Belajar Matematika dengan Cara Belanja di Salah Satu Gerai Alfamart

Saya cukup beruntung karena tempat kerja saya, berada dalam lokasi yang cukup strategis. Salah satunya adalah karena berada di sekitar toko/gerai mini market. Sehingga, untuk membeli beberapa barang atau kebutuhan pribadi jadi lebih mudah.

alfamart-1927401247124

Gerai Alfamart dan Indomaret berada tidak jauh satu sama lain, cuma karena memang secara jarak Alfamart lebih dekat, dan juga sering saya lalui, jadi saya memang lebih sering belanja di sana.

Mungkin cukup banyak mengalami salah satu pengalaman belanja dengan melibatkan uang kembalian yang kadang tidak diterima secara utuh. Tak jarang, pihak kasir “menawarkan” apakah kembalian bisa disumbangkan. Ada yang meminta secara halus, ada pula yang kadang malah tanpa bilang apapun langsung saja tidak mengembalikan. Ya, memang beberapa tidak mempermasalahkan uang kembalian Rp 100,-, atau bahkan Rp 200,-. Saya salah satu yang lebih sering tidak mempermasalahkan. Kalaupun itu diambil untuk kepentingan pribadipun, saya lebih mikir itu urusan dia. Yang salah adalah dia, yang dosa adalah dia.

Hari ini, saya belanja di salah satu gerai Alfamart tempat biasa saya beli. Kasir yang melayani saya kebetulan (seingat saya) adalah pegawai baru. Mungkin saja bukan pegawai baru, cuma saya hampir tidak pernah lihat saja. Cuma, saya rasa untuk urusan berhitung, pegawai sudah mendapatkan pelatihan. Ya, paling tidak berhitung dengan cukup baik.

Jadi, saya membeli dua bungkus rokok dengan total belanjaan Rp 31.200. Saya membayar dengan menggunakan satu lembar pecahan Rp. 100.000,-. Berapakah kembalian yang harus saya terima? Kalau hitungan saya tidak salah kembalian yang harus saya terima adalah Rp. 68.800,-

Kasir menanyakan apakah saya punya uang Rp. 200,-. Perkiraan saya, ini untuk mempermudah supaya kasir dapat memberikan kembalian sebesar Rp 69.000,-

Baca juga:  Hal-hal seputar merokok di Hong Kong

Tapi, saya kebetulan tidak punya uang Rp 200,-, tapi ada kalau koin pecahan Rp 500,-.  Tak lama kemudian, kasir tersebut meminta apakah saya ada uang Rp 1.000,- (dan saya turuti, walaupun saya sudah agak heran atas permintaan ini). Saya jawab ada. Jadi saya berikan uang sebesar Rp 1.000,- tersebut. Dan, setelah selesai berhitung, saya mendapatkan uang kembalian sebesar Rp 69.000,- dengan perincian: 1 lembar uang Rp 50.000,-, 1 lembar uang Rp 10.000,- 1 lembar uang Rp 5.000,- dan 2 lembar uang pecahan Rp 2.000,-

Selamat berhitung!

Catatan: Saya tidak mendapatkan struk belanjaan. Karena saat itu mungkin masih pagi (sekitar jam 08.30. Jadi, kasir mungkin belum siap. Karena saya lihat pembali sebelum saya juga (kalau tidak salah) tidak mendapatkan juga struk pembayarannya. Tulisan ini saya tulis sebagai cerita pengalaman berbelanja. Secara umum saya senang berbelanja di tempat tersebut, cuma kali ini pengalaman belanja tidak begitu menyenangkan. Itu saja. Semoga lain kali kasirnya lebih teliti dalam berhitung.