Kolektif dan Individu

Kondisi bahwa manusia (hampir) selalu berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya menjadikan banyak hal yang melekat/memengaruhi. Kondisi ini kadang menjadikan kita — sebagai manusia — mendapatkan predikat atau kesan sesuai dengan apa yang ada di sekitar. Kalau berada dalam lingkungan yang oleh orang kebanyakan dianggap baik atau menarik, tentu bisa menjadikan sebuah keuntungan. Paling tidak, kita tidak berada dalam sebuah konsep persepsi yang kurang baik.

Misalnya, dalam konteks pekerjaan. Dalam sebuah pekerjaan (dalam hal ini tim/perusahaan), prestasi sebuah tim akan melekat pada masing-masing individu. Suka atau tidak, walaupun tidak seluruh individu yang ada di dalamnya terlibat dalam kesuksesan/prestasi tersebut.

“Wah, kamu yang kerja di perusahaan A yang keren itu ya?”, atau “Orang itu pasti hebat, karena dia dari perusahaan yang hebat pula!”

Namun, kadang nilai dari individu tidak selalu dilihat secara kolektif. Dalam kondisi tertentu, semua harus dipertanggungjawabkan secara pribadi. Setiap individu harus mampu menunjukkan kualitas dan peran yang sebenarnya. Tak jarang, mungkin kondisi bahwa individu dihadapkan pada pertanyaan yang cukup sulit. “Apa peran Anda dalam keberhasilan/prestasi kelompok tersebut?”, “Anda tentu tahu dengan [isi topik disini] karena Anda berada dalam tim yang hebat, bukan?”

Disini, suka atau tidak, kita tidak dapat bersembunyi dibalik keberhasilan orang lain. Kita sendirian memperjuangkan, dan menunjukkan siapa diri kita sebenarnya. Seperti menelanjangi diri sendiri, dengan kelebihan dan kekurangan. Tidak menjadi soal ketika memang kita tahu bahwa kita memang memiliki kontribusi dalam keberhasilan kelompok/kolektif. Sialnya adalah kalau ternyata tidak. Sialnya, kalau ternyata sebenarnya bahwa kita tidak memberikan kontribusi atau bahkan tidak melakukan apapun. Sialnya, kalau selama ini tidak sadar bahwa nilai/value diri kita hanyalah efek dari keberhasilan orang-orang disekitar kita saja.

Baca juga:  Batas Penarikan ATM dan Biaya Administrasi BCA

Pada akhirnya, kadang kita hanya akan sendiri dengan apa yang kita miliki.