Password Manager: Let’s Give Bitwarden a Chance!

I have been using manager since 2017 since I think there should be an easy, secure, and handy mechanism to deal with passwords. Of course, by using password manager, life is a little bit easier.

And, I chose LastPass. Last year, I still renewed my premium subscription for US$36 per year. works really well, but at the same time I am sure other password manager applications — like 1Password, DashLaneKeeper — share similar quality of . But, it’s about choice.

Most “popular” password manager applications also offer similar subscription price, around US$36/year. My LastPass subscription will end next April, and I am thinking of moving to other that does its basic jobs like storing password (of course!), generating good passwords, and managing credentials in categories/folders. Also, it should be also work on multiple devices and browsers.

After reading many articles, I decided to give Bitwarden a try. And, I read pretty much information about . One of the big differences with other password managers is that Bitwarden is . The other reason is on the pricing. It’s only US$10/year for personal use, or US$40/year for personal (family/organization).

My decision is not related to LastPass’ upcoming plan regarding the limitation for the free since I was a paying customer since day one. According to a blog post:

We’re making changes to how Free users access LastPass across device types. LastPass offers access across two device types – computers (including all browsers running on desktops and laptops) or  devices (including mobile , smart watches, and tablets). Starting March 16th, 2021, LastPass Free will only include access on unlimited devices of one type

LastPass blog: Changes to LastPass Free

From the interface point of view, it’s not that beautiful — at least compared to LastPass. But hey, it’s about the features. As long as it works for me, I am fine with the interface.

About Bitwarden:

  1. Bitwarden official site
  2. Bitwarden on GitHub
  3. Bitwarden apps (desktop, mobile, including CLI)
  4. A detailed review about Bitwarden. CNET has some basic comparisons of multiple password managers.

Ingin Mencoba Laptop Windows

Sudah sekitar 10 tahun saya menggunakan keluaran dari , setelah berpindah dari laptop dengan sistem operasi . Seingat saya, laptop terakhir saya adalah Toshiba dengan sistem operasi Windows 7. Sudah sangat lama, tentu saja. Sejak saat itu, saya belum pernah berpindah ke laptop (atau piranti lainnya) yang menggunakan sistem operasi Windows.

Menggunakan laptop dari Apple, saya berpindah dari Macbook Pro 13″ ke Macbook Pro 15″ (Retina Display). Dan, masih nyaman saja. Bahkan, laptop Macbook Pro 15″ ini juga masih saya pakai sebagai laptop utama untuk kebutuhan sehari-hari.

Namun, beberapa kali melihat ulasan tentang laptop dan tentu saja perkembangan sistem operasi Windows saat ini, saya tergoda untuk mencoba laptop selain keluaran Apple ini. Secara spesifikasi dan jenis, tentu saja saat ini sudah sangat baik. Harga mungkin juga bersaing, pilihan juga makin banyak.

Apalagi, sistem operasi Windows tentu sudah sangat jauh berkembang ke arah yang lebih baik. Sebenarnya, saat ini saya cukup optimis bahwa pekerjaan saya sehari-hari bisa dilakukan di Windows.

Saya belum tahu secara spesifik merek laptop yang saya mau. Tapi, spesifikasi untuk bisa bekerja dengan nyaman, daya tahan baterai bagus, layar oke, saya rasa juga umum untuk menjadi pilihan.

Atau, ada yang mungkin akan memberikan satu untuk saya? Haha!

Daftar Libur Nasional dan Cuti Bersama 2021

by ready made from Pexels

Menurut SKB Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri PANRB Nomor 281 Tahun 2021, Nomor 1 Tahun 2021, dan Nomor 1 Tahun 2021, libur nasional dan cuti bersama di tahun 2021 mengalami perubahan. Dan, jumlahnya lebih sedikit. Sebelumya untuk cuti bersama sepanjang 2021 ada 7 (tujuh) hari. Dan, direvisi menjadi 2 (dua) hari saja.

Lima hari cuti bersama yang ditiadakan adalah:

  1. 2 Maret (Cuti bersama Hari Raya Isra Miraj Nabi Muhammad SAW)
  2. 17 Mei (Cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah)
  3. 18 Mei (Cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah)
  4. 19 Mei (Cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah)
  5. 27 Desember (Cuti bersama Hari Raya Natal 2021)

Cuti bersama sebanyak 2 (dua) hari jatuh pada 12 Mei (Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah) dan 24 Desember (Hari Raya Natal).

Sedangkan 15 hari libur nasional sepanjang 2021 adalah:

  1. 1 Januari 2021 (Jumat): Tahun Baru 2021 Masehi
  2. 12 Februari 2021(Jumat): Tahun Baru Imlek 2572 Kongzili
  3. 11 Maret 2021 (Kamis): Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
  4. 14 Maret 2021 (Minggu): Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1943
  5. 2 April 2021 (Jumat): Wafat Isa Al Masih
  6. 1 Mei 2021 (Sabtu): Hari Buruh Internasional
  7. 13 Mei 2021 (Kamis): Kenaikan Isa Al Masih
  8. 13-14 Mei 2021 (Kamis-Jumat): Hari Raya Idul fitri 1442 Hijriah
  9. 26 Mei 2021(Rabu): Hari Raya Waisak 2565
  10. 1 Juni 2021 (Selasa): Hari Lahir Pancasila
  11. 20 Juli 2021 (Selasa): Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah
  12. 10 Agustus 2021 (Selasa): Tahun Baru Islam 1443 Hijriah
  13. 17 Agustus 2021 (Selasa): Hari Kemerdekaan Republik
  14. 19 Oktober 2021 (Selasa): Maulid Nabi Muhammad SAW
  15. 25 Desember 2021 (Sabtu): Hari Raya Natal

Biaya Pencairan Google Adsense Melalui Transfer Bank

Proses penerimaan pembayaran yang saya atur untuk dicairkan menggunakan transfer bank selesai juga. Total potongan dari seluruh total transaksi besarnya lumayan juga, sekitar Rp300.000,-

Nominal yang cukup besar untuk transaksi yang sebenarnya tidak terlalu besar. Jadi, berdasarkan ini mungkin perlu dipertimbangkan lagi untuk kembali menggunakan pembayaran melalui saja.

Kosakata Warna Dalam Bahasa Indonesia

Kosakata Warna Dalam Bahasa (Source: Good News From Indonesia)

Penerimaan Pembayaran Google Adsense Melalui Transfer Bank

by Gabby K from Pexels

Setelah beberapa kali menerima pembayaran menggunakan metode pembayaran menggunakan biasanya saya melalui Maybank Indonesia, saya akhirnya mengubah cara pembayaran earning saya menggunakan transfer . Selain melalui , pernah dulu berencana melalui Bank BPD, namun gagal. Jadi, secara otomatis pembayaran akan masuk ke rekening bank saya.

Rekening tujuan pembayaran saya putuskan menggunakan . Walaupun melakukan pencairan pembayaran melalui Western Union sebenarnya cukup mudah juga, tapi di masa pandemi ini cara dengan transfer bank sepertinya lebih baik.

Tentu, akan ada biaya administrasi jika menggunakan cara transfer bank disamping berapa nanti kurs dolar terhadap rupiah saat pencairan. Tapi, saya rasa saat ini lebih baik demikian, daripada harus bepergian.

Tentang Pendataan Vaksinasi COVID-19 untuk Lansia (Melalui Google Form)

Pada awal Februari 2021 lalu, BPOM mengeluarkan persetujuan penggunaan darurat (emergency use authorization) CoronaVac untuk usia 60 tahun ke atas dengan dua dosis suntikan vaksin, yang diberikan dalam selang waktu 28 hari.

Ya, tentu saja ini kabar baik. Saya tidak terlalu mengikuti perkembangan bagaimana mekanismenya. Tapi, saya justru tertarik tentang bagaimana proses pendataannya. Jadi, beredar beberapa info dan tautan melalui kanal komunikasi di grup mengenai mekanismenya dengan mengisi … melalui Form.

Iya, Google Form.

Google Form tentu memiliki fitur yang dibutuhkan untuk dapat menginput data dengan mudah bagi publik. Data yang masuk bahkan sudah sangat mudah untuk dikelola, karena bisa langsung dapat tersedia dalam format .

Tapi, kenapa menggunakan Google Form ya? Maksud saya lebih kepada bukankan ini — pengisian menggunakan Google Form — akan cukup mudah untuk disalahgunakan? Sesulit apa untuk menyalahgunakan formulir semacam ini? Apalagi, informasi seperti ini sangat “menarik” bagi banyak orang. Bayangkan saja, tautan yang ‘ilegal’ dengan format formulir yang sama persis beredar di masyarakat, lalu data terisi, lalu siapapun yang memiliki formulir itu memegang data.

Bayangkan juga, bahwa ini lalu tidak dibuat hanya terkait pendataan data untuk bagi lansia. Entah mengapa proses input data ini tidak dilaksanakan terpusat di situs Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Atau, di situs Satgas Penanganan COVID-19. Kalaupun di tingkat yang lebih kecil, bisa ada di situs dinas kota/kabupaten. Apa iya tidak bisa membuat sebuah mekanisme mandiri, sehingga data-data yang masuk dapat lebih terlindungi?

Sehingga, peluang untuk mekanisme pengisian data untuk disalahgunakan bisa paling tidak sedikit dikurangi.

Data yang perlu diisi berdasarkan “formulir resmi” terkait pendataan ini seperti NIK (Nomor Induk Keluarga), tanggal lahir, nomor ponsel, dan alamat. Semoga saja, tidak perlu banyak beredar “formulir palsu” nantinya.

Clubhouse

Foto oleh Papa Yaw via Pexels

Saya bukan termasuk pengguna awal aplikasi Clubhouse yang di bulan Februari 2021 ini menjadi sangat populer. Paling tidak, di linimasa yang saya gunakan seperti dan , banyak berseliweran konten atau cuitan mengenai .

Dan, baru di pertengahan Februari lalu saya menginstal aplikasi ini. Jadi, karena (saat ini) aplikasi ini hanya tersedia di untuk platform iOS, sedangkan ponsel utama saya justru dengan sistem operasi , jadi saya tidak terlalu sepenasaran itu. Apalagi, saat ini memang masih dalam tahap invite only.

Akhirnya, saya instal Clubhouse di saya. Dan, ternyata saya sudah semacam diundang terlebih dahulu oleh salah seorang pengguna awal Clubhouse. Jadi, begitu saya daftar, saya malah langsung punya akun aktif.

Saya eksplorasi dan akhirnya bergabung dalam beberapa diskusi. Menarik sebelumnya, karena seolah mencari tongkrongan secara virtual — dan hanya saja. Dan, menarik juga. Saya belum ketemu “tongkrongan wajib”, tapi sudah ada beberapa ‘room’ yang sepertinya menarik untuk diikuti.

Sudah bergabung? Saya ‘thomasarie’ di Clubhouse.