Melihat Hong Kong

Ketika mengikuti acara Friday Movie Mania yang diadakan oleh simPATI awal bulan Juli ini, terus terang diawal saya tidak tahu banyak tentang Hong Kong. Bahkan, bisa dikatakan saya tidak mencoba mencari tahu tentang Hong Kong sebelum keberangkatan. Ya, paling tidak perjalanan kali ini bisa dikatakan lebih santai — terlepas dari jadwal yang sebenarnya lumayan padat. Saya menganggap lebih santai karena hal-hal terkait dengan perjalanan sudah disiapkan oleh penyelenggara.

Kesan Pertama tentang Hong Kong

Acara nonton bareng Transformers 3 yang menjadi agenda utama diadakan di hari kedua. Agenda lain adalah mengunjungi beberapa tempat yang ada di Hong Kong, dan termasuk acara bebas yang lebih banyak dimanfaatkan untuk berjalan-jalan melihat beberapa tempat disekitar penginatap di daerah Causeway Bay.

Ketika menginjakkan kaki di Hong Kong International Airport, kesan pertama yang saya lihat adalah Hong Kong itu tertib dan bersih. Arsitektur bandara misalnya. Walaupun waktu itu bandara sudah cukup sepi, tapi saya merasakah kesan yang nyaman. Lampu masih menyala dengan cukup terang, tidak terkesan suram.

Saya perokok, dan melihat tanda larangan merokok — termasuk denda larangan merokok sempat membuat nyali ciut juga.

Ya, 5.000 Hong Kong Dollar (sekitar 5,5 juta rupiah) adalah denda maksimum yang akan dihadiahkan untuk pelanggar aturan ini. Saya tidak mencari info lebih lanjut tentang ini. Pokoknya, jangan merokok sembarangan. Dan, satu hal yang lebih penting: saya tidak berkeinginan untuk mencobai mekanisme membayar denda. :D

Jalan-jalan dan Nonton Bareng Transformers 3 di Hong Kong Bersama simPATI

Minggu lalu, tanggal 7-10 Juli 2011, saya berkesempatan untuk ikut jalan-jalan ke Hong Kong dalam rangkaian acara nonton bareng Transformers 3: Dark of the Moon. Acara ini diadakan oleh simPATI dengan mengajak beberapa narablog, jurnalis, pemenang kuis, termasuk juga beberapa pengguna media sosial. Tulisan ini adalah tulisan pertama, dan saya akan coba sampaikan secara garis besar cerita perjalanan saya ke Hong Kong.

Dan, walaupun perjalanan disponsori oleh simPATI, saya akan coba tulisan dengan subyektif menurut apa yang saya temui selama disana. :)

5934373156_248cdd6f35_b

Perjalanan ke Hong Kong

Perjalanan ke Hong Kong dimulai dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, tepatnya dari Terminal 2E. Saya sudah kenal dengan beberapa orang yang ikut dalam rombongan, tapi lebih banyak yang belum kenal. Jadi kesempatan ini juga sekaligus menambah kenalan baru. Setelah mendapatkan informasi singkat tentang keberangkatan, akhirnya rombongan bergerak menuju ke ruang tunggu bandara.

Podcast, videoblog and Pesta Blogger

Okey, let’s make it short. I have started a podcast channel and videoblog few days ago. If you visit my blog, you might have seen in on the sidebar. The reason was pretty simple: I like doing it, and I enjoy it. :)
Just go to my podcast channel and videoblog. About Pesta Blogger 2008 — I will join it! — you can listen to foreign bloggers’ comment during their trip to Indonesia few days ago. Some videos are also available.
I will be going to Jakarta this evening using Mandala Airlines with Lala, depart from Adisutjipto International Airport at 5:15 PM. If you subscribe to my blog, you probably did not get updates from my feed. I’m enjoying Twitter very much now.
Have a nice weekend all, and… Jakarta, I’m coming!

Airport Scanners Will Show Genitals (Australia)

A new security scanner being tested in Australia can see through clothing and is being described as a “virtual strip search.”

What’s what the news said (via BuzzFeed). It’s on trial in Sydney, Melbourne and Adelaide airports from this month.
From to AOL Australia:

“It does see through clothing, but it’s not a photographic image, it’s a low-energy X-ray that reflects off the skin,” said Cheryl Johnson, general manager of the Office of Transport Security.
“It will show the private parts of people, but what we’ve decided is that we’re not going to blur those out, because it severely limits the detection capabilities. It is possible to see genitals and breasts while they’re going through the machine, though.”
“The faces are automatically blurred and … it’s only a chalk-style outline, it’s not as invasive as some of the other equipment that we’ve got,” she said.