terisi dengan benar. Ketika saya mengisi pada bagian identitas Kartu Tanda Penduduk, saya sempat agak ragu karena saya sudah menggunakan KTP-el (Kartu Tanda Penduduk Elektronik) yang berlaku seumur hidup, sedangkan kolom isian pada bagian tanggal tidak ada pilihan “Seumur hidup”. Untuk bagian ini, saya isi saja dengan durasi 5 (lima) tahun sejak tanggal KTP saya diterbitkan. Hasilnya, ketika dilakukan pemeriksaan tidak ada masalah semua berjalan dengan baik.

Continue reading “Pengalaman Mengurus Penggantian Paspor Online di Kantor Imigrasi Yogyakarta (April 2016)”

Cerita Perjalanan ke Malaysia (Hari Pertama)

Kalau mendengar kata Malaysia, pikiran saya seringkali langsung tertuju kepada hubungan yang terasa kurang manis antara Indonesia dengan Malaysia. Terutama ketika menyangkut pariwisata, atau budaya. Kadang merasa kesal, tapi jujur saja lebih sering merasa tidak memedulikan. Tidak akan selesai kalau harus mencari siapa yang salah atau dipersalahkan, atau siapa yang benar.

Jadi, lebih sering isu seputar hubungan yang kurang harmonis tidak terlalu menyita perhatian saya.

Awal tahun ini, saya berkesempatan untuk mendatangi Malaysia, negeri jiran sahabat Indonesia. Kedatangan saya untuk kali pertama tersebut untuk urusan pekerjaan, jadi praktis jadwal dan agenda lebih banyak terkait pekerjaan, bukan liburan. Saya hanya menghabiskan 3 hari 2 malam disana. Tidak banyak waktu mengeksplorasi negara yang memiliki 13 negara bagian, dan 3 wilayah persekutuan tersebut. Dan, ini beberapa catatan dalam perjanan saya.

Terbang menuju Kuala Lumpur

Bersama dengan 4 orang rekan kerja, saya berangkat dari Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta (CGK) dengan maskapai Air Asia pada pukul 06:25. Saya sendiri sudah tiba di lokasi sekitar pukul 05.30. Proses pemeriksaan imigrasi dan pembayaran airport tax juga cukup cepat dan lancar.

Pesawat Air Asia QZ8190 berangkat tepat waktu, tidak ada yang istimewa dalam perjalanan. Saya sendiri menghabiskan sebagian waktu dalam penerbangan untuk tidur — karena belum tidur sama sekali malamnya. Sekitar pukul 09:25 waktu Kuala Lumpur, pesawat mendarat di LCCT (Low Cost Carrier Terminal) (KUL).

Setelah sampai, saya dan rekan-rekan yang lain memutuskan untuk sarapan (atau lebih tepatnya makan siang). Pilihan jatuh ke Old Town White Coffee. Untuk pilihan menu, saya memilih Old Town Nasi Lemak dengan Ayam Goreng. Untuk minum, saya memilih segelas Teh Tarik.

Nasi Lemak with Fried Chicken
Nasi Lemak with Fried Chicken

Setelah selesai makan, akhirnya perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan taksi ke kawasan Damansara Perdana di Petaling Jaya. Saat itu, saya memang tidak terlalu mencari informasi terlebih dahulu tentang lokasinya. Perkiraan perjalanan sekitar satu jam. Tujuannya sendiri adalah ke kantor rekanan. Biaya taksi sendiri — dengan harga dari counter taksi yang ada adalah RM 84.30.

Continue reading “Cerita Perjalanan ke Malaysia (Hari Pertama)”

Peluncuran Nokia Lumia 800 di Singapura (Bagian 2)

Ini adalah lanjutan dari tulisan saya sebelumnya. Acara utama memang datang ke acara peluncuran ponsel Nokia Lumia 800. Tentang kenapa malah banyak cerita diluar itu, ya karena memang acara berlangsung lebih singkat dari semua rangkaian perjalanan (termasuk jalan-jalan) ke Singapura. :)

Mungkin karena lokasi tempat menginap yang tidak terlalu jauh, perjalanan menuju Clarke Quay (lokasi peta) juga terasa cepat. Tapi, mungkin juga karena jalanan yang relatif lancar. Setiba di Clarke Quay, belum terlihat dan terasa keramaian. Acaranya sendiri direncanakan baru mulai pukul 19.00. Jadi memang masih terlalu awal.

Sembari menunggu, saya sempatkan untuk berjalan-jalan sendirian melintasi jembatan Read Bridge yang melintas diatas Sungai Singapura. Saya juga iseng berjalan-jalan melihat bangunan-bangunan di kawasan tersebut. Untung tidak sampai hilang. Terakhir, saya  duduk-duduk di tepi sungai. Hanya duduk diam dan melihat jembatan dari kejauhan. Salah satu kemewahan tersendiri di sore itu. :)

Sempat pula bertegur sapa dengan seorang bapak-bapak yang akhirnya meminta sedikit bantuan untuk dipotretkan, karena sepertinya beberapa kali gagal mencoba memotret diri sendiri dengan menggunakan kamera saku. Dua jepretan saya ambil. Setelah itu, saya sendiri melanjutkan keasikan saya sendiri mengambil foto dan video dengan ponsel saya.

Dan, tentu saja tidak ada foto saya sendiri…

Setelah berkeliling, saya kembali ke salah satu tempat makan yang tepat berada di sisi sungai untuk bergabung dengan rekan yang lain. Mengobrol sembari menikmati makanan ringan dan minuman, sambil menunggu acara dimulai.

Hari sudah gelap, dan akhirnya masuk juga ke tempat acara. Ini sebenarnya bukan kali pertama saya datang ke sebuah acara peluncuran produk (ponsel). Sempat juga terbayang apakah saya akan melihat sajian pertunjukan seperti peluncuran Nokia Lumia 800 di London yang kalau melihat dari videonya sangat luar biasa.

Di tempat acara, saya bertemu dengan beberapa rekan media dari Indonesia. Saya sendiri lebih banyak menghabiskan waktu bersama dengan ponsel saya untuk sekadar mengambil gambar dan video. Dan, saya baru menyadari kalau baterai ponsel saya sudah hampir habis. Dan, acara juga belum mulai. Duh!

Menghadiri Peluncuran Nokia Lumia 800 di Singapura (Bagian 1)

Minggu lalu, tepatnya tanggal 7-8 Desember 2011, saya bersama dengan beberapa rekan mendapatkan undangan dari Nokia Indonesia untuk menghadiri acara peluncuran produk Nokia Lumia 800 di Singapura. Acaranya sendiri diadakan di kawasan Clarke Quay. Jadwal cukup singkat, jadi tidak sempat banyak mengunjung tempat dan berjalan-jalan. Tanggal 7 Desember sampai di Singapura, dan tanggal 8 Desember saya sudah berada kembali di Jogjakarta. Walaupun jadwal cukup singkat, namun saya mengalami perjalanan yang menyenangkan.

Perjalanan ke Singapura

Saya mendapatkan cukup waktu untuk mempersiapkan keberangkatan, paling tidak untuk memutuskan apakah bisa berangkat atau tidak di tanggal tersebut. Kebetulan, dari rekan-rekan yang lain, perjalanan saya dimulai dengan agak berbeda, karena saya berangkat dari Jogjakarta — sedangkan yang lainnya langsung dari Jakarta.

Sebagai pihak yang mengundang, saya harus memberikan apresiasi karena semua sudah dipersiapkan. Hal-hal yang terkait dengan keberangkatan sudah diatur semua. Intinya: saya tinggal berangkat. Sialnya, saya sendiri juga harus berjuang untuk bangun pagi untuk ke Jakarta terlebih dahulu dengan pesawat pertama dari Bandara Adisutjipto.

Sekitar pukul 04.30 WIB saya sudah dalam perjalanan ke bandara, dah menempuh perjalanan yang cukup singkat. Tak lebih dari 30 menit saya sudah berada di bandara untuk selanjutnya terbang dengan menggunakan maskapai Garuda Indonesia (GA 201) pada pukul 06.00 WIB. Harapan terbesar saya adalah saya bisa sampai di Jakarta dengan selamat dan tepat waktu, karena tidak banyak waktu untuk pindah dengan pesawat berikutnya.

Untitled

Continue reading “Menghadiri Peluncuran Nokia Lumia 800 di Singapura (Bagian 1)”

Jalan-jalan dan Nonton Bareng Transformers 3 di Hong Kong Bersama simPATI

Minggu lalu, tanggal 7-10 Juli 2011, saya berkesempatan untuk ikut jalan-jalan ke Hong Kong dalam rangkaian acara nonton bareng Transformers 3: Dark of the Moon. Acara ini diadakan oleh simPATI dengan mengajak beberapa narablog, jurnalis, pemenang kuis, termasuk juga beberapa pengguna media sosial. Tulisan ini adalah tulisan pertama, dan saya akan coba sampaikan secara garis besar cerita perjalanan saya ke Hong Kong.

Dan, walaupun perjalanan disponsori oleh simPATI, saya akan coba tulisan dengan subyektif menurut apa yang saya temui selama disana. :)

5934373156_248cdd6f35_b

Perjalanan ke Hong Kong

Perjalanan ke Hong Kong dimulai dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, tepatnya dari Terminal 2E. Saya sudah kenal dengan beberapa orang yang ikut dalam rombongan, tapi lebih banyak yang belum kenal. Jadi kesempatan ini juga sekaligus menambah kenalan baru. Setelah mendapatkan informasi singkat tentang keberangkatan, akhirnya rombongan bergerak menuju ke ruang tunggu bandara.

Continue reading “Jalan-jalan dan Nonton Bareng Transformers 3 di Hong Kong Bersama simPATI”

Perspektif Wimar di ANTV 28 Maret 2008: Blokir Situs Porno

Setelah nonton Perspektif Wimar episode 2 tanggal 25 Maret yang lalu, hari ini punya kesempatan lihat lagi dengan topik yang sangat menarik. Tapi, tetep saja kok kayaknya kurang ya waktunya. Bu produser (eh, bener ibu kan ya?), tambah waktunya donk! :D

Kebetulan, tamu juga seorang menteri yaitu Pak Mohammad Nuh, dengan co-host Wulan Guritno. Untuk diskusinya — dibandingkan dengan episode lalu tentang imigrasi — jelas kali ini diskusi lebih menarik. Pak M. Nuh sendiri mampu memberikan argumentasi yang menurut saya sangat baik; terlepas dari bahwa apa yang disampaikan tetap akan bisa menjadi sebuah isu yang akan terus dibahas dan memunculkan pro dan kontra.

Nah, kalau misalnya kebetulan ada yang tidak nonton, tapi ingin tahu apa yang didiskusikan, saya sudah coba merekam dan meng-upload berkas audionya. Silakan mengunduhnya.

Berkas audio Perspektif Wimar ANTV, 28 Maret 2008. Format: .ogg, ukuran berkas: 13.1 MB.

Update: Durasi berkas audio adalah 21 menit, 47 detik, tanpa penyuntingan kecuali untuk bagian iklan yang dihilangkan. Jangan lupa juga kunjungi Perspektif Online untuk topik ini.

Perspektif Wimar di ANTV 25 Maret 2008: Salah sendiri!

Setelah melewatkan tayanan perdana Perspektif Wimar di ANTV kemarin tanggal 24 Maret 2008, akhirnya tadi pagi sempat nonton juga. Kesan pertama — saat Wimar bermonolog — sepertinya acaranya akan seru. Dan, ternyata memang seru! Hari Selasa (25 Maret) kemarin, topik yang diusung adalah tentang masalah keimigrasian dan Hak Asasi Manusia (HAM) dengan tamu Dewi Sandra dan Menteri Hukum dan HAM Andi Matalatta. Untuk liputannya, Perspektif Online sudah merangkumnya.

PW 25mar

Oh ya, Dewi Sandra terlihat cantik, dan WW pasti sangat setuju ini… :D

Selain obrolan yang menarik, ada pula bagian yang lebih seru sekaligus — bagi saya — menggelitik. Memang terlihat bahwa Andi Matalatta terlihat banyak “diserang”, tapi ternyata mensikapi dengan argumen yang bagi saya kurang asyik. Banyak pertanyaan atau argumen yang selalu dijawab dengan menempatkan bahwa masyarakat (dalam konteks ini adalah Dewi Sandra) adalah pihak yang ‘salah’. Belum ketika menanggaapi soal sosialiasi dan juga oknum keimigrasian, seperti yang disampaikan oleh Dewi Sandra. “Siapa bilang dan seterusnya…” seperti menjadi kalimat sakti. Dan kayaknya WW dan Dewi Sandra juga agak kaget mendapati jawaban yang demikian dari Pak Andi. Duh!

Catatan: Gambar diambil dari Perspektif Online. Kalau tidak salah, Dewi Sandra dalam gambar tersebut menunjuk WW, sebagai ungkapan menyetujui yang disampaikan WW tentang masalah sosialisasi peraturan/informasi tentang keimigrasian deh… CMIIW. Tadi sempat iseng untuk merekam audio-nya, tapi lupa belum di simpan. Ada yang punya? Saya lupa simpan karena terburu-buru mematikan komputer. Salah siapa nih… Mmm.. salah sendiri!