iPad Menggantikan Laptop MacBook Pro (untuk Sementara)

Mulai hari Senin lalu, saya akhirnya akan mencoba untuk menggunakan iPad sebagai piranti utama saya untuk bekerja, menggantikan laptop MacBook Pro saya yang saat ini ada di service center karena kendala terkait baterai.

Jadi, MacBook saya yang sudah berumur tujuh tahun lebih tersebut tidak dapat diisi daya. Sebenarnya kejadian sudah agak lama. Terakhir, pengisian daya sudah sangat lambat, dan indikator baterai menampilkan tulisan “Service Recommended”. Puncaknya, ketika satu atau dua minggu lalu mati listrik, posisi baterai sudah benar-benar hampir habis.

Masih bisa saya hidupkan, tapi indikator baterai selalu dibawah 10%, dan tetap tidak mau diisi baterai. Saya sempat juga ganti charger, tapi tidak berhasil juga. Jadilah, akhir pekan lalu benar-benar laptop tidak bisa menyala.

Saya sempatkan cek riwayat service sebelumnya, kali terakhir melakukan penggantian baterai ternyata sudah sekitar empat tahun lalu. Karena memang saya butuh untuk laptop saya berfungsi normal, saya putuskan untuk melakukan penggantian baterai di salah satu gerai service produk Apple di Yogyakarta bagian utara. Ketika saya serahkan, saya minta untuk dilakukan pengecekan terlebih dahulu. Apakah ini murni karena butuh ganti baterai, atau ada sebab lain. Ya, mungkin bisa dimaklumi karena laptop tersebut sudah cukup berumur.

Apakah iPad sanggup menggantikan MacBook Pro?

iPad yang saya miliki sering saya gunakan untuk kegiatan bekerja, namun banyak fokus untuk mengetik, dan membalas surel. Untuk aktivitas menggunakan aplikasi di Google Workspace (Docs, Sheets, Calendar, Slides), Trello, Telegram, dan lainnya di peramnah, tidak ada masalah sama sekali. Untuk menggunakan aplikasi seperti Microsoft Word, Microsoft Excel, dan Powerpoint juga tidak ada masalah sama sekali.

Mungkin sedikit masalah ketika saya harus masuk ke text editor, atau aplikasi seperti Sequel Pro, dan aplikasi penyuntingan gambar yang walaupun sederhana, tapi tetap saya perlu gunakan. Oh ya, untuk aplikasi misalnya Microsoft Excel, di laptop saya cukup sering untuk membuka dua berkas sekaligus. Hal ini masih cukup mudah dilakukan di iPad, paling tidak saat ini.

Untuk rencana servis, diperkirakan mungkin bisa sampai dua minggu, tergantung nanti hasil pengecekan. Tapi, karena baterai juga harus pesan dulu, jadi paling cepat diperkirakan prosesnya satu minggu saja.

Ya, mari kita lihat seminggu ini.

macOS Catalina

Kemarin, saya melakukan perbaruan sistem operasi di MacBook Pro saya dari macOS High Sierra ke macOS Catalina. Dengan begitu banyak fitur dan perbaikan yang ditawarkan, sebenarnya tidak terlalu banyak fitur yang saya akhirnya manfaatkan.

Beberapa highlight mengenai yang baru di macOS Catalina bisa dilihat dalam video dibawah ini. Apple juga menyediakan halaman khusus mengenai apa yang ditawarkan oleh sistem operasi versi terbaru mereka.

Saya sendiri saat ini hanya menggunakan dua produk Apple dan saya bukan termasuk yang ingin melengkapi diri dengan produk terbaru dari Apple. MacBook Pro Retina 15″ saya keluaran mid-2012, dan ada sebuah iPad Mini 2 yang tidak mendapatkan dukungan iOS 13. Namun, saya mungkin termasuk yang sebisa mungkin memperbarui aplikasi atau sistem operasi — jika memang masih bisa diperbarui.

Perbaruan sama seperti proses sebelumnya. Sempat saya ragu, apakah saya perlu menunggu terlebih dahulu untuk memperbarui atau langsung saja. Kemungkinan terburuk paling ada beberapa aplikasi yang belum diperbarui jadi tidak dapat digunakan.

Musik, podcast, dan TV

Salah satu perbaruan yang cukup besar ada pada fitur hiburan. Namun, sepertinya tidak ada yang akan saya pakai. Untuk musik — termasuk mendengarkan podcast, saya lebih sering mendengarkan Spotify (dengan berlangganan Spotify Premium). Kalau menonton film atau video, pilihan saya ke Netflix dan YouTube. Bagi saya, layanan yang saya pakai tersebut sudah mencukupi kebutuhan saya.

Photos, Notes, Reminder

Aplikasi Photos, Notes, dan Reminder juga mendapatkan perbaikan. Namun, saya saat ini sudah cukup nyaman dengan menggunakan Google Photos. Saya hampir tidak menyimpan foto — dari kamera ponsel Android — di MacBook. Semua langsung saya unggah ke Google Photos. Untuk pencatatan, saya paling sering masih menggunakan Google Keep. Reminder saya jarang gunakan. Kalaupun perlu reminder paling hanya berupa alarm atau saya buat saja di Google Calendar.

Jadi, semua perbaruan terkait fitur diatas sudah cukup terfasilitasi oleh layanan Google di ponsel Android. Soal sinkronisasi juga tidak ada masalah sama sekali.

Melihat dan Menambah Acara/Events di Google Maps

Walaupun belum mendapatkan fitur untuk menambahkan acara/events di Google Maps, namun kalau fitur ini nanti sudah tersedia untuk publik, saya rasa akan lebih membuat Google Maps lebih baik lagi.

Aplikasi Google Maps merupakan salah satu aplikasi yang sering saya pakai. Selain untuk navigasi, fitur ulasan dan foto sebagai salah satu informasi dalam sebuah lokasi menjadi penting, bahkan tak jarang menentukan keputusan apakah saya perlu ke tempat tersebut atau tidak.

Itu juga yang menjadi alasan saya juga kadang ikut memperkaya informasi dari sebuah lokasi dengan menambahkan foto, merevisi informasi, dan kadang memberikan ulasan atau rating melalui Google Local Guides.

Fitur sinkronisasi dengan Google Calendar juga menurut saya membantu. Misalnya, informasi pemesanan hotel saya muncul juga di Google Maps berupa tanggal, dan lokasinya. Memudahkan.

Acara/Events di Google Maps

Sudah ada yang melihat bahwa ada fitur penambahan acara/events melalui Google Maps. Ketika saya coba melalui aplikasi di ponsel Android saya, ternyata belum ada. Namun, di halaman muka pada tab Explore, saya sudah menjumpai ada blok informasi Acara/Events disana.

Informasi yang ditampilkan cukup sederhana. Mungkin karena memang belum dimanfaatkan seluruh fiturnya, atau ini masih fitur percobaan. Untuk menambahkan acara, saya rasa juga tidak terlalu sulit. Kalau sudah terbiasa menambah atau mengusulkan revisi untuk lokasi di Google Maps, saya rasa menambahkan acara tidaklah sulit.

Kalau nanti acara sudah, mungkin selanjutnya bisa melakukan pemesanan tiket untuk acara yang memang membutuhkan pemesanan/reservasi tiket?

Microsoft Mengakusisi GitHub

Microsoft mengakuisisi GitHub senilai 7,5 milyar dolar AS.“Under the terms of the agreement, Microsoft will acquire GitHub for $7.5 billion in Microsoft stock. Subject to customary closing conditions and completion of regulatory review, the acquisition is expected to close by the end of the calendar year.”

G Suite

Google Apps for Work now has a new name. It’s G Suite.

G Suite is a set of intelligent apps — Gmail, Docs, Drive, Calendar, Hangouts, and more — designed to bring people together, with real-time collaboration built in from the start. And there’s a lot more on the way. Because we believe that when organizations break down silos, connect people and empower them to work together, we get the speed, agility and impact needed to compete in today’s market.

Moving to Google Apps for Work

Google Apps for Work

It’s been two for around two months since my small office moved the email service to Google Apps for Work. So far, it’s been a great experience and I think it was the right decision to make.

Why Moving?

Before moving to Google Apps for Work, we manage the email servers on our own. Meaning, we needed to do the setup, maintenance, including backup. There are less than twenty email accounts to manage under two main domains. The email was hosted on a cloud-based server — we used DigitalOcean. Everything was running almost without any issues.

We depend on emails on day-to-day operation. At the same time, we need to have (almost) zero maintenance and increase our productivity. Our small team needs to share lots of things like documents, spreadsheets, and agendas. The thing is that we need to use our personal Google account to share documents. The other things is on the storage. I have more than 6 GB of email (for work). So, moving to Google Apps for Work is an anticipation. Here are some main reasons on the migration:

  1. Zero maintenance. By outsourcing the email service to Google, we at least only need to keep the domain active.
  2. Integration with other Google services like Google Docs, Google Sheets, Google Calendar, and more. The integration also includes the seamless collaboratoin between coworkers.
  3. Flexible storage. By default, I have 30 GB of storage for my Gmail, Google Drive, and photos. If later I need to upgrade, the price is pretty reasonable. 100 GB for IDR 27,000 (per account) is a good deal.
  4. Simple setup and management. Setting up each service provided by Google Apps for Work is very easy.

Migration Process

The migration process was pretty easy. Since there were only around 12 email accounts, so moving them individually did not take too much time. My coworkers moved all the email account by themselves. The only challenge is not to have the downtime. There is a simple guide to work on this area. During the registration process, I only need to use a primary domain — and setup the secondary domain as domain alias later on.

For the cost efficiency, I worked on the settings on email routing. For example, if there is an email address that was only accessed by specific people in the organisation, I created some routing rules. By this, I can minimise the number of accounts.

After all emails (including attachments) had been migrated to Google Apps, we kept the “old” servers online for few days just to make sure that no data left behind. I was not sure how long the whole processes was completed, but it was around one week.

Acquired: Sunrise, Launchpad Toys, MyFitnessPal and Endomondo

Lot’s of acquisitions just now: Google bought Launchpad Toys (story telling app maker), Microsoft just had Sunrise (the app calendar, and I’m using it on my iOS devices and Android) for $100 million. Not long ago, Microsoft also acquired Accompli, an email client app. MyFitnessPal and Endomondo just got acquired by Under Armour for $475 million and $85 million.

Ulasan Windows Phone 8 dan Aplikasi pada Ponsel Lumia

Tulisan ini adalah lanjutan dari artikel sebelumnya tentang ponsel Lumia 535. Sebelum saya menuliskan artikel tersebut, saya sudah mencoba menggunakan ponsel (beserta dengan sistem operasi Windows Phone) walaupun belum dalam frekuensi sehari-hari. Selanjutnya, dalam waktu sekitar satu minggu terakhir, saya mencoba untuk menggunakannya dalam keseharian saya. Jadi, saya ingin mencoba ‘memberi kesempatan’ kepada ponsel Lumia (atau sistem operasi Windows Phone) ini untuk menjawab kebutuhan saya.

lma19735091275091725

Artinya, saya mencoba melakukan aktivitas rutin saya — yang biasanya saya lakukan di ponsel Android, iPhone dan iPad — di ponsel Lumia. Walaupun secara spesifik saya menggunakan Lumia 535 dalam tulisan ini, namun secara keseluruhan — koreksi jika saya salah — saya rasa saya bisa saja mendapatkan pengalaman yang sama ketika menggunakan jenis ponsel dari seri keluaran lain, sepanjang ponsel tersebut menggunakan sistem operasi Windows Phone.

Tulisan berikut berdasarkan versi Sistem Operasi Windows Phone 8.10.14226.359, versi Firmware 02055.00000.14511.22002.

Layar (yang mungkin terlalu) sensitif

Baik ketika saya menggunakan iPhone atau ponsel OPPO R819, saya tidak mengalami terlalu banyak perbedaan tentang sensitifitas layar. Gesture yang saya lakukan dapat berjalan dengan baik dan hampir tidak mengalami perbedaan berarti. Namun, ketika saya menggunakan ponsel Lumia, saya sering mengalami bahwa layar terlalu sensitif. Ketika saya swipe/scroll, saya sering mengalami bahwa gesture terbaca sebagai ‘tap’. Saya sebenarnya ingin scroll, namun sering kali malah membuka aplikasi. Dan, ini seringkali terjadi.

Email/surel (surat elektronik), Kalender, dan Kontak

wp_ss_20141125_0003

Secara prinsip, surel dapat dipergunakan dengan cukup baik, dalam pengertian bahwa seluruh surel saya baca melalui ponsel. Saya mencoba untuk menambahkan beberapa akun surel seperti Gmail, Yahoo Mail, Outlook, dan email kantor, semua dapat berjalan dengan baik.

Untuk kalender, saya menggunakan Google Calendar sebagai layanan utama untuk mengatur kalender/agenda. Dan, untuk kontak, saya menjadikan layanan Google (melalui Gmail) untuk pengelolaan kontak. Seluruh kontak saya dapat saya impor tanpa masalah.

Untuk kalender dan surel, saya harus berneogisasi dengan diri saya sendiri terutama pada bagaimana keseluruhan experience. Kalau fokusnya adalah bahwa informasi bisa saya dapatkan melalui ponsel Lumia, hal ini sudah terjawab.

Namun, bagaimana terkait dengan tampilan, pengalaman pengguna dan antar muka? Ini memang preferensi yang sangat personal. Tapi, saya harus bilang bahwa saya tidak terlalu menikmati untuk bekerja dengan surel dan kalender di ponsel Lumia saya.

Aplikasi Bertukar Pesan (Messaging)

Untuk bertukar pesan pendek, saya sudah hampir tidak pernah menggunakan SMS. Aplikasi utama yang sering saya pakai — diantara begitu banyak pilihan aplikasi chatting — adalah WhatsApp dan Telegram. Untunglah kedua aplikasi tersebut tersedia untuk Windows Phone.

Aplikasi WhatsApp di Microsoft Lumia (Windows Phone)
Aplikasi WhatsApp di Microsoft Lumia (Windows Phone)

(Tautan: WhatsApp untuk Windows Phone, Telegram untuk Windows Phone).

WhatsApp dan Telegram secara prinsip dapat berjalan dengan cukup baik secara performa. Dan, penting bagi saya karena kedua aplikasi tersebut dikembangkan resmi oleh penyedia layanan. Kadang, saya juga menggunakan Skype dan juga Blackberry Messenger. Saya tidak menggunakan Google Hangouts di Windows Phone, karena aplikasi resmi tidak bisa saya temukan. Dan,saya memang agak jarang menggunakannya — karena tidak banyak rekan dalam kontak saya yang menggunakannya secara aktif (dibandingkan dengan yang ada di WhatsApp atau Telegram).

Papan Ketik yang terlalu besar

Ini memang masalah selera, namun, menurut saya papan ketik (keyboard) yang dimiliki oleh ponsel Lumia ini memakan terlalu banyak area layar. Dan, secara pribadi saya sendiri kurang nyaman dengan kondisi ini.

Dukungan/pilihan aplikasi

Ponsel saat ini banyak sekali digunakan untuk kebutuhan yang bermacam-macam. Saya sendiri selain untuk keperluan pekerjaan, juga memanfaatkan ponsel untuk berinteraksi (melalui aplikasi bertukar pesan), ataupun menggunakan layanan media sosial untuk berbagi informasi, gambar, dan aktivitas lainnya.

Saya memiliki harapan untuk dapat tetap menggunakan aplikasi sehari-hari yang saya pakai walaupun saya berpindah ponsel (dengan sistem operasi berbeda). Hampir semua yang saya lakukan di iPhone dapat saya lakukan di Android — dan juga sebaliknya — walaupun dengan tampilan antar muka yang sedikit berbeda. Namun, secara umum saya mendapatkan pengalaman yang hampir sama.

Hal ini yang tidak bisa saya dapatkan melalui Windows Phone di ponsel Lumia saya. Kalaupun ada aplikasi sejenis, baik yang dikembangkan oleh penyedia layanan atau oleh pengembang lain, tetap saja secara keseluruhan saya kurang menikmati tampilan, disain, dan pengalaman aplikasi yang ditawarkan.

Di akhir tahun 2014, VentureBeat merilis tentang bagaimana aplikasi yang dikembangkan oleh masing-masing sistem operasi untuk perangkat bergerak. Dalam hal ini bagaimana aplikasi yang dibuat oleh Apple (iOS), Google (Android), dan Microsoft (Windows Phone) dan ketersediaannya di masing-masing pasar aplikasi.

Aplikasi Google, Apple, and Microsoft di sistem operasi bergerakDari grafik diatas, Microsoft memang cukup banyak menyediakan aplikasi buatannya untuk tersedia di sistem operasi lain. Tentu saja, di Windows Phone Store, Microsoft menjadi rajanya.  Bahkan, di Apple App Store, Microsoft justru memiliki aplikasi yang lebih banyak dibandingkan kompetitornya.

Namun, ini tidak sebaliknya. Secara aplikasi memang Microsoft memiliki jumlah yang banyak. Tapi, Apple dan Google sepertinya justru tidak tertarik untuk mendistribusikan aplikasi mereka (atau membuatnya tersedia) untuk Windows Phone.

Apple sendiri justru di Apple App Store hanya memiliki sedikit aplikasi. Tapi, sistem operasi, distribusi/penjualan ponsel menjadi magnet sendiri bagi para pengembang aplikasi atau perusahaan untuk membuat aplikasi tersedia disana.

Penutup

Setelah mencoba dalam penggunaan sehari-hari, serta menyesuaikan dengan kondisi sehari-hari bagaimana saya memanfaatkan sebuah ponsel, saya merasa bahwa untuk saat ini ponsel Lumia — dalam hal ini Microsoft Lumia 535 — kurang cocok untuk saya. Secara hardware, Microsoft Lumia 535 ini menurut saya cukup baik, namun terkait dengan aplikasi pendukung, banyak kebutuhan yang belum terjawab — bagi saya untuk penggunaan sehari-hari.

Catatan: Jika harus memilih salah satu aplikasi yang paling bagus (dan karena hanya tersedia di Windows Phone), saya tetap merasa MixRadio adalah aplikasi terbaik.

Cerita Peluncuran iPhone 5 di Indonesia (oleh XL Axiata)

Sepanjang tahun 2012 ini, banyak sekali produsen telepon pintar yang meluncurkan produk barunya, termasuk salah satunya peluncuran iPhone 5.

iPhone5_is_here

Saya menginginkannya, dan mungkin ribuan orang lainnya yang menggunakan produk dari Apple (baik itu MacBook Pro, iPad, iPad Mini, dan iPhone). Seperti kehadiran produk iPhone sebelumnya, penjualan iPhone ini bersama dengan beberapa perusahaan telekomunikasi yang menawarkan banyak pilihan paket.

XL_AntriLikeAKing_flow

Untuk menggaet para calon pengguna, perusahaan telekomunikasi melakukan beberapa bentuk kampanye/promo. Salah satunya adalah XL Axiata yang melakukan promo penjualan iPhone 5 melalui kampanye #AntriLikeAKing.  Sudah diprediksikan bahwa animo untuk mendapatkan iPhone 5 di hari pertama — dan sudah terjadi di banyak negara — kalau antrian pasti ada. Cuma, tidak semua orang suka dengan antri.

#AntriLikeAKing (antrilikeaking.com) yang diselenggarakan oleh XL ini ada di dua tempat di Jakarta yaitu Xplor Senayan City, dan Xplor Central Park. Konsep dari program ini adalah memberikan kemudahan bagi calon pembeli dalam melakukan antrian. Ya, karena antri memang bisa sangat membosankan. Yang paling sederhana adalah adanya “joki” untuk mengantri yang memang disediakan oleh pihak XL. Kedua “joki” inilah yang menggantikan antrian.

I'm going to Yahoo! Communities Meetup


I will be going to first(?) Yahoo! Communities Meetup event this Wednesday, at Blitz Megaplex Pacific Place, Jakarta. So, what is it all about? From its event page at Upcoming:

It’s a gathering of community members from Yahoo!’s community-based services, particularly Yahoo! Answers, Flickr and Koprol.
This is your chance to meet your fellow community members and the people who help manage those services on Yahoo!. Expect an exciting evening of meeting new and familiar people and discovering new stuff about Flickr, Answers and Koprol.

Since I’m a Flickr and Koprol user, I don’t have any reason not to join this event. Yahoo! is expecting 200 people in this event. When I write this post, there are 150 people on the list. So, if you don’t have any schedules on that day, mark you calendar and signup to the event. It’s free anyway.
To be more specific, it seems that this event is closely related to Flickr’s annoucement. Okey, see you!

Wyoming saves $1 million and Virgin America saves system costs by about half

This is one benefit of having Google Apps for Business for big companies (or when a service involving big numbers of users). Wyoming will save Wyoming taxpayers $1 million annually by moving all state government employees to Google Apps for Government.

The decision to go Google was the result of a transparent and competitive evaluation process that began roughly two years ago. The state estimates the move to Google Apps will save Wyoming taxpayers $1 million annually. [source]

Virgin America will move its 1,700 employees corporate email to Gmail and expect to save system costs by about half.

Over the next two weeks, all of the airline’s 1,700 employees based across North America will be moving their corporate email to Gmail, and collaborating more efficiently using Google Calendar, Google Docs and Google Talk. Their migration to Gmail will cut Virgin America’s email system costs by about half on an annual basis, in addition to the long-term storage benefits where the move into the Google cloud will save them over 18 terabytes of space as the airline continue to grow and add employees. [source]

Google Calendar has a new look!

I’m using Google Calendar, but not under my Gmail account. I use it under Google Apps service. Right now, if you use use Google Calendar under Gmail account, you should have a new look.
After signing-in, I was greeted with this message:

We’ve updated Google Calendar to make it more consistent with other Google Apps. Everything works the same as before, with one exception: we’ve removed the Tasks link. Now to turn tasks on and off, just click the Tasks calendar in your calendar list.

It’s more polished now. Look at the screenshot below (Click to enlarge)

Now, let’s compare with the “old” one — Google Calendar design for Google Apps domain I’m having right now.

In most cases, Google Apps for domain service will have the same features (including design) with primary accounts under Google account. I think, I just need to wait. The new design looks better.

Human Calendar

humancalendar_com
Human Calendar.

Resnooze: Email Reminder Service

resnooze
There are many options we can use as reminders to make sure that we will not forgot something — appointment, paying bills, etc. Right now, for the web-based service, I use Google Calendar to manage some schedules. Most of them are sent by email.
Besides that, I also have some of them set on my phone. If you want to have a web-based service and want to have reminders sent to your email, you can try Resnooze. It’s a simple, but I think it’s pretty useful too.

Few things you need to know about Yahoo! Photos closing

Yahoo! Photos Closing
You probably had heard that Yahoo! will close its Yahoo! Photos service on Thursday, September 20, 2007 at 9 p.m. PDT. I have a Yahoo! account but I do not use their Yahoo! Photo service. I use Flickr instead. Here are few notes you’re probably need to know:

  • Yahoo! will focus on Flickr. Yes, Yahoo! acquired Flickr two years ago. So, rather than having two photo sharing services, Yahoo! will only run one, that is Flickr. I believe it was not an easy decision. Once again, Yahoo! Photos service will be closed on September 20, 2007 at 9 p.m. PDT.
  • Before the service completely closed you have some options to keep your photos. You can choose from some other photo sharing services. They are: Flickr, Kodak Gallery, Shutterfly, Snapfish, and Photobucket.
  • You can also download all you photos (before you move your photos to other photo sharing services, or before Yahoo! Photos service completely closed).
  • You can buy an archive CD. This service is provided by Englaze Archive. You will be charged $6.95 for every 700 MB of photos (if you’re Yahoo! Photos users). This service only available for users who signup for New Yahoo! Photos service. It was introduced in August 2006. (Read Englaze FAQ)
  • If you have moved to other services, you can not access your Yahoo! Photos account anymore. You should choose the best option.
  • You need to wait until your photos transfered to new service you choose. It depends on how many users uses the other services. If your photos have been transfered, you will get notification emails. If you’re in the waiting list, just wait. Flickr probably the fastest service in the transition (yeah, Flickr is owned by Yahoo!).
  • During the transition, you will not be able to access your Yahoo! Photos account. If you have problems during the transition, the problem will be addressed to the target services, so you need to contact them directly.
  • If you give different photo permission (private, public, friends), all your photos will be flagged to “private”. So, you need to change the photo permission by yourself.
  • All other information e.g. Album Information, Photo Information, Photo Detail: EXIF data (camera type, resolution, size, etc.), and tags will be transfered. If your photos have comments, friends’ list, and smart albums; all these information will not be transfered.
  • Since you will be using other service, you need to follow its aggreements (storage and upload policies).
    • If you’re using Flickr’s free account, you can upload 100MB worth of photos each calendar month. And, photostream views limited to the 200 most recent images. If you have more than 200 photos, all of them will be stored. But, only 200 recent photos will be visible. (more info)
    • Kodak EasyShare Gallery provides free unlimited online photo storage to you for 12 months from the date you first upload an image to your account. (more info)
    • Snapfish offers free, unlimited storage of your online photos, whether they come from film you develop with us or from digital photos that you upload to your account. There is no limit to the number of rolls you can send in, nor is there a limit to the number of digital photos you can upload. You can have an unlimited number of albums and photos in your account. (more info)
    • Shutterfly offers free, unlimited storage. You can store as many pictures as you wish, with no fee to upload or store your pictures.
    • If you want to use Photobucket, you can read all Yahoo! Photo Migration FAQ.

Once again, I believe that this decision is not easy to make. For Yahoo! Photos users, it might be one thing they do not want to happen. Yahoo! runs the service, and it’s their decision. Like or not, we have to choose.
References: