Notes on Facebook's Friend Requests

I know some points about actions on related to friend requests. Facebook has some more detailed notes about this. Here are some points:

  • Hitting the “Ignore” button will remove the request from our request list. Users who want to add you as friend will not be notified. They can send friend request again.
  • Users in your “Request list” can’t send another friend request (to you).

More: What Happens If I Ignore a Friend Request?

Mediacorp and Malaysian firm

Mediacorp sues Malaysian firm for copyright, trademark infringements.

Singapore media company MediaCorp has taken a Malaysian company to court for selling content recorded off its radio and channels.
The Malaysian company, MediaBanc, is alleged to have compiled, sold and distributed MediaCorp news and radio programmes, without licence. The acts were discovered in 2006.

Full story here.

Harry Potter Transformation Timeline

harpot_timeline
(via gueamu.net)

Jogtug Celebrated 64th Anniversary of Indonesia's Independence

Few days ago, I joined @jogtug (Jogjakarta Twitter User Group) to celebrate 64th anniversary of ’s independence day. The gathered in an called #pitulasanTU (the word ‘pitulas‘ means “seventeen” in English). Why seventeen? Because Indonesia celebrates its independence day on Agustus 17.
#pitulasanTU took place at Gedung Agung, , . The idea was simple. We wanted to share something about Indonesia to tourists. And, we chose “gasing“, a traditional toy as the medium. We also handed some gifts to them. When we found tourists there, we talked to them, gave them the some souvenirs ( and stickers), and asked them whether they wanted to play gasing with us.

Masih tentang Keterlambatan Kereta Api Gajayana Jurusan Jakarta

Perjalanan dengan menggunakan Gajayana yang mengalami keterlambatan lebih dari lima jam dari jadwal yang ditentukan harus saya lalui. Ini bukan sebuah pilihan. Suka atau tidak, mau tidak mau, harus saya terima. Keadaan yang mengharuskan saya ambil kereta malam — pengennya pakai Taksaka Malam. Kedatangan kereta di Stasiun sudah mengalami keterlambatan sekitar 30 – 60 menit. Ada yang berbeda kali ini. Disamping tempat duduk ada colokan ! Dalam perjalanan menggunakan kereta, satu hal yang mengganggu adalah ketika handphone kehabisan baterai. Ya, karena handphone mungkin jadi satu-satunya teman dalam perjalanan. Apalagi kalau perjalanan sendiri dan tidak menemukan teman mengobrol.

Kira-kira pukul 06.00, kereta berhenti. Saya baru saja terbangun dari tidur sebentar. Ah, sudah jam 6, berarti tidak lama lagi sudah memasuki . Ternyata perkiraan saya salah. Kereta berhenti tidak tahu dimana. Akhirnya, saya keluar dari kereta — karena banyak penumpang melakukan hal yang sama. Diluar, sempat juga jadinya ngobrol dengan penumpang yang lain. Semua kurang lebih mengeluhkan hal yang sama: jadwal berantakan. Mulai dari yang harus masuk kantor, ketemu orang, menyelesaikan pekerjaan dan lain-lain. Sedangkan saya, sudah pasti jadwal yang sudah saya atur bersama dengan teman saya juga harus berubah.

One Billion + You

One Billion + You is a by , dedicated to celebrate its one billionth time since the of 1.0 in 2004.

Nero 9 Disc Burning Software

Nero 9 Disc Burning Software offers its free version. It contains simply burning and disc copying for CDs and DVDs. Additional features and functionality are available with an to Nero 9 full version.

Pengalaman Mencari Tiket Kereta Api

Minggu lalu, saya pergi ke untuk sebuah keperluan. Setelah mempertimbangkan jadwal dan agenda (yang kebetulan saat itu sedang cukup sibuk), saya memutuskan untuk menggunakan jasa kereta . Awalnya, saya berencana menggunakan terbang, tapi harga tiket saat itu sedang kurang bersahabat. Apalagi, kalau saya harus menggunakan pesawat pagi, sebuah perjuangan tersendiri nantinya.

Untuk mendapatkan tiket , tidak semudah yang dibayangkan. Ya, seharusnya memang mudah, karena tinggal menuju loket pembelian tiket di Stasiun , antri, bayar… selesai. Waktu itu saya menunggu kurang lebih 100 antrian. Cukup panjang dan lama juga, karena loket yang melayani pembelian hanya dua (dari 5 atau 6 yang ada). Setelah tiba giliran saya, pemesanan tiket saya tidak dapat diproses dengan alasan sistem sedang offline. Nah loh! Sudah antri lebih dari satu jam, tidak bisa. Menyebalkan!

Ternyata, sistim (atau sistem?) yang sedang offline hanya jadwal kereta api Gajayana (yang ingin saya gunakan). Saya tanya, kira-kira kapan bisa memroses pesanan tiket, ternyata tidak ada jawaban pasti. Ya, petugas tidak dapat memastikan. Oh ya, ini pengalaman pertama menggunakan kereta api Gajayana, karena biasanya saya gunakan Taksaka Malam. Saya sempat agak panik. Akhirnya, saya putuskan untuk beli saja lewat jasa agen. Kebetulan di loket tersebut ada informasi tentang agen tiket. Saya coba keberuntungan saya untuk menelpon salah satunya. Melalui telepon, saya diberitahu kalau sistim sedang tidak bekerja, alias offline. Ternyata, agen tiket tersebut lokasinya tidak jauh dari rumah. Akhirnya saya pesan ke petugas agen kalau saya mau (dan pasti!) pesan tiketnya dan minta diberitahu kalau sistim sudah beroperasi kembali.

Tidak lama kemudian, saya mendapatkan telepon dari agen tiket tersebut yang memberitahukan bahwa tiket bisa dipesan. Langsung saya minta di-book-kan untuk saya. Singkatnya, saya mendapatkan tiket saya tersebut hari itu juga, dengan tambahan biaya Rp. 10.000,00. Ah, kalau tahu seperti ini, mendingan dari awal saya beli lewat agen! Menurut jadwal, kereta api akan berangkat pukul 23.33 dan sampai di Stasiun Gambir pukul 07.15. Tapi, yang namanya jadwal kan itu rencananya. Kenyataannya, saya baru sampai di Stasiun Gambir sekitar pukul 13.00! Gila!