Pemblokiran PIN Internet Banking BCA karena (Kesalahan) Pengisian Token KeyBCA

Sepertinya saya menjalani “hubungan yang cukup mesra” dengan Bank BCA. Setelah pada Desember lalu saya mengalami kasus pemblokiran akses internet banking, yang salah satu penyebab katanya terkait virus, hari ini saya mengalami pemblokiran akses internet banking BCA kembali. Kasus yang dulu sudah terselesaikan, dan belum terjadi lagi. Semoga tidak. Yang pasti, saya tidak jadi format komputer/laptop, dan sekarang saya malah jadi install antivirus di MacBook Pro saya.

Screen-Shot-2013-02-03-at-8.03.47-PM

Hari ini (Minggu, 3 Februari 2013) saya bermaksud melakukan pembelian pulsa melalui internet banking BCA. Salah satu aktivitas transaksi yang cukup rutin saya lakukan. Beberapa catatan terkait transaksi saya sebelumnya seperti dibawah ini. Semoga ini bisa memberikan tambahan informasi bagi kasus saya (termasuk penyelesaiannya).

  • Transaksi melalui internet banking terakhir pada 27 Januari 2013, pukul 22:08 WIB.
  • Transaksi berhasil, dengan menggunakan peramban Google Chrome.

Saya login berhasil tanpa masalah dengan peramban yang sama, yaitu Google Chrome. Ketika saya ingin melanjutkan transaksi, saya diminta untuk memasukkan kode APPLI 2. Saya masukkan setelah mengecek dengan benar nomor ponsel saya, besar nilai pulsa yang ingin saya beli, dan nomor yang diberikan untuk saya masukkan dalam KeyBCA saya.

Percobaan pertama gagal. Saya coba lagi, dan gagal lagi. Saya sangat yakin bahwa angka yang saya masukkan adalah benar. Percobaan ketiga, gagal lagi, dan saya mendapati pesan bahwa terjadi pemblokiran. Ya, hal lazim yang mungkin menjadi salah satu antisipasi terkait dengan keamanan transaksi perbankan.

Screen-Shot-2013-02-03-at-7.48.56-PM

Kesal? Tentu saja!

Saya tidak langsung menelpon Halo BCA. Saya yakin bahwa nantinya akan dilakukan reset/pembukaan blokir, dan kemudian saya hanya perlu untuk melakukan registrasi internet banking kembali melalui mesin ATM. Itu saja.

Sekitar pukul 20:10, saya akhirnya coba untuk menelpon Halo BCA melalui ponsel. Telepon pertama saya mendapatkan respon kalau layanan nasabah sedang sibuk. Akhirnya saya coba kembali beberapa menit kemudian.

Setelah melakukan standar verifikasi data nasabah, saya dibantu untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Dan, seperti yang saya duga. Akhirnya saya sempat menginformasikan dan menanyakan beberapa hal tentang kemungkinan terjadinya pemblokiran tersebut. Beberapa informasi dari layanan nasabah Halo BCA diantaranya:

  • Saya salah memasukkan respon KeyBCA. — Saya tidak terlalu berargumen, karena saya yakin bahwa saya memasukkan dengan benar.
  • Koneksi internet yang lambat — Ini juga. Koneksi saya sangat lancar. Saya tidak sedang menggunakan koneksi untuk melakukan transaksi data yang lain (unduh ataupun unggah berkas).
  • Token KeyBCA jarang digunakan — Ini juga sepertinya tidak. Saya tidak tahu definisi “jarang” ini berapa lama. Yang pasti, transaksi sebelumnya masih sekitar 1 minggu.

Saya juga sempat mendapatkan informasi tambahan seputar hal yang mungkin bisa dilakukan untuk menghindari pemblokiran karena kesalahan (atau dianggap salah) ketika memasukkan respon KeyBCA.

Jadi, jika salah (atau dianggap salah dan muncul pesan kesalahan) memasukkan respon KeyBCA, jangan sampai mencoba kembali 3 (tiga) kali berturut-turut. Jadi, lebih baik coba untuk keluar (Logout), untuk kemudian masuk kembali. Sehingga, tidak dihitung dalam satu sesi input berurutan.

Sedikit catatan, mungkin sudah banyak yang tahu juga kalau ada beberapa fungsi dalam halaman situs internet banking BCA yang tidak berjalan dengan baik di beberapa peramban. Misalnya, ketika memilih dropdown select pada saat transaksi e-commerce. Jadi, kadang memang saya harus memakai peramban yang sesuai. Kapan permasalahan ini akan diperbaiki, saya tidak tahu.

Masalah saya tersebut sudah terselesaikan. Lagi-lagi, sekarang aktivasi ada di tangan saya. Ya, ke mesin ATM lagi.

Klarifikasi dan diskusi dengan pihak BCA seputar blokir Internet Banking

Malam ini, saya berkesempatan untuk berdiskusi dengan pihak perwakilan BCA seputar permasalahan saya seputar Internet Banking BCA yang saya alami kemarin (Baca: Permasalahan akun Internet Banking BCA diblokir karena antivirus?). Walaupun sebenarnya permasalahan saya tersebut bisa dikatakan sudah selesai (Baca: Tindak lanjut permasalahan Internet Banking BCA yang terblokir dan beberapa catatan lain).

Namun, dari obrolan saya mendapatkan beberapa informasi yang ingin saya bagikan dan semoga bermanfaat jika mengalami permasalahan serupa. Atau, mungkin sebagai informasi awal jika permasalahan seperti yang saya alami muncul dikemudian hari.

Diskusi dengan pihak BCA

Sekitar pukul 17:51 WIB (22 Desember 2012) saya mendapatkan telpon dari pihak Halo BCA yang bermaksud menanyakan beberapa hal/keluhan yang saya sampaikan melalui Twitter. Dalam pembicaraan singkat tersebut, saya sampaikan juga bahwa permasalahan yang saya alami sudah selesai, dan saya sudah dapat mengakses akun Internet Banking BCA saya tanpa masalah.

Continue reading “Klarifikasi dan diskusi dengan pihak BCA seputar blokir Internet Banking”

Tindak lanjut permasalahan Internet Banking BCA yang terblokir dan beberapa catatan lain

Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan saya sebelumnya dengan judul ‘Permasalahan akun Internet Banking BCA diblokir karena antivirus?‘. Apa yang saya tuliskan sebagai tambahan informasi, dan semoga dapat memberikan tambahan informasi (bagi yang membutuhkan).

Registrasi Internet Banking BCA

Karena sudah larut malam, saya memutuskan untuk melakukan pendaftaran ulang Internet Banking BCA hari ini (22 Desember 2012) melalui ATM yang tidak jauh dari rumah. Saat saya menuliskan artikel ini, akses ke Internet Banking BCA sudah normal kembali. ID KlikBCA, catatan nomor rekening tujuan yang tersimpan juga masih ada seperti semula.

Pagi harinya, sebelum melakukan pendaftaran ulang kembali, saya sempatkan untuk mencoba login menggunakan ID KlikBCA saya yang lainnya. Kebetulan saya punya dua buah ID KlikBCA, dengan menggunakan satu buah token KeyBCA. Login berhasil tanpa masalah.

Setelah menuliskan cerita yang semoga cukup mendetail, saya mencoba untuk mencari informasi lebih lanjut apakah hanya saya saja yang mengalami kejadian ini. Ternyata ada beberapa nasabah — saya memang hanya pantau melalui jejaring sosial Twitter dan Facebook — yang mengalami kejadian serupa. Beberapa diskusi dan informasi saya rangkum di Chirpstory dan juga terjadi di Facebook. Ada juga yang membagikan ceritanya melalui kolom komentar di artikel sebelumnya.

Twitter menjadi salah satu kanal saya berinteraksi dengan pihak BCA melalui akun @HaloBCA. Walaupun memang layanan jejaring sosial tidak dapat sepenuhnya menjadi medium untuk penyelesaian masalah. Hal-hal privasi dan standar keamanan (validasi data nasabah, verifikasi rekening, dan lain-lain) menjadi pertimbangan tersendiri untuk penyelesaian masalah melalui misalnya call center atau langsung ke kantor cabang.

Continue reading “Tindak lanjut permasalahan Internet Banking BCA yang terblokir dan beberapa catatan lain”

Permasalahan akun Internet Banking BCA diblokir karena antivirus?

Sore tadi, saya coba login ke Internet Banking BCA di kantor. Dan, entah kenapa tidak bisa login dengan pesan untuk menghubungi layanan konsumen BCA. Saya pikir mungkin sistem sedang tidak berjalan normal, jadi saya tunggu terlebih dahulu. Beberapa jam kemudian, saya coba lagi dan mendapatkan pesan yang sama.

Screen Shot 2012-12-22 at 12.02.14 AM

Dalam perjalanan pulang dari kantor, saya sempatkan akses dari ponsel — yang memang aktivitas yang saya kadang lakukan. Tetap tidak bisa login juga. Ketika saya sampai rumah, saya coba lagi, dan tetap tidak bisa masuk. Akhirnya saya putuskan untuk menelpon layanan konsumen Halo BCA melalui ponsel ke nomor 021-500888. Sebelum melanjutkan, berikut aktivitas/kondisi yang mungkin nantinya bisa menjadi gambaran kejadiannya.

  • Saya hanya mengakses KlikBCA melalui laptop saya satu-satunya — sebuah MacBook Pro.
  • Kadang, saya mengakses KlikBCA versi mobile melalui ponsel. Dan selalu menggunakan iPhone. Saya tidak pernah melakukan login melalui aplikasi Mobile BCA atau melakukan transaksi melalui mobile banking atau SMS banking.
  • Saya paham tentang https://ibank.klikbca.com dan https://m.klikbca.com
  • Saya selalu buka situs melalui peramban Google Chrome atau kadang Safari, dan kedua peramban tersebut selalu dalam versi terbaru.
  • Token KeyBCA saya selalu saya pegang
  • Saya ingat dengan sangat nomor PIN ATM dan PIN Internet Banking saya
  • Kartu ATM saya (dua buah) selalu saya pegang dan tidak saya pindah tangankan ke siapapun
  • Transaksi terakhir melalui Internet Banking saya lakukan pada tanggal 20 Desember 2012 pukul 16:49:46 untuk melakukan pembelian pulsa. Dan, transaksi tersebut berhasil tanpa masalah.

Setelah menunggu dari layanan BCA, saya akhirnya terhubung dengan salah satu Customer Service Officer (CSO). Ya, saya sedikit banyak paham tentang bagaimana model Call Center seperti ini. Saya jelaskan situasinya, dan mengkonfirmasi validitas data saya terlebih dahulu. Saya paham bahwa ini adalah prosedur standar yang harus dilakukan.

Ketika saya tanyakan permasalahan saya, saya mendapatkan jawaban bahwa: Akses/rekening BCA saya diblokir karena terindikasi adanya virus di komputer, dan pemblokiran dilakukan secara otomatis oleh sistem.

Sekali lagi: Karena komputer yang saya gunakan terindikasi terkena virus. Heran? Iya. Bingung? Banget.

Saya sempat memberikan argumen bahwa kecil kemungkinan kalau komputer saya — saya menyebutnya dengan laptop — terkena virus. Saya jelaskan pula kalau saya mengakses situs hanya dari laptop saya tersebut. Jelas saya tidak puas atas jawabannya. CSO tetap memberikan informasi dan argumen bahwa saya harus meng-update antivirus yang ada di PC — ya selalu digunakan kata PC. Saya jelaskan lagi kalau saya pakai MacBook, dan saya tanya balik tentang antivirus yang harus saya gunakan apa. Dan saya tidak mendapatkan jawaban.

Saya tidak ingin berargumentasi lebih panjang lagi seputar hal ini, karena saya yakin jawabannya hanya akan sama dan berputar-putar lagi. Saya diberitahu lagi seputar tips keamanan dan bahwa harus berhati-hati tentang adanya virus. Saya tetap bersikukuh bahwa tidak ada yang salah dengan aktivitas saya.

Saya tanyakan untuk berikutnya apa yang harus saya lakukan dan bagaimana untuk memecahkan permasalahan utama saya tersebut. Akhirnya saya dibantu untuk melakukan me-release akses. Dan, masih terkait dengan virus bahkan saya direkomendasikan untuk memformat ulang PC saya. DUH!

Saya juga diberitahu/disarankan untuk memeriksa daftar tujuan pembayaran kalau misalnya ada daftar rekening tujuan yang sekiranya tidak dikenal untuk bisa dihapus terlebih dahulu. Seingat saya, untuk menambahkan daftar rekening tujuan harus menggunakan KeyBCA. Lha?

Screen Shot 2012-12-22 at 12.24.16 AM

Sekarang, internet banking saya terblokir. Saya diminta untuk melakukan registrasi ulang ke ATM BCA terdekat, sama seperti awal dulu. Satu hal yang pasti, saya masih penasaran dengan kejadian ini. Ya, saya nasabah yang sedang sial.

Ada yang mengalami kejadian serupa?

[Update 22 Desember 2012 pukul 10:52]

Oh ya, saya sendiri memiliki dua rekening BCA tapi hanya salah satu yang sering saya gunakan. Keduanya terhubung melalui token BCA yang sama dan selalu saya mengakses internet banking dari laptop yang sama.

Baru saja saya coba login ke internet banking BCA dengan menggunakan ID rekening kedua (dari laptop yang sama), dan dapat masuk dengan baik tanpa masalah. Jadi, saat ini yang mengalami permasalahan adalah untuk ID KlikBCA dengan nomor rekening utama.

Pengalaman Pembuatan Kartu ATM Pengganti di Bank BCA

Singkatnya, kemarin saya mendapatkan pelayanan yang baik dari Bank BCA Kantor Cabang Utama (KCU) Sudirman ketika melakukan pengurusan pembuatan kartu ATM baru. Semua proses berlangsung dengan cepat, dan petugas layanan nasabah membantu semua prosesnya. Terima kasih Bank BCA!

Saya lupa tepatnya kapan saya kehilangan buku tabungan saya. Yang pasti, sudah lama. Atau mungkin, sudah sangat lama. Jadi praktis saya hanya mengandalkan kartu ATM saya. Oh ya, untuk transaksi perbankan, saya menggunakan ATM dari Bank BCA. Saya sendiri menjadi nasabah bank ini cukup lama. Kurang tahu kapan tepatnya, tapi kalau tidak salah sekitar awal tahun 2001/2002. Sudah pernah juga mengalami kejadian kehilangan kartu ATM.

Nah, karena sudah cukup lama, jadi memang dari sisi bentuk kartu bisa dikatakan sudah jauh dari bagus. Warna sudah mulai pudar, dan bahkan lapisan plastik di kartu juga sudah mulai mengelupas. Ya, walaupun jelek kartu tersebut pernah juga kok digunakan untuk penarikan tunai di Hong Kong beberapa bulan yang lalu.

Oke, abaikan kalimat terakhir diatas. Tidak terlalu ada hubungannya dengan inti tulisan ini.

Continue reading “Pengalaman Pembuatan Kartu ATM Pengganti di Bank BCA”

Call Center 121: Layanan Informasi dan Reservasi Tiket KA

Hari ini (5 April 2010), saya melakukan perjalanan menggunakan jasa kereta api. Kalau tidak salah ingat, baru kali pertama saya menggunakan Taksaka pagi dari Jogjakarta menuju Jakarta — dari kebiasaan menggunakan Taksaka Malam. Perjalanan hari ini ditempuh mulai jam 10.00 dan saya turun di Stasiun Jatinegara, kira-kira pukul 17:45. Perjalanan cukup lancar. “Sialnya”, pendingin gerbong saya rasakan dingin sekali. Ini membuat saya menghabiskan cukup banyak waktu di gerbong makan untuk menikmati makanan dan minuman disana. Ya, disamping karena memang alasan lapar sih… :)

Untuk perjalanan ini, memang mundur dari jadwal yang saya rencanakan, karena alasan tiket sudah habis. Tapi, ini mendingan daripada naik pesawat terbang. Sebenarnya, naik pesawat terbang di hari yang sama (untuk waktu agak siang/sore), tidak terpaut jauh. Tapi, kali ini tetap naik kereta api saja.

Oh ya, kalau minggu lalu saya sedikit mengeluhkan tentang layanan call center reservasi tiket, ternyata 1 April kemarin nomor Call Center 121 secara resmi dikukuhkan (tautan terkait). Dan, katanya akan melayani masyarakat yang akan menggunakan jasa kereta api dalam hal informasi jadwal, termasuk tentu saja pemesanan tiket. Layanan 24 jam pula. Kenapa saya bilang katanya, karena saya memang belum pernah menggunakan layanan Call Center ini. Mungkin suatu saat nanti deh.

Tentang call center tersebut, berikut ini kutipan beritanya:

Contact Center 121 dapat dihubungi melalui telepon atau fax dengan mengakses nomor 121 dari telepon rumah (untuk pulau Jawa, Palembang, Padang dan Medan) dan 021-21391121 dari seluruh operator GSM & CDMA. Selain itu info layanan juga dapat diakses melalui situs www.kereta-api.co.id. Khusus untuk Kereta Commuter Jabodetabek konsumen dapat menghubungi Contact Center melalui SMS dengan kode akses 9559. [sumber]

Jakarta ke Jogjakarta dengan Taksaka

Minggu lalu, dalam perjalanan pulang dari Jakarta ke Jogjakarta, saya menggunakan jasa kereta api. Rencananya, memang akan menggunakan pesawat terbang. Tapi, ketika mencoba mencari tiket di tempat yang sebelumnya saya datangi, kantor ticketing tersebut sudah tidak ada lagi (tutup). Akhirnya, saya putuskan saja untuk menggunakan kereta.

Sebenarnya, saya agak malas kalau mengingat pengalaman keterlambatan. Tapi, saya singkirkan sejenak hal tersebut. Siang hari sebelum berangkat — saya menggunakan kereta api Taksaka Malam — saya sama sekali belum memiliki tiket. Asumsinya, kalau hari Minggu dari Jakarta, mungkin tidak banyak penumpang yang berangkat. Sore harinya teman saya menyampaikan bahwa kereta api yang akan saya tumpangi masih memiliki cukup banyak kursi kosong, dan dijadwalkan berangkat pada pukul 20:45.

Continue reading “Jakarta ke Jogjakarta dengan Taksaka”

Pembayaran Tagihan Telkom Speedy Melalui ATM BCA

Dua hari yang lalu saya berencana untuk membayar tunggakan tagihan koneksi internet Telkom Speedy melalui ATM. Memang ini baru kali pertama saya melakukan pembayaran Telkom Speedy, karena memang baru sekitar 1 bulan menggunakannya. Untuk masalah kualitas akses internet, saya belum menemukan kendala yang berarti. Paling tidak, kuota saya sudah hampir habis untuk bulan Juli ini. Oh ya, saya menggunakan Speedy Multi Speed paket Family.

Jadi, waktu itu saya sekaligus membayar tagihan-tagihan lainnya (telepon rumah dan listrik). Ketika saya sudah memasukkan nomor pelanggan Telkom Speedy, saya mendapati jumlah tagihan dan nama pelanggan yang benar. Nah, sewaktu akan melanjutkan ke proses pembayaran, saya mendapatkan respon bahwa transaksi pembayaran tidak dapat diproses. Waduh! Saya coba sekali lagi, tidak berhasil juga. Coba lagi, sekali lagi, tidak berhasil juga.

Akhirnya saya urungkan niatan saya untuk membayar melalui ATM. Siapa tahu lain hari bisa dilakukan.

Hari ini, akhirnya mencoba telepon teman saya yang sama-sama menggunakan layanan Telkom Speedy, dan saya tanyakan tentang proses pembayaran. Saya mendapatkan informasi kalau ternyata memang pembayaran tagihan belum bisa dilakukan melaui ATM. Saya juga tidak tahu, apakah ini hanya terjadi di Jogjakarta, atau juga di daerah/kota lainnya.

Ya… berarti memang besok harus bayar langsung.

Apa Kabar Indonesia tvOne

Setelah nonton Perspektif Wimar — kalau sempat — biasanya saya lanjutkan dengan nonton Apa Kabar Indonesia di tvOne. Untuk acara Apa Kabar Indonesia sendiri, beberapa waktu terakhir ini pemandu acara sedikit lain dari biasanya. Kalau biasanya Indy Rahmawati (Indy) dan Iwan Ahmad Sudirwan, sekarang posisi Iwan Ahmad Sudirwan sedang digantikan oleh Alfito Deannova (Fito).

apa kabar id tvone

Menurut pendapat pribadi saya, sepertinya Indy dan Fito ini memang pasangan yang cocok. Mungkin Pak Iwan Ahmad memang lebih senior dibandingan dengan Fito atau Indy. Saya merasa kalau keduanya bisa kompak (paling tidak terlihat lebih kompak), jika dibandingkan dengan ketika Indy bersama Iwan. Maaf ya pak Iwan, ini pendapat pribadi saya saja lho… Toh sepertinya Indy, Fito maupun Pak Iwan tidak baca blog ini, Hehehe.. Walaupun memang saya lebih tertarik dengan topik-topik yang diangkat dipagi hari. Dengan atmosfir yang santai dengan isu yang memang sangat current, acara ini mampu memberikan informasi yang sangat menarik. Acara bincang-bincang berlangsung dengan teratur, sehingga esensi dari isu yang sedang diangkat dapat digali dengan lebih dalam. Ini yang paling saya suka.

Entah host untuk acara ini nanti akan kembali lagi seperti sebelumnya atau tidak. Kalaupun iya, saya sih akan tetap nonton kalau bisa… daripada nonton infotainment. :P

Withdraw Paypal funds to Indonesian bank account

Last week (April 20th, 2008), we (Lala and I) decided to withdraw our funds at Paypal into our bank account. We use BCA right now. Since we already had our Paypal verified, the process was not difficult at all. It was very easy. And here are the process and few things you might want to know (if you want to get your Paypal fund, too):

  • First, make sure you have a verified Paypal account. And you already added your bank account information.
  • You have to know that there will be a fee (Rp. 16.000,00) if you withdraw Rp. 1.499.999,99 or less. But, for Rp. 1.500.000,00 or more there is no extra cost. So, we took the second option.
  • It takes 5-7 business day to process. But, we got our fund faster — I think it was 2 or 3 days only.
  • Paypal has its own currency system I guess. So, before sending your funds, make sure that you get the right amount. There is a currency calculator available. The exchange rate was “1 U.S. Dollar = 8.944,22 Indonesian Rupiah”. It might change.
  • If the transaction failed, your fund will be returned to your Paypal account. And, there is Rp. 50.000,00 administration cost for this. Well, I am not sure about the exact number. You will see a short notification before you confirm your transaction.

Pretty easy, right? It was our first time getting funds from Paypal to our local bank. Everything was great. So, if you want to send fund into my Paypal account (donate[at]orangescale.com), I can receive it. Hehehe… :)