Solved: Microsoft AutoUpdate Not Working

I was not sure when AutoUpdate did not work for the first time. I could not update all my Microsoft softwares like , , Power Point, and also as my primary .

Checking available updates always gave me this alert.

After searching for solutions, I found that the easiest way to fix it is by re-downloading Microsoft AutoUpdate (MAU) from Microsoft .

Go directly to Release history for Microsoft AutoUpdate (MAU and download the latest available download. Once I have it installed, I can the available updates

Becak Ini Disewakan

Sebuah becak di suatu perempatan, di .

Saya cukup akrab dengan pemandangan beberapa becak yang mangkal di perempatan lampu merah yang lokasinya tak jauh dari tempat saya tinggal. Beberapa minggu lalu — Juni 2021– ada sedikit pemandangan yang berbeda. Sebuah tulisan yang dicetak diatas kertas bertuliskan “BECAK INI DI SEWAKAN” tertempel di sana.

Masih cukup jelas fotokopi identitas yang tertempel di bagian belakang tempat duduk penumpang. Berat, pemandangan yang tidak nyaman. Saya memang mempunyai romantisme dengan kendaraan yang satu ini.

Merayakan Dicukupkan

Juni lalu, ada sebuah ‘kegelisahan’ yang saya rasakan, dan istri saya juga merasakan hal yang kurang lebih sama. Pandemi yang ternyata bukan membaik, tapi justru semakin memberikan dampak yang lebih berat lagi.

by Mariana Kurnyk from Pexels

Saya hampir tidak baca bagaimana analisis perekonomian nasional dalam masa pandemi. Atau, bagaimana ekonomi secara global. Tapi, sama seperti milyaran manusia di bumi ini, saya tahu yang pasti: semua kena imbasnya. Tentu, ada juga yang secara ekonomi atau bisnis justru sedang menuai.

Itu satu hal.

Saya lebih memilih untuk melihat yang ada di depan mata. Yang sehari-hari terlihat, dan begitu nyata. Dan, semakin melihat banyak hal, semakin terusik perasaan saya. Sangat tidak enak. Saya tidak nyaman.

Dari sekian banyak hal-hal yang bisa dilakukan, segala macam rencana ini dan itu — dari beberapa hal yang sudah berjalan — saya bersama istri akhirnya menambahkan satu lagi komitmen kecil untuk merayakan bagaimana kami selama ini telah sangat dicukupkan.

Kami ingin melakukan hal yang telah banyak dilakukan oleh orang banyak, termasuk beberapa teman yang bahkan jauh lebih dulu. Dulu pernah juga ikut “nebeng” ke aktivitas yang dibuat beberapa teman, dan dengan senang hati melakukannya.

Iya, berbagi nasi/makanan. Karena, dengan kondisi pandemi saat ini, jika ada satu hal yang mungkin harus tercukupi, salah satunya adalah soal bagaimana bisa tetap makan.

Kemasan nasi bungkus yang dibagikan.

Begini rencana awalnya…

“Pesan ke salah satu saudara yang buka warung makan, minta tolong langsung dibungkus, dan nanti diletakkan di depan warung/area dekat situ. Bagi siapapun yang mau ambil, silakan ambil. Kalau habis, ya sudah. Komitmen untuk dua kali seminggu, tidak tahu sampai kapan.”

Kurang lebih rencananya seperti itu. Tidak ada yang sangat istimewa, dan setelah dipikirkan dan dipertimbangkan, harusnya sangat doable.

Soal mekanisme pemesanan, menu, dan lainnya secara detil sudah oke, dan dengan saudara kami ini, memiliki semangat yang sama, dan menyambut baik rencana ini.

Jadi, kami menyerahkan tentang kapan makanan ini akan di masak dan didistribusikan. Dan, karena distribusi tidak akan jauh dari tempat saudara ini, jadi harapannya soal “waktu” bisa lebih disesuaikan sesuai kebutuhan di area tersebut. Oh ya, untuk waktu walaupun bebas kami sepakat untuk tidak di hari Jumat. Karena sepengetahuan kami untuk Jumat sudah banyak saudara-saudara yang sudah berbagi berkat. Kami memilih dua hari yang lain.

Soal menu, kami inginnya tidak hanya soal kuantitas yang penting banyak, tapi harapannya juga secara komposisi cukup baik. Kalau telur atau daging bisa hadir, kenapa tidak?

Semua sudah OK, dari komitmen juga sudah ada untuk beberapa minggu ke depan. Jadi, bagaimana kalau langsung mulai saja?