Pengalaman Mengurus Penggantian Paspor Online di Kantor Imigrasi Yogyakarta (April 2016)

Hari ini, 4 April 2016 saya ke Kantor Imigrasi Kelas I Yogyakarta untuk melakukan proses penggantian paspor saya yang akan habis masa berlakunya bulan Juni 2016. Sewaktu membuat paspor pertama kali, saya membuatnya melalui prosedur online dan mendapatkan pengalaman yang baik. Seluruh proses berjalan dengan lancar. Jadi, dengan pengalaman tersebut, saya juga memutuskan untuk melakukan proses penggantian paspor dengan cara online juga.

Berikut ini adalah pengalaman sementara saya mulai proses pendaftaran permohonan, pengumpulan berkas, sampai dengan foto dan pemindaian biometrik.

Persiapan

Menurut saya, hal-hal yang diperlukan sebelum melakukan proses awal ini yang cukup penting antara lain:

  • Pastikan berkas persyaratan sudah dimiliki. Untuk keperluan ini, perlu disiapkan berkas antara lain: KTP (asli, bukan fotokopi), Akta Kelahiran (asli, bukan fotokopi), Kartu Keluarga (asli, bukan fotokopi), dan paspor saat ini yang akan diganti (asli, bukan fotokopi). Seluruh berkas tersebut perlu untuk di fotokopi.
  • Waktu, karena saat selesai melakukan proses pembayaran, kita akan menentukan sendiri kapan akan datang ke Kantor Imigrasi.

Proses Pra Permohonan Online

Saya melakukan permohonan melalui situs Layanan Paspor Online Direktorat Jendral Imigrasi. Dalam halaman tersebut, saya masuk ke menu Pra Permohonan Personal.

situs Layanan Paspor Online Direktorat Jendral Imigrasi

Situs Layanan Paspor Online Direktorat Jendral Imigrasi

Selanjutnya, cukup mengikuti panduan pengisian, dan pastikan untuk kolom isian dengan tanda bintang (asterisk) terisi dengan benar. Ketika saya mengisi pada bagian identitas Kartu Tanda Penduduk, saya sempat agak ragu karena saya sudah menggunakan KTP-el (Kartu Tanda Penduduk Elektronik) yang berlaku seumur hidup, sedangkan kolom isian pada bagian tanggal tidak ada pilihan “Seumur hidup”. Untuk bagian ini, saya isi saja dengan durasi 5 (lima) tahun sejak tanggal KTP saya diterbitkan. Hasilnya, ketika dilakukan pemeriksaan tidak ada masalah semua berjalan dengan baik.

Continue reading “Pengalaman Mengurus Penggantian Paspor Online di Kantor Imigrasi Yogyakarta (April 2016)”

Pengalaman Mencoba Layanan Uber untuk Bisnis (Uber for Business)

Di pertengahan Oktober 2015 ini, saya mendapatkan informasi melalui surel yang saya gunakan untuk akun saya di layanan Uber mengenai hadirnya fitur yaitu “Uber for Business”. Saya sendiri sudah menggunakan layanan ini beberapa bulan, dan secara keseluruhan mendapatkan layanan dan pengalaman yang baik. Walaupun, sampai sekarang saya baru menggunakan layanan ini kalau saya kebetulan ada keperluan pekerjaan di Jakarta.

Layanan Pribadi

Untuk keperluan pekerjaan, penggunaan Uber yang saya lakukan — atau rekan-rekan saya lakukan — menggunakan akun pribadi. Dengan kondisi ini, maka pembayaran dilakukan secara pribadi (dengan kartu kredit milik sendiri), untuk kemudian dapat dilakukan reimbursement. Sebuah mekanisme yang sepertinya cukup lazim digunakan oleh banyak perusahaan.

Fitur ‘Uber for Business’

Uber for Business yang diperkenalkan ini saya rasa memberikan beberapa keuntungan dan kemudahan, apalagi dalam konteks bahwa kebutuhan moda transportasi (menggunakan Uber) seharusnya dapat dikelola dengan lebih baik. Sejak menggunakan layanan Uber ini, memang saya merasakan bahwa biaya perjalanan cenderung berkurang — ketika membandingkan dengan mobilitas yang sama dengan layanan transportasi sejenis/taksi.

Secara sederhana, Uber for Business ini merupakan sebuah konsep yang memberikan kemudahan bagi perusahaan untuk mempermudah dalam hal pengelolaan perjalanan bagi karyawannya (ketika memilih menggunakan Uber). Berikut beberapa hal utama tentang layanan ini:

  • Perusahaan membuat sebuah akun bisnis/korporat
  • Seluruh pembayaran akan ditanggungkan ke akun perusahaan
  • Perusahaan mengatur karyawan yang dapat menggunakan pembayaran langsung oleh perusahaan
  • Perusahaan dapat mengatur kebijakan pemakaian terkait dengan pembayaran yang ditanggung oleh perusahaan

Aktivasi Uber for Business

Walaupun secara tim tempat saya bekerja belum terlalu banyak, namun saya rasa penggunaan fitur ini dapat membantu. Saya mendaftarkan akun untuk keperluan ini melalui https://www.uber.com/business. Prosesnya sendiri cukup mudah. Dan, saya sudah langsung dapat mulai melakukan pengaturan akun.

Welcome to Uber for Business

Untuk pengaturan awal, saya diminta untuk memasukkan beberapa informasi seperti metoda pembayaran (memasukkan informasi kartu kredit yang digunakan), melakukan pengaturan kebijakan bagi tim, dan tentu saja mengundang tim yang boleh menggunakan pembayaran melalui akun bisnis ini.

Informasi Pembayaran

Uber for Business: Payment Settings

Saya memasukkan informasi kartu kredit yang nantinya akan digunakan untuk pembayaran seluruh perjalanan baik bagi saya sendiri, atau bagi tim yang nanti akan saya undang. Menilik dari informasi pada penambahan informasi pembayaran, ada beberapa poin:

  • Sistem Uber akan melakukan proses otorisasi dengan melakukan penarikan sebesar US$250 dari kartu kredit. Menurut informasi, dana ini akan langsung dikembalikan jika proses ini berhasil.
  • Rekan kerja saya yang nantinya akan menggunakan pembayaran dari kartu kredit saya tidak akan dapat melihat informasi kartu kredit milik saya. Informasi yang terlihat hanya berupa label teks saja, misal “Nama Perusahaan”.

Pengaturan Kebijakan Perjalanan

Uber for Business: Ride Policy

Pengaturan kebijakan penggunaan ini dapat diatur sesuai dengan kebutuhan. Sehingga, penggunaan metoda pembayaran dapat pula dibatasi. Pengaturan ini misalnya:

  • Mengatur kapan saja metoda pembayaran dapat digunakan; di hari apa saja, dan dalam rentang waktu jam berapa saja.
  • Mengatur dimana saja bisa melakukan perjalanan, misalnya lokasi penjemputan, termasuk waktunya. Jika ditentukan batasan lokasi penjemputan, lokasi penjemputan hanya bisa dalam radius sekitar 400 meter saja.
Continue reading “Pengalaman Mencoba Layanan Uber untuk Bisnis (Uber for Business)”

XL Center Adisutjipto Yogyakarta Resmi Dibuka

Hari ini, 8 Oktober 2015, XL Axiata melakukan pembukaan secara resmi XL Center Adisutjipto Yogyakarta sebagai salah satu kanal pelayanan pelanggan produk dari XL Axiata. Saya sendiri kebetulan sudah menggunakan layanan dari XL Axiata sejak sekitar awal tahun 2000 sampai sekarang. Dulu, produk layanan lebih dikenal dengan ProXL. Jadi, mungkin sudah sekitar 15 tahun saya telah menjadi pelanggan.

Kebetulan pula, peresmian XL Center Adisutjipto Yogyakarta ini bertepatan dengan ulang tahun ke-19 — XL sendiri telah beroperasi sejak 8 Oktober 1996 — dari perusahaan ini. Acara ini sendiri dihadiri oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, Bambang Parikesit (VP XL Central Region), beberapa perwakilan dari XL Axiata, dan undangan lainnya.

Setelah beberapa kata sambutan, XL Center Adisutjipto Yogyakarta dibuka secara resmi dengan penandatanganan prasasti oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X. Dan, itulah kali pertama juga saya mengunjungi gerai XL Center yang baru. Sebelumnya, saya memang pernah beberapa kali pula mendatangi XL Center yang berada di lokasi sebelumnya di Jl. Mangkubumi, Yogyakarta. Keperluan cukup standar yaitu melakukan penggantian kartu Micro SIM, dan juga kartu Nano SIM.

Continue reading “XL Center Adisutjipto Yogyakarta Resmi Dibuka”

Festival Kesenian Yogyakarta ke-27 Tahun 2015

Festival Kesenian Yogyakarta — atau yang sering disingkat dengan FKY — merupakan agenda kesenian tahunan di Jogjakarta yang telah dilaksanakan sejak tahun 1989. FKY tahun ke-26 tahun 2014 lalu diadakan di area Plasa Pasar Ngasem dari 20 Agustus – 9 September 2014.

Festival Kesenian Yogyakarta XXVII

Di tahun 2015, ini FKY ke-27 akan diadakan kembali mulai tanggal 19 Agustus – 5 September 2015. Lokasinya berada di Kompleks Taman Kuliner Condongcatur, Jogjakarta. Untuk informasi lebih lengkap, bisa memantau perkembangan, jadwal dan agenda saat nanti dapat dilakukan melalui kanal informasi berikut:

Lifehacker Faceoff: Google Photos vs. Flickr

Last month, both Google and Yahoo introduced big changes to their photo storage services, Google Photos and Flickr (4.0), respectively. Both offer identical, useful features: automatic photo backups, intelligent organization, online editing tools, and sharing capabilities. So which one should you use? (Source: Lifehacker Faceoff: Google Photos vs. Flickr)

BlackBerry may put Android system on new device

BlackBerry may put Android system on new device — “The sources, who asked not to be named as they have not been authorized to discuss the matter publicly, said the move to use Android is part of BlackBerry’s strategy to pivot to focus on software and device management. BlackBerry, which once dominated smartphone sales, now has a market share of less than 1 percent.”

Which Android Phone I Should Buy?

Which Phones
The Phones

There are thousands of distinct Android devices on the market, and the numbers are growing. I bought some Android devices from some different brands. The latest one I bought, and I still use it right now is OPPO Find 7.

Finding the phone that really fits its owner is not easy. Android has a simple tool to help choosing which phone based on the way how you use your phone.

Go to www.android.com/phones/whichphone. Just follow the simple wizard. You will be asked on what you will your phone be used for (you will be asked about how frequent you use it). If some alternatives been found, they will be narrowed down to the carrier, phone sizes, and also price.

I tried, and I got the result that based on my daily use, I might go with LG G4, Motorola Droid Turbo, or Nexus 6.

Pengalaman Menggunakan Layanan Uber Jakarta

Walaupun sudah cukup lama layanan taksi Uber dapat dinikmati di Jakarta sebagai salah satu pilihan moda transportasi, namun saya baru saja mencobanya sendiri dalam satu bulan terakhir. Selain Jakarta, layanan Uber di Indonesia juga dapat dinikmati di kota lain seperti Bandung dan Bali.

17613487154_f554babe7b_b

Kalau dari melihat beberapa pengalaman dari pengguna Uber, sepertinya sangat banyak yang mendapatkan pengalaman positif (dibandingkan yang negatif). Saya sendiri berdomisili di Jogjakarta, dan cukup sering harus berada di Jakarta kebanyakan untuk urusan pekerjaan. Dan, sarana transportasi seperti taksi atau bis Transjakarta merupakan pilihan moda yang sering saya pakai.

Sebelumnya, saya sudah menginstal aplikasi Uber di ponsel saya. Saat ini, aplikasi Uber dapat diunduh untuk ponsel dengan sistem operasi Android, iOS, dan Windows Phone. Proses registrasi sendiri dapat dilakukan dengan mudah, dan bagian yang terpenting adalah bahwa penumpang perlu untuk memiliki kartu kredit. Ini karena konsep Uber yang cashless, atau tidak ada transaksi dengan menggunakan uang secara langsung. Seluruh transaksi langsung dibebankan ke kartu kredit.

Memesan taksi Uber melalui aplikasi

Pemesanan dengan menggunakan aplikasi dapat dilakukan dengan mudah. Saat membuka aplikasi, kita bisa melihat apakah ada armada Uber yang tersedia dalam area disekitar kita. Sebelum kita mengkonfirmasi pemesanan, berikut beberapa hal yang dapat kita lakukan:

  • Melihat ada atau tidaknya armada
  • Jika ada, maka akan diberikan informasi perkiraan kapan armada terdekat bisa sampai ke tujuan penjemputan
  • Mendapatkan informasi perkiraan tentang biaya perjalanan dari titik penjemputan sampai dengan tujuan akhir. Informasi perkiraan biaya ini bergantung kepada armada pilihan apakah uberX, atau UberBLACK

Fitur-fitur inilah yang bagi saya menjadi penentu apakah saya mau/dapat melakukan pemesanan armada Uber. Kadang, bahkan saya secara acak menggunakan fitur estimasi harga dari sebuah lokasi ke lokasi lainnya, sekadar untuk mengetahui perkiraan harga yang harus saya bayarkan.

Setelah menetukan lokasi penejemputan (dan tujuan), kita tinggal melakukan pemesanan. Aplikasi (dengan algoritma yang dimilikinya) akan mencoba mencariakan armada. Jika ada pengemudi yang merespon dan dapat melayani pesanan, maka pesan akan dikirimkan untuk memberitahu profil pengemudi.

Jika diperlukan, kita bisa langsung menghubungi pengemudi. Saya sendiri pernah menghubungi pengemudi setelah melakukan pemesanan, sekadar ingin mengkonfirmasi pesanan saya. Di lain kesempatan, pengemudi malah lebih dulu menghubungi saya dan memberitahukan tentang posisinya, walaupun saya bisa memantau juga posisi dari aplikasi Uber.

Perjalanan dan Tarif

Ketika membandingkan dengan moda lain seperti taksi dengan tarif biasa (misal: Bluebird, Express, atau yang lain), secara sekilas saya mendapati bahwa Uber lebih murah. Misalnya, dengan rute yang sama (dan kondisi lalu lintas yang sama), selisih total biaya perjalanan bisa mencapai sekitar Rp 20.000,- sampai Rp 30.000,-.

18232378412_2c8c91c8c1_h2

Konsep cashless (tanpa melibatkan transaksi dengan uang fisik secara langsung) juga merupakan hal yang saya sukai. Kalau melihat harga dari bukti transaksi yang diberikan, ada beberapa parameter yang mentukan harga yaitu: harga tarif dasar, jarak tempuh, waktu perjalanan, dan biaya tol (jika ada).

Kebetulan, salah satu perjalanan saya ada yang melewati gerbang tol. Dan, biaya tol langsung dibebankan (dan dideteksi) oleh aplikasi.

Karena informasi tersebut, ketika melewati pintu tol, saya tidak perlu menyiapkan uang untuk membayar. Pengemudi sudah menyiapkan sendiri uang pembayarannya. Saya hanya memberikan uang kepada pengemudi ketika meninggalkan area parkir dan ada biaya parkir yang harus dibayarkan.

Dari pemesanan yang pernah saya lakukan, saya mendapatkan dua jenis kendaraan yaitu Daihatsu Xenia dan Toyota Avanza.

Mobil Uber yang mengantarkan ke Bandara Soekarno-Hatta.
Mobil Uber yang mengantarkan ke Bandara Soekarno-Hatta.

Jenis kendaraan baru diketahui setelah kita mendapatkan mobil pesanan. Namun, dari beberapa kali menggunakannya, saya mendapati kalau standar pelayanan, dan kebersihan kurang lebih sama baiknya.

Pak Santo yang pagi itu mengantarkan saya ke Alam Sutera, menyapa saya dengan ramah. Ketika kendaraan sudah mulai berjalan sekitar 5 menit, beliau menanyakan ke saya apakah AC mobil sudah cukup temperaturnya. Tak lama kemudian, beliau juga memberi tahu saya tentang rute yang akan diambil dan di gerbang tol mana kami akan masuk. Bahkan, di mobil beliau, sudah disiapkan air mineral dan permen. Saya sendiri tidak mengambilnya, karena saat itu saya sudah membawa sendiri.

17651790844_5d09904b12_o
Continue reading “Pengalaman Menggunakan Layanan Uber Jakarta”