Cek Klaim Garansi Aki Mobil di Shop and Drive

Awal April lalu, saya melakukan pengecekan aki yang saya beli di Januari lalu di Shop and Drive. Kedatangan saya di Shop and Drive kemarin bukan karena aki saya ada masalah, tapi lebih supaya status garansi saya tidak hilang.

Aki yang saya beli memiliki garansi sampai dengan 18 bulan, dan akan tetap aktif kalau melakukan pengecekan rutin setiap 3 bulan.

Teknisi Pengecekan Aki di Shop and Drive

Prosesnya sendiri cukup mudah, saya langsung datang ke Shop and Drive terdekat — yang saat itu kebetulan saya melewati lokasi Shop and Drive tempat saya membeli aki. Saya sampaikan maksud kedatangan, dan langsung dilakukan prosedur pengecekan.

Singkatnya, aki dalam kondisi yang masih baik, tidak ada masalah secara fisik. Selain penggantian tersebut, ada juga bagian yang dilakukan pengecekan oleh teknisi. Filter udara di kendaraan saya ternyata sudah dalam kondisi yang sangat kotor. Jadi, sekalian saja saya ganti. Saya minta dibantu untuk cek apakah oli masih dalam kondisi baik.

Terakhir, teknisi juga menawarkan mau dicek sekalian untuk tekanan ban atau tidak. Tentu saja, dengan senang hati saya menerima tawaran itu.

Secara umum, semua biaya pengecekan gratis. Kecuali, untuk filter udara yang saya bayar terpisah. Terima kasih untuk layanan yang baik, Shop and Drive!

Mengganti Sendiri Kunci Immobilizer Honda Mobilio yang Rusak/Pecah

Kedua kunci mobil kendaraan yang saya pakai beberapa waktu lalu dalam kondisi yang kurang beruntung. Salah satu kunci sudah dalam keadaan cukup parah, sehingga ketika pemakaian harus cukup berhati-hati. Kunci cadangan juga ada, dan dalam kondisi yang agak mendingan.

Saya baca-baca, sepertinya banyak yang mengalami kasus serupa. Memang sih, kali pertama saya gunakan, kunci memang sudah dalam kondisi yang tidak sempurna, karena saya beli mobil second-hand. Kunci cadangan saat itu hitungannya juga masih dalam kondisi baik.

Karena pemakaian, dan kadang juga dalam kondisi masuk kantong, atau tidak sengaja agak diduduki, dan lain sebagainya, jadilah makin rusak parah.

Penggantian

Saya sempat tanya ke beberapa tukang kunci untuk penggantian semacam ini bagaimana. Tapi, harganya sangat mahal. Mungkin dikiranya sampai saya ganti penuh, padahal sebenarnya lebih ke masalah casing-nya saja. Saya coba cari informasi di internet, ternyata solusi versi murah ada juga. Jadi, saya memilih cara yang lebih murah saja saat ini. Jadi, karena hanya soal penggantian sisi luar, bukan bagian “chip”-nya, ada dua opsi:

  1. Beli casing saja, pasang kunci lama ke casing
  2. Beli casing dan badan kunci (logam), lalu bawa ke tukang kunci untuk duplikat

Untuk belinya, ada cukup banyak di situs niaga-el seperti Shopee atau Tokopedia. Harga juga bervariasi. Mulai dari yang paling murah sekitar Rp20.000,- sampai sekitar Rp100.000,- tergantung bahan juga.

Saya ambil opsi pertama, karena cukup praktis. Cukup buka kunci dengan obeng plus yang kecil, pindahkan seluruh bagian di kunci lama ke casing baru, selesai. Opsi kedua sebenarnya juga menarik, tapi saya tidak tahu harga duplikat ke tukang kunci. Karena ini duplikat kunci mobil, siapa tahu harga jadi lebih mahal (walaupun semua bahan dari kita sendiri). Opsi kedua — walaupun ini mungkin saja hasilnya malah lebih awet — secara harga mungkin jadi sedikit lebih mahal. Plus, harus pergi ke tukang kunci.

Saat ini, sepertinya dengan cara seperti ini sudah cukup.

Perjalanan ke Jakarta dari Yogyakarta Menggunakan Kendaraan Pribadi Melalui Tol Trans Jawa

Puji Tuhan, perjalanan dari Yogyakarta menuju Jakarta menggunakan kendaraan pribadi hari Minggu yang lalu berjalan dengan lancar. Untuk pertama kali, dengan menggunakan kendaraan pribadi saya merasakan perjalanan melalui tol.

Tarif Tol Yogyakarta – Jakarta

Saya masuk ke tol melalui Boyolali dan keluar di Cikampek, lalu masuk ke tol dalam kota dan keluar di Tomang. Bersyukur, sepanjang perjalanan, seluruh proses pembayaran dengan e-money berhasil dengan baik, tanpa kendala apapun.

Pintu masuk Tol Boyolali

Cuma, bukti pembayaran tidak bisa saya dapatkan semuanya. Karena kadang tidak muncul langsung — atau memang tidak ada — dan daripada terlalu menunggu sementara sering di belakang saya ada antrian kendaraan lain.

Kalau merujuk ke situs Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) di bpjt.pu.go.id/tarif, tarif dari Yogyakarta ke Jakarta, masuk melalui pintu masuk Boyolali adalah Rp431.000

Restarea

Karena perjalanan kali ini saya tidak ada keharusan datang dengan segera, apalagi perjalanan juga hari Minggu, jadi saya tidak terlalu terburu-buru. Restarea yang ada di sepanjang jalan tol juga saya singgahi. Saya agak lupa berapa kali berhenti di restarea, tapi secara umum, kondisi restarea cukup baik dengan fasilitas yang baik pula.

Untuk setiap restarea, saya memutuskan untuk tidak keluar membeli makanan, karena sengaja saya sudah membawa bekal. Jadi sekadar untuk istirahat sebentar, berjalan-jalan sebentar.

Oh ya, untuk fasilitas umum, semua gratis. Secara umum gerai makanan, termasuk minimarket tersedia dengan lengkap. Jadi, kebutuhan istirahat dan juga makan jika diperlukan, dapat dengan mudah terfasilitasi di restarea yang tersedia. Untuk toilet juga tersedia cukup banyak, dengan kebersihan yang baik. Paling tidak, air terus mengalir. Untuk semua fasilitas umum seperti parkir dan toilet, tidak ada biaya sama sekali.

Bahan Bakar Kendaraan

Honda Mobilio dengan transmisi otomatis yang saya gunakan saya isi penuh dengan Pertalite dan dari Yogyakarta. Baru saya isi kembali ketika akan memasuki Jakarta dalam kondisi penanda bahan bakar sudah tersisa dua strip. Saya tidak tahu persisnya habis berapa, tapi sekitar full tank lebih sedikit. Mungkin tambahannya sekitar Rp80.000-an. Selama perjalanan juga, puji Tuhan kendaraan tidak ada masalah.

Kebutuhan bahan bakar ini dengan kondisi saya memang tidak mecu kendaraan saya selalu dengan kecepatan tinggi. Rata-rata saya hanya memacu kendaraan di kecepatan antara 100-120 km/jam. Ya, walaupun sesekali di kondisi tertentu karena jalanan sepi saya sempat melaju dengan kecepatan 140 km/jam selama beberapa menit.

Sampai di Jakarta

Saya sampai di tujuan akhir saya di daerah Jakarta Pusat sekitar pukul 14.30 WIB. Memang kalau dari hitungan jam berangkat, terasa perjalanan sangat panjang. Namun, hal ini karena saya memang sering berhenti di rest area untuk sejenak beristirahat, dan juga karena saya jalan agak santai.

Tapi, secara keseluruhan untuk perjalanan pertama kali ke Jakarta menggunakan kendaraan pribadi, sendiri tanpa ada pengemudi/teman yang menggantikan bawa kendaraan, perjalanan kemarin cukup menyenangkan.

Servis Rutin Mobil Menggunakan Layanan Honda Extra Care

Bukan Oktober ini, akhirnya memutuskan untuk melakukan perawatan berkala kendaraan roda empat milik kami. Perawatan ini ini untuk servis 50.000 km. Mobil ini memang bukan mobil baru, namun mobil tangan kedua menggantikan mobil sebelumnya — dari merek yang sama yaitu Honda — tapi dengan model yang berbeda. Sewaktu beli, saat itu angka kilometer masih menunjukkan sekitar 27.000 km.

Di servis sebelumnya tahun 2019 lalu (ketika ambil servis rutin per 10.000 km), saya mendapatkan opsi apakah akan langsung mengambil paket perawatan untuk servis berikutnya. Dengan pertimbangan bahwa secara hitungan memang lebih murah — saya lupa tepatnya berapa selisihnya, tapi nominalnya cukup lumayan juga — dan karena juga memang untuk servis kendaraan sebisa mungkin dilakukan rutin, jadi saya ambil penawaran tersebut.

Saat itu, saya membayar Rp2.770.000,- untuk total dua kali servis. Dan, saya bisa menggunakan “jatah” servis ini sampai satu tahun berikutnya, atau di kilometer di jadwal service berikutnya. Saya pikir, dengan mobillitas saya yang sebenarnya juga tidak banyak dengan mobil, tapi satu tahun untuk menempuh jarak sekitar 10.000 km sepertinya bisa jadi.