Citranet Permudah Pembayaran Tagihan

Setelah dua tahun lebih melakukan pembayaran untuk layanan dengan cara manual, akhirnya bisa juga melakukan pembayaran dengan lebih mudah, praktis, dan cepat.

Jadi, selama ini, untuk setiap tagihan yang dikirimkan melalui surel (dan tagihan fisik), pembayaran dilakukan melakui transfer ke rekening , memasukkan jumlah tagihan manual, ke rekening virtual spesifik, kemudian mengkonfirmasi pembayaran.

Setiap bulan.

Selama ini tidak ada masalah juga, tapi untuk kondisi saat ini yang semuanya sudah bisa dipermudah dengan begitu banyak pilihan metode pembayaran, gateway, cara seperti itu sepertinya termasuk agak ketinggalan jaman. Apalagi, ini untuk layanan internet.

Sekarang, pembayarna bisa dilakukan secara langsung melalui Midtrans. Gampang dan cepat, dan mengaktifkan fitur pembayaran melalui dompet digital dengan QR Code yang mendukung QRIS, tentu sangat memudahkan.

Cuma, ada sedikit hal yang mengganggu, dimana ada biaya layanan sebesar Rp5.000 untuk setiap transaksi. Ini bisa dipahami, karena memang ada biaya yang muncul karena pemrosesan transaksi oleh Midtrans. Saya memilih untuk menerima saja adanya biaya transaksi. Walaupun, kalau tanpa ada biaya transaksi akan menjadi lebih baik lagi.

COVID-19: Kabupaten Sleman Tanpa Zona Hijau Per Akhir Juli 2020

Sudah sekitar 3,5 tahun ini saya menjadi warga , walaupun KTP masih . Walaupun angka kasus di pada umumnya, dan di Kabupaten Sleman pada khususnya tidak sebanyak propinsip lain seperti atau Jawa Timur, namun tetap saja, angkanya terus bertambah.

Hari ini, Kabupaten Sleman tidak lagi memiliki zona hijau, karena ditemukan kasus positif di Kecamatan Cangkringan — yang sampai dengan awal Juli 2020 tidak memiliki kasus.

Walaupun memang, tidak serta merta semua kecamatan saat ini berada dalam zona merah. Sempat juga di awal akhir Juni 2020 dilaporkan bahwa ada penurunan jumlah penambahan kasus, yang menjadikan tidak adanya kecamatan dalam zona merah di Sleman.

Mengenai definisi zona:

  • Zona Merah: Jika ada salah satu desa atau lebih di wilayah kecamatan dalam satu bulan terakhir terdapat penularan setempat atau transmisi lokal.
  • Zona Oranye: Jika ada lebih dari satu desa di wilayah kecamatan terdapat kasus positif aktif.
  • Zona Kuning: Jika ada salah satu desa di wilayah kecamatan pernah atau masih ada kasus positif.
  • Zona Hijau: Jika tidak pemah ada kasus positif di desa wilayah.

Semoga pertambahan kasusnya semakin terkendali. Stay safe!

Indonesian Lifestyle: Explained

There can be hundreds or probably thousands of on how to describe . I just watched a video that give one of the best explanations about Indonesia on the culture, lifestyle, foods, and other things.

Mengisi Data Pajak Layanan Google

Setelah adanya informasi untuk pengisian data NPWP untuk layanan Amazon Web Service kemarin, menyusul untuk mengirimkan pemberitahuan.

Walaupun, sebelum pemberitahuan itu saya memang sudah memasukkan informasi yang akan dikenai . Saat ini saya membayar untuk layanan Google GSuite.

To comply with local laws in , starting Aug 1, 2020, Google will begin charging 10% Value Added Tax (VAT) on sales of digital products or to customers located in Indonesia. No action is required on your part with regard to your Google GSuite .

Isi inforrmasi dalam surel yang dikirimkan Google terkait pajak atas layanan Google

Mungkin setelah ini menyusul.

Pengisian Data Pajak untuk Layanan Amazon Web Service

Hari ini ada notifikasi masuk ke surel saya terkait layanan Amazon Web Service (AWS), yaitu mengenai . Ini terkait dengan rencana beberapa layanan digital yang akan dikenai pajak mulai 1 Agustus 2020. Intinya menginformasikan terkait perubahan peraturan terkait PPN untuk pengguna layanan dari .

Saya sendiri sudah mengiisikan informasi terkait nomor melalui halaman pengaturan pajak di laman panel konsumen. Beberapa informasi dalam surel dari adalah sebagai berikut:

  1. “Terhitung mulai 1 Agustus 2020, AWS diwajibkan untuk mengenakan PPN sebesar 10% kepada seluruh pelanggan di Indonesia. Perubahan ini akan berdampak pada tagihan yang Anda terima untuk setiap penggunaan layanan AWS , serta pembelian pada AWS Marketplace.”
  2. “Jika akun AWS Anda tidak seharusnya memiliki alamat di Indonesia, mohon perbarui detil informasi akun Anda dengan mengunjungi laman Alamat Penagihan dan Alamat Kontak pada perangkat penagihan AWS.”
  3. “Jika akun AWS Anda beralamat di Indonesia, dan Anda memiliki NPWP yang masih berlaku, mohon perbarui detil akun Anda dengan mengunjungi laman Pengaturan Pajak pada perangkat penagihan AWS. Efektif sejak Agustus 2020, faktur pajak cetak yang mencantumkan NPWP dan nama resmi usaha Anda akan kami keluarkan untuk memungkinkan Anda melakukan pengembalian PPN. AWS akan mengenakan PPN sebesar 10% dan membayarkannya kepada pihak yang berwenang. Apabila Anda merupakan rekanan atau memiliki beberapa akun yang terkait, pastikan untuk masuk dalam laman Pengaturan Pajak untuk memperbarui seluruh akun Anda dengan mencantumkan NPWP yang masih berlaku.”
  4. “Jika akun AWS Anda beralamat di Indonesia dan Anda tidak memiliki NPWP, Anda tidak perlu melakukan apa-apa. AWS akan mengenakan PPN sebesar 10%.”

Tak Ada Lagi Istilah ODP, PDP, dan OTG

Kementerian melalui Menteri Kesehatan Terawan mengubah penggunaan istilah yang sudah cukup akrab di telinga masyarakat seperti ODP (Orang Dalam Pemantauan), PDP (Pasien Dalam Pengawasan), dan OTG (Orang Tanpa Gejala) dengan beberapa definisi baru. Beberapa hari lalu, pemerintah juga ‘merasa’ bahwa istilah ‘new normal’ bukanlah sebuah pilihan yang tepat.

Pengubahan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (). 

Perubahan istilah menjadi:

  1. ODP berubah istilah menjadi kontak erat
  2. PDP menjadi kasus suspek,
  3. OTG menjadi kasus konfirmasi tanpa gejala (asimptomatik)

Perubahan istilah ini kalau secara rasa — menurut saya pribadi — terkesan menjadi ‘tidak semenakutkan sebelumnya’. Entahlah. Istilah ‘kontak erat’ mungkin terasa lebih lembut dibandingkan ‘Orang Dalam Pemantauan’, begitu juga ‘suspek’ yang terasa lebih tidak semenakutkan ‘Pasien Dalam Pengawasan’.

Bertanam

Sejak terpaksa harus berada di rumah terus karena pandemi , banyak aktivitas yang dulunya rutin menjadi terabaikan begitu saja. Ritme keseharian berubah dengan perlahan, dan muncul menjadi ritme baru — yang kadang tidak baru juga — yang seolah menjadi… normal.

Salah satu kegiatan yang dulu sering saya lakukan adalah bertanam. Itu adalah salah satu aktivtas yang saya sangat nikmati. Berkotor-kotor dengan tanah, menghabiskan akhir pekan dengan ke pasar tanaman — walaupun tidak selalu membawa pulang apapun, menyiangi rumput, atau bahkan memencar tanaman dalam pot menjadi beberapa pot.

Hampir empat bulan aktivitas tersebut saya tinggalkan. Ya walaupun tidak sepenuhnya. Menyiram tanaman masih cukup rutin. Paling hanya menggeser sedikit posisi pot, menyiangi rumput liar. Kecuali bagian menyiram tanaman, aktivitas lain belum tentu seminggu sekali saya lakukan.

Jadi, kalau sekarang muncul tren berkebun di rumah, atau grow your own food, saya malah hampir tidak melakukannya. Mungkin karena sudah terlalu capek dengan aktivitas sehari-hari.

Burnazin, krim luka bakar

Beberapa hari lalu, untuk kali pertama saya mendapatkan rejeki terkena cipratan minyak goreng ketika menggoreng ikan setelah puluhan ikan lele saya pernah goreng.

Ya, agak sial saja sebenarnya. Beruntung, cipratan minyak goreng Bimoli Spesial itu hanya mengenai sedikit bagian tangan. Kejadiannya ketika potongan lele bagian kepala saya balik.

Reaksi pertama tentu rasa panas yang luar biasa, dan paling parah terasa di bagian pergelangan tangan kanan di sisi bagian dalam. Persis setelah kejadian itu, yang saya lakukan pertama kali adalah… menyelesaikan menggoreng lele dulu. Haha! Ya, karena masih tanggung…

Tak lama kemudian barulah saya melakukan pertolongan pertama — yang tidak pertama banget, karena pertama tetap soal lele — dengan menyiram dengan air dingin yang mengalir. Cukup lama sebenarnya, tapi tidak sampai 30 menit. Karena saya pikir memang tidak terlalu parah.

Beberapa menit berlalu, barulah terasa benar-benar rasa sakitnya. Sesekali saya kembali untuk menyiram dengan air dingin, karena memang rasanya jadi cukup nyaman. Saya juga baru ingat bahwa saya tidak memiliki obat ringan untuk pertolongan pertama. Yang saya pernah ingat cuma satu: siram dengan air dingin yang lama.

Kemudian, saya kontak teman saya menanyakan untuk krim untuk luka bakar. Singkatnya, saya disarankan untuk membeli Burnazin — katanya yang mengandung silver sulfadiazine, mesti ngerti — dan juga nacl 0.9%, serta kasa steril. Akhirnya, setelah beberapa saat, saya baru berangkat ke K24 untuk setelah saya konfirmasi bahwa K24 tujuan saya punya obat-obatan tersebut. Terima kasih, Lastdes!

Setelah sampai rumah kembali, barulah saya sadar selain di pergelangan tangan kanan sisi dalam, ada juga beberapa titik yang agak melepuh, tapi tidak besar. Dan, langsung saya oles saja krimnya. Terasa enak, ada sedikit sensasi dingin, tapi yang penting memang sakit jauh berkurang.

Keesokan harinya, barulah kelihatan lebih jelas. Bagian yang kena cipratan agak melepuh (seperti keluar air). Katanya temen saya tidak apa-apa, tunggu saja dan tidak usah dipencet, kalau sudah saatnya nanti pasti akan kempes sendiri.

Yang penting sih sudah tidak sakit lagi.

Bukan New Normal

Diksi new normal dari awal diksi itu segera ubah. New normal itu diksi yang salah dan kita ganti dengan adptasi kebiasaan baru. Dan kemudian yang dikedepankan bukan new-nya, tapi normal-nya. Padahal ini sudah kita perbaiki dengan adaptasi kebiasaan baru.

Achmad Yurianto, Juru Bicara untuk Penanganan Virus tentang kesalahan pemakaian istilah ‘new normal’. (Sumber: Kompas)

Pajak Digital Layanan Amazon, Google, Netflix, dan Spotify Mulai 1 Agustus 2020

Mulai 1 Agustus 2020 nanti, beberapa layanan digital yang digunakan oleh pengguna atau layanan daring di akan mengalami kenaikan harga. Ada enam perusahaan penyedia produk/layanan digital yaitu Web Inc, Asia Pacific Pte. Ltd,Google Ireland Ltd, Google LLC, Netflix International B.V., dan AB yang akan mengenakan pajak PPN 10% kepada konsumen.

Jadi, yang menggunakan layanan seperti Amazon Web Service (AWS), Google Cloud Platform (termasuk layanan Google lain), Netflix, dan Spotify perlu siap untuk membayar sedikit lebih.

Dari beberapa layanan tersebut, hanya Netflix yang tidak saya gunakan. Walaupun tidak akan terlalu signifikan — karena tagihan saya untuk layanan tersebut tidak besar — tapi mungkin ini juga lumayan. Contohnya, saya berlangganan Spotify Premium dengan total tagihan perbulan saat ini sebesar Rp79.000. Dengan dikenai , maka tagihan saya akan berubah menjadi Rp86.900.

Tentu, ini strategi untuk menambah pemasukan. Apalagi potensi pajak yang muncul dari Netflix sebagai dampak dibukanya akses Netflix oleh grup Telkom. Dengan kondisi ini, ada potensi pajak lebih dari Rp96 miliar per tahun dari Netflix.

Dari panel akun saya di Amazon Web (AWS), sudah ada isian untuk memasukkan informasi nomor . Begitu juga dari panel konsumen Google (saya lihat dari layanan Google Apps for Work). Untuk Spotify, saya belum melihat ada isian untuk mengisi NPWP.

Menurunkan Paket Internet Citranet

Tulisan ini merupakan pengalaman pribadi penulis sebagai konsumen layanan di . Kondisi dan kualitas layanan, termasuk harga yang disebutkan dalam tulisan ini mungkin berbeda saat Anda membacanya. Penulis menyarankan untuk merujuk ke situs Citranet untuk layanan dan harga terbaru.


Setelah sekitar dua tahun saya menggunakan layanan internet rumahan dari Citranet, bulan Juli 2020 ini saya memutuskan untuk menurunkan paket internet yang saya gunakan. Sebelumnya saya menggunakan paket Infinite 10 dengan biaya bulanan termasuk pajak sebesar Rp330.000.

Setelah tahu bahwa ada Citranet memiliki beberapa paket internet baru (yang lebih murah, namun masih sangat sesuai dengan kebutuhan saya), saya berencana untuk downgrade. Di rumah, ada dua buah (yang kebanyakan dipakai untuk bekerja), dan beberapa ponsel.

Saya suka dengan koneksi dari Citranet ini karena tidak ada pemblokiran yang “berlebihan”. saya bisa buka dengan lancar. Reddit-pun juga demikian. Kalau situs-situs yang masuk dalam kategori memang dilarang karena aturan, ya sudah mau bagaimana lagi.

Jadi, paket baru paling murah yang ditawarkan adalah paket Infinite Home 1 dengan kecepatan Upto 20 Mbps. Harga untuk paket ini adalah Rp220.000 per bulan (belum termasuk ). Mungkin sekitar April 2020 ketika mulai periode bekerja dari rumah, saya pernah menghubungi Citranet melalui layanan pesan di web, dan terkait ini setelah meninggalkan kontak saya akan dihubungi oleh bagian pemasaran.

Ternyata, saya tidak dihubungi sama sekali. Akhirnya saya coba lagi sekitar bulan Mei, setelah dua bulan bekerja dari rumah, hasilnya sama. Iya sih, saya memang tidak memutuskan untuk langsung menelpon. Setelah itu, kalau tidak salah saya tidak follow-up lagi.

Di minggu ketiga Juni 2020, saya coba lagi, dan saya dihubungi oleh Ibu Reta (Mareta) dari Citranet. Saya sampaikan secara singkat keinginan saya soal paket internet, dan saya dilayani dengan sangat baik. Jadi, paket dan tagihan baru akan muncul di bulan Juli 2020. Karena hanya berubah paket saja, jadi tidak ada juga biaya instalasi atau biaya lainnya.

Dan, benar saja. Di Juli ini saya mendapatkan pemberitahuan bahwa paket internet saya sudah berubah, dengan nominal tagihan total termasuk pajak Rp242.000,- per bulan untuk koneksi Upto 20 Mbps. Saya coba menggunakan Speedtest, dan hasilnya sangat tidak mangecewakan.

Kecepatan internet tersebut, sudah sangat cukup untuk pemakaian di rumah.

Terima kasih, Citranet.

Terawan tentang kalung antivirus Corona Kementan

Belum terlalu mempelajari isinya apa. Tapi yang penting adalah kalau itu membuat secara psikologis dan mentalnya itu percaya, imunnya naik.

Menteri Terawan Agus Putranto tentang kalung antivirus Kementerian Pertanian yang akan diproduksi massal (Sumber: Kompas)