So, what is the best Twitter Client?

Not exactly a Twitter client, but tool to manage social media accounts like Twitter, Facebook, LinkedIn, Google+ and more.
When I created my first Twitter account in 2006, there weren’t any applications for desktop or mobile. But, it’s 2011 and the service grows so fast. It’s around one billion tweets sent per week (according to March 2011 data). I love Twitter, and I also joined some other services. I don’t use all of them on daily basis, but more about learning how the service works, and how they’are designed. This is something I consider as something-I-like-to-do.
We are connected to each other using social media services. Many people want to be in the front row to get the latest news. They also want to know what is the latest information in the industry they’re involving with. I want to get the news shared by people I’m following on Twitter, or just to see what’s happening from my timeline.
At the same time, I want to share updates. These things seemed easy to be done. But, when it’s involving multiple social media accounts, I can be very busy. Not always, but sometime.
I have been trying and have some application installed on my gadgets — and also my MacBook Pro. I’m having Nokia N8, BlackBerry, and iPhone 4 now. Okey, don’t ask me why I need to have those gadgets. I just have them and don’t use them at the same time. But, I usually switch between those gadget — and of course, applications installed.
The thing is that not all applications works on every device I have with me, even they share similar features. Among many applications (free or paid) to manage my social media account. And these are some applications (including Twitter clients) I use — I switch between applications when I’m on my iPhone as my primary device right now.

I don’t have iPad and Android-based devices anyway. So, why bother having (too) many applications when I don’t use them all? Again, I like exploring how those things work. And, I like working on my account using its native application. For example like using Facebook for iPhone to explore Facebook, even HootSuite also works fine. Why? Switching between application is easy. Right?
I don’t have any other applications like TweetDeck, or Twitter for Mac on my Mac. For the web-based tool I sometime use HootSuite, CoTweet and Twitter website.
For the next post, I think I’ll write short reviews about those applications. From a end-user perspective. There are many tools/services that offer so many features. Probably, they works for businesses, not for personal use. Some are paid service, and some are free. When it comes into a simple question: “What is the best Twitter client?”, the answer should be simple: A client that works for you. Right?

Sumbangan dan Sedekah

Sudah bukan hal yang aneh sih sebenarnya didatangi orang yang meminta sumbangan dengan berbagai macam motif dan alasan keperluan. Tapi ada satu kesamaan: mengetuk dan menggelitik sifat manusia yang bernama “keinginan untuk membantu” dan “belas kasihan”.

Saya bukan orang kaya yang bisa memberikan sumbangan. Dan, kadang saya tidak keberatan dan senang hati untuk membantu sesuai dengan kemampuan saya. Membantu orang lain yang seharusnya menjadi sebuah hal baik kadang malah justru berakibat sebaliknya bagi saya. Saya kadang bukannya senang, tapi justru ngomel, tidak terima, dan lain-lainnya.

Give Me Your Hand

Awal bulan lalu, ketika sedang duduk-duduk disebuah tempat umum, tiba-tiba saja didatangi oleh seorang ibu yang membawa anaknya. Meminta seiklhasnya dengan alasan untuk beli susu. Jujur saja, walaupun akhirnya memberi, tapi rasanya bukannya dengan niat ingin menolong, tapi supaya segera pergi. Jahat? Mungkin iya. Tapi, saat itu saya cuma ingin duduk, santai, dan istirahat. Cuma itu kemewahan yang saya inginkan saat itu. Ada sih perasaan bersalah, tapi disaat yang sama saya juga ingin sebuah hal yang sederhana yang ingin saya lakukan. Untuk saya. Itu saja.

Lain lagi yang terjadi minggu lalu. Ketika sedang bekerja dengan konsentrasi tiba-tiba saja ada orang datang — lagi-lagi minta sumbangan. Alasannya? Untuk sumbangan suporter yang mau mendukung laga Tim Nasional Indonesia di Jakarta! Bingung? Sama! Mungkin sedang kehabisan ide.

Tidak Jadi Membeli Cakram Keras Western Digital

Sebenarnya, ada rencana untuk membeli sebuah cakram keras produksi Western Digital ketika kebetulan kemarin ada pameran Yogyakomtek di Jogja Expo Center. CukupĀ  menarik karena ada banyak pilihan produk yang ditawarkan dalam pameran yang berlangsung pada 1-5 Oktober 2011 tersebut. Salah satunya adalah adanya gerai Western Digital.

Sudah lama saya ingin punya tempat penyimpanan data dengan kapasitas cukup besar. Merek Western Digital juga ada dalam pilihan utama. Tapi, akhirnya saya batal membelinya. Alasannya adalah tidak tersedianya produk tersebut, paling tidak sampai hari kedua pameran. Inipun setelah saya sempat bertanya kepada salah satu personil yang menunggu gerai tersebut.

Ada kejadian lucu yang mau tidak mau agak memengaruhi keputusan saya dalam membeli produk tersebut. Dari beberapa pilihan yang ada, saya menyempitkan menjadi dua pilihan utama: My Book Studio atau My Book for Mac dengan kapasitas 2 Terabita. Harga yang ditawarkan saat itu juga cukup menggoda. Dana yang saya siapkan juga kebetulan cukup untuk membeli salah satu produk tersebut yang ditawarkan dengan perbedaan harga sekitar Rp 350.000,00.