Perbedaan Layanan Cek Garansi Aki di Shop and Drive

Sejak saya mengganti aki kendaraan saya melalui Shop and Drive di awal tahun lalu, saya berusaha memanfaatkan fasilitas garansi aki yang saya beli.

Pengalaman melakukan pengecekan aki pertama kali juga berlangsung dengan baik dan menyenangkan. Pengalaman pertama tersebut menjadikan persepsi saya bahwa memang seperti itulah standar layanan di semua Shop and Drive.

Ternyata saya keliru.

Pengecekan kedua untuk garansi aki saya lakukan di gerai Shop and Drive yang berbeda dari sebelumnya. Tidak ada alasan khusus selain saat itu kebetulan saya sedang berada di luar rumah dan teringat kalau di bulan tersebut merupakan jadwal pengecekan aki.

Ketika saya menemukan satu gerai Shop and Drive, langsung saja saya parkirkan kendaraan saya. Kemudian saya hampiri ruang tunggu, dan saya ditemui oleh salah satu petugas di sana. Karena layanan pengecekan seperti ini mungkin sudah cukup akrab, jadi ketika saya sampaikan ingin cek garansi aki, dan saya juga sodorkan kertas pencatatan pengecekan, petugas juga sudah langsung paham.

Jadi, langsung saja aki saya diperiksa dengan alat yang ada. Saat itu mungkin semua proses tidak sampai 10 menit saja. Lalu hasil dicatat di kertas garansi.

Sudah, selesai. Ekspektasi saya mengenai standar layanan ternyata agak berbeda dengan kenyataan.

Saya tahu, toh “layanan utama” pengecekan aki sudah dilaksanakan. Jadi, yang lain sifatnya memang opsional, tidak wajib dilakukan oleh gerai atau petugas yang ada. Siapa tahu saat itu juga petugas sedang sibuk. Secara prinsip, saya sih OK saja saat itu.

Ketika akhirnya tiba jadwal pengecekan ketiga di bulan Oktober ini, akhirnya saya kembali lagi ke gerai Shop and Drive pertama kali saya datangi. Sekadar sekaligus menjawab rasa penasaran saya mengenai perbedaan layanan ini. Dan, ternyata memang berbeda.

Semua mirip seperti saat pertama saya datang. Kurang begini pelayanannya:

  1. Pengecekan kondisi aki
  2. Filter udara diperiksa dan dibersihkan dengan kompresor. Kondisi aman, karena memang masih cukup baru.
  3. Coolant radiator dicek apakah masih dalam jumlah yang aman. Hasilnya, kondisi aman.
  4. Air wiper diperiksa, ternyata tidak terlalu penuh. Jadi oleh petugas ditambah.
  5. Roda diperiksa semua. Ditawarkan untuk dicek semua tekanan ban. Karena ada yang terasa kurang, saya minta untuk dilakukan pengisian sekalian. Walaupun ini layanan berbayar, tapi saya sangat tidak keberatan sama sekali.
  6. Roda dipoles. Ini bahkan gratis.
  7. Kampas rem dan kaki-kaki dicek juga

Semua dikerjakan dengan teliti. Dan, semua gratis, kecuali untuk jasa isi nitrogen ban. Dengan layanan yang sangat baik ini, sepertinya saya akan memilih datang ke tempat yang sama lagi untuk pengecekan berikutnya.

Sirup Obat yang Tidak Menggunakan Propilen Glikol, Polietilen Glikol, Sorbitol, dan/atau Gliserin/Gliserol

Photo by cottonbro

Jadi lebih berhati-hati saja saat ini, karena selain kabar mengenai maraknya kasus gagal ginjal akut pada anak, kebetulan anak saya juga sedang “mendapat kesempatan” sakit dalam tiga minggu terakhir.

Mulai dari demam, kemudian sedikit batuk, dan terakhir diare. Ketika sudah sembuh, dan masuk sekolah, baru saja masuk sekolah satu hari, sekolah harus diliburkan dulu karena ada anak dari kelas sebelah yang kena COVID-19.

Dan, setelah masuk lagi, kena demam yang cukup serius. Bedanya, demam kali ini ketika pemberitaan dan penarikan obat sirop sudah gencar dilakukan. Sempat dibawa ke IGD dan mendapatkan perawatan serta obat penurun panas dari dubur. Sekarang tinggal batuk saja, yang agak berdahak.

Karena yang menjadi acuan aman atau tidaknya obat adalah dari BPOM, jadi salah satu yang sering dilihat adalah daftar obat terbaru yang masuk dalam kategori “aman” dan “tidak aman”.

Untuk catatan pribadi saja, daftar ditulis di sini.

Tautan sumber: Penjelasan BPOM RI Tentang Informasi Kelima Hasil Pengawasan BPOM Terkait Sirup Obat yang Tidak Menggunakan Propilen Glikol, Polietilen Glikol, Sorbitol, dan/atau Gliserin/Gliserol (23 Oktober 2022)

Pengalaman Pengembalian Barang Pesanan di Tokopedia

Dari puluhan — atau bahkan mungkin ratusan — transaksi yang saya lakukan di Tokopedia, mungkin baru minggu kemarin saya mengalami kasus dimana saya harus melakukan pengembalian barang karena alasan barang tidak sesuai dengan deskripsi produk.

Photo by Karolina Grabowska

Terakhir kali melakukan pengembalian barang tahun lalu, lebih karena produk dalam kondisi tidak sempurna. Dan, prosesnya waktu itu cukup lancar. Pengalaman kurang mengenakkan sedikit terobati karena penjual memberikan jawaban yang baik. Andai saja saat itu pengecekan barang bisa dilakukan lebih teliti. Pun demikian, bisa saja terjadi ketika proses ekspedisi.

Kali ini, pengalaman saya sedikit berbeda.

Proses transaksi sebenarnya OK saja, dan barang diterima dengan baik tanpa masalah. Ketika melakukan unboxing, barang dalam kondisi baik. Hanya saja, barang yang dikirim berbeda dengan deskripsi order. Bahkan, isi barang juga berbeda dengan label pengiriman yang tertera dalam deskripsi resi.

Saya hubungi penjual melalui fitur chat di aplikasi Tokopedia. Kurang lebih begini diskusinya.

Saya: “Selamat siang, mau update terkait pemesanan. Jadi, barang sudah saya terima, tapi yang dikirim barangnya beda, saya ada video unboxing juga. apakah dapat dibantu?”
Penjual: “Iya adanya itu saja gan.Maaf stok kita adanya (ukuran yagn salah di sini)”

Percakapan melalui chat di Tokopedia

Lha! Iya, tetap dikirim walaupun (sebenarnya) stoknya berbeda. Jadi harapannya apa? Pembeli tidak komplen? Duh!

Saya tentu tidak memilih ganti barang, karena toh sudah jelas stok tidak ada. Andai saja penjual sejak awal menginfokan kalau stok (ternyata) tidak tersedia. Jadinya kan tidak perlu ribet mengirim kembali.

Saya lalu coba kembali ke penjual yang lain. Ternyata ada beberapa opsi. Belajar dari pengalaman sebelumnya, saya tanyakan mengenai stok terlebih dahulu. Dan, dapat dua informasi penting:

  1. Barang ready stock, ketika saya tanyakan ketersediaan barang sesuai tautan produk;
  2. Tipe dan seri barang tersedia, ketika saya tanyakan dengan detail.

Proses transaksi lancar saja, dan ketika barang sampai, kembali barang tidak sesuai pesanan juga!

Dan, ketika menghubungi penjual, jawaban tidak kalah lucu, “Emang gak bisa ya gan? Salah kirim kek nya. Dituker aja deh”

Sejuta topan badai!

Saya memilih untuk langsung saja ajukan komplain, tanpa menjawab apa-apa lagi. Saya rasa tidak perlu lagi melanjutkan diskusi.

Kali ini, seller Tokopedia kurang asik. Dua kali pesanan dalam satu minggu pula!

Lupa Nomor ATM CIMB Niaga untuk OCTO Mobile

Sebagai salah satu nasabah CIMB Niaga, beberapa bulan ini saya banyak menggunakan aplikasi OCTO Mobile. Secara umum ya lancar saja. Tapi, ketika saya sedang tidak berada di rumah, saya hanya menggunakan OCTO Clicks transaksi internet banking.

Sederhana saja, karena transaksi utama masih melalui BCA Mobile, dan juga e-wallet. Setelah saya pikir-pikir kembali, sepertinya mengaktifkan OCTO Mobile kembali tidak ada salahnya, kali saja butuh, dan ini akan bisa jauh lebih praktis dibandingkan saya harus transaksi melalui internet banking.

Photo by Mikhail Nilov

Dulu aplikasi mobile banking CIMB Niaga ini sudah saya gunakan di ponsel Android. Lalu, karena sudah sangat lama tidak pakai, dan pernah juga aktivasi kembali, tapi nyatanya proses reaktivasi akses ke aplikasi tidak kunjung saya selesaikan.

Penyebabnya sederhana: saya lupa empat digit nomor kartu ATM saya. Saya lupa kapan terakhir kali saya pegang kartu ATM CIMB Niaga milik saya. Jadi, ketika sudah melakuan otentikasi, dengan username dan PIN di OCTO Mobile, proses berhenti karena saya benar-benar tidak tahu nomor kartu ATM saya. Padahal, ini proses yang tidak bisa dilewati.

Sempat terpikir datang langsung ke kantor cabang CIMB Niaga, tapi saya batalkan. Karena, bisa jadi nanti ujungnya saya diminta ke menghubungi Call Center yang beradasarkan pengalaman saya terakhir kali, tidak begitu menyenangkan.

Harusnya sih urus kartu ATM memang di kantor cabang. Tapi, saya pikir lagi, sepertinya saya hampir tidak butuh kartu ATM.

Mendapatkan empat digit nomor kartu ATM

Ternyata caranya cukup mudah. Tinggal masuk ke OCTO Clicks, lalu masuk menu Rekening, pilh salah satu rekening. Dalam sebuah nomor rekening tabungan, ada informasi “Nomor Kartu” di sana.

Berbekal data ini, akhirnya bisa juga saya menggunakan aplikasi OCTO Mobile ini di ponsel iPhone saya.

Megawati: Nanti suatu saat kalau aku udah ndak ada…

Masa kita mau ngikutnya ke Barat mulu loh, dari sisi budaya seni, yang namanya Timur itu luar biasa sekali. Saya ngobrol sama Sekjen saya, ini nih, kok bangsa ku udah terlalu nikmat dengan zona nyaman, loh, aku udah khawatir. Nanti suatu saat kalau aku udah ndak ada, terus piye yo, gimana yo?

Megawati, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. (1 Juni 2022). Sumber: Bisnis.com

Harga Minyak Goreng

Cuitan Presiden Jokowi mengenai pembukaan kembali ekspor miyak goreng dan harga yang sudah beranjak turun.

Walaupun, realitanya — paling tidak di area tempat tinggal saya — di supermarket atau warung belum terlihat juga penurunannya.

“Tiba-tiba Presiden (Jokowi) memerintahkan saya untuk mengurus minyak goreng. Jadi sejak tiga hari lalu, saya mulai menangani masalah kelangkaan minyak goreng”

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, 21 Mei 2022. (Sumber)

Aplikasi 2FA (Two-Factor Authentication) Pilihan

Untuk beberapa layanan daring yang saya gunakan, hampir semua saya mengaktifkan fitur 2FA (Two-Factor Authentication) atau autentikasi dua faktor. Alasannya cukup sederhana: untuk menambah sedikit lapisan keamanan. Alih-alih hanya menggunakan kombinasi username dan sandi, ketika kombinasi autentikasi sudah dapat digunakan, saya perlu memasukkan kode autentikasi.

Ribet? Mungkin iya. Tapi, sebenarnya tidak ribet juga.

Untuk urusan sandi, walaupun hampir semua sandi menggunakan sandi yang sangat acak dan berbeda sandi antara satu layanan dan lainnya, saya sangat terbantu dengan aplikasi Bitwarden. Bahkan, sudah lebih dari dua tahun saya menggunakan aplikasi ini.

Sangat membantu.

Sebelumnya, saya menggunakan Google Authenticator sebagai aplikasi 2FA. Cukup lama saya menggunakannya. Google Authenticator sudah berhasil menjalankan fungsinya dengan sangat baik.

Ada sedikit masalah ketika ponsel yang saya gunakan tidak dapat saya akses, misal karena kehabisan baterai, atau tidak sedang berada bersama saya. Dalam kondisi seperti ini, cukup merepotkan.

Karena, Google Authenticator hanya dapat digunakan dalam 1 piranti bergerak (mobile) untuk Android atau iOS Lebih merepotkan lagi kalau ternyata piranti yang digunakan sampai hilang. Sedangkan, saya kebetulan menggunakan lebih dari satu ponsel, kadang bekerja dengan tablet, dan paling sering bekerja dengan laptop.

Aplikasi 2FA yang dapat mendukung lebih dari satu piranti tentu menjadi pilihan yang paling masuk akal dan memudahkan. Dan, pilihan saya jatuh ke Authy. Sebenarnya, ada beberapa alternatif aplikasi yang dapat digunakan sebagai ‘pengganti’ Google Authenticator, namun dapat menjalankan fungsi 2FA dengan cukup baik. Beberapa diantaranya:

Dan masih banyak lagi.

Lalu, kenapa Authy?

Kalau dari sisi cara menggunakan, menambahkan akun dan lainnya aplikasi yang ada rata-rata akan sama. Kalau sudah pernah menggunakan satu aplikasi autentikasi, berpindah aplikasi saya rasa tidak akan rumit.

Authy menawarkan satu fitur yang sangat membantu saya yaitu dukungan multi piranti. Dari sekian banyak fitur yang ditawarkan, fitur ini bagian paling berguna menurut saya.

Jadi, saya bisa sedikit tidak khawatir apabila saya sedang membutuhkan fungsi autentikasi, karena saya bisa mengakses dari piranti yang sedang saya gunakan, atau yang terdekat dengan saya.

Authy tersedia untuk Android, iOS dan desktop (macOS, Windows, atau Linux).

Kenaikan Tarif Listrik Golongan Di Atas 3.000 VA Tahun 2022

Bapak Presiden dan kabinet sudah menyetujui untuk berbagi beban, untuk kelompok rumah tangga yang mampu, yaitu direpresentasikan oleh mereka yang langganan listriknya di atas 3.000 VA, boleh ada kenaikan tarif listrik, hanya di segmen itu ke atas

Menteri Keuangan Sri Mulyani saat melakukan rapat kerja Bersama Badan Anggaran DPR RI, Kamis (19/5)
Sri Mulyani, Menteri Keuangan RI

Konteks:

  1. Kenaikan ini dilakukan di tengah lonjakan harga komoditas energi imbas perang Rusia-Ukraina;
  2. Kebijakan ini dilakukan dalam upaya berbagi beban pemerintah dengan masyarakat kelompok kelas atas. Sehingga beban kenaikan harga listrik ini, bebannya tidak hanya ditanggung pemerintah;
  3. Belum ditetapkan berapa besar kenaikan tarif listrik golongan tersebut dan kapan penerapannya akan dimulai;
  4. Tarif listrik golongan lainnya tidak mengalami kenaikan, begitu juga dengan gas LPG dan juga BBM;
  5. Anggaran subsidi energi resmi ditambahkan Rp 74,9 triliun, dengan rincian Rp 71,8 triliun untuk subsidi BBM dan LPG, serta sekitar Rp 3,1 triliun untuk subsidi listrik;
  6. Per 30 April 2022, PLN telah menarik pinjaman sebesar Rp11,4 triliun dan akan melakukan penarikan pinjaman kembali di bulan Mei dan Juni, sehingga total penarikan pinjaman sampai dengan Juni menjadi Rp21,7 triliun sampai Rp24,7 triliun

Tentang Hepatitis Akut Misterius Pada Anak

Walaupun pandemi COVID-19 belum dikatakan usai, namun melihat tren kasus, dan bagaimana kegiatan sehari-hari berjalan dengan “lebih baik”, rasanya melegakan sekali. Keluarga saya hampir semua sudah vaksinasi COVID-19 dua kali dan satu kali booster, kecuali anak saya yang baru tiga tahun. Semoga bisa segera juga bisa vaksinasi.

Namun, sepertinya kewaspadaan terutama terkait dengan penyakit yang “baru” harus tetap dijaga. Ya, terkait hepatitis akut (dan) misterius. Akut karena dinilai membahayakan dan sudah ada korban jiwa, misterius karena belum diketahui pasti penyebabnya.

Penyakit hepatitis akut ini belum diketahui penyebabnya. Kasus pertama kali ditemukan di Inggris Raya 5 April 2022. Setelahnya, dilaporkan terjadi peningkatan kasus di Eropa, Asia, dan Amerika

Pada 15 April 2022, WHO menetapkan penyakit Hepatitis Akut sebagai KLB (Kejadian Luar Biasa).

Melalui utas informasi Kementerian Kesehatan di Twitter, berikut beberapa poin informasi mengenai hepatitis akut ini.

  • Di Indonesia sendiri, dalam kurun waktu 2 minggu hingga 30 April 2022, terdapat tiga dugaan kasus pasien anak Hepatitis Akut meninggal setelah mendapatkan perawatan intensif di RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta (Sumber)
  • Penyakit Hepatitis Akut menyerang anak usia 0-16 tahun, paling banyak anak usia di bawah 10 tahun.Virus ini sangat berbahaya, beberapa anak dilaporkan meninggal, bahkan 17 dari 170 anak dengan Hepatitis Akut membutuhkan transplantasi hati. (Sumber)
  • Belum diketahui secara jelas penyebab Hepatitis Akut, namun diduga berasal dari Adenovirus 41, SARS CoV-2, virus ABV dll. Adenovirus umumnya menular lewat saluran cerna dan saluran pernafasan. Cara penularan melalui droplet, air yang tercemar & transmisi kontak. (Sumber)

Gejala Hepatitis Akut

  • Gejala awal Hepatitis Akut adalah gangguan gastrointestinal seperti sakit perut, mual, muntah, diare & kadang disertai demam.
  • Gejala bisa berlanjut jadi lebih parah ketika urine berwarna seperti teh, BAB putih pucat, kulit & mata kuning, bahkan sampai penurunan kesadaran. (Sumber)

Pencegahan dan Penanganan

Secara prinsip, pola dan gaya hidup sehat menjadi komponen yang sangat penting. Hal-hal yang sudah menjadi kebiasaan selama pandemi COVID-19 sepertinya sangat masuk akal untuk terus diterapkan.

Untuk anak saya, kebiasaan selalu cuci tangan dan kaki kalau habis bermain di luar, dan mandi setelah bepergian, jelas sangat baik. Walaupun sekarang sudah lebih longgar untuk bepergian, tapi lebih baik tetap lebih selektif lagi.

Penarikan Tunai Pecahan Rp50.000 di Mesin ATM

Beberapa waktu lalu, saya ada keperluan untuk melakukan penarikan tunai di ATM BCA dengan pecahan Rp50.000. Dan, karena saya memang sudah sangat jarang bawa kartu ATM, penarikan tunai yang saya lakukan lebih sering melalui transaksi non-kartu/cardless.

Saat itu, kebetulan mesin ATM yang saya gunakan bisa untuk melakukan penarikan pecahan Rp50.000 dan Rp100.000.

Ternyata, untuk penarikan tanpa kartu, tidak ada opsi preferensi mengenai pecahan yang ingin digunakan. Ketika saya lakukan penarikan sejumlah Rp500.000, yang keluar adalah lima lembar pecahan Rp100.000.

Saya coba lakukan penarikan lagi senilai Rp250.000, yang keluar adalah dua lembar Rp100.000 dan satu lembar Rp50.000.

Solusinya? Gunakan kartu ATM. Ketika transaksi akhirnya saya pakai menggunakan kartu, jadi ada pilihan mengenai preferensi pecahan penarikan.

Mencari Monitor 27 Inchi: Apakah Produk AOC Layak Dipertimbangkan?

Monitor Dell 27 inchi seri S2721DS yang saya beli satu tahun lalu berjalan dengan sangat baik. Walaupun, saya memang lebih jarang menggunakan dibanding istri saya. Dengan beberapa pertimbangan, akhirnya kami sepakat untuk membeli satu monitor tambahan, yang akan saya gunakan untuk kebutuhan saya.

Alasannya sederhana. Monitor dengan layar lebih besar akan terasa lebih nyaman untuk bekerja. Sempat saya pertimbangkan untuk membeli monitor dengan merek yang sama, toh secara umum saya suka dan sudah cocok juga.

Tapi, harga monitor saat saya melalukan pencarian beberapa bulan terakhir ternyata mengalami perbedaan harga yang cukup signifikan. Belum lagi, ternyata stok juga banyak tidak tersedia.

Saat ini, saya mempertimbangkan untuk membeli produk monitor dari AOC. Saya sempat melihat beberapa ulasan mengenai monitor ini. Dengan pertimbangan budget dan spesifikasi yang menurut saya sudah cukup saat ini — dan untuk masa mendatang — saat ini saya mempertimbangkan AOC CQ27G3S. Ukuran 27 inchi ternyata sangat pas.

Spesifikasi

Untuk spesifikasi merujuk ke laman produk di situs AOC berikut:

Model nameCQ27G3S
Panel27″ (VA / 1000R)
Pixel Pitch (mm)0.2331 (H) × 0.2331 (V)
Effective Viewing Area (mm)596.736 (H) × 335.664 (V)
Brightness (typical)300 cd/m²
Contrast Ratio3000 : 1 (Typical) 80 Million : 1 (DCR)
Response Time1ms (MPRT) / 4ms (GtG)
Viewing Angle178° (H) / 178° (V) (CR > 10)
Color GamutNTSC 97% (CIE1976) / sRGB 118% (CIE1931) / DCI-P3 89% (CIE1976)
Color AccuracyDelta E < 2
Optimum Resolution2560 × 1440 @ 165Hz – DisplayPort1.2 2560 × 1440 @ 144Hz – HDMI2.0
Display Colors16.7 Million
Signal InputHDMI 2.0 x 2, DisplayPort 1.2 x 1
HDCP VersionHDMI: 2.2, DisplayPort: 2.2
USB Hubno
Power Supply100 – 240V ~ 1.5A, 50 / 60Hz
Power Consumption (typical)46W
Speakersno
Line in & EarphoneEarphone
Wall-Mount100mm x 100mm
Adjustable StandHeight: 130mm, Swivel: -40° ~ 40°, Tilt: -5° ~ 23°
Product without Stand (mm)367.5 (H) × 605.02 (W) × 95.04 (D)
Product with Stand (mm)401.9~531.9 (H) × 605.02 (W) × 258.8 (D)
Product without Stand (kg)4.6
Product with Stand (kg)5.9
Cabinet ColorBlack & Red
Regulatory ApprovalsRCM / MEPS / CE / CB / FCC

Semoga cocok.

Pengalaman Membeli dan Mengganti Ban Mobil di Ottoban Indonesia (Yogyakarta)

PERHATIAN

Tulisan ini merupakan pengalaman pribadi menggunakan jasa layanan Ottoban Indonesia pada April 2022. Penulis tidak memiliki kerjasama dengan pihak Ottoban. Seluruh biaya merupakan biaya pribadi penulis. Pengalaman berbeda mungkin dapat dialami dan penulis merekomendasikan untuk mencari informasi atau referensi terbaru terkait artikel ini.

Awal April lalu, saya kembali melakukan perjalanan ke luar kota menggunakan kendaraan pribadi saya. Biasanya saya hanya bepergian untuk agenda ke Bogor, atau Jakarta saja. Namun, saat itu rute perjalanan agak sedikit berbeda. Bukan ke Jakarta dari Jogjakarta saja, bukan pula ke Semarang. Dan, ini kali pertama saya tidak melakukan pengecekan air aki, karena sudah ganti dengan aki kering.

Dari Jogjakarta, saya berangkat ke Bogor, kemudian ke Jakarta, lanjut ke Tangerang, kembali ke Jakarta, dan pulang lagi ke Jogjakarta. Total perjalanan hampir satu minggu penuh.

Puji Tuhan, perjalanan berjalan dengan lancar. Kendaraan Mobilio yang saya bawa juga dalam kondisi baik. Apalagi, seluruh perjalanan ini merupakan perjalanan solo, benar-benar sendiri. Cuaca selama perjalanan juga cukup bersahabat, kecuali ketika perjalanan malam dari Bogor menuju Jakarta, sempat hujan, namun beruntung tidak disertai angin.

Ban Belakang Tidak Nyaman

Sekembali dari perjalanan, saya masih menggunakan kendaraan untuk mobilitas. Ada yang sedikit terasa kurang nyaman, tapi saya pikir saat itu ban cuma kurang angin saja.

Seminggu setelahnya, saat saya melakukan perjalanan (agak jauh), ternyata benar terasa kurang nyaman. Istri saya yang saat itu lebih merasakan, karena dia duduk di kursi belakang bersama dengan anak saya.

Karena dugaan awal adalah ban yang kurang angin, jadi ketika perjalanan sempat kami pastikan tekanan ban dalam kondisi yang cukup. Lagi-lagi, puji Tuhan karena perjalanan malam itu dengan waktu tempuh pulang pergi total hampir 3 jam dapat dilewati dengan selamat.

Sesampai di rumah, akhirnya saya cek ban.Dan, benar saja. Ban belakang sisi sebelah kiri sudah dalam kondisi sudah aus, jadi permukaan ban sudah tidak rata lagi. Sedikit ada semacam “retakan”. Duh! Untuk ban belakang sisi kanan, beruntung masih dalam kondisi cukup aman.

Kondisi ini baru diketahui Sabtu malam. Jelas sudah masalah ada di mana, dan kesimpulannya cuma satu: ganti ban segera. Alasan utama tentu karena faktor keselamatan.

Ganti Ban

Hari Minggu pagi, saya coba cari-cari opsi dimana saya beli (dan ganti) ban mobil. Ada sebenarnya toko ban yang direkomendasikan. Saya beli ban untuk roda depan sekitar 1,5 tahun lalu. Secara harga lebih miring dibandingkan dengan toko ban lain. Masalahnya, hari Minggu tutup.

Jadi saya coba melihat-lihat kembali harga ban di situs niaga-el seperti Tokopedia. Hal ini sekadar untuk mencari tahu saja, berapa harga pasaran ban yang saya pilih yaitu GT Radial Champiro Ecotec 185/65 R15.

Selain itu saya juga coba kontak beberapa toko ban di Jogjakarta setelah mencari melalui Google Maps. Saya mendapatkan jawaban dan produk tersedia. “Masalahnya”, kebanyakan tutup karena hari Minggu. Ada pula yang toko tersedia di Tokopedia, bisa pesan melalui Tokopedia, lalu pemasangan dengan datang langsung ke toko. Harga juga cocok. Sayangnya, ketika saya mau order, saya diberitahu kalau akan cek stok dulu, dan baru dikabari Senin.

Saya agak memaksakan untuk bisa selesai urusan hari Minggu, untuk menghindari mengurus hal ini di hari dan jam kerja. Dan, supaya ban bisa segera ganti.

Istri saya juga sempat tanya di grup perumahan, dimana pada beli ban. Beberapa menyebutkan nama yang familiar seperti MARI BAN, BAH PETRUK, dan ada yang menyebutkan Ottoban. Nama terakhir ini sebenarnya agak asing, tapi katanya bisa beli lewat niaga-el Tokopedia. Jadi, saya malah penasaran mencari lebih lanjut.

Setelah saya mencari tahu lebih lanjut, sepertinya Ottoban — dengan nama merek Ottoban Indonesia (situs: https://ottobanindonesia.com) — ini cocok dengan kebutuhan di hari itu. Kenapa?

Cek Klaim Garansi Aki Mobil di Shop and Drive

Awal April lalu, saya melakukan pengecekan aki yang saya beli di Januari lalu di Shop and Drive. Kedatangan saya di Shop and Drive kemarin bukan karena aki saya ada masalah, tapi lebih supaya status garansi saya tidak hilang.

Aki yang saya beli memiliki garansi sampai dengan 18 bulan, dan akan tetap aktif kalau melakukan pengecekan rutin setiap 3 bulan.

Teknisi Pengecekan Aki di Shop and Drive

Prosesnya sendiri cukup mudah, saya langsung datang ke Shop and Drive terdekat — yang saat itu kebetulan saya melewati lokasi Shop and Drive tempat saya membeli aki. Saya sampaikan maksud kedatangan, dan langsung dilakukan prosedur pengecekan.

Singkatnya, aki dalam kondisi yang masih baik, tidak ada masalah secara fisik. Selain penggantian tersebut, ada juga bagian yang dilakukan pengecekan oleh teknisi. Filter udara di kendaraan saya ternyata sudah dalam kondisi yang sangat kotor. Jadi, sekalian saja saya ganti. Saya minta dibantu untuk cek apakah oli masih dalam kondisi baik.

Terakhir, teknisi juga menawarkan mau dicek sekalian untuk tekanan ban atau tidak. Tentu saja, dengan senang hati saya menerima tawaran itu.

Secara umum, semua biaya pengecekan gratis. Kecuali, untuk filter udara yang saya bayar terpisah. Terima kasih untuk layanan yang baik, Shop and Drive!

One Day in the Coldest Village on Earth

Bitwarden: Year Two

I just renewed my Bitwarden subscription for the additional one year, after I decided to move to Bitwarden from LastPass last year. It’s simply because it works well, for me.

I’s cross-platform feature works really well. I have its Desktop app (for Mac), mobile apps (both Android and iOS), and the browser extensions, of course.