Adding Block Storage to an Existing Cloud at Linode

This is hosted at Linode’s smallest package. Besides this blog, I have some other domains and small -based sites here. Most of them are not busy site. So, $5/mo is just gret. But, there is a small problem: .

Yesterday, I almost utilised 95% of the 25GB of storage limit. I was thinking of upgrading the to the higher specs. $10/mo is still a good deal. But, I only need the storage at this moment. Paying $10/mo will give me additional 25GB of storage.

I already knew that Linode also provides block storage, and I never looked up for this addons. So, I gave it try and tried to prove that the how-to works as written. So, from the panel, I chose to add 20GB of storage and follow the instruction in the input fields.

It took only than a minute I think to create the disk storage.

Once the disk created, I only need to run some commands as instructed in the page. It was that simple.

After that, I moved some of my files to the new partition, and changed some configurations. Also, I moved storage to this partition, because it utilises the most. the process also pretty straightforward.

And, I only need to pay extra $2/mo for 20GB additional storage.

Nice!

Harga Nama Domain .ID Naik per Akhir Juli 2019

Hari ini mendapatkan informasi melalui newsletter salah satu penyedia jasa layanan registrasi nama dan penyewaan hosting mengenai perubahan harga registrasi/perpanjangan masa aktif domain .ID. Awalnya dulu harga registrasi mencapai Rp250.000,- per tahun. Namun, untuk menambah daya tarik, harga dasar diturunkan sehingga domain dapat dijual dengan harga separonya, bahkan lebih.

Namun, per 29 Juli 2019, harga nama domain .ID akan naik menjadi Rp250.000,- untuk pendaftaran baru maupun perpanjangan masa aktif — dari kisaran harga saat ini sekitar Rp110.000,- per tahun.

Gangguan KlikBCA karena Terkena Malware?

Karena cukup sering menggunakan , saya cukup jarang melakukan transaksi melalui banking BCA. Beberapa waktu lalu, saya bermaksud untuk menambahkan beberapa nomor rekening dalam daftar transfer di internet banking BCA saya. Walaupun daftar transfer tersebut sudah ada dalam BCA Mobile saya, namun karena transfer memang tidak tersinkron dengan internet banking, jadi perlu ditambahkan manual.

Ketika akan menambahkan daftar transfer, muncul pesan bahwa transaksi tidak dapat diproses. Saya pikir hanya permasalahan yang muncul acak. Jadi, saya memutuskan coba lagi lain waktu. Setelah beberapa kali, tetap saja gagal.

Saya coba hubungi HaloBCA melalui Twitter, namun jawaban berakhir bahwa saya disarankan untuk menghubungi Halo BCA melalui telepon. Walaupun selama berurusan dengan layanan nasabah di kantor cabang atau kantor pusat selalu baik — termasuk ketika melalui call center, tapi apa iya menghubungi call center adalah satu-satunya solusi? Saya cukup penasaran.

BCA Express juga kurang membantu

Saya mencoba untuk mencari solusi dengan datang ke BCA Express yang berada tidak jauh dari tempat saya tinggal. Singkatnya, ternyata saya tetap disarankan menghubungi call center BCA. Cuma, saat itu saya mendapatkan informasi bahwa akun saya dengan nomor rekening yang saya sebutkan ke layanan nasabah di BCA Express terkena malware. Sehingga, fitur tersebut semacam dibekukan karena ini merupakan salah satu standar keamanan dari BCA.

Beberapa tahun lalu, walaupun kasusnya tidak sama, namun ada juga permasalahan yang menyangkut dengan virus. Dan, saat itu permasalahan diselesaikan dengan baik.

Saat saya menghubungi Halo BCA, saya sampaikan permasalahan yang saya hadapi, dan menurut petugas layanan nasabah, memang benar bahwa akun saya terkena malware. Saya tidak meminta jawaban dengan mendetil, namun ini karena saya sering mengakses menggunakan Wi-Fi. Mungkin yang dimaksud adalah menggunakan jaringan Wi-Fi yang secara keamanan kurang baik.

Kalau tentang Wi-Fi, tentu saja saya hampir selalu terhubung ke jaringan Wi-Fi melalui saya. Walaupun, saya hampir selalu mengakses internet banking BCA hanya melalui laptop dan ponsel saya. Apakah juga karena Virtual Private Network? Atau sebab lain misalnya peramban yang dideteksi ‘bermasalah’ oleh BCA? Entahlah.

Yang penting, sekarang internet banking dapat digunakan dengan baik.