Biaya Transaksi Kartu Kredit yang Tidak Asyik

Ketika minggu lalu berbelanja di Terminal Bangunan untuk membeli beberapa kebutuhan renovasi kecil rumah, saya bermaksud melakukan pembayaran menggunakan kartu kredit BNI. Saat itu tidak ada promo untuk pembayaran kartu, jadi mendapatkan promo bukan alasan.

Jumlah transaksi saya saat itu sekitar Rp1.000.000. Saya tidak melihat informasi bahwa pembayaran bisa dilakukan menggunakan cicilan 0% kartu kredit. Walaupun, bisa saja saya nanti konversikan pembayaran penuh kartu kredit menjadi cicilan, atau mungkin malah sebaliknya.

“Pak, untuk pembayaran dengan kartu kredit akan dikenakan biaya transaksi sebesar 1,8%”, begitu kurang lebih yang disampaikan oleh petugas kasir yang melayani saya. Jumlahnya tidak terlalu besar memang, tapi kenapa musti ada potongan? Saya tentu saja ingin memanfaatkan kondisi bahwa saya punya kartu kredit. Tapi, sepertinya hari itu keinginan saya batalkan dengan akhirnya menggunakan pembayaran dengan kartu debit.

Membeli Bahan Bangunan dan Layanan Antar Melalui Terminal Bangunan

Saya tahu Terminal Bangunan sebagai salah satu tempat untuk membeli kebutuhan terkait dengan bahan bangunan dan kebutuhan lain untuk rumah belum lama. Hal ini karena lokasi dimana saya sering bepergian tidak melewati lokasi Terminal Bangunan yang ada di Jalan Kaliurang. Kadang, saya hanya mengunjungi tempat seperti BJ Home di area Blok O, Janti dan juga Matahari Jaya di Jalan Parangtritis.

Saya tidak mengecek perbandingan harga produk yang banyak. Namun, untuk harga saya menjumpai kalau Terminal Bangunan menawarkan harga yang sedikit lebih murah. Untuk barang seperti lampu Philips LED, keramik lantai, dengan merek yang sama harga lebih murah antara Rp5.000 sampai Rp10.000. Walaupun, sekilas saya melihat untuk barang yang dijual tidak selengkap BJ Home.

Dalam beberapa kali kesempatan — oh ya, tidak ada biaya parkir di Terminal Bangunan –, saya membeli barang seperti lampu Philips LED, lem silikon, dan juga floor drain atau saringan kamar mandi. Masih terkait dengan agenda untuk pindah rumah, saya dan istri memutuskan untuk sedikit menambah kegiatan renovasi dengan mengganti lantai kamar mandi. Keputusan ini datang belakangan justru setelah selesai melakukan pengecatan. Agak di luar rencana, tapi mumpung belum ada barang yang masuk, dan mengurangi keribetan dan kekotoran nantinya jadi diputuskan untuk sedikit menunda kepindahan dan fokus mengganti lantai kamar mandi terlebih dahulu.

Lantai kamar mandi yang ada berwarna putih dan warnanya sudah tidak terlalu bersih lagi. Dan, ini sekaligus malah untuk melakukan pengecekan kondisi apakah ada air yang merembes atau bocor, terutama untuk kamar mandi yang ada di lantai dua.

Continue reading “Membeli Bahan Bangunan dan Layanan Antar Melalui Terminal Bangunan”

Pemasangan Koneksi Internet CitraNet Infinite

Akhirnya, rencana untuk melakukan pemasangan koneksi dari CitraNet untuk paket Infinite 10 sudah selesai juga. Koneksi yang saya pilih ini mungkin menjadi pilihan yang paling masuk akal. IndiHome dari Telkom bukan menjadi pilihan utama, Biznet Home Internet juga belum tersedia.

Setelah melakukan konfirmasi, beberapa petugas yang melakukan pemasangan datang ke tempat saya. Ternyata, saya baru tahu bahwa untuk koneksi serat fiber (fiber optic) yang digunakan bukan milik CitraNet, tapi dari jaringan milik FiberStar. Jadi, ada dua “tim” yang melakukan instalasi: dari FiberStar dan CitraNet. Saya sendiri tidak masalah. Kontrak untuk layanan hanya antara saya sebagai pelanggan dan CitraNet sebagai penyedia layanan.

Saya tidak begitu ingat berapa lama total proses instalasi sampai dengan koneksi bisa dipergunakan. Tapi mungkin sekitar dua sampai tiga jam total waktu yang dibutuhkan. Ini juga karena proses penarikan kabel dari jalur yang sudah ada menuju ke tempat dimana modem dan akses poin akan diletakkan.

Saya sendiri memilih untuk tidak membuat jalur khusus untuk kabel yang masuk ke dalam rumah. Sedangkan, saya ingin juga agar koneksi wifi yang ada juga dapat menjangkau seluruh area rumah. Setelah mempertimbangkan beberapa situasi, akhirnya perangkat internet diletakkan di lantai dua, dekat tangga. Harapannya, dari titik ini koneksi dapat dijangkau di seluruh area rumah, dan kabel dari luar dapat menjangkau area alat dengan mudah juga.

Setelah seluruh proses selesai, saya coba untuk mengetes koneksi internetnya. Saat saya coba, semua lancar. Hasil speedtest juga mendapatkan kecepatan sesuai dengan paket. Semoga ke depannya juga tetap seperti ini. Saya coba dari lokasi lain, memang ada sedikit penurunan performa. Di area bawah lantai satu misalnya, koneksi tidak terlalu cepat, tapi masih dapat saya terima. Di teras rumah juga kurang lebih sama. Mungkin nanti dicoba untuk memindahkan akses poin ke lokasi yang lebih strategis.

Tertinggal KTP di Whiz Prime Pajajaran Bogor

Ketika awal bulan lalu mengunjungi Bogor, ada satu hari dimana saya menginap di Whiz Prime Hotel Pajajaran Bogor. Saya melakukan pemesanan melalui Booking.com dan mendapatkan pengalaman yang positif selama saya menginap. Lokasi cukup strategis, di depan hotel ada Circle K, dan tidak jauh dari tempat makan juga. Proses check-in dan check-out juga cepat.

Beberapa hari setelahnya, saya menginap di tempat lain di Bogor, tidak jauh dari Kebun Raya Bogor. Saya pulang ke Jogjakarta melalui Soekarno-Hatta (CGK); dengan menggunakan bis Damri dari Bogor.

KTP Tertinggal!

Ketika hendak masuk ke ruang tunggu, saya agak panik karena tidak menemukan KTP saya. Saya coba ingat-ingat kembali dimana kali terakhir saya mengeluarkan KTP. Setelah yakin bahwa terakhir kali KTP saya keluarkan dari dompet ketika check-in di Whiz Prime untuk dipindai, saya langsung coba hubungi melalui telepon ke +62 251 756 0088. Beberapa kali percobaan, gagal.

Saya lanjutkan untuk masuk ke ruang tunggu dengan menggunakan SIM sebagai identitas pengecekan di bandara. Lalu saya coba lagi. Ada nada sambung, tapi telepon saya tidak diangkat. Saya pastikan kembali apakah nomor sudah benar.

Entah percobaan ke berapa, akhirnya saya terhubung dengan operator. Saya sampaikan keperluan saya, operator yang bertugas saat itu — saya lupa namanya siapa — meminta nomor telepon saya dan diberitahu kalau akan dihubungi kembali.

Sampai dengan saya kembali ke Jogja dan beberapa hari berikutnya, saya tidak mendapatkan informasi balasan. Saya coba telepon lagi, dan gagal lagi. Setelah beberapa percobaan lagi, saya terhubung dengan operator — yang kalau tidak salah namanya Dilang — dan diberitahu kalau ada KTP atas nama saya yang benar tertinggal.

Lega. Karena saya sempat membayangkan keribetan yang mungkin akan saya alami dalam mengurus kehilangan dan penggantian KTP. Kemudian saya diminta untuk mengirimkan detil mengenai alamat pengiriman KTP untuk diproses.

Setelah beberapa hari, saya akhirnya mendapatkan kembali KTP milik saya dikirim melalui JNE ke Jogja. Biaya pengiriman saya kirim melalui transfer bank. Saya sendiri yang sejak awal memang meminta untuk menanggung biaya pengirimannya. Terima kasih Whiz Prime Pajajaran Bogor!

Menunggu Layanan Internet Citranet Infinite

Rencana untuk menggunakan layanan internet dari CitraNet akhirnya saya lanjutkan dengan menghubungi bagian pemasaran untuk melakukan survei terlebih dahulu. Saya tidak terlalu terburu-buru, karena masih ada pekerjaan renovasi kecil di rumah.

Setelah dilakukan survei, jaringan tersedia tinggal menunggu dari saya kapan akan dilakukan instalasi. Total biaya untuk instalasi dan langganan paket Infinite 10 (kecepatan 10 Mbps) adalah sebagai berikut:

Registrasi dan instalasi: Rp750.000,-
Abonemen bulan pertama: Rp300.000,-
Access Point: Rp300.000,- (akan menjadi milik pribadi)
Sub-total: Rp1.350.000,-
Grand total (setelah pajak 10%): Rp1.485.000,-

Awalnya saya ingin langsung pesan saja, namun karena pemesanan di tengah bulan (Mei) ternyata tagihannya tidak dihitung secara prorata, saya minta pemasangan untuk dilakukan sehingga tagihan pertama dihitung di awal bulan depan (Juni). Jadi, mari kita tunggu saja.

Catatan: Harga di atas adalah harga yang saya peroleh dari bagian pemasaran saat tulisan ini dibuat. Saya tidak mendapatkan kompensasi atas publikasi artikel ini, dan tidak ada kerjasama dalam penulisan karena ini merupakan pengalaman pribadi.

Pengalaman Seputar Penutupan Deposito BCA

Berbeda dengan deposito BNI yang saya buka dan tutup secara daring (online), deposito BCA yang saya miliki adalah deposito dengan bilyet sebagai bukti kepemilikan. Deposito saya buka sekitar enam tahun lalu.

Untuk melakukan pencairan dana deposito BCA, mekanismenya menurut saya cukup mudah, walaupun tidak semudah ketika menggunakan layanan secara daring.

Oh ya, saya bukan ahli dalam bidang keuangan, jadi disini saya tidak akan membandingkan produk investasi yang paling menguntungkan atau sesuai dengan kebutuhan. Sekadar untuk berbagi informasi saja.

Berikut beberapa informasi mengenai kepemilikan deposito saya.

Continue reading “Pengalaman Seputar Penutupan Deposito BCA”

Pengalaman Membuka dan Menutup Deposito Online BNI

Saya lupa kapan kali pertama saya membuka rekening deposito di BNI, mungkin sekitar dua tahun lalu, atau lebih. Cuma satu hal yang saya ingat adalah bahwa saya melakukannya secara daring (online). Dan, prosesnya sangat sederhana.

Membuka Rekening Deposito BNI

Seluruh proses saya lakukan melalui halaman internet banking BNI dan tidak terlalu bertele-tele. Sebelum membuka rekening deposito, berikut beberapa catatan (sumber):

  • BNI mensyaratkan untuk pembukaan rekening deposito, kita harus memiliki dana untuk setoran awal deposito sebesar minimal 10 juta.
  • Untuk jangka waktu, bisa dipilih sesuai kebutuhan. Saat itu, saya memilih jangka waktu 3 (tiga) bulan, karena deposito saya gunakan sebagai cadangan dana yang sewaktu-waktu saya bisa ambil juga.
  • Karena dilakukan secara daring, maka saya juga tidak mendapatkan bilyet sebagai bukti fisik kepemilikan deposito.

Proses pembukaan rekening dapat diakses melalui menu Layanan Lainnya, kemudian pilih Permohonan Layanan lalu Rekening Deposito — Buka Rekening Deposito. Setelah itu, lanjutkan dengan mengisi formulir yang tersedia. Setelah selesai semua, maka rekening deposito Anda akan siap secara instan.

Continue reading “Pengalaman Membuka dan Menutup Deposito Online BNI”

JOTUN 1859 Identity dan 1876 Wild Earl

Karena tukang yang mengerjakan pekerjaan pengecatan sudah ada, dan pilihan cat harus segera diputuskan, akhirnya pencarian pilihan merk dan warna cat selesai juga.

JOTUN menjadi pilihan utama merek cat yang digunakan. Pengecatan langit-langit saya gunakan Dulux Pentalite Ceiling. Untuk bagian interior, saya dan istri sepakat memilih JOTUN Majestic True Beauty Matt dengan pilihan warna 1876 Wild Earl. Sedangkan bagian eksterior, kami memilih Jotashield Colour Extreme dengan warna 1859 Identity.

Warna lain sebagai aksen tambahan belum diputuskan. Saya prioritaskan untuk dua cat tersebut karena jumlahnya yang cukup banyak.

Catatan: Tulisan diatas bukanlah tulisan berbayar atau promosi, dan saya tidak memiliki afiliasi atau kerjasama apapun dengan Jotun Indonesia ataupun Dulux. Seluruh biaya yang muncul atas pembelian produk adalah biaya pribadi.

Alternatif Koneksi Internet Selain Biznet dan IndiHome

Salah satu yang perlu saya persiapkan dan antisipasi terkait dengan rencana berpindah lokasi hunian adalah ketersediaan koneksi internet. Ini penting, karena saya dan istri memiliki dependensi cukup besar untuk koneksi internet sebagai salah satu faktor penting untuk bekerja.

Koneksi Provider Telko Tidak Stabil

Sementara, saya mungkin bisa menggunakan koneksi melalui tethering dari ponsel saya. Namun sayang, koneksi yang saya gunakan dari XL Axiata tidak begitu stabil. Di depan rumah, koneksi lumayan, tapi ketika masuk ke dalam rumah, termasuk ke lantai dua, koneksi kadang ada, kadang hilang. Ada sinyal, tapi koneksi data tidak dapat digunakan.

Kalau masuk ke bagian lain yang lebih tertutup dinding, sinyalnya lebih parah lagi. Seingat saya, koneksi Telkomsel yang digunakan oleh istri saya agak mendingan, walaupun kadang susah sinyal juga.

Saya belum coba operator selular lain sebagai opsi. Karena opsi tersebut mungkin akan menjadi opsi sementara saja. Sedangkan saya butuh koneksi yang tidak memakai kuota. Tidak terlalu cepat seperti Biznet yang saya gunakan di rumah yang penting stabil.

Opsi Penyedia Koneksi Internet

Biznet Home Internet belum masuk ke area perumahan kami. IndiHome sempat menjadi opsi, apalagi ketika saya cek secara daring untuk cakupan wilayah, tempat tinggal saya bisa mendapatkan layanan. Terakhir menggunakan koneksi IndiHome untuk rumah adalah sekitar Mei 2017.

Tapi, saya tidak terlalu ingin menggunakan koneksi IndiHome. Di kantor saja, koneksi IndiHome sering kali bermasalah. Cukup cepat, tapi tidak stabil sama sekali. Ketika saya tanyakan ke club house perumahan saya, katanya jaringan fiber optic milik Telkom malah belum tersedia.

Dari yang semula ‘ya sudah kalau tidak ada pilihan selain IndiHome, apa boleh buat’ menjadi ‘terus pilihannya apa?’. Saya coba lagi mencari informasi, katanya untuk koneksi internet di perumahan ada layanan dari Citranet dengan nama layanan Citranet Infinite dengan koneksi fiber optic. Soal harga, tidak jauh beda dengan IndiHome dan Biznet Home. Tidak ada layanan tambahan seperti tv cable, tapi tak apa karena saya juga jarang nonton tv.

Saya sudah sempat tanyakan ke bagian pemasaran untuk pemasangan, dan ternyata beberapa rumah sudah aktif menggunakan layanan ini. Tinggal area saya saja yang perlu dilakukan survey. Kalau memang bisa mendapatkan layanan, sepertinya tak perlu menunggu lama berlangganan setelah proses renovasi kecil rumah selesai.

Menentukan Pilihan Cat Interior dan Eksterior

Di awal Januari 2018 lalu, saya menuliskan sedikit tentang pengalaman mencari hunian di Jogjakarta. Puji Tuhan, kami diberikan kepercayaan untuk mengelola berkat berupa hunian yang masuk dalam kriteria dan harapan kami.

Sebelum akhirnya mulai menempati rumah — saat saya tulis cerita ini kami juga belum pindahan — salah satu agenda yang menurut kami perlu dilakukan adalah melakuan pengecatan ulang untuk bagian dalam dan luar rumah.

Memilih warna bukan hal yang cukup mudah, walaupun sudah ada beberapa alternatif. Namun, memilih jenis cat yang digunakan juga tak kalah sulit. Ada beberapa pertimbangan dalam kondisi kami:

Continue reading “Menentukan Pilihan Cat Interior dan Eksterior”

Bis Damri Dari Bogor Ke Bandar Udara Soekarno-Hatta (CGK)

Sebelumnya, saya menggunakan Damri dari Halim Perdanakusuma (HLP) ke Bogor. Namun, saya meninggalkan Bogor untuk kembali ke Jogja tidak melalui Halim Perdanakusuma melainkan dari Bandar Udara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten.

Jaraknya bahkan lebih jauh dibandingkan menuju Halim Perdanakusuma. Dengan pertimbangan ini pula, saya kembali menggunakan jasa layanan transportasi Damri.

Saya berangkat dari terminal Damri yang ada di kawasan Botani Square sekitar pukul 14:00 WIB di hari Jumat. Sore itu, saya lihat beberapa armada yang berangkat tidak terlalu ramai. Menurut informasi dari jadwal keberangkatan, Damri dari Bogor ini paling pagi berangkat pada pukul 02:00 WIB menuju Soekarno-Hatta.

Continue reading “Bis Damri Dari Bogor Ke Bandar Udara Soekarno-Hatta (CGK)”