Akhirnya, Ada Kabar tentang Pengembalian Dana dari AirAsia Indonesia

AirAsia di Bandara Adisutjipto (JOG)

Karena beberapa minggu sejak saya mengajukan klaim pengembalian dana (refund) atas penerbangan dengan AirAsia Indonesia yang saya batalkan tidak ada kabar, saya kira proses mungkin saja memang tidak dapat dijalankan.

Apalagi pembatalan tersebut bisa dikatakan sangat mepet dengan jadwal penerbangan. Seingat saya, saya bahkan membatalkan penerbangan di hari yang sama dengan jadwal penerbangan saya di bulan Maret 2020. Jadi, kalaupun ini tidak berhasil diproses ya tidak mengapa.

Ketika bulan Juni 2020 lalu AirAsia membuka beberapa rute penerbangan domestik, status klaim pengembalian dana saya juga belum ada perubahan. Masih dalam status “sedang diproses”. Bahkan, ketika AirAsia mengumumkan transformasi mereka menjadi ‘super app’ di bulan Oktober 2020, juga tidak ada perubahan.

Nominal tiket penerbangan saya saat itu sektiar Rp1.400.000. Jumlah yang lumayan juga sebenarnya.

Tapi, saya juga cukup paham bahwa dunia aviasi atau pariwisata sangat terkena dampaknya. Dunia aviasi jelas sangat memegang peranan penting, karena langsung terkait dengan sektor bisnis lainnya. Mobillitas orang berkurang, banyak bisnis juga tidak berjalan secepat sebelumnya. Dunia pariwisata termasuk perhotelan, pasti juga kena dampaknya.

Thai Airways juga menjajaki bisnis restoran dan pa tong go karena pandemi yang terus menghantam ini.

Jadi, saya mungkin salah satu dari ratusan ribu, atau bahkan jutaan orang yang dengan berbagai kasus berurusan dengan maskapai. Pemrosesan kasus tentu saja mengalami kenaikan yang luar biasa. Sangat luar biasa. Bagian terbaruk untuk kasus saya adalah klaim tidak dapat diproses, dan saya menerimanya.

Namun, hari ini (14 Januari 2021), saya mendapatkan telepon dari AirAsia Indonesia. Saya pikir, mungkin bagian pemasaran yang menawarkan paket, promo, atau informasi saja. Tapi, ternyata bukan.

Singkatnya, telepon itu memberitahuan mengenai perbaruan status klaim tiket saya. Nominal refund saya dapat diproses, dan akan dikembalikan sebagai kredit akun untuk dapat saya gunakan untuk pemesanan tiket di masa mendatang.

Tapi, saya mungkin sampai dengan akhir tahun belum tentu akan bepergian. Mengenai tenggang waktu pemakaian kredit, ternyata cukup lama yaitu 2 (dua) tahun sejak kredit ditambahkan ke akun saya. Dan, ini dapat digunakan untuk pembelian tiket kemana saja, dan untuk penumpang siapa saja. Kalau total pembelian lebih dari kredit, saya hanya perlu membayar selisihnya. Dan, jika pembelian kurang dari kredit saya, maka sisa kredit akan tetap ada di akun saya.

Sebenarnya ada juga pilihan utnuk dikembalikan secara transfer bank, tapi proses ini akan memakan waktu sangat lama. Kalau tidak salah dengar, paling cepat mungkin dalam jangka waktu 6 (enam) bulan.

“Kalau tidak terbang dalam jangka waktu 2 (dua) tahun ke depan, lalu buat apa kredit akunnya?”

Ya, mungkin pembelian nanti bukan untuk saya. Saya juga belum pastikan, apakah kredit akun bisa digunakan untuk layanan pembelian lain di situs AirAsia.com misal pemesanan hotel, atau pembelian jasa lainnya. Kalau bisa, ya mungkin bisa nanti digunakan untuk ini.

Saat saya menulis ini, kredit akun memang belum ditambahkan, tapi bagaimana AirAsia Indonesia menyelesaikan kondisi ini, saya rasa layak untuk diapresiasi.

Terima kasih, AirAsia Indonesia.

Pengalaman Penjualan Kembali Logam Mulia Antam

Beberapa tahun lalu, sewaktu bekerja di Jakarta, bersama dengan beberapa rekan kerja saya ikut dalam arisan emas. Ini berlangsung beberapa waktu dan berakhir ketika semua sudah menang.

Saya tidak ingin melakukan klaim bahwa emas adalah salah satu investasi terbaik untuk saya atau tidak. Di akhir tahun 2017 ini, saya memutuskan untuk melakukan penjualan emas. Seluruh emas (dalam satuan 10 gram) tersebut langsung dibeli di Antam (di Jakarta). Namun karena saya berdomisili di Jogjakarta, jadi saya memilih untuk menjual kembali ke Antam pula.

Di Jogja, ternyata ada Butik Emas LM Yogyakarta yang ada di Jl. Adisutjipto, sebelah barat Lippo Plaza Yogyakarta. Informasi dibawah ini ketika melakukan transaksi di Butik Logam Mulia Antam Jogjakarta.

Sebelum Melakukan Penjualan Kembali

Kali pertama datang, saya sudah membawa keping emas yang ingin saya jual. Beberapa hal yang mungkin dapat dipersiapkan/diketahui dulu sebelum datang.

  • Pastikan logam emas dalam kondisi bersih dari noda apapun. Ada sebagian yang saat itu lupa saya belum periksa ada bekas selotip. Antam hanya akan menerima emas dalam kondisi bersih. Jadi saat itu, saya putuskan untuk membatalkan transaksi.
  • Sediakan waktu untuk menerima pembayaran. Tidak ada transaksi tunai di Antam. Semua akan dilakukan dengan transfer melalui rekening bank (BCA, Mandiri, dan bank lain saya agak lupa apa saja). Uang hasil penjualan akan ditransfer sekitar 3-4 hari. Paling cepat kalau tidak salah melalui bank Mandiri.
  • Jual bersama sertifikat pembelian. Saat dulu membeli, ada sertifikatnya. Kalau tidak ada, ada pengurangan nilai — kalau tidak salah — Rp5.000,- per gram.
  • Datang selain hari Sabtu. Walaupun hari Sabtu dan Minggu buka, namun transaksi penjualan tidak dapat dilakukan di hari tersebut.
  • Bawa kelengkapan identitas seperti KTP dan NPWP. Identitas ini diperlukan karena seluruh transaksi akan ada pajak. Dan, harga ada perbedaan jika NPWP atau tidak.