Hal-hal seputar merokok di Hong Kong

Bukan, saya tidak sehebat itu ke Hong Kong hanya untuk merokok. Intinya adalah saya perokok dan saya melihat cukup banyak tanda larangan merokok di Hong Kong ketika saya mengikuti acara nonton bareng Transformers 3 di Hong Kong awal bulan ini. Saya masih ingat tanda larangan merokok pertama yang saya lihat adalah di luar pintu bandara internasional Hong Kong, ketika menunggu bis jemputan yang akan membawa rombongan ke hotel.

Dan — untuk menambah efek dramatis — saya tidak membawa rokok satu batangpun dari Jakarta. Alasannya sederhana: lupa. Jadi sebelum cerita lebih lengkap lagi, saya mau berterima kasih dulu kepada teman-teman yang sudah rela berbagi rokok selama disana. Hahaha! Eh, tapi akhirnya saya beli rokok sendiri kok, ketika berada di Tung Chung, setelah meninggalkan Disneyland Hong Kong. Harga sekotak rokok yang saya beli adalah HK$ 45, atau sekitar Rp 50.000,–. Harga rokok paling mahal yang pernah saya beli. Saat itu saya beli rokok ESSE, karena tidak menemukan rokok khas Indonesia. Dan, sampai di Jakarta, sebungkus rokok ini juga belum habis.

Melihat Hong Kong

Ketika mengikuti acara Friday Movie Mania yang diadakan oleh simPATI awal bulan Juli ini, terus terang diawal saya tidak tahu banyak tentang Hong Kong. Bahkan, bisa dikatakan saya tidak mencoba mencari tahu tentang Hong Kong sebelum keberangkatan. Ya, paling tidak perjalanan kali ini bisa dikatakan lebih santai — terlepas dari jadwal yang sebenarnya lumayan padat. Saya menganggap lebih santai karena hal-hal terkait dengan perjalanan sudah disiapkan oleh penyelenggara.

Kesan Pertama tentang Hong Kong

Acara nonton bareng Transformers 3 yang menjadi agenda utama diadakan di hari kedua. Agenda lain adalah mengunjungi beberapa tempat yang ada di Hong Kong, dan termasuk acara bebas yang lebih banyak dimanfaatkan untuk berjalan-jalan melihat beberapa tempat disekitar penginatap di daerah Causeway Bay.

Ketika menginjakkan kaki di Hong Kong International Airport, kesan pertama yang saya lihat adalah Hong Kong itu tertib dan bersih. Arsitektur bandara misalnya. Walaupun waktu itu bandara sudah cukup sepi, tapi saya merasakah kesan yang nyaman. Lampu masih menyala dengan cukup terang, tidak terkesan suram.

Saya perokok, dan melihat tanda larangan merokok — termasuk denda larangan merokok sempat membuat nyali ciut juga.

Ya, 5.000 Hong Kong Dollar (sekitar 5,5 juta rupiah) adalah denda maksimum yang akan dihadiahkan untuk pelanggar aturan ini. Saya tidak mencari info lebih lanjut tentang ini. Pokoknya, jangan merokok sembarangan. Dan, satu hal yang lebih penting: saya tidak berkeinginan untuk mencobai mekanisme membayar denda. :D

Jalan-jalan dan Nonton Bareng Transformers 3 di Hong Kong Bersama simPATI

Minggu lalu, tanggal 7-10 Juli 2011, saya berkesempatan untuk ikut jalan-jalan ke Hong Kong dalam rangkaian acara nonton bareng Transformers 3: Dark of the Moon. Acara ini diadakan oleh simPATI dengan mengajak beberapa narablog, jurnalis, pemenang kuis, termasuk juga beberapa pengguna media sosial. Tulisan ini adalah tulisan pertama, dan saya akan coba sampaikan secara garis besar cerita perjalanan saya ke Hong Kong.

Dan, walaupun perjalanan disponsori oleh simPATI, saya akan coba tulisan dengan subyektif menurut apa yang saya temui selama disana. :)

5934373156_248cdd6f35_b

Perjalanan ke Hong Kong

Perjalanan ke Hong Kong dimulai dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, tepatnya dari Terminal 2E. Saya sudah kenal dengan beberapa orang yang ikut dalam rombongan, tapi lebih banyak yang belum kenal. Jadi kesempatan ini juga sekaligus menambah kenalan baru. Setelah mendapatkan informasi singkat tentang keberangkatan, akhirnya rombongan bergerak menuju ke ruang tunggu bandara.