White House's The Official Photostream

When I heard about White House Photostream page from Yan Arief Twitter status, I visited it right away. No waiting. I’m an Indonesian, and I love seeing the topic like this — related to my own country — but, it’s not easy to find. Do we have great pictures of our , or Istana Negara? Anyone?
I like seeing what happen in the White House. Not from political perspective. I just like it. If I have to choose some, here are some I like.
P020109PS-0339
P021809PS-0069

Keep my blog without entries

I think, I’d better leave my blog without new entries rather than stealing articles brutally from other sites just to show that I update my blog.

Google Image Search Color Filter

I think, this Google Image Search‘s “filter by color” feature is very useful. I can filter search results not only by size (extra large, large, medium, and small) and image type (news content, faces, clip art, line drawing and ) but also by color.
Google Image Search Results Color Filter
There are twelve colors available to be used as filter. I think it will be great if there are more colors to choose, or even custom color? But so far, it IS very useful.

You are using an incompatible web browser, Facebook said

facebook-browsers

I almost have no problems accessing Facebook site using many different browsers. But, I sometime I found problems when using 10 browser. It says that I’m using incompatible web browser. But, it only happens randomly, even when I do the same actions like reloading pages, clicking on the links. And so far, it only happens on -related pages.

The error page suggests me to use these browsers: , Opera, , Explorer, and . I do using Opera, but not the latest stable . So, is it Facebook? Or, Opera 10 doesn’t play nice with Facebook yet? I’m using Opera Version 10.00 1 Build 1355 on XP when I experience this problem.

Fenomena halaman Facebook tentang Say “NO!!!” to …

Saya tahu pertama kali tentang salah satu halaman di layanan jejaring sosial Facebook yang menkampanyekan tentang ‘Say “NO!!!” to Megawati’ justru bukan dari , melainkan dari layanan microblogging Twitter. Karena terus terang, saya lebih aktif memanfaatkan daripada Facebook.

Yang menarik — bagi saya — justru lebih kepada informasi yang bertebaran di halaman tersebut. Sepertinya media tersebut digunakan untuk menempatkan hal-hal yang (bagi para pengguna layanan Facebook) mungkin menjadi uneg-uneg, aspirasi, atau bahkan… menghujat. Yang cukup mengherankan adalah bagaimana jumlah pertumbuhan suporter untuk halaman tersebut. Kurang dari 3 (tiga) hari saya rasa, halaman tersebut telah memiliki lebih dari 60,000 suporter. Menurut saya ini adalah sebuah angka yang tidak kecil jika dibandingkan dengan berapa jumlah pengguna Facebook yang berasal dari .

Sangat sulit untuk membaca satu per satu tulisan yang muncul di “Wall”. Karena pergerakannya sangat cepat, tapi beberapa kali — sering sih — saya lihat, banyak beberapa hal yang berulang kali dituliskan. Saya tidak akan menuliskan tentang komentar yang bersifat menghujat, tapi ini beberapa isu yang diangkat:

  • Mempertanyakan konsistensi pandangan tentang Bantuan Langsung Tunai (BLT). Saya secara pribadi juga mempertanyakan hal ini — namun saya tidak menuliskan dalam media tersebut. Di media massa sering kita dengar bahwa selalu mengkritisi tentang BLT, menganggap bahwa BLT itu menghina rakyat, tidak efektif, menjadikan rakyat menjadi malas, dan sebagainya. TAPI disaat yang sama, partai yang mengusung beliau juga menggunakan isu BLT sebagai salah satu materi kampanyenya. Nah, jadi bagaimana sebenarnya konsistensi pandangan partai (dan pemimpinnya) terhadap BLT ini?
  • Kinerja Megawati selama menjabat sebagai presiden. Banyak pertanyaaan dan pernyataan yang mengkritisi bagaimana prestasi yang didapatkan oleh Megawati selama beliau menjabat sebagai presiden. Beberapa yang cukup mencolok (menyolok?) adalah tentang penjualan aset negara, kondisi ekonomi saat itu, apa yang telah dilakukan oleh Megawati.
  • Sikap nasionalisme Megawati sebagai calon presiden, dan sebagai seorang pemimpin. Banyak suporter halaman tersebut mempertanyakan tentang mengapa tidak hadir dalam upacara kenegaraan? Dimana beliau pada saat pelantikan SBY?

Saya lihat di hari-hari awal, tidak/belum banyak media yang meliput fenomena ini. Yang pasti, sekarang sudah mulai banyak berita tentang hal ini. Sebut saja misalnya .

PDI-P Laporkan Facebook “Say No!!! to Megawati” ke Bawaslu

PDI Perjuangan, kata Pramono, akan segera melaporkan komunitas itu kepada pengawas . “Pasti itu merupakan black campaign yang dilakukan dengan sangat terbuka. Dalam UU Pemilu, pelaku bisa diancam pidana pasal 270 dengan hukuman 24 bulan. Kami meminta Bawaslu menyikapi hal ini karena ada upaya mengadu domba,” kata Pramono saat dihubungi Kompas.com, Senin.

PDI-P: Facebook “Gerakan Anti-Mega” = “Black Campaign”

Lebih lanjut ia mengatakan, ini termasuk black compaign sekalipun ia mengaku belum melihat sendiri grup itu di Facebook. “Motifnya jelas. Kami bisa melihat sendiri akan memberi keuntungan kepada siapa dan siapa yang dirugikan,” kata Aria.

Detik Pemilu juga menuliskan artikel tentang fenomena ini, dalam artikelnya dikatakan bahwa pembuat halaman di Facebook tersebut bisa dijerat dengan hukuman penjara 1 tahun dan denda 24 juta. Hal ini merujuk pada pasal 270 Undang Undang (UU) Pemilu.

Pasal 270 UU Pemilu berbunyi,’ Setiap orang dengan sengaja melanggar larangan pelaksanaan kampanye Pemilu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 84 ayat (1) huruf a, huruf b, huruf c, huruf d, huruf e, huruf f, huruf g, huruf h, atau huruf i dipidana penjara paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 24 (dua puluh empat) bulan dan denda paling sediki Rp6.000.000,00 (enam juta rupiah) dan paling banyak Rp24.000.000,00.’

Yang menjadi pertanyaan/fakta yang mungkin masih terus akan diperdebatkan pasti akan terus bertambah. Apakah suporter untuk halaman tersebut ikut karena ajakan? Apakah ada penggerakan opini ke arah sana? Apakah yang disampaikan adalah fitnah, atau fakta? Kita tunggu saja perkembangannya. Saat saya tuliskan artikel ini, jumlah statistik suporter untuk halaman tersebut sudah lebih dari 74.000. Bukan kapasitas saya untuk menilai berapa akun yang memang berniat untuk mendukung, tidak mendukung, atau akun fiktif.

Fonts 500

Fonts500.com — great collection of free fonts from around the web. Browse the collections, choose and your favorite fonts.

NVDA: free and open source screen reader

If you want to see — or, should I say “listen”? — your with a screen reader, there is a free and screen reader called NonVisual Desktop Access (NVDA). What is it?

NonVisual Access (NVDA) is a free and open source screen reader for the operating system. Providing feedback via synthetic speech and Braille, it enables blind or vision impaired to access computers running Windows for no more cost than a sighted person. Major include support for over 20 and the ability to run entirely from a USB drive with no .

Yes, right now it’s only available in Microsoft Windows platform.

JaikuEngine released as an open source project

In 2007, Google acquired Jaiku. I have an there, but I don’t use actively. I don’t know why, but I just felt that this is not for me.

This month, JaikuEngine was released as an project. It’s available at Google App Engine. Google will not develop Jaiku code base and hand it to the . Is it because Jaiku is not popular — compared to other microblogging like ? Or, wants to stop its because Twitter is more promising?

Frog All Lit Up by Swallowed Christmas Light

tree-frog-christmast-light

The Daily Dozen feature on National Geographic, edited by Susan Welchman, is a treasure trove of neat “Your Shots” submitted by the magazine‚Äôs readers (a selection of which will actually appear on the magazine itself – talk about awesome!).

(Source: Neatorama via Yeni). Photographer: James Snyder

Penarikan Tunai Western Union Melalui Bank Internasional Indonesia

wu-bii

Minggu ini, saya melakukan pencarian/penarikan tunai yang dikirimkan melalui Western Union melalui Bank Internasional Indonesia (BII). Sebenarnya ini bukan kali pertama saya menggunakan jasa BII. Sebelumnya — sudah cukup lama — saya pernah menggunakan jasa BII untuk melakukan penarikan yang sama, dan hasilnya memuaskan. Kenapa tidak menggunakan Pacto Moneygram? Ya, karena memang dapatnya untuk diuangkan melalui , tidak bisa milih ke Pacto. Kenapa tidak lewat kantor pos? Karena saya dulu pernah menggunakan jasa kantor pos, dan — entah kenapa — hasil akhir penarikan jauh dari jumlah yang diharapkan. :)

Saat melakukan penarikan, saya belum menjadi nasabah BII. Ada rekening lain sebenarnya, dan bank-bank tersebut juga melayani pencarian dari Western Union. Tapi, saya sedang tidak ingin berspekulasi, jadilah saya pilih BII.

Ikut Pemilu Legislatif 2009 atau tidak?

Legislatif tahun 2009 tinggal seminggu lagi. Tapi, sampai sekarang saya juga tidak tahu apakah saya terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) atau tidak. Mau cari tahu, tidak terlalu bersemangat. Tidak cari tahu, kok penasaran juga.

Tempat tinggal saya saat ini memang tidak sesuai dengan alamat yang ada di KTP saya. Saya tinggal di , tapi menurut KTP, saya terdaftar sebagai warga .

Ya, kita lihat saja nanti. Kalau bisa ikut memberikan suara, ya ikut. Kalau tidak, ya sudah…