Mendapatkan Layanan Telemedisin Kemenkes (November 2022)

Photo by AlteredSnaps

Hal pertama yang saya lakukan ketika mendapati kondisi bahwa saya terpapar COVID-19 adalah mencari obat atau vitamin yang membantu penyembuhan. Walaupun, kondisi sudah lengkap dan booster akan membantu, namun kalau memang ada tambahan obat atau vitamin, kenapa tidak?

Saya hanya pernah membaca pengalaman mereka yang pernah mencoba mendapatkan paket layanan telemedisin dari Kementerian RI. Ada yang bilang lancar, ada yang bilang lambat. Dan, saya putuskan untuk mencoba mendapatkannya.

Cek status dan Konsultasi

Laman yang langsung saya tuju adalah laman Layanan Telemedisin Isoman COVID-19 Kementrian Kesehatan RI. Di halaman Panduan, informasi sudah tercantum dengan cukup jelas. Saya baca terlebih dahulu, dan hal yang pertama saya lakukan adalah pengecekan NIK.

Berbekal NIK ini, akan ditentukan apakah hasil pemeriksaan sudah ada ada dalam layanan ini atau belum. Saya masukkan NIK saya, ternyata NIK saya ditemukan, lengkap dengan status bahwa saya masuk dalam kriteria untuk mendapatkan layanan telemedisin.

Sesuai instruksi, saya lakukan konsultasi secara daring melalui aplikasi. Saya pakai aplikasi Halodoc, karena beberapa opsi yang sudah ada, Halodoc memang cukup sering saya gunakan.

Konsultasi berlangsung secara cepat, dan saya mengikuti saja instruksinya. Biaya yang saya keluarkan untuk konsultasi termasuk sangat murah, dengan ada diskon dan potongan, saya akhirnya hanya membayar Rp2.000,- saja.

Setelah diskusi pendek, saya mendapatkan resep secara digital. Resep ini akhirnya saya langsung di ponsel dan saya unggah pada menu Tebus Resep di laman layanan Telemedisin Isoman.

Saya mendapatkan Paket Obat B yang berisi Fapivirapir 200 mg, vitamin C dan D, serta paracetamonol (yang hanya dikonsumsi jika dirasa perlu saja).

Proses yang sama untuk menebus obat saya lakukan untuk ART saya. Untuk istri, akhirnya kami belum sempat memanfaatkan layanan ini, karena NIK belum/tidak ditemukan dalam laman tersebut.

Untuk ART, saya gunakan aplikasi Alodokter di hari berikutnya, dan mengikuti proses yang kurang lebih sama. Tapi, oleh dokter di Alodokter, yang didapatkan adalah Paket Obat A yang berisi multivitamin saja.

Karena secara prinsip gejala tidak ada yang serius, ya kami sudah bersyukur sekali karena bisa menebus dengan gratis.

Pengiriman Obat

Saya memilih opsi pengiriman yang semoga lebih cepat, yaitu dengan metoda pengambilan di Kimia Farma. Karena, ada beberapa apotek Kimia Farma yang berlokasi tidak jauh dari rumah.

Tidak sampai sekitar 6 jam — tapi saat itu saya sudah terlanjur tidur dan tidak cek ponsel — saya ternyata sudah mendapatkan notifikasi melalui dari Kemkes RI yang menginformasikan bahwa paket telemedisin sudah siap diambil di apotek Kimia Farma, dengan informasi cara pengambilan dan nomor ponsel apotek.

Hanya saja, tidak disebutkan Kimia Farma yang mana. Jadi, ketika pagi hari saya akhirnya cari nomor ponsel apotek tersebut dan mendapati bahwa obat saya ada di salah satu apotek Kimia Farma, yang ternyata lokasinya cukup jauh. Tapi, karena masih dapat dijangkau oleh layanan kurir — saat itu saya menggunakan GrabExpress — hal ini tidak terlalu menjadi masalah.

Setelah saya berkomunikasi melalui WhatsApp dengan pihak apotek, saya langsung memesan GrabExpress untuk mengambil pesanan. Dan, paket telemedisin saya terima dengan baik.

Untuk ART saya, saya gunakan pilihan pengantaran oleh Kemenkes, jadi dengan harapan paket telemedisin bisa langsung datang ke rumah. Dan, ternyata prosesnya juga cukup cepat. Paket datang langsung ke rumah dalam 24 jam!

Terima kasih, Kemenkes!

Secara umum, saya mendapatkan layanan yang sangat baik terkait telemedisin dari Kementerian Kesehatan RI. Semua fitur yang ada berjalan dengan baik. Mengenai data NIK istri saya yang tidak muncul, ini sepertinya lebih terkait dari sisi lab tempat kami periksa yang memerlukan waktu untuk kirim data. Oh ya, istri saya baru kali pertama kemarin melakukan pemeriksaaan di lab.

Sekali lagi, terima kasih !