Penurunan Biaya Transfer Antarbank Mulai Desember 2021

Melalui program BI Fast (BI-Fast), Bank akan menurunkan biaya tranfer antarbank yang saat ini sebesar Rp6.500 menjadi Rp2.500. Rencananya, tahap pertama penyesuaian biaya akan dimulai pada minggu kedua Desember 2021.

by Ono Kosuki from Pexels

BI FAST sendiri merupakan sistem baru yang akan menggantikan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI).

Tahap pertama untuk penyesuaian biaya akan berlaku untuk PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Bank DBS Indonesia, PT Bank Permata, PT (Persero) Tbk, PT Indonesia, PT Niaga, PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank HSBC Indonesia, PT Bank UOB Indonesia, PT Bank Mega Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Syariah Indonesia, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank OCBC NISP, Bank Tabungan Negara UUS, Bank Permata UUS, Bank UUS, Bank Danamon Indonesia UUS, Bank Syariah, PT Bank Sinarmas, Bank Citibank NA, PT Bank Woori Saudara Indonesia.

Sedangkan tahap kedua yang rencananya akan mulai berlaku Januari 2022 akan berlaku untuk PT Bank Sahabat Sampoerna, PT Bank Harda International, PT Bank Maspion, PT Bank KEB Hana Indonesia, PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga, PT Bank Ina Perdana, PT Bank Mandiri Taspen, PT Bank Nationalnobu, Bank Jatim UUS, PT Bank Mestika Dharma, PT Bank Jatim, PT Bank Multiarta Sentosa, PT Bank Ganesha, Bank OCBC NISP UUS, Bank Digital BCA, Bank Sinarmas UUS, Bank Jateng UUS, Standard Chartered Bank, Bank Jateng, Bali, Bank , dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Kalau selama ini saya lebih sering menggunakan Flip untuk transaksi transfer antar bank, saya rasa perubahan biaya antar bank secara konvensional juga akan bermanfaat.

Membeli Obat di Apotek Secara Daring

Selain membeli obat atau vitamin secara daring melalui situs-situs niaga-el seperti atau , saya dan istri kadang juga membeli melalui . Dan, sejak pandemi ini membeli secara daring sesekali kami lakukan. Kalau soal , puji Tuhan, kami semua sehat, dan jarang sakit.

Kami banyak memanfaatkan Halodoc dan pesan langsung ke apotek-nya dan nanti kirim menggunakan. Tidak ada alasan khusus metode mana yang lebih kami sukai. Kadang, memang situasional saja.

by Miguel Á. Padriñán from Pexels

Halodoc

Salah satu alasan menggunakan Halodoc adalah mengenai integrasinya — mulai dari pemesanan, pembayaran, sampai dengan pengiriman menggunakan layanan — yang sudah sangat baik. Beberapa kali saya memesan melalui aplikasi ini, dan semua mendapatkan pengalaman yang baik.

Soal harga, ketika secara acak saya bandingkan, memang kadang lebih mahal — misal ketika dibandingkan dengan harga di situs niaga-el. Tapi, jika ini untuk kebutuhan yang mendesak, Halodoc jelas sebuah solusi yang perlu dipertimbangkan.

Terakhir kali saya pesan beberapa bulan lalu ketika anak anak kami sakit, kami perlu beli Pedialyte. Pemesanan saat itu sekitar pukul 00.30 WIB. Semua diproses dengan baik sekitar satu jam. Waktu sampai obat sampai di rumah terkesan lama, namun lebih karena jarak yang jauh saja dari apotek yang punya stok.

Langsung Pesan dari Apotek

Salah satu kebiasaan saya ketika membeli sesuatu di toko adalah mencatat nomor kontak. Jadi, jika dibutuhkan tidak repot. Beberapa apotek yang tidak jauh dari rumah sudah ada dalam daftar kontak.

Jika Anda mungkin belum memiliki kontak-kontak apotek di ponsel, sepertinya tidak ada salahnya sekarang mulai mencatatnya.

Ada dua apotek yang menjadi pilihan kami selama ini. Pertama adalah Apotek K-24, dan yang kedua adalah apotek Unisia. Keduanya kebetulan tidak terlalu jauh dari tempat tinggal kami. Ada alasan mengapa beli langsung dari apotek — khususnya kedua apotek tersebut — menjadi pilihan:

  1. Bisa konsultasi atau bertanya terlebih dahulu mengenai obat yang diperlukan, aplagi kalau sedikit kurang yakin dengan kebutuhan.
  2. Soal harga, bisa langsung ditanyakan.
  3. Buka 24 jam. Walaupun selama ini saya belum perneah pesan lebih dari jam 21.00 WIB.

Seluruh pemesanan melalui apotek langsung hampir semuanya untuk kebutuhan yang tidak terlalu mendesak. Ketika saya butuh membeli perban elastis, saya tidak keberatan menunggu sekitar satu jam untuk dikirim dari apotek pilihan saya.

Apotek K-24

Ada beberapa apotek K-24 yang tidak terlalu jauh dari rumah. Namun, ada satu yang selalu jadi langganan dengan beberapa alasan:

  1. Bisa melakukan pembayaran secara non-tunai. Dulu, saat membeli di lokasi langsung dan melakukan pembayaran non-tunai menggunakan , apakah bisa jika nanti pesan melalui , lalu saya bayar “jarak jauh”, kemudian saya kirim kurir (GoSend atau GrabSend). Ternyata bisa.
  2. Cara ini ternyata tidak bisa — kurang familiar oleh karyawan apotek — dengan apotek K-24 yang sebenarnya secara jarak lebih dekat dari rumah.

Tentu aplikasi K24Klik juga dapat digunakan jika diperlukan. Saat ini, metode yang saya pilih sudah sangat mencukupi dan nyaman.

Apotek Unisia 24

Apotek ini didirikan/dikelola oleh PT. Unisia Polifarma (UII Farma). Di , apotek ini ada di beberapa lokasi. Beberapa alasan pilihan:

  1. Lokasi tidak jauh dari rumah, jadi seandainya di ambil sendiri, atau dikirim melalui kurir, biaya tidak mahal. Namun, ada layanan antar gratis sampai jarak 5 km untuk pembelian minimal Rp50.000.
  2. Ada pernah obat yang rencana saya mau beli ada stok yang kosong. Tapi, karena itu tidak mendesak, jadi bisa diganti dengan merek lain.
  3. Pembayaran bisa dilakukan melalui transfer .

Sama dengan K-24, komunikasi dilakukan dengan WhatsApp. Soal respon, selama ini cukup cepat. Memang pernah saya menghubungi, namun tidak mendapatkan balasan, dan bahkan baru dibalas keeseokan harinya, dengan alasan chat yang tertumpuk/terlewat. Bisa dipahami karena melayanai dengan sistem WhatsApp potensi seperti ini bisa terjadi.

Penerimaan Pembayaran Google Adsense Melalui Transfer Bank

by Gabby K from Pexels

Setelah beberapa kali menerima pembayaran Adsense menggunakan metode pembayaran menggunakan biasanya saya melalui Maybank Indonesia, saya akhirnya mengubah cara pembayaran earning saya menggunakan transfer . Selain melalui , pernah dulu berencana melalui Bank BPD, namun gagal. Jadi, secara otomatis pembayaran akan masuk ke rekening bank saya.

Rekening tujuan pembayaran saya putuskan menggunakan . Walaupun melakukan pencairan pembayaran melalui Western Union sebenarnya cukup mudah juga, tapi di masa pandemi ini cara dengan transfer bank sepertinya lebih baik.

Tentu, akan ada biaya administrasi jika menggunakan cara transfer bank disamping berapa nanti kurs dolar terhadap rupiah saat pencairan. Tapi, saya rasa saat ini lebih baik demikian, daripada harus bepergian.

Biaya Denda Kekurangan Dana di Layanan Jenius BTPN

Walaupun sudah lebih dari satu tahun saya memiliki akun Jenius, sampai saat ini masih belum menjadi pilihan utama untuk urusan terkait . Bagi saya, berpindah layanan perbankan bukan sebuah keputusan yang cukup mudah dilakukan. Ini juga terkait dengan perubahan pola/cara saya dalam bertransaksi yang makin hari ternyata makin banyak menggunakna e-wallet seperti , , Dana, dan .

Untuk layanan perbankan, saya masih menggunakan dan CIMB Niaga sebagai akun utama.

Bagaimana layanan Jenius?

Karena tidak terlalu aktif menggunakannya, bahkan sepertinya saya lebih banyak menggunakan karena beberapa rekan sudah cukup lama perlu melakukan transfer dana ke saya melalui Jenius. Untuk transaksi lain seperti pembayaran menggunakan kartu fisik, atau transaksi digital, hampir tidak pernah saya gunakan.

Beberapa kartu tambahan yang saya miliki hampir tidak pernah saya gunakan. Tentu saja ini efek dari bahwa saya cenderung lebih memilih untuk cardless.

Jadi, bukan berarti layanan atau fitur Jenius jelek, tapi memang sepertinya tidak cocok untuk saya. Kartu Jenius bisa langsung dipakai untuk pembayaran MRT di , atau memudahkan dalam penarikan uang tunai di selama di luar negeri. Tapi, sejak saya punya kartu ini, otomatis hal tersebut saya tidak gunakan sama sekali karena memang tidak ada keperluan ke luar negeri.

Kalau tentang mobile , saya cuma merasakan kalau kecepatan aplikasi Jenius belum dapat dibandingkan dengan aplikasi perbankan lain. Di linimasa Twitter — walaupun ini tidak sepenuhnya bisa dijadikan acuan — banyak keluhan kalau aplikasi lambat, dan tak jarang tidak dapat digunakan karena tidak muncul dengan sempurna.

OCTO Clicks, Bukan Lagi CIMB Clicks

Sebelum saya menginstal OCTO Mobile, seluruh aktivitas saya di hanya saya lakukan melalui CIMB Clicks sebagai nama layanan banking dari CIMB Niaga. Bahkan, transaksi yang saya lakukan cukup umum saja: membayar tagihan , melihat mutasi rekening. Beberapa transaksi lain sudah dilakukan secara otodebet.

Setelah OCTO dirilis untuk menggantikan Go Mobile, giliran OCTO Clicks hadir untuk menggantikan CIMB Clicks. Saya rasa keduanya — OCTO Mobile dan OCTO Clicks — berusaha hadir untuk memberikan solusi yang lebih lagi terkait layanan perbankan, terutama secara digital.

Jadi, ketika biasaya saya membuka internet banking CIMB Niaga melalui cimbclicks.co.id, sekarang alamat berpindah menjadi octoclicks.co.id. Nama lama sudah tidak digunakan lagi.

Dibandingkan desain sebelumnya, tampilan yang baru sangat jauh berbeda. Desainnnya mungkin terlihat lebih modern. Desain yang appealing tentu saja sebuah nilai plus. Tapi, yang lebih penting adalah secara fungsi.

Aktivasi PIN Kartu Kredit CIMB Niaga dan Aplikasi OCTO Mobile

Setelah hampir tiga tahun saya memiliki kartu kredit dari CIMB Niaga, hari ini saya memutuskan untuk mengaktifkan PIN (Personal Identification Number) untuk kartu kredit saya. Kenapa baru sekarang, karena kartu kredit tersebut hampir tidak pernah saya gunakan untuk transaksi di merchant secara offline, tapi hanya untuk keperluan transaksi daring.


Bahkan, kartu kredit saya malah hampir tidak pernah saya bawa. Namun, karena ada aturan dari bahwa per 1 Juli 2020, seluruh transaksi kartu kredit harus menggunakan PIN — tanda tangan tidak diterima — maka saya putuskan untuk mengaktifkan PIN.

Cara Aktivatasi PIN Kartu Kredit

Kirim ke nomor 1418 dengan konten PIN <4 digit terakhir kartu kredit> . Format tanggal lahir adalah tanggal-bulan-tahun. Contoh: PIN 3213 29041990. Dan, proses aktivasi selesai setelah saya menerima balasan SMS.

PIN untuk kartu kredit 6789 Anda adalah 543221. Segera ganti PIN Anda di CIMB Niaga, app OCTO atau hub 14041 dalam waktu 14 hari. Info 14041

Isi pesan SMS balasan aktivatasi PIN Kartu Kredit CIMB Niaga

Tentu saja, hal yang pertama saya langsung ingin lakukan adalah mengubah PIN default. Dari opsi untuk datang ke ATM CIMB Niaga atau melalui aplikasi, saya memilih opsi kedua.

OCTO Mobile

Saya tidak memiliki ekspektasi tentang apa fitur yang ditawarkan oleh OCTO Mobile dari CIMB Niaga. Tapi, selama ini saya cukup nyaman dengan aplikasi mobile banking milik . Transaksi CIMB Niaga biasanya saya lakukan melalui fitur banking.

Saya mengunduh OCTO Mobile dari Play Store untuk ponsel saya. Versi iOS juga tersedia. Setelah melakukan proses registrasi, saya lanjutkan dengan mengubah PIN kartu kredit saya.

Tanpa Uang Tunai. Ya atau Tidak?

Di tahun 2019 ini, sepertinya saya semakin sering untuk melakukan transaksi non-tunai. Kebetulan, hampir semua kebutuhan harian (pribadi maupun pekerjaan) dapat dilaksanakan dengan transaksi non-tunai.

Saya belum pernah mencoba untuk melakukan aktivitas yang melibatkan transaksi pembayaran dalam jangka waktu tertentu, misalnya satu minggu penuh. Sepertinya ini menarik untuk dicoba. Paling tidak, jadi semakin terlihat di area mana transaksi yang bisa dilaksanakan dengan non-tunai, bisa non-tunai tapi (terpaksa) harus tunai, atau bahkan tidak bisa non-tunai sama sekali.

Tentu saja, hasil yang berbeda ketika dilaksanakan di kota/area lain. Saya berdomisili di . Jadi, mari kita coba.

Saat ini, untuk mencoba tanpa uang tunai, saya menggunakan beberapa metode pembayaran berikut:

  1. Kartu debit (ada dari beberapa , namun mayoritas saya gunakan BCA)
  2. Kartu (Flazz dan Mandiri)
  3. Akun (dengan ) dan OVO.
  4. Kartu kredit

Saya juga memiliki akun LinkAja dan Jenius, namun keduanya hampir belum saya gunakan secara aktif. Untuk layanan , utama saya masih menggunakan ( banking dan BCA ). Jadi, seri untuk tulisan mengenai tanpa uang tunai akan dibagi menjadi beberapa kategori utama.

Gangguan KlikBCA karena Terkena Malware?

Karena cukup sering menggunakan , saya cukup jarang melakukan transaksi melalui banking BCA. Beberapa waktu lalu, saya bermaksud untuk menambahkan beberapa nomor rekening dalam daftar transfer di internet banking BCA saya. Walaupun daftar transfer tersebut sudah ada dalam BCA Mobile saya, namun karena transfer memang tidak tersinkron dengan internet banking, jadi perlu ditambahkan manual.

Ketika akan menambahkan daftar transfer, muncul pesan bahwa transaksi tidak dapat diproses. Saya pikir hanya permasalahan yang muncul acak. Jadi, saya memutuskan coba lagi lain waktu. Setelah beberapa kali, tetap saja gagal.

Saya coba hubungi HaloBCA melalui Twitter, namun jawaban berakhir bahwa saya disarankan untuk menghubungi Halo BCA melalui telepon. Walaupun selama berurusan dengan layanan nasabah di kantor cabang atau kantor pusat selalu baik — termasuk ketika melalui call center, tapi apa iya menghubungi call center adalah satu-satunya solusi? Saya cukup penasaran.

BCA Express juga kurang membantu

Saya mencoba untuk mencari solusi dengan datang ke BCA Express yang berada tidak jauh dari tempat saya tinggal. Singkatnya, ternyata saya tetap disarankan menghubungi call center BCA. Cuma, saat itu saya mendapatkan informasi bahwa akun saya dengan nomor rekening yang saya sebutkan ke layanan nasabah di BCA Express terkena malware. Sehingga, fitur tersebut semacam dibekukan karena ini merupakan salah satu standar keamanan dari BCA.

Beberapa tahun lalu, walaupun kasusnya tidak sama, namun ada juga permasalahan yang menyangkut dengan virus. Dan, saat itu permasalahan diselesaikan dengan baik.

Saat saya menghubungi Halo BCA, saya sampaikan permasalahan yang saya hadapi, dan menurut petugas layanan nasabah, memang benar bahwa akun saya terkena malware. Saya tidak meminta jawaban dengan mendetil, namun ini karena saya sering mengakses menggunakan Wi-Fi. Mungkin yang dimaksud adalah menggunakan jaringan Wi-Fi yang secara keamanan kurang baik.

Kalau tentang Wi-Fi, tentu saja saya hampir selalu terhubung ke jaringan Wi-Fi melalui saya. Walaupun, saya hampir selalu mengakses internet banking BCA hanya melalui laptop dan ponsel saya. Apakah juga karena Virtual Private Network? Atau sebab lain misalnya peramban yang dideteksi ‘bermasalah’ oleh BCA? Entahlah.

Yang penting, sekarang internet banking dapat digunakan dengan baik.

Pembayaran Auto Debet BPJS Kesehatan yang Terlambat

Beberapa hari lalu, ketika saya dan istri ingin mendapatkan rujukan dari faskes untuk mendapatkan layanan , ada sedikit permasalahan gagal proses karena status pembayaran yang menurut sistem ternyata belum bayar, bahkan dua bulan.

Sedangkan, sejak proses pendaftaran saya sudah melengkapi seluruh berkas untuk auto debet pembayaran. Apalagi memang aturannya demikian. yang saya gunakan adalah .

Pihak faskes tentu saja tidak dalam kapasitas membatnu kondisi ini. Akhirnya, kami mencoba mencari informasi dari kenalan kami yang paham mengenai ini dan disarankan untuk langsung saja melakukan pembayaran menggunakan kanal pembayaran yang ada. Kami pilih menggunakan Go-Pay dari — walaupun bisa juga pakai OVO.

Setelah terkonfirmasi pembayarannya, tinggal menunggu sebentar sebelum status berubah. Kurang dari lima menit kami coba tanyakan kepada petugas faskes, ternyata belum berubah status masih belum bayar.

Petugas faskes tersebut menyampaikan untuk menunggu terlebih dahulu saja beberapa menit. Akhirnya, sekitar lima menit kemudian, petugas memanggil kami karena statusnya sudah terbayar dan dapat digunakan.

BCA Express untuk Urusan Perbankan BCA yang Lebih Ekspres

Saya lupa kapan kali terakhir saya mengunjungi kantor cabang utama atau kantor cabang pembantu . Secara umum, saya mendapatkan pengalaman yang baik, tidak sampai seperti pengalaman saya mengantri ketika akan aktivasi akun Jenius di Bank BTPN.

Sejak saya berpindah rumah, saya beruntung karena ternyata ada gerai BCA Express di Alfamidi. Jadi, untuk beberapa urusan BCA, bisa diselesaikan disini. Beberapa waktu lalu, untuk kali pertama istri saya mengunjungi BCA Express untuk mengubah nomor ponsel banking.

Karena tidak terlalu banyak nasabah/calon nasabah, jadi istri saya terlayani dan urusan langsung beres dalam beberapa menit saja. Jadi, di BCA Express ini, ada beberapa layanan nasabah antara lain:

  • Setor & Tarik Tunai
  • Pembukaan Rekening Tahapan BCA
  • Pembukaan Rekening TAHAKA (Tahapan Berjangka)
  • Pembukaan Rekening Tahapan XPRESI
  • Penggantian Kartu
  • m-BCA
  • Klik BCA
  • Halo BCA
  • KKB BCA
  • KPR BCA
  • KSM BCA
  • BCA

Untuk di , BCA Express ini ada di Universitas Atma Jaya Babarsari, Universitas Negeri Yogyakarta dan Alfamidi Jalan .

Penarikan Uang Tunai di Teller BCA Harus Menggunakan Kartu ATM

Beberapa minggu yang lalu, saya ada keperluan untuk melakukan penarikan tunai langsung melalui teller di . Alasan saya, karena kepraktisan saja saat itu dibandingkan dengan melakukan penarikan melalui mesin .

Uang Rupiah pecahan Rp 100.000

Saat itu, saya telah membawa buku tabungan dan Kartu Tanda Penduduk. Saya memiliki dua buah rekening di BCA, dan saat itu kedua buku tabungan saya juga saya bawa. Masalahnya, persis beberapa hari sebelumnya, saya baru menyadari bahwa salah satu kartu ATM saya tidak lagi bersama saya. Dan, kartu ATM yang tidak saya bawa tersebut terhubung dengan rekening yang akan saya lakukan penarikan.

Saat saya datang ke teller dengan membawa formulir penarikan, petugas menanyakan kepada saya untuk tentang kartu ATM. Sempat saya sampaikan bahwa kartu ATM saya tidak bersama saya. Ternyata, untuk penarikan mensyaratkan harus membawa kartu ATM. Duh…

Kalau saya mentransfer terlebih dahulu ke rekening lain yang saya miliki — dimana rekening tersebut ada dengan kartu ATM — mungkin saya langsung dapat melakukan penarikan. Akhirnya, oleh petugas teller saya disarankan untuk ke bagian layanan nasabah untuk membuat kartu ATM baru. Karena pada akhirnya nanti saya memang akan membutuhkan kartu ATM, maka saya langsung lakukan pembuatan kartu ATM baru. Kebetulan saat itu tidak ada antrian, sehingga saya dapat langsung dilayani.

Setelah mendapatkan kartu ATM yang baru, saya kembali lagi ke teller dan proses penarikan dana secara tunai bisa saya lanjutkan kembali.

Mengganti KeyBCA yang Tidak Sinkron karena Rusak

Hari ini, saya mengunjungi Kantor Cabang Utama (KCU) untuk keperluan penggantian saya yang tidak berfungsi dengan baik. Ini adalah kali kedua saya melakukan penggantian. Secara umum prosedurnya cukup mudah.

KeyBCA yang Rusak

Beberapa waktu lalu, karena kelalaian saya sendiri, KeyBCA yang saya letakkan dalam tas tersiram oleh air kemasan yang tidak tertutup dengan baik ketika saya masukkan dalam tas. Saat saya membuka tas, KeyBCA tersebut ternyata sudah agak tergenang dengan air. Dan, air kemasan yang tumpah tersebut mengandung banyak gula.

Langkah pertama yang saya lakukan mengeringkan dengan tisu kering. Kemudian, saya buka bagian baut dengan menggunakan obeng kecil. Dengan pengalaman awal pertama bahwa KeyBCA saya juga pernah tercuci (bahkan saya baru menyadari saat saya mengeringkan pakaian dengan mesin pengering), KeyBCA masih berfungsi, walaupun akhirnya tidak sinkron.

Di kejadian kedua ini, saya lakukan hal yang sama. Ya, karena kalau tidak saya cuci dengan air bersih, saya cairan gula juga mungkin tetap akan merusak. “Ah, toh tetap basah juga,” begitu pikir saya. Setelah saya cuci bersih, saya masukkan dalam beras sehingga proses pengeringan dapat berjalan lebih baik.

Hari berikutnya saya pasang kembali. Saya masukkan KeyBCA saya, dan berhasil tanpa masalah. Saat saya coba melakukan transaksi melalui  banking BCA, ternyata saya mendapatkan pesan bahwa respon dari KeyBCA selalu salah.

Kehilangan Dompet (Lagi)

Awal bulan September ini, saya kembali lagi kehilangan dompet. Sekitar setahun yang lalu, saya juga mengalami kejadian yang sama. Bedanya, kali ini saya kehilangan lebih banyak barang yang ada dalam dompet; mulai dari berbagai jenis kartu sampai dengan uang tunai karena saya baru saja mengambil di beberapa jam di hari saya kehilangan dompet tersebut.

Yang pasti: repot.

Hal yang pertama saya lakukan saat saya menyadarinya (sekitar pukul 23.30) adalah menelpon untuk memblokir seluruh kartu debit/kredit. Petugas layanan nasabah dan yang saya hubungi melalui Call Center malam itu membantu saya untuk mengurus seluruh proses. Seluruh kartu sudah terblokir, dan tinggal bagaimana keesokan harinya melakukan pengurusan penggantian kartu. Untuk identitas yang saya gunakan, saya mengandalkan .

Surat Keterangan Kehilangan dari Kepolisian

Untunglah tempat tinggal saya tidak jauh dari kantor polisi. Sekitar pukul 08.00 saya sudah berada di kantor polisi untuk membuat laporan kehilangan. Setelah seluruh yang saya perlukan selesai, hal yang pertama saya lakukan adalah mengurus penggantian kartu ATM.

Ini juga karena kebetulan saya sudah hampir tidak memiliki uang tunai.

Kartu Debit dan Kredit

Pertama, saya ke Kantor Cabang BNI tempat saya membuat rekening — yang tidak jauh juga dari tempat tinggal. Bukti identitas asli berupa paspor yang saya bawa ternyata cukup membantu. Pagi itu, antrian tidak terlalu ramai. Dan, sekitar tiga puluh menit, saya sudah mendapatkan kartu ATM yang baru. Untuk penggantian BNI, ternyata saya diminta untuk langsung menghubungi layanan kartu kredit melalui telepon.

Pengurusan Kartu ATM BCA karena Salah PIN

Sepertinya, saya ini terlibat dengan “love-and-hate relationship” dengan Bank BCA. Suka karena memang diberikan kemudahan dengan menjadi nasabahnya, tapi juga kadang sebal dengan urusan entah karena kesalahan yang muncul bukan dari sisi saya sebagai nasabah.

Awal bulan ini, saya kembali lagi mendatangi KCU (Kantor Cabang Utama) di untuk dua urusan. Pertama, mengurus kartu yang terblokir, dan kedua adalah terkait dengan akses banking. Kebetulan, saya memang punya dua buah rekening di BCA.

Kartu ATM Terblokir

Kejadiannya bermula ketika saya hendak melakukan pembayaran dengan kartu di salah satu toko yang memiliki mesin EDC (Electronic Capture). Tidak ada yang aneh saat itu. Saya sangat sadar dan yakin bahwa saya menggunakan kartu yang benar (kartu utama), dan saya memasukkan nomor (Personal Identification Number) yang benar. Pertama, saya mendapatkan pesan bahwa PIN tidak benar. Saya coba lagi, dan tetap salah.

Akhirnya, saya putuskan untuk membatalkan transaksi dan membayar dengan uang tunai. Di hari yang sama, selang beberapa jam, saya mencoba menggunakan kartu saya lagi di tempat yang berbeda. Dan, muncullah pesan bahwa kartu saya terblokir. Duh!

Paypal's Credit Card Verification

When I had my for the first time, the first thing I did was adding it to my Paypal . After having my credit card verified (linked) to , I never touch it again. But, recently I just realised that my credit card was no longer valid. I lost it few months ago, and I got a replacement.
I never had problem with my Paypal account and my credit card. Yes, my Visa card could not be used for transaction few months ago, but that didn’t involve Paypal. So, I decided to add a new credit card. In my previous verification, I waited for the credit card billing statement to get my Paypal verification. If you’re not familiar with Paypal, when you verify your card, Paypal will take $1.95 USD from your credit card. But, it will be returned to your Paypal balance once you have your credit card verified.
Rather than waiting for the credit card billing statement from the — you should see transaction detail there — to see the verification code, you can see the transaction detail directly from your transaction history in your bank account. My card is issued by , anyway. I simply logged in to my banking account, see the credit card transaction history, and found the 4-digit verification code there.
After that, I just need to login to my Paypal account provide the verification code. Easy.